Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Foto bersama


__ADS_3

tak terasa sang malam mengganti kan peran sang siang dalam menghiasi hari-hari manusia.


setelah dua puluh menit kami ber-gowes ria akhirnya kami sampai di hotel tempat kami menginap.


" fiuh..., untung masih ramai jalannya.." sambung ku ke asisten Liu.


" itulah.., coba kalau kita kemalaman di jalan tadi.."


" pasti berabe.." sambung asisten Liu.


" iya juga sih.., apalagi tadi ada yang gak ada lampu nya.."


" makin..,brrr...," seru ku sambil tertawa ngakak.


aku dan asisten Liu menuntun sepeda gowes tadi, setelah memasuki tempat penyewaan sepeda segera kami kembalikan sepeda yang kami sewa tadi.


malam terlihat sangat indah hari ini, terlihat bintang bertaburan di angkasa.


kami jalan kembali ke kamar dan beristirahat sejenak sebelum kami berdua makan malam.


" aku mau mandi dulu ya Liu.." seru ku


" oke.."


sebelum aku masuk kedalam kamar mandi aku punya permintaan kecil ke asisten Liu, ku lihat asisten Liu sedang tiduran di lantai sambil memainkan gawai nya.


" eh bisa minta tolong kah?? " seru ku.


" tolong belikan baju di toko tadi..."


segera setelah itu aku masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri


" baju apa...???" teriak asisten Liu


" sembarang saja.., yang penting cocok." seru ku dari dalam kamar mandi.


" oh ya.. sekalian camilan dan minuman dingin juga.." tambah ku


" gak jadi makan malam??" sambung asisten Liu


" gak ah..., nanti gendut aku.." seru ku sambil tertawa.


" oke.." seru asisten Liu.


dengan segera dia pergi ke toko sovenir tadi untuk membeli beberapa pakaian ganti untuk ku.


setelah itu aku segera mandi, aku mengambil handuk yang ada di hanger kayu dekat dengan shower air.


setelah melepas semua pakaianku, kini kurasakan air hangat mengalir dari kepala ku hingga membuat ku menjadi rileks.


tidak selang beberapa lama asisten Liu sudah datang membawa beberapa potong pakaian.


" nona muda.., oo... nona muda " serunya dari luar kamar mandi.


" iya..." sahut ku.


" ini pakaian anda di kamar ya.." sambung asisten Liu.


" oke.., makasih ya..!!" teriak ku dari kamar mandi.


segera ku selesaikan mandi ku dan pergi ke kamar utama di atas.

__ADS_1


" cepat nya kau mandi..??" tanya asisten Liu yang sedang duduk di lantai bersama dengan tas kresek berisikan baju dan cemilan kripik kesukaan ku.


" buat apa juga lama-lama.." jawab ku.


aku pun duduk berjongkok dilantai dan memeriksa beberapa pakaian yang asisten Liu belikan.


asisten Liu membeli kan pakaian dress yang sedikit terbuka di bagian dada nya..


setelah ku periksa lagi pakaian itu, asisten Liu kulihat sedang menahan tawanya.


" pakaian apa nih??" sambung ku..


" untuk mu lah..," jawab nya


kulihat asisten Liu sedang menahan tawanya


" gak mau.., pokok nya ini buat mu..." sambil ku angkat pakai itu dan merebahkan diri ku ke tubuhnya.


asisten Liu yang sedari tadi menahan tawanya akhirnya nya lepas setelah ku gelatikin bagian perutnya.


" ampun..., ampun... omm.." serunya sambil tertawa dan dengan posisi membungkuk.


" ish.., kau pikir aku om..om..??"


" dasar...," kupukul paha asisten Liu dengan baju yang dibelikan nya.


" sudah lah mandi sana Liu, bau badan mu sudah luar biasa." sahut ku sambil ku pukul paha asisten Liu.


" baik tuan putri.." seru asisten Liu.


dengan masih tertawa dia berdiri dan berjalan ke kamar mandi


" ishh..., baju apa juga ini.." seruku dalam hati


setelah memakai baju itu aku mengambil gawai di tas punggung hitam ku.


ku check lagi chat yang masuk ke dalam gawai ku, namun tetap ada Natasha saja yang menjadi teman yang menghubungi ku.


setelah bosan ku lempar kan gawai ku ke atas kasur dan merebahkan kembali tubuh ku di atas nya..


" percuma juga memiliki hape bagus tapi gak ada yang peduli kepada ku.." seru ku dalam hati.


tidak begitu lama asisten Liu kembali dari mandinya.


" fiuh segarnya.."


" kok cepat mandi mu??" tanyaku ke asisten Liu yang sudah selesai mandi.


" iya.."


asisten Liu tertawa saat melihat ku memakai pakaian yang dia pilih kan.


" cocok juga ya untuk mu Marischka.." seru asisten Liu sambil tertawa.


" ah.., sialan kau Liu.." ku lempar kan bantal ke arah asisten Liu.


asisten Liu hanya bisa tertawa dan berusaha melindungi tubuhnya dari pukulan bantal ku.


setelah bercanda riang, asisten Liu duduk di lantai lagi dan bersandar di ranjang sambil makan keripik kentang yang di belinya tadi.


sedangkan aku masih tiduran di atas kasur dan melihat asisten Liu sedang memainkan gawai nya.

__ADS_1


kulihat asisten Liu sedang memilih beberapa foto yang ku fotokan di yellow Bridge tadi, ku perhatikan ada beberapa foto kami berdua yang dipilih asisten Liu.


sebelum di posting ke sosial media milik nya, tak lupa asisten Liu mengedit dulu hasil jepretan kamera itu


" kenapa mesti di edit ?? " tanya ku yang kini berada disampingnya.


" iya dong.., kan biar banyak 'like' nya... " sambung asisten Liu sambil menunjuk kan hasil editan nya ke pada ku.


" hmm..., " seruku sambil ku lihat lagi foto nya yang diedit asisten Liu berubah menjadi lebih baik.


dengan santai aku perhatikan asisten Liu sedang asyik mengedit foto yang lainnya,


" Marischka.."


asisten Liu sambil melihat kan foto saat kami berdampingan di tengah yellow Bridge itu.


" foto ini akan selalu ku kenang.." seru asisten Lui sambil membalikkan badannya dan tersenyum manis.


aku hanya tersenyum melihat antusias asisten Liu,


" aku jadikan wallpaper ya Marischka.." sambung asisten Liu lagi


" tentu.."


aku merasa senang saat asisten Liu menganggap diriku sangat berarti baginya, hal itu selalu diriku menjadi lebih berharga.


" Marischka.??" tanya asisten Liu, kini asisten Liu melihat mataku dan dengan tatapan yang penasaran.


" iya Liu..?" jawab ku yang kini juga membalas tatap mata


" boleh kah aku bertanya..??" tanya asisten Liu dengan


" tuan besar tadi menelpon ada perlu apa.." tanya asisten Liu dengan serius.


mendengar itu aku hanya diam saja, entah apa yang harus kuceritakan ke asisten Liu, yang ku ras semua menjadi bias.


aku takut jika aku ceritakan semua perasaan ku selama ini, asisten Liu akan menjauhi diriku, mengingat status kami sebagai majikan dan bawahnya.


" nona jika tidak mau bercerita tidak apa-apa.." sambung nya dengan penuh pengertian.


aku terdiam sejenak.


" nanti Liu.., "


" aku butuh waktu.." sambung ku.


dengan tersenyum asisten Liu melihat ke arah ku.


kini asisten Liu merenggangkan tubuh tanda jika dia mulai mengantuk dan letih...


" oaahhh..."


" ngantuk.." serunya sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu kamar untuk menutup nya.


aku hanya diam saat asisten Liu berjalan ke kasur kami.


" minggir..!! " seru asisten Liu sambil memukul tubuh ku dengan bantal.


" sialan..."


aku pun merubah posisi tidur ku, sekarang kami berdua tidur dalam satu ranjang.

__ADS_1


# Author


_ to be continued


__ADS_2