Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Awal hari


__ADS_3

mobil dipacu pelan menuju bandara Changi, tak terasa waktu ku meninggalkan negara ini. banyak pengalaman baru yang ku dapatkan di negara Merlion kali ini.


sebenarnya aku cukup sedih saat akan berpisah dengan nenek ku, namun jika aku ingat akan bertemu sahabat ku di sekolah, rasa sepi yang ku jalani selama ini seakan terisi sedikit demi sedikit.


perjalanan kami menuju ke bandara berjalan cukup lancar, nenek ku pun tau jika aku memutuskan untuk segera kembali ke Indonesia.


" silahkan nona muda..." seru body guard keluarga Kartika dengan ramah.


" terima kasih banyak..." jawab ku sambil keluar dari mobil berjenis sedan mewah ini.


setelah aku keluar, dengan segera mereka mengambil troli bandara dan mengeluarkan semua barang-barang milik ku yang ada di dalam bagasi.


" sudah semuanya tuan..??" tanyaku sambil memastikan jika barang ku sudah aman terbawa semuanya.


" sudah nona muda..."


" kita tinggal menunggu waktu keberangkatan aja nona muda.." seru body guard itu. kami pun mulai berjalan menuju terminal tunggu khusus private jet bandara Changi. yaitu terminal JetQuay


" jadi harus menunggu ya..??" tanyaku sambil berjalan disamping para body guard.


" iyaa nona muda..." jawab sang body guard dengan ramah. aku hanya mengangguk tanda mengerti apa maksud sang body guard.


kami pun ternyata disambut oleh beberapa staf khusus terminal JetQuay, dengan ramah mereka menyapa ku. sang body guard pun sedikit berbincang dengan staf khusus tadi.


setelah selesai kali ini staf khusus tadi memandu ku untuk menuju ke lounge spesial yang berada di terminal khusus itu.


" semua sudah kami persiapkan nona Kartika.." seru staf perempuan dengan ramah.


dengan segera aku dipersilahkan staf khusus tadi untuk istirahat sejenak dan tidak mengkhawatirkan barang bawaan milikku. aku pun hanya tersenyum dan percaya akan keramahan staf tadi.


dengan segera aku masuk di lounge spesial yang cukup mewah dan terkesan private, apalagi memang yang masuk lounge ini bukan orang sembarangan.


aku memilih duduk di kursi santai, sambil membaca buku pemberian nenek aku pun mulai menikmati waktu private ku di lounge ini. sesekali aku juga melihat dan membalas beberapa chat yang masuk di gawai ku.


" selamat sore nona.." sambut staf khusus tadi dengan ramah dari depan pintu masuk lounge spesial tempat ku duduk.


" selamat sore juga.." jawab ku dengan sedikit kaget karena tiba-tiba staf tadi masuk ke ruangan ku. mengetahui jika aku sedikit terkejut staf itu segera meminta maaf.


aku pun hanya tersenyum malu ke beliau, ternyata kedatangan staf itu memberi tahu jika pesawat pribadi ku sudah siap di appron. serta dokumen khusus ku sudah siap untuk mengantarkan ku keluar dari Singapura.


dengan segera aku dan staf khusus tadi berjalan menuju gate khusus untuk menuju ke pesawat pribadi ku. mobil sedan mewah menunggu kami berdua, dengan ramah sopir paruh baya menyapa kami berdua.

__ADS_1


dengan segera kami masuk dari kedua sisi pintu mobil, dengan segera pintu ditutup kan oleh sopir kami. setelah selesai mobil kami berjalan ke tempat parkir pesawat pribadi milik ku.


mobil dipacu cukup kencang kali ini, memang sih ada batas kecepatan di dalam bandara Changi, namun berbeda kasus jika orang penting yang melintas.


tak terasa mobil sudah dekat dengan pesawat pribadi milik keluarga Kartika, dengan cepat sang sopir memarkirkan mobil sedan itu di dekat tangga masuk pesawat ku.


" silahkan nona muda..." seru staf khusus tadi sampai membukakan pintu sisinya, sedangkan pintu ku langsung dibukakan oleh sopir yang mengantarkan kami.


aku pun segera turun, ku lihat pramugari dari pesawat pribadi milik keluarga Kartika sudah menyambut kedatangan ku. dengan segera aku naik ke atas tangga pesawat dan masuk kedalam pesawat pribadi keluarga Kartika.


" maaf nona sebelum berangkat..."


" ada dokumen yang perlu ditandatangani..." seru staf khusus tadi sambil memberikan map merah yang terlihat mewah.


" oke..." seruku sambil menerima ballpoint darinya dan segera menandatangani lembaran kertas itu. setelah selesai tanda tangan, aku pun memberikan stempel yang menjadi identitas resmi dari ku.


" baik terima kasih nona muda..." seru staf khusus tadi dengan ramah. aku pun tersenyum manis ke arahnya.


" itu aja...??" tanyaku ke staf khusus tadi sambil memasukkan kembali stempel milikku ke dalam dompet yang ada di tas punggung ku.


" iyaa nona muda, hanya itu saja..." jawab staf itu dengan ramah, setelah selesai dengan segala keperluan take off dan bagasi ku pun aman di dalam pesawat.


dengan ramah staf khusus tadi ijin pamit dan turun dari dalam pesawat pribadi milik keluarga ku. segera setelah itu pesawat kami mulai ditarik ke landasan pacu dan siap untuk mengantarkan ku kembali ke rumah.


...* * *...


" capeknya...!!" seruku saat membaringkan tubuhku di atas kasur di dalam kamar mansion keluarga Kartika.


tak terasa perjalanan dari Singapura hingga sampai di mansion keluarga Kartika cukup memakan waktu, saat berangkat ke Singapura lebih cepat satu jam dari saat aku pulang ke Bogor.


" permisi nona muda...?!"


" barang anda kami letakkan di mana...??" tanya tuan Alfred dengan ramah sambil membawa beberapa staf dibelakang nya.


aku yang berbaring di atas kasur sambil melihat gawai pun membalas pertanyaan nya dengan lemas. dengan menunjuk ke arah dekat meja kerjaku aku pun meminta tuan Alfred untuk meletakkan nya disana.


" taruh disitu aja pak..." seruku yang masih terlalu letih untuk sekedar duduk di kasur.


" baik nona muda..." jawab tuan Alfred dengan ramah. tak selang berapa saat beliau meletakkan buah tangan ku ditempat yang ku inginkan.


" aku langsung istirahat saja tuan Alfred...!" seruku sambil mulai memejamkan mataku yang sudah sangat letih.

__ADS_1


" baik nona muda..." seru tuan Alfred yang melihat memperhatikan ku sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa letih.


" selamat malam nona muda..."


tuan Alfred segera menutup pintu kamar ku yang luas dan sunyi, sehingga suara pintu terdengar dengan jelasnya. tak terasa aku sudah terbang ke dunia mimpi.


...* * *...


tit...,tit...,tit....


suara alarm terdengar jelas menyalak-nyalak dari dalam gawai ku, kali ini dia gagal untuk membuat ku bangun. sehingga aku masih terlelap di dalam selimut tebal ku.


tubuh ku seakan susah untuk digerakkan, karena masih ku rasakan pegal dimana-mana. ingin rasanya dipijat ala putri raja yang manja.


hooaaammmm.....


dengan penampilan yang berantakan aku pun mulai membuka mataku, namun entah kenapa kali ini terasa berat untuk sekedar membukakan kelopak mata ku.


nyawa seakan-akan masih belum terkumpul semuanya ketika tuan Alfred mencoba untuk membangunkan ku dari balik pintu kamar ku.


" nona muda..."


" semuanya sudah siap...?!" tanya beliau dari balik pintu kayu kamar ku.


" sebentar lagi tuan Alfred...!"


" lima menit lagi saya turun...!!" seruku dari atas kasur empuk ku. aku pun segera mencari gawai ku dan melihat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.


karena masih ada kegiatan olahraga di sekolah, aku pun sedikit santai untuk berangkat ke sekolah. sambil membawa gawai, aku berjalan menuju ke kamar mandi dan segera membersihkan diriku.


" nona muda...??" tanya tuan Alfred setengah jam kemudian dari balik pintu.


" masuk saja tuan Alfred...!" seruku dari balik pintu. saat beliau masuk, aku pun sudah siap untuk berangkat.


" bisa minta tolong bantuannya tuan Alfred..." seruku sambil membawa tas belanjaan dari Singapura kemarin.


" tentu nona muda..!" sambung nya sambil berjalan menuju tempat ku berdiri.


aku dan tuan Alfred pun segera turun dari kamar ku yang ada di lantai dua. semua barang ku dimasukkan beliau di bagasi mobil yang akan mengantarkan ku ke sekolah.


" terima kasih tuan Alfred..." seruku sambil meletakkan bungkusan terakhir di dalam bagasi mobil.

__ADS_1


# Author.


_to be continued.


__ADS_2