
ku langkahkan kaki menuju ruang rapat yang terdapat di lantai dua.
di ruangan itu sudah bersiap karyawan dari semua divisi, baik karyawan baru maupun lama.
kebetulan sehari sebelum kesana, agenda ku hanya lah meeting dengan para manajemen saja.
namun rencana itu ku ubah agendanya menjadi technical meeting sekalian, setelah melihat betapa bobroknya kinerja karyawan yang berada di cabang hotel kami.
banyak dari karyawan yang tidak mengetahui jika aku adalah pimpinan di perusahaan Elliot hotel.
mereka saling berbisik satu sama lain seakan tidak percaya jika gadis cantik yang seperti model di depan mereka adalah putri owner Elliot group.
" siapa itu..?" sahut salah satu karyawan cewek dengan sedikit berbisik.
" wuih ada bidadari surga turun ke bumi.." sahut karyawan yang lain.
" cantiknyaaa..." seru salah satu karyawan cowok dengan antusias
" boleh lah.." sambung karyawan lainnya tidak kalah antusias.
banyak pujian yang terlontar dari para karyawan ku, aku pun hanya tersenyum saat melihat keheranan mereka.
seakan mengetahui dan mendengar yang diperbincangkan mereka, ibu Tika segera memperkenalkan diriku ke karyawan nya.
" mohon tenang sedikit..." seru Bu Tika sambil berdiri dan memegang mikrofon.
suara gemuruh yang terlontar dari para karyawan tadi, kini dalam sekejap mereka menjadi tenang.
"baik sebelum kita mulai technical meeting ini..."
" alangkah baiknya jika saya perkenalkan siapa nona cantik yang membuat kalian penasaran.." sambung Bu Tika sambil menunjuk ke arah ku dengan sopan.
aku hanya tersenyum manis saat melihat Bu Tika memperkenalkan diriku ke para karyawan.
"beliau adalah putri dari owner Elliot group.."
" yaitu nona Marischka Kartika.." sambung nya lagi dan diikuti tepuk tangan dengan gemuruh dari seluruh karyawan.
aku tersenyum manis saat berdiri dan menundukkan kepala ke arah karyawan di depan ku.
" terima kasih.."
" dan salam kenal kepada seluruh karyawan Elliot hotel..," seru ku dengan antusias sambil menunjuk kan senyum manis khas diriku.
tidak selang begitu lama Bu Tika melanjutkan lagi pembicaranya.
" hebat ya beliau ini..."
" masih muda, cantik tapi sudah menjadi pimpinan perusahaan besar sekelas Elliot group.." lanjut Bu Tika sambil melihat ku yang kini agak malu mendengar pujian dari Bu Tika.
" gak seperti kamu Joko.." olok Bu Tika sambil menunjuk ke arah salah satu karyawan yang duduk di bagian paling belakang.
si karyawan yang bernama Joko itu kini berlagak sok seperti model.
__ADS_1
" eeaaaa..." jawab karyawan yang lain sambil diikuti gelak tawa karyawan yang lain.
" siapa tau diantara kalian ada yang mau sama beliau.." sahut pak Freddy yang diikuti langsung karyawan cowok yang bersahutan bilang.
" mau..."
idih..,gak jelas..
aku hanya bisa tersenyum saja melihat tingkah karyawan Elliot hotel yang unik-unik dan sedikit nyentrik.
" baik..."
" kita mulai saja technical meeting kita hari ini.." seru pak Freddy.
tidak selang begitu lama pak Freddy mengambil alih rapat dan pembicaraan kini menjadi sedikit lebih serius.
...* * * ...
hampir dua jam kami meeting bersama, ternyata banyak permasalahan dan keluhan yang di dapat tentang hotel kami.
baik keluhan tentang hotel, maupun keluhan tentang para manajemen dan karyawan yang ada di banyak divisi hotel Elliot.
setelah ku catat semua permasalahan itu, kini giliran ku untuk memberikan sedikit wejangan khusus ke karyawan kami
" baik..."
" selanjutnya ibu Marischka akan menambah kan beberapa wejangan untuk kita semua.." seru pak Freddy sambil memberikan microphone tersebut kepada ku.
awalnya aku tampak malu-malu saat akan mulai berbicara.
" terima kasih pak Freddy.." sambung ku sambil menerima microphone dari pak Freddy
aku pun berdiri mengambil posisi di tengah para direksi, supaya semua karyawan bisa memperhatikan wejangan ku dengan seksama..
"selamat siang semuanya.." tanyaku basa-basi sambil tersenyum.
" gimana.."
" masih kuat telinga nya.." sambung ku sambil tersenyum ke arah para karyawan yang nampak sudah mulai bosan.
" baik.., langsung saja saya sampaikan beberapa catatan yang saya dapat dari meeting kita hari ini.." sahut ku sambil memegang kertas catatan di tangan sebelah kiri ku.
" mungkin diantara kalian banyak yg sudah mendengar tentang keluhan yang dirasakan tamu dan pelanggan di hotel Elliot cabang Ubud kita ini.." sambung ku dengan nada sedikit serius.
tampak muka mereka berubah jadi serius saat mendengar pernyataan ku barusan,
" banyak keluhan tentang hotel Elliot kita.." lanjut ku
" baik tentang karyawan.., tentang kebersihan.., atau tentang pelayanan yang sangat jauh dari standar yang kami tetapkan " sambung ku dengan nada yang lebih tinggi.
sambil melihat asisten Liu, aku meminta beberapa kertas laporan yang ku bawa dari Bogor dan diperbaharui lagi di hotel Elliot Nusa Dua
" ini adalah beberapa komplain yang tamu sampaikan ke resepsionis, baik secara verbal maupun lewat aplikasi di gawai .." lanjut ku sambil memegang kertas laporan dan mengangkatnya ke atas.
__ADS_1
" sebagai contoh.., lantai kelihatan kotor namun tidak ada yang mengepel nya." sambung sambil membaca beberapa catatan di tangan ku.
" ada lagi mengenai karyawan resto yang selalu tampak cemberut.." sambungku lagi sambil melihat ke arah supervisor yang bertanggung jawab di bagian resto.
" dan banyak lagi keluhan yang terdengar negatif.." sambung ku dengan nada kecewa.
aku sempat terdiam dan melihat raut wajah para karyawan ku itu.
" kenapa sih dengan kinerja karyawan yang saya rasa tidak maksimal ini.." jawab ku dengan nada kecewa.
suasana kembali hening dan tidak ada suara yang terdengar dari mulut mereka, baik di jajaran manajemen maupun karyawan.
" tolong mulai sekarang diperbaiki.." sambung ku dengan lebih tegas.
mengetahui bahwa aku membawa bukti yang kongkrit tentang banyak nya komplain kepada karyawan, mereka pun hanya terdiam dengan kepala tertunduk lesu.
" ku tegaskan sekali lagi kepada mu pak Freddy.." sambil ku lihat pak Freddy yang berada disisi kanan ku.
"Anda adalah pimpinan tertinggi di sini, harusnya anda lebih tau jika ada komplain mengenai kinerja karyawan kita.." sahut ku yang kali ini dengan intonasi yang lebih tinggi.
" bukannya anda diam saja seakan tidak ada masalah.." sambung ku dengan nada kesal
kulihat pak Freddy, Bu Tika, dan jajaran manajemen lainnya tertunduk lesu,
" tolong yang ini perhatikan baik-baik..,"
para manajemen hanya diam saja dan semakin binggung mau berkata apa, setelah itu aku kembali melihat ke arah karyawan di depan ku.
" jadikanlah apa yang saya katakan ini sebagai cambuk untuk mulai berbenah diri... "
" jika memang kalian tidak ada perubahan setelah saya peringatkan dengan tegas.."
" jangan harap anda akan kami pertahankan."
ancam ku ke mereka dengan lebih serius dan tegas.
" peringatan saya ini berlaku untuk semua karyawan dibawah naungan Elliot hotel" ancam ku ke mereka dengan muka yang sudah tidak lagi ramah.
keheningan dan tekanan yang mereka rasakan membuat atmosfer lebih dingin.
"setiap divisi di hotel Elliot cabang Ubud mendapatkan lampu kuning dariku.." tambah ku lagi.
aku kembali duduk di kursi dekat pak Freddy, semua tampak diam dan tidak percaya, ku kembalikan microphone itu ke pak Freddy.
namun dia hanya diam saja dan terlihat shock saat mendengar kata-kata dari ku tadi,
" aku pamit dulu.." sambung ku sambil berbisik ke arah Bu Tika yang berada di dekat ku.
dengan segera aku berdiri dan melangkahkan kakiku keluar dari ruang meeting.
" silahkan lanjutkan saja dulu.." sambung ku lagi.
aku berjalan keluar dan menghampiri asisten Liu yang berada di pintu luar.
__ADS_1
# Author
_to be continued