Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Kelompok anak resek


__ADS_3

sampai lah kami berdua di parkiran mobil dekat gapura selamat datang di dermaga Jungut batu.


tidak selang beberapa lama ada telpon masuk lagi dari karyawan hotel ke gawai asisten Liu.


dengan segera asisten Liu mengangkat panggilan telpon itu.


" ya hallo..??" jawab asisten Liu dengan serius, aku dan asisten Liu kompak berhenti sejenak untuk mendengarkan suara dari telpon itu.


" maaf nona ada dimana anda sekarang..?? " tanya pria itu dengan logat khas Bali nya.


" kami tunggu di parkiran mobil dekat pintu gapura.." sahut nya lagi, masih dengan nada sopan.


" baik.., ini kami berdua juga berjalan ke sana.." sambung asisten Liu


" siapa sih..?" tanya ku kepo.


" sopir mobil hotel nona.." jawab asisten Liu


" eitss.., lupa ya..?"


" tidak boleh panggil nooonnaa..!!" sambung ku sambil tersenyum dan mengibaskan jari telunjuk ku tanda larangan.


" upsss...," seru asisten Liu, sambil spontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


melihat tingkah asisten Liu aku pun tertawa dengan spontan, tak lama kemudian asisten Liu juga ikut tertawa.


kami berdua saling tertawa dan bercanda dalam perjalanan ke tempat parkir mobil.


...* * *...


sesampainya di parkiran mobil, segera asisten Liu menghubungi lagi sopir hotel tadi dan menanyakan di mana posisi yang tepat.


" siang pak..??"


" dimana nih posisi mobil bapak??" sahut asisten Liu.


" saya sudah di parkiran nih.." sambung asisten Liu kali ini dengan intonasi yang lebih serius.


" owh..baik mbak..,"


" mbak cari aja mobil Suzuki APV warna silver di parkiran dekat jalan raya," sahut si sopir dengan sedikit keras suaranya.


" kami sudah mbak menunggu disini" sambung sopir itu lagi.


" oke..."


" kami berdua segera kesitu.." jawab asisten Liu dengan tidak kalah keras saat menirukan gaya si sopir.


aku pun sedikit tertawa saat melihat asisten Liu berlagak konyol.


...* * *...


tidak selang beberapa lama kami berdua melihat mobil yang dimaksud parkir didekat pohon beringin yang besar.


ternyata tidak hanya kami yang di tunggu oleh sopir hotel, ada juga tiga tamu lainnya yang sudah menunggu kami di parkiran mobil.


kami berdua akhirnya sampai di tempat mobil yang menjemput kami berada.


" maaf pak tadi kami kesasar " kilah asisten Liu sambil tersenyum ke arah sopir mobil kami.


" ya sih pak..."


" kami berdua baru pertama kali ini ke Nusa Lembongan, hehehe.." sambung ku sambil ketawa melihat asisten Liu yang dengan sedikit berbohong.


kini kami saling beradu pandang dan membuat kami kembali tertawa.


" ah bohong tuh pakk!! " sahut salah satu pria yang duduk berjongkok di samping kiri mobil,


" kalian..!!" sambung asisten Liu yang kini sudah terlihat kesal lagi,

__ADS_1


yupz...


mereka ada kelompok pemuda yang tadi menabrak ku sebelum ini, ku lihat asisten Liu nampak sudah berubah mukanya.


" wah..., wah...,"


" ketemu lagi kita putri manja..!" sahut salah satu pria yang kini sudah berdiri dengan sombongnya.


" sialan kau.." hardik asisten Liu dengan sedikit tidak terima,


kemarahan asisten Liu terlihat dengan jelas, seakan akan darahnya sudah berada di ubun-ubun,


asisten Liu yang sudah tidak tahan lagi dengan emosi nya, mulai berjalan dengan cepat seperti macan yang akan menerkam mangsanya.


segera ku pegang tangan asisten Liu dan menahannya, asisten Liu yang merasakan tangannya sudah ku pegang kini melihat ke arah ku lagi.


" tenanglah Liu " pinta ku sambil tersenyum.


" tapi nona...," seru nya dengan nada kesal.


aku hanya tersenyum melihat asisten Liu berusaha membela ku supaya tidak direndahkan mereka.


" sudahlah biarkan saja mereka.." sambung ku dengan nada lebih tegas.


dengan segera aku mengganti topik pembicaraan supaya asisten Liu tidak terfokus ke kumpulan anak cowok itu.


" ehmm.., hayo tadi kau bilang padaku nona lagi ya.." sahut ku kesal.


" astaga lupa.." sambung asisten Liu sambil menepuk jidatnya, aku dan asisten Liu kembali tertawa lagi.


tidak beberapa lama kami sudah mendekat di mobil sejenis mpv itu,


" mari nona kita berangkat..." seru pak sopir meneruskan langkahnya ke kursi kemudi.


...* * *...


" kalian para cewek manja duduk di belakang saja ya..," sahut pemuda tersebut dengan ketus.


" enak aja.."


"memang apa hak mu mengatur kami.." jawab asisten Liu dengan sedikit tidak terima.


" siapa suruh kalian datang nya telat.." sambung pemuda itu.


" kau..., " sambil menunjukkan jari kemuka si cowok seakan mengintimidasi pemuda itu.


" sudah lah Dani..."


jangan kayak anak kecil.." sahut pemuda yang sedang jongkok dibelakang kami.


" ah biarlah Roby..."


"siapa suruh mereka telat.." sambung pemuda yang memakai kaos polo warna merah bernama Dani itu.


" sudahlah aku masuk dulu..."


" capek sudah badan kurasa.." sambung pemuda yang bernama Roby itu sambil memasuki mobil dan memilih bangku belakang.


teman Roby yang satunya juga memutuskan memasuki bangku belakang mobil tersebut.


aku dan asisten Liu hanya diam saja melihat pertengkaran yang aneh itu.


" ya sudahlah masuk sana kalian.." sahut Dani yang sudah mulai kesal karena tidak ada yang membelanya.


" kau..!!" sambung asisten Liu yang mulai terprovokasi lagi.


...* * *...


tidak selang beberapa lama mobil yang kami naiki mulai meninggalkan tempat parkir.

__ADS_1


di perjalanan sopir memutuskan untuk melewati jalan berputar karena ada keperluan dari hotel yang dititipkan ke dia.


pemandangan selat Badung terlihat begitu cantik nya, gunung agung yang berada di pulau Bali tampak dengan jelas dan memanjakan mata ku.


aku diam sambil menikmati pemandangan yang indah itu, terlihat dengan jelas juga kapal pesiar keluarga kami dari kejauhan.


" eh bro kau lihat kapal pesiar itu kah..?? " sahut Dani sambil menunjuk ke arah kapal pesiar kami yang sedang lego jangkar di sekitar pulau Lembongan.


aku pun tanpa sadar ikut menoleh dan melihat ke arah kapal pesiar besar yang ternyata milik keluarga kami.


" coba aku bisa menaikinya, pasti tambah seru ya bro.." sambungnya lagi sambil membalikkan badan ke belakang.


" ah kau punya uang sedikit aja sudah berlagak.."


" apalagi dikasih uang yang yang tidak ada nomor seri nya.." celetuk dengan ketus salah satu teman mereka yang duduk di samping Roby.


" yee..., dasar kau Sam..," sahut Dani dengan sewot.


" memang kau juga mampu liburan ke Bali jika gak di bayarin semua sama Roby..??" sambung Dani kembali.


" woii.. aku gak semiskin itu ya.." sahut Samuel dengan nada sedikit kesal.


" lha kan kenyataan nya begitu.." balasnya Dani dengan nada yang tidak kalah kesal.


" sudah lah.., berisik tau kalian.." seru Roby dari arah bangku belakang, seketika itu Dani dan Samuel diam seribu bahasa.


aku dan asisten Liu hanya saling pandang mendengar mereka berdua berdebat.


aku mulai membuka tas jinjing merah yang ku bawa tadi, ku keluarkan gawai yang sedari tadi belum ku pegang sama sekali.


aku cek beberapa chat yang masuk ke gawai ku, terkadang aku senyum-senyum sendiri dan tertawa kecil saat melihat gawai ku.


tanpa ku sadari, Dani melihat tingkah ku yang aneh.


" neng kenapa teman mu itu..??"


" ketawa tiwi sendiri.." tanya dia ke asisten Liu.


" terus apa masalah mu..?? " balas asisten Liu dengan nada yang masih tidak mengenakkan.


" isshh..., dasar cewek bar-bar" sambung Dani lagi


aku lihat asisten Liu lagi, aku takut emosi nya masih belum reda.


" bli.. kapal pesiar itu milik siapa ya..??" tanya Dani ke supir hotel.


" dengar-dengar sih punya keluarga Kartika mas, orang kaya yang punya Elliot hotel di Nusa Dua dan ada juga di Ubud..." sambung si sopir dengan sedikit ragu.


" wuih enak donk, yang jadi anak nya..."


bisa keliling dunia..." sambung Dani sambil ngekek sendiri.


" oh..., ya mas..."


" yang punya Elliot hotel itu punya anak cantik lho mas.."


" paling dia seumuran mas..." sambung sang sopir


" beruntung yang bisa jadi pacar nya ya bli.."


" sudah cantik kaya pula," tambah Dani.


" tapi soal uang gak ada yang nandingi kekayaan keluarga lu bro,," sambung nya sambil melihat ke arah Roby.


" diam Dan.." sahut Roby dengan nada yang lebih tinggi.


# Author


_ to be continued.

__ADS_1


__ADS_2