Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Yellow Bridge


__ADS_3

setelah menyantap habis makanan, kami berdua pun berjalan ke kasir dan membayar bill semua makanan kami.


" selamat siang..,nona.., ada yang bisa saya bantu" tanya kasir sambil tersenyum.


" siang juga kak.., kami mau membayar bill di meja 12 " jawab asisten Liu sambil memegang meja kasir tersebut.


" baik nona.." sahut nya sambil melihat layar monitor kasir.


" total nya 750.600 ribu rupiah nona.." sambung nya sambil tersenyum ke arah kami


" baik kak.." dengan segera asisten Liu mencari dompet nya di tas punggung nya.


" biar aku saja yang membayar Liu.." seru ku sambil tersenyum ke arah asisten Liu.


" dari kemarin selalu kamu saja yang bayar, sekali-kali biar aku.." sambung ku dengan nada sombong.


" berapa tadi kak..?" tanyaku ke kasir.


" total nya semua 750,600 ribu rupiah kak.." sambung nya lagi.


" oh.., oke.." sambung ku


aku mengambil dompet di dalam tas punggung yang ku beli tadi di toko sovenir, ku ambil salah kartu kredit di dalam dompet ku.


" pakai ini bisa kak??" tanyaku sambil menyodorkan kartu kredit ke arah kasir tersebut.


" bisa kak.." seru kasir sambil menerima kartu kredit berwarna hitam dan bertuliskan 'infinite'


" wuih..., kartu kredit 'infinite'.." sambung asisten Liu sambil berbisik ke kuping ku.


" ihh... geli tau.." sambung ku yang kegelian saat udara yang keluar bibir asisten Liu mengalir di kuping ku.


asisten Liu tertawa ngakak saat melihat ku kegelian, aku hanya tersenyum dan melotot ke arah nya saat melihat asisten Liu tertawa.


" silahkan kak.." seru kasir itu dan memberikan kartu kredit 'infinite' kembali kepada ku.


" terima kasih " senyum ku ke kasir itu, sambil ku masukkan kartu kredit 'infinite' ku kembali ke dompet lagi, tak lupa ku tinggalkan uang tips untuk pelayanan mereka.


dengan berjalan pelan aku kembali memasukkan dompet ku ke dalam tas punggung ku.


" memang keluarga Kartika berbeda" sahut asisten Liu ke kuping ku lagi,


" ihhhh..., geli tau... Liu..." sahut ku dengan risih, kupukul asisten Liu dengan tas hitam ku,


asisten Liu hanya tertawa ngakak saat kupukul dengan tas hitam ku.


kami berdua berjalan ke lantai satu untuk menuju ke tempat penyewaan sepeda gowes.


kami pun bertanya ke beberapa security yang kami temui,


setelah berputar-putar sedikit akhirnya ketemu juga penyewaan sepeda gowes itu.


" fiuh..,akhirnya sampai juga.." sahut ku


" bang mau sewa sepeda.." sambung ku dengan nada antusias.


" silahkan pilih aja mbak.." jawab abang yang jaga sambil mendekati kami.

__ADS_1


kami berdua melihat lihat dulu sepeda yang cocok untuk kami.


akhirnya aku pilih sepeda cewek yang berwarna pink dengan ada keranjang barang nya di depan.


" wuih lama nih gak naik sepeda gowes.." sahut ku dengan antusias.


akhirnya asisten Liu memilih sepeda gunung, cocok dengan karakter orang nya juga sih.


...* * *...


kami berjalan santai dan sesekali kami bercanda riang.


kulihat asisten Liu nampak kepayahan saat ada jalan tanjakan yang cukup curam,


" tunggu Marischka.." sahut asisten Liu dengan nafas yang tersengal-sengal.


" ayo semangat.." sambung ku sambil melambai ke arah asisten Liu yang masih terlihat kesusahan di tanjakan itu,


akhirnya asisten Liu sampai di ujung tanjakan, dengan nafas yang tersengal-sengal dia meminum air mineral yang dibeli nya di toko tadi.


" sebentar Marischka..," sambil melihat ke arah ku


" ahh.., kebesaran sih 'itu' nya..," sambil kulirik ke arah dada asisten Liu.


" makanya kesusahan nanjak pas ada tanjakan sedikit." goda ku sambil meminum air mineral yang kuletakkan di keranjang sepeda.


" apa kau bilang..!!"


kini asisten Liu melihat ku dengan tatapan mata tajam nya..


" awas kau ya...!!


tak terasa perjalanan yang cukup jauh menuju ke yellow Bridge terasa menyenangkan.


gelak tawa kami berdua seakan membaur dengan alam sekitar kami.


setelah menempuh sekitar dua puluh menit perjalanan, akhirnya kami sampai di yellow Bridge.


" fiuh.. akhirnya sampai juga ya.." sahut ku sambil berhenti di depan pintu masuk jembatan.


" ramai juga nih jembatan ya Liu.??" sambung ku sambil meminum lagi air mineral.


" ya nih.., gimana mau ber selfie ria kalau kek gini ceritanya.." jawab asisten Liu.


" ah kau selfie melulu aja yang kamu pikirkan.."


" sudah lah.., ayo kita cari parkiran sepeda dulu.." sambung ku,


" kan buat status di sosmed juga.., lumayan bisa untuk nambah follower ku.." sambung asisten Liu


" ihhhh.. dasar pecinta sosmed.." sindir ku ke asisten Liu.


kini asisten Liu sedang mencari gawai di dalam tas punggung nya, aku pun meminum lagi air mineral yang kuletakkan di dalam keranjang sepeda gowes.


" sudah lah kita cari parkiran sepeda gowes kita dulu.."


" baru kita lanjut ber- selfie ria.." ajak ku ke asisten Liu..

__ADS_1


" ayok.." sambung asisten Liu.


kami mencari parkiran sepeda gowes di dekat pintu masuk yellow Bridge.


setelah menemukan tempat parkir yang tidak terlalu jauh dari yellow Bridge, segera kami menitipkan sepeda gowes kami.


setelah sepeda kami terparkir dengan rapi segera aku dan asisten Liu berjalan menuju ke pintu masuk yellow Bridge


dengan tetap bergandengan tangan aku dan asisten Liu berjalan menuju ke ujung jembatan yang satunya.


" tunggu.., tunggu.., tunggu...!!" seru asisten Liu, dengan segera dia mencari gawai di dalam tas nya.


" kita selfie dulu.."


" hahaha.." seru asisten Liu sambil mengeluarkan gawai dalam tas nya.


" dasar..,"seru ku dengan muka bete.


aku tersenyum melihat antusias asisten Liu, dan sekaligus merasa senang karena sudah tidak ada jarak diantara kami


" fotoin dulu dong Marischka.." sambung nya sambil memberikan gawai nya ke arah ku.


" dassaaarr..., siapa yang jadi majikan juga.." jawab ku sambil ketawa.


" sudah lah..., nanti aja seriusnya.., kita nikmati aja perjalanan kali ini." sambung asisten Liu lagi.


kini aku melihat asisten Liu dengan mata julit dan sambil menjulurkan lidah ku,


ku terima gawai asisten Liu dan membantu nya ber selfie ria di yellow Bridge.


" satu.., dua..., ti..gaa.." seruku yang sedang mengarah kan pose yang tepat untuk asisten


Liu.


" nih..," sambung ku sambil memberikan kembali gawai asisten Liu.


asisten Liu menerima gawai nya dan melihat hasil jepretan kamera ku,


" wuih.., bagus juga nih angle fotonya.."


" kayaknya ini merupakan bakat terpendam deh.." puji asisten Liu.


" ah biasa saja kelezz.." seru ku


" serius.., mungkin kelak kalau Marischka pensiun, kau bisa jadi fotografer nih.." canda asisten Liu.


" dasar.." sambung ku yang kini berjalan ke asisten Liu untuk melihat hasil jepretan ku.


" nihh..., kau lihat sendiri.." seru asisten Liu sambil memberikan gawai nya ke arah ku.


" hmmm.."


aku hanya tersenyum melihat hasil jepretan kamera ku yang lumayan bagus.


kami berdua akhirnya saling bergantian untuk selfie ria di atas yellow Bridge.


# Author

__ADS_1


_ to be continued


__ADS_2