
matahari pagi masih belum menampakkan wujudnya di ufuk timur.
namun seperti biasa alarm gawai ku menyalak seperti binatang buas yang kelaparan, namun karena terlalu letih aku hanya tertidur dengan pulas nya.
' tit...,tit...,tit...'
" aduh nih putri tidur ya.., alarm sudah panggil-panggil masih aja tiduran.." seru asisten Liu.
asisten Liu memang sudah terbiasa bangun terlebih dahulu, sebelum kami berdua dekat seperti sekarang, asisten Liu selalu menyiapkan sesuatu kebutuhan ku di pagi hari.
" nona.., nona.. Marischka.." seru asisten Liu dengan menggoyang tubuh ku yang masih tidur di kasur.
" eemmm.., kenapa asisten Liu?? " seru ku pelan.
kulihat asisten Liu sudah berada di samping tempat tidur ku, sudah rapi dan sudah siap untuk bekerja seperti hari biasa.
" sudah pagi nona muda," jawab asisten Liu dengan senyum manis khas dirinya.
" kamu mau kemana Liu..??"
" tumben jam segini sudah rapi..??" tanya ku yang masih tiduran di atas kasur.
asisten Liu hanya tersenyum dan melipat selimut yang kupakai.
" tuan besar meminta untuk kita segera pulang nona Marischka.." jawab asisten Liu.
walaupun asisten Liu tersenyum saat menjawab pertanyaan ku, namun entah mengapa aku merasakan ketidak nyamanan dari mulut nya.
" oke lah.., aku mengerti.."
" hufftt.., saat nya aku menjadi 'putri' lagi.."
aku duduk di kasur ku dan hanya melihat lantai dengan tatapan kosong.
" nona..?" tanya asisten Liu, kini asisten Liu melihat ke arah ku dengan sedikit khawatir
" tenang lah Liu.., aku tidak apa-apa.."
entah kenapa aku menjadi sangat 'bete' hari ini.
" ya sudah lah.., kita pulang saja ke Nusa Dua.." seru ku.
segera setelah itu aku memutuskan untuk mandi dulu dan membersihkan diri sebelum kembali ke Nusa Dua.
asisten Liu hanya diam saja melihat ku dengan mood yang terlihat berantakan.
" jangan lupa kau hubungi kapten kapal untuk menjemput kita disini." seru ku dengan nada datar.
" baik nona muda.." jawabnya dari luar pintu kamar mandi.
entah kenapa aku menjadi sangat 'bete' hari ini, padahal kemarin banyak hal baru dan seru yang ku alami.
" apa pengaruh dari perkataan Roby kemarin ya mood ku jadi seperti ini.."
" ahh.. sialan.." kutuk ku dalam hati.
segera ku nyalakan air dan membasahi tubuh ku dengan air hangat.
aku hanya terdiam di bawah shower air hangat itu, aku pikir beberapa kemungkinan yang membuat diriku menjadi menyebalkan hari ini.
" nona muda...," ketuk asisten Liu di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
" iya.., asisten Liu.."
" semua sudah siap nona muda.." seru asisten Liu.
" baik..." jawab ku singkat.
ku segera kan untuk menyelesaikan mandi ku, lagian aku merasa sudah cukup lama mandi.
setelah selesai berpakaian lengkap, aku pergi ke kamar utama dan membereskan semua yang ku bawa dari kapal kami maupun yang kita beli kemarin.
kuambil lagi tas jinjing merah ku di dalam lemari kecil dan memindahkan semua peralatan ku ke dalam tas jinjing merah ku.
" nona...??" tanya asisten Liu.
aku mendengar suara asisten Liu yang masih terlihat ragu untuk bertanya.
" iya asisten Liu..??" seru ku sambil melihat ke arah nya.
" aku merasakan ada yang salah dengan anda pagi ini..??" tanya asisten Liu.
kini asisten Liu sudah duduk di sampingku.
mendengar pertanyaan itu aku hanya diam saja,
" gak tau lah Liu..."
" mungkin ada yang tak beres dengan ku.., " seru ku sambil tersenyum ke arah asisten Liu, aku kembali melanjutkan aktivitas ku lagi.
" Marischka.., jika memang ada yang tidak beres segera bicarakan dengan ku"
"kita sahabat kan..??"
aku hanya diam dengan kepala tertunduk.
entah kenapa seakan-akan ada hembusan angin yang sejuk mengalir ke hati ku, aku merasa senang dengan perkataan asisten Liu.
" tentu.." seru ku dengan tawa,
kami berdua mengakhiri petualangan indah di pulau Nusa Lembongan, banyak yang terjadi di sana dan akan menjadi salah perjalanan yang akan kami berdua kenang.
...* * *...
tepat pukul tujuh pagi kapal boat kecil menjemput kami dari hotel Dream Beach Huts.
setelah semua pembayaran administrasi hotel ku selesaikan, segera saja kami menuju ke kapal boat kecil yang sudah menunggu.
" silahkan nona muda.." seru staf kapal pesiar kami.
aku dan asisten Liu segera menaiki kapal itu, kulihat ada speed boat yang berukuran lebih besar daripada di samping boat kami.
didalam speed boat itu ada rombongan Roby, mereka memperhatikan kami berdua yang di jemput boat kecil yang ada tulisan nya 'Amara' di samping nya.
" kenapa mereka melihat kita nona..?" tanya asisten Liu, terlihat Dani dengan ekspresi terheran-heran.
" ah..., mungkin mereka gak nyangka kalau kita yang punya kapal pesiar itu." seru ku sambil tersenyum ke arah asisten Liu.
setelah aku naik di kapal boat kecil itu, dengan segera kapal boat kecil kami berangkat ke kapal pesiar keluarga Kartika.
perjalanan dari hotel tadi cukup kami tempuh dengan waktu dua puluh menit saja.
...* * *...
__ADS_1
sesampainya di kapal pesiar, kami disambut dengan ramah oleh kapten kapal.
terdapat beberapa staf yang sudah bersiap untuk melanjutkan kembali perjalanan dari selat Badung ke Nusa Dua.
deru mesin kapal sudah mulai terasa, aku kembali ke kamar utama dan merebahkan tubuh ku di atas kasur.
tidak begitu lama asisten Liu masuk ke dalam kamar ku,
" nona muda semua sudah siap, kita segera berangkat ke Nusa Dua." seru asisten Liu.
aku hanya diam saja sambil tiduran,
" asisten Liu kita ke Nusa Dua dulu aja naik heli.." seru ku
" aku pingin cepat balik ke rumah.." sambung ku, kini aku bangun dari tempat tidur ku.
" baik..." jawab asisten Liu.
dengan segera asisten Liu meninggalkanku.
aku hanya diam dan memegang kepala ku dan merasakan dahi ku yang kurasakan sedikit hangat.
" aku ingin cepat pulang.." seru ku dalam hati.
terdengar suara mesin helikopter, tanda semua yang ku minta dipersiapkan dengan baik.
" permisi nona muda.." sambung suara dari luar kamar ku.
" iyaa.., " jawab ku
aku membangunkan tubuh ku dan menyiapkan tas jinjing merah ku
" semua sudah siap nona muda.." sambung asisten Liu.
tanpa menjawab aku segera keluar dari dalam kamar dan menemui dirinya.
" ayo.., " seru ku dengan nada dingin.
kami berdua berjalan ke helipad yang berada di anjungan kapal, sebelum berangkat kapten kapal sudah menunggu ku di dekat anjungan kapal.
" terima kasih atas kunjungan nya nona Kartika.." seru kapten kapal sambil bersalaman dengan ku.
" tentu kapten.."
" saya akan sering-sering mampir ke kapal jika mampir ke Bali.." seru si sambil tersenyum ke kapten.
tak selang berapa lama pilot helikopter memberikan isyarat ke asisten Liu jika helikopter sudah siap.
" nona muda sudah siap.." seru asisten Liu.
sebelum berangkat dia bersalaman dengan kapten kapal dan meminta ijin untuk kembali ke Nusa Dua.
" terima kasih capt.." sambung asisten Liu.
" tentu nona.." jawab kapten kapal.
segera dia mempersilakan ku untuk pergi ke helikopter bersama nya, tangan ku digandeng oleh asisten Liu supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
helikopter segera lepas landas ke arah Nusa Dua.
# Author.
__ADS_1
_ to be continued