Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Dibagi sama rata.


__ADS_3

kami berempat berjalan menyusuri jalanan paving menuju ke pintu gerbang, berhubung hari ini terakhir adanya clash meeting, siswa pun terlihat bebas lalu lalang di gerbang sekolah.


" kenapa kau bawa barang yang paling sedikit..??" protes Roby dari belakang ku.


kali ini dia berjalan beriringan bersama Winda di belakang, sedangkan aku berjalan di depan bersama Natasya.


" nih cowok protes melulu..!?" seru ku sambil nyengir sinis ke arah Roby. namun dia hanya membuang muka dari pandangan ku.


" berisik..!!" gerutu dia dengan pelan.


" apa...??" tanyaku sambil menghentikan langkah ku.


" gak..., nggak papa.." jawab Roby dengan sedikit gelagapan.


" sudahlah....!!"


" cepat jalannn...!!" seru Winda sambil mendorong tubuh ku dengan pelan. aku pun kembali berjalan dan kali ini aku berada di sisi Roby dan Winda.


" by the way..."


" kemarin aku ketemu Samuel lho...!!" seruku sambil melihat ke arah Roby yang berada di samping kanan ku.tak sesuai harapan ku, Roby hanya cuek saja mendengar pernyataan ku kali ini.


" sama..., ada cewek Chinese yang bernama Felia Hartanto..." seruku pelan sedikit bergumam. sebenarnya aku tak mau mencampuri urusan mereka, namun aku ingin tau aja ekspresi Roby.


seketika dia sedikit terkejut dan memasang wajah tak mengenakkan saat aku menyebut nama Felia di kalimat ku tadi.


" hmmm..." jawab nya dingin, ekspresi wajah yang terkejut tadi mulai berangsur membaik dan terlihat tenang dan sok cool.


*yahhh....


gak seru dong*...


😏


aku pun salah tingkah sendiri dan memutuskan untuk berjalan lebih cepat untuk menyusul Natasya yang kini berada dua langkah di depan kami.


tak terasa kami sudah berada di dekat kelas kami di lantai tiga, Natasya yang memang gampang antusias dan senang hal-hal yang mengejutkan pun segera berlari sedikit sambil masuk ke dalam kelas.


" haaaiiii everybody...!!!!" seru Natasya sambil masuk kedalam kelas sambil mengangkat tinggi-tinggi tas oleh-oleh dari ku.


gemuruh langsung terasa saat mereka tau jika Natasya membawa sesuatu yang bisa membuat mereka bahagia. aku pun ikut senang saat mereka antusias menerima sesuatu dari ku.


" ini semua dari bos Marischka..!!!" seru Natasya dengan semangat. mereka pun dengan kompak melihat ke arah ku.


sembarangan aja nih anak...


😑


kelas pun menjadi riuh saat mereka mulai membagi masing-masing cenderamata yang kuberikan. selain pesanan mereka, aku pun membawakan beberapa t-shirt dan statue yang cukup menarik, sehingga mereka sedikit berebut demi mendapatkan barang tadi.

__ADS_1


Eris yang notabene ketua kelas kami pun menengahi sedikit keributan diantara siswa cowok dan cewek. aku pun tak menyangka jika mereka akan berebut barang itu.


" sudahlah gaes....!!" seru Natasya menengahi.


" nanti kalau Marischka traveling keluar negeri, kita palak lagi dia..." sambung nya sambil terkekeh geli sambil melihat kearah ku, mendengar itu aku pun memelototi Natasya.


suasana yang sempat kacau berangsur membaik, tak lupa aku membawakan beberapa cenderamata untuk Bu Jumiati yang notabene wali kelas kami.


...* * *...


kebetulan hari ini adalah hari terakhir diselenggarakan nya class meeting di sekolah kami, banyak pertandingan yang kelas kami menangkan. kelas kami pun ternyata menjadi juara ke dua secara keseluruhan, banyak lomba-lomba yang bersifat individual kami menangkan dengan predikat juara satu.


diantara nya, juara tenis meja putri yang kumenangkan, juara catur baik itu putra-putri kami sapu bersih, juara sepakbola putra pun kami menangkan, juara basket cowok yang Roby pimpin. dan masih ada lomba lain yang kami kalah di final atau menjadi juara dua.


" gak ku sangka kita juara dua secara keseluruhan ya Marischka..!?" tanya Winda yang duduk di bangku samping ku.


" iya juga sihhh...!!"


" seandainya kita juara di basket cewek, pasti kita akan juara umum..." sambung Natasya dengan cepat.


" huffttt....!!"


" tahun depan lah kita balas mereka...!" seruku yang sedang rebahan di atas banku kelas. Natasya dan Winda pun melihat ku dengan sedikit rasa gak enak


" eh kapan kita makan-makan di hanamasa..??" seruku semangat sambil kembali duduk dengan tegak.


" haahh..??"


" memang sih..."


" tapi apa salahnya sih traktir makan kalian.." jawab ku dengan antusias. mereka berdua kompak memasang wajah aneh tanda tak percaya perkataan ku barusan.


" beneran nihh...??" tanya Natasya penasaran.


" of course...!!" jawab ku singkat. tak selang berapa saat Natasya yang memang sifatnya mood maker di kelas, dengan cepat berdiri dan dengan semangat 45-nya berteriak dengan keras.


" wooiii....!!!"


" kita ditraktir makan sama Marischka di hanamasa..!!!!" seru Natasya sambil memasang kedua tangannya seakan jadi speaker.


undangan dari Natasya sontak membuat seisi kelas semakin heboh dan penuh semangat. banyak yang tak menyangka dengan pengumuman barusan. dengan segera mereka pun antusias teriak-teriak gak jelas dan sebagainya.


" jadi kapaann..??" tanyaku ke arah teman-teman yang sudah mengerubungi ku.


" owh iyaa..!!?"


" kapan nihh...??" tanya mereka dengan saling tatap satu sama lain. seperti belum ada titik terang mengenai waktu yang akan kita pakai untuk bersama lagi.


" besok saja gimana..??" tanya Winda ke mereka semua.

__ADS_1


" aku sih oke aja..!"


" tinggal kalian nih...??" tanyaku balik ke mereka.


" gimana...??" tanya mereka satu sama lain,


" aku yess aja.." seru salah satu teman sekelas ku. akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu di hanamasa terdekat dari sekolah kami.


" kalau begitu aku telpon dulu mereka, supaya mereka dapat mempersiapkan untuk kita..." sambung ku sambil berdiri dari bangku ku.


" YESSS...!!!" seru mereka dengan kompak. aku pun hanya tersenyum senang melihat kehebohan di kelas kami.


" ya udah lah..."


" aku mau ke kantin sebentar.." seru ku sambil mencari dompet dan gawai ku di dalam tas sekolah.


" ikut Marischka..!!" seru Natasya yang berada di samping ku.


" ayookk..." jawab ku santai.


dengan teratur mereka membukakan jalan untuk ku keluar dari kelas. entah kenapa aku yang tak enak saat mereka membukakan jalan untuk ku.


" permisi ya..." seruku sambil tersenyum dan berusaha melewati mereka.


" tadi sudah dapat semua kan Eris...??" tanyaku ke Eris yang berada di bangku paling depan.


" bereesss...!!" seru sang ketua kelas sambil mengacungkan jempolnya.


" oke..."


" makasih ya Ris...!" seru ku sambil tersenyum dan berjalan keluar.


banyak siswa yang berada di luar kelas kali ini, karena memang hari ini tidak ada kegiatan yang berarti, dengan santai aku, Natasya, dan Winda menyusuri lorong kelas. Winda yang melihat kami berdua jalan akhirnya memilih untuk ikut.


ditengah jalan kami bercanda satu sama lain, sambil berjalan ke kantin kami selalu diperhatikan oleh anak-anak kelas lain. iya sih penampilan ku cukup menarik dan ala-ala cewek idola sekolah.


di kantin, seperti biasa aku pesan bakso yang kusukai. apalagi kali ini kami bertiga makan di tempat yang sama. banyak adik kelas kami yang menyapaku, padahal aku tak terlalu kenal dengan mereka.


" siapa jeng...??" tanya Winda penasaran. aku hanya melihat Winda dan mengangkat bahuku tanda tak mengerti.


" emang cewek idola sekolah..."


" pasti banyak yang kenal.." sambung Natasya yang sedang mengaduk saos di mangkok nya sambil melirik ke arah ku.


" dasar..." jawab ku sambil menyipitkan mataku dan melihat ke arah Natasya.


" ehh, sudahlah ayo makan..." seru Winda menengahi kami berdua. kami bertiga pun menikmati makanan yang sudah ada di depan kami.


suasana kantin kali ini cukup ramai karena memang hari ini sekolah cukup bebas dari pelajaran. banyak murid yang memilih kantin untuk menghabiskan waktunya, ada pula siswa yang pergi ke perpustakaan, atau sekedar untuk berkumpul dikelasnya masing-masing.

__ADS_1


# Author.


_to be continued


__ADS_2