Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Oleh-oleh


__ADS_3

" nona muda tidak sarapan dulu..??" tanya tuan Alfred ramah ke arahku.


" nanti saja di sana tuan..." jawab ku sambil tersenyum manis ke arah beliau. dengan segera aku masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan ku ke sekolah.


" ayo pak..." seru ku ke arah sopir keluarga.


" baik nona muda..." sambung sang sopir dengan sopan sambil memeriksa semua sudah sesuai prosedur.


mobil pun segera dipacu pelan bak kereta kencana ala kerajaan di belahan bumi bagian barat. di dalam mobil aku pun mulai memeriksa lagi notifikasi yang masuk ke dalam gawai ku.


lagi-lagi aku dibuat cekikikan sendiri saat melihat pesan berantai yang masuk ke dalam gawai ku. tawa kecil ku ternyata membuat sopir keluarga kami sedikit penasaran.


" seperti nya seru nona muda...??" tanya sang sopir paruh baya itu sambil melirik di spion tengah mobil.


aku yang fokus melihat ke arah gawai, sang sopir pun hanya tersenyum melihat ku yang asyik sendiri. seperti biasanya, mobil kami berjalan dengan santai menyusuri jalan padat kota hujan ini.


tepat pukul 06.45 pagi mobil sudah memasuki area sekolah yang masuk jajaran favorit di negeri ini. aku pun menghubungi Natasya untuk memastikan lagi jika dia sudah siap di tempat biasanya kami bertemu.


📞 " kamu sudah ada di situ..??" tanyaku sedikit keras supaya Natasya lebih jelas mendengar suara ku.


📞 " iyaa non...!!"


📞 " buruan giih..!!" seru Natasya tak kalah keras dari suaraku tadi.


📞 " oke...!!"


📞 " tunggu di sana..!!" jawab ku balik sambil mematikan gawai ku. tepat setelah itu mobil kami pun sampai di titik ketemuan ku dan Natasya.


" langsung di tempat biasanya aja pak..!!" seru ku ke sopir paruh baya itu sambil membetulkan tas ransel yang ku bawa.


" baik nona muda..."


dengan segera mobil sudah sampai di titik ketemuan ku dan Natasya, melihat mobil ku datang, dengan segera Natasya mendekati mobil ku dan berdiri dekat dengan pintu mobil ku.


" ayo...!" seruku sambil membuka pintu mobil.


aku pun segera berjalan ke bagasi mobil yang berada di belakang, tak selang berapa saat bagasi terbuka dan sopir keluarga kami membantu ku untuk mengangkat bagasi tersebut.


" bantu aku bawakan semua ini ke dalam kelas..!" seru ku sambil melihat ke dalam bagasi mobil yang cukup penuh dengan buah tangan.


" apa ini..??" tanya Natasya penasaran.


" lhaa..??"


" kemarin kan kalian nodong oleh-oleh dari ku..?!" seru ku sambil melihat beberapa tas yang bisa ku bawa di kedua tanganku.


hehehehe...


" kupikir cuma bercanda kemarin.." sambung Natasya sambil nyengir gak jelas. aku hanya tersenyum kecut mendengar kata-kata Natasya.


😑

__ADS_1


capek-capek ku belikan malah dibilang bercanda..


" sudahlah bantu aku bawakan ke dalam kelas...!" seruku sambil mulai mengambil tas cinderamata yang bisa ku bawa.


" oke neng..!" seru Natasya sambil mengambil beberapa tas yang juga bisa dibawanya. kami berdua membawa cukup banyak tas yang bisa terbawa.


" duh masih banyak nih..." seru Natasya sambil nyengir melihat ke dalam bagasi mobil ku.


" iyaa juga nih..." sambung ku sambil melihat kearah Natasya yang terlihat cukup kerepotan membawa tas-tas itu.


" coba telpon Winda Nat..!" seru ku sambil melihat kearah Natasya yang masih kerepotan membawa tas-tas itu.


" kau lah yang telpon...!!"


" tangan ku penuh nih..!" seru Natasya dengan nada memelas. melihat kedua tangan Natasya yang sudah penuh dengan barang, aku pun mengangguk tanda setuju.


" oke lah..." sambung ku sambil meletakkan beberapa tas kedalam bagasi mobil ku. dengan segera aku mengambil gawai yang ada di dalam tas punggung ku.


dengan segera aku pun mencari nomor kontak Winda yang ada di gawai ku. tak lama kemudian aku segera menempelkan gawai ku di kuping sebelah kiri, sambil menunggu panggilan ku diangkat Winda, aku sempatkan melihat ulang tas bawaan ku tadi.


📞 " hallooo...?!"


📞 " woii kau dimana Win...??" tanya ku sambil fokus ke barang bawaan.


📞 " aku digerbang utama...!?"


📞 " kenapa...?!" tanya Winda dari balik telpon, kini aku pun kembali meletakkan gawai ku di kuping kiri dan mengapit nya dengan pundak sebelah kiri supaya tidak jatuh.


📞 " tentu..." jawab Winda sambil keluar dari pintu gerbang utama dan melihat kiri-kanannya.


aku yang melihat Winda sudah nampak di depan pintu gerbang itu, segera menginstruksikan untuk menengok ke arah kami berdua berada.


📞 " kirimu jeng...!!" seru dari balik telpon. melihat Winda sudah berada di posisi yang tepat. aku pun melambaikan tanganku kearah dia berdiri.


setelah sadar jika ada aku dan Natasya sedang berdiri di halte bus yang terletak tidak jauh dari gerbang utama, Winda pun berjalan menuju ke arah kami berdua.


" kalian ngapain..?!" tanya Winda ke arah ku dengan penasaran.


" tuh...!!"


" bantu kami bawa ini ke kelas..." seru ku sambil menengok ke arah bagasi mobil yang penuh dengan tas oleh-oleh.


" apa ini...??" tanya Winda sambil mendekati bagasi mobil ku.


" bilang mau oleh-oleh dari ku...??" seruku sambil membuka beberapa paper bag yang dekat dengan tanganku.


" wuih...??!!"


" banyaknyeee...!!" seru Winda dengan antusias.


" bukan buat kamu aja jeng..." seru Natasya yang kali ini ikut mencari beberapa cinderamata yang cukup menarik.

__ADS_1


" eehhh....!!"


" itu buat anak-anak...!!" seruku sambil menghalangi tangan Natasya yang akan mengambil barang dari paper bag itu.


" jadiiii....??"


" buat kami yang mana nih..??" tanya Winda sambil melihat kearah ku.


" owh adaa...!!" seruku sambil tersenyum dan mengangguk.


" harus spesial donk untuk sahabat ku...!" seru ku sambil berjalan ke bangku penumpang dan mengambil paper bag yang terlihat cukup berbeda dengan yang lain.


aku pun berjalan ke mereka berdua dan memberikan nya langsung ke mereka. dengan semangat mereka mengambil paper bag itu dari ku.


" terima kasih cantik...!!" seru mereka berdua kompak sambil memeluk ku. aku pun sedikit terhuyung dan hampir jatuh karena beban dari mereka berdua yang spontan memeluk ku.


mengetahui aku yang hampir jatuh, mereka berdua kompak berusaha memegangi tangan ku. kami bertiga tertawa kecil saling melihat kekonyolan kami masing-masing.


" heehh...!!" tak terasa terdengar suara ketawa mengejek dari belakang kami bertiga. ternyata Roby dari tadi memperhatikan kami asyik sendiri.


kami bertiga pun sedikit terkejut dengan ekspresi wajah Roby yang terlihat mengejek kami.


" woii berhenti...!!!" seruku sambil berjalan ke arah Roby yang kini berjalan meninggalkan kami ke arah gerbang sekolah.


dengan refleks aku menarik jaket hoodie yang dia kenakan. Roby pun sedikit jengkel karena aku menarik jaket nya di bagian atas sehingga dia sedikit tercekik.


" apaan sih..!!" seru Roby dengan jengkel. dengan segera dia memelototi ku yang kurasa memang sedikit keterlaluan juga sih.


" bantu kami bawakan itu...!!" seru ku sambil menunjuk ke arah bagasi mobil ku. kali ini Roby hanya mengangkat alisnya tanda jika dia tak setuju.


" bentaarlahh...!!" seruku sambil menarik lengan dia dengan paksa.


" haduuhhh..!!"


" apaan sih anak ini...!!" gerutu Roby.


aku pun tak memperdulikan protes dia yang seperti anak kecil, tubuh Roby yang atletis membuat ku sedikit kepayahan dalam menarik dia ke arah belakang mobil. Natasya dan Winda hanya tertegun melihat keberanian ku menarik Roby dengan paksa.


" bantu kami yaaahhh...!!" seru ku sambil menunjuk barang didalam bagasi mobil.


" ishhh...."


" minimal ada kata 'tolong' kek...!!" gerutu Roby dengan ekspresi wajah jengkel.


" iyaa maaf..!!" seru ku sambil menepuk punggung Roby sambil tersenyum.


melihat ekspresi wajah ku, Roby pun dengan sedikit tak ikhlas membantu kami membawa oleh-oleh itu. kami pun memilih beberapa tas yang sudah kami persiapkan tadi.


" let's go...!!"


# Author.

__ADS_1


_to be continued


__ADS_2