
" mbak bisa saya pinjam buku ini..??" tanyaku sambil memberikan buku yang ku bawa tadi.
" bisa kak.." jawab penjaga perpustakaan itu sambil mengambil buku yang ku berikan.
" ada kartu siswanya kak..?" tanya penjaga perpus sambil melihat ke arah diriku. aku pun sedikit binggung saat ditanya itu, kebetulan dompet ku ada di tas punggung ku.
" waduh ketinggalan di kelas kak..?!" jawab ku cepat. setelah mendengar kata-kata ku tampak ekspresi wajah penjaga perpus itu sedikit berubah.
" memang gak bisa ya mbak, kalau tidak ada KTA..?" sambung ku dengan cepat saat melihat ekspresi wajah yang dia perlihatkan.
" gak bisa kak...!" jawab nya cepat.
" ada metode lainnya..??" tanyaku dengan sedikit memaksa penjaga perpus itu.
" ada sih kak.."
" tapi harus bayar uang pendaftaran.." sambung nya lagi sambil mengeluarkan kertas anggota.
kulihat dan kubaca sedikit kertas pendaftaran anggota perpustakaan itu dengan sekilas. persyaratan nya tidak terlalu ribet sih, jadi mudah untuk ku mengerti.
" okelah.." jawab ku sambil mengeluarkan lembaran uang di saku bajuku.
saat mengeluarkan uang dari saku bajuku, ternyata Roby sudah berada di belakangku dan mulai mengganggu aktivitas ku. rambut ku di tarik nya dengan pelan seakan mencari perhatian ku.
" apaan sih..!!" seru ku kesal sambil membetulkan rambut yang dia tarik pelan.
" silahkan kak.." seru penjaga perpus itu sambil memberikan buku dan lembaran kertas untuk pendaftaran ku. setelah ku tanda tangani lembaran itu, dengan segera aku meninggalkan perpustakaan.
" ngapain kau ikut-ikut..?" tanyaku ketus sambil melihat kearah Roby yang berada tepat dibelakang ku.
" emang gak boleh..?!" tanya Roby, kali ini dengan nada yang sedikit kesal.
" gak lah..!!" jawab ku dengan lebih kesal dan jengkel.
aku pun berjalan sedikit lebih cepat dan memilih jalur memutar supaya Roby tidak mengikuti ku lagi.
namun langkah ku terhenti saat melihat ada sekumpulan siswa yang terkenal bandel ada di depan jalur ku.
aku pun sedikit ragu saat akan berjalan melewati mereka. terlihat beberapa siswa melihat ke arahku dan tersenyum mesum saat tau jika aku yang akan lewat.
" wah...,wah..,wah...?!"
" ada bidadari nih..?!" seru salah satu siswa cowok berkepala plontos dan sedang memegang rokok di tangan kanannya.
mendengar itu aku sedikit takut dan enggan untuk melanjutkan perjalanan kembali menuju kelas ku.
saat aku mau membalikkan badan terdengar beberapa siswa cowok yang akan berjalan ke arah sisi lain dari jalan itu.
mereka pun spontan berhenti saat melihat aku berada di tengah-tengah antara geng cowok berkepala plontos itu dan siswa lainnya.
__ADS_1
" wuih bro..?!"
" ada tamu bidadari nih..?!" sambung cowok yang berada di belakang ku tadi, mendengar kata-kata itu, kaki ku seakan menjadi lemas.
" bukankah itu Marischka bro..??" seru salah satu cowok yang berada di sekumpulan siswa di belakang ku.
" waahh..?!" sambung mereka kompak.
" siapa sih yang gak tau cewek cantik satu ini..?!" seru salah satu cowok sambil mendekat ke arah ku.
aku yang melihat gelagat tidak beres, berusaha untuk mengancam mereka supaya tidak mendekati ke arahku.
" berhenti disana..?!" ancam ku dengan mengangkat tangan ku supaya tidak mendekat ke arahku.
" sekali kau mendekati ku, kau akan menerima konsekuensi yang sangat kejam..!!" ancam lagi, kali ini dengan nada yang penuh amarah.
" heehh..!?"
" kau mengancam kami..?!" tanya satu siswa lagi, kali ini ancaman ku tidak membuat takut mereka.
tampak beberapa siswa yang awalnya ragu untuk mendekat, kini mereka dengan kompak maju dan mendekat ke arah ku berdiri.
" tunggu..!!" seru suara ngebass khas seseorang yang aku kenal.
mereka pun dengan kompak melihat ke arah tempat suara itu berasal. dan benar ternyata Roby sudah berada disana sedang memperhatikan mereka.
" ganggu kesenangan orang saja..!!" sambung yang lainnya.
tanpa memperdulikan mereka, dengan sok gagahnya Roby berjalan ke arah ku yang berada di tengah-tengah gerombolan siswa-siswa gak jelas itu. mereka pun seakan terintimidasi oleh kehadiran Roby.
" kau tidak apa-apa..??" tanya Roby dengan santai dan penuh perhatian.
nih anak kalau jalan kok boleh juga ya..
" heem.." angguk ku sambil melihat kedalam mata coklat Roby yang kelihatan indah.
aku pun hanya tertegun saat melihat Roby dengan gaya sok cool nya menolong ku yang kini berada di situasi yang tidak mengenakkan.
" tumben kau melamun..?!" tanya Roby sambil menyentil pelan keningku dengan tangan kanannya.
" aww...!!"
" dasar cowok bar-bar..!!" sambung ku sambil mengusap keningku yang disentil oleh Roby tadi.
kulihat mereka yang akan berbuat aneh kepada ku diam saja memperhatikan Roby. kini Roby pun melindungi ku sambil terlihat sok-sokan menantang mereka.
" ayo buktikan..!!"
" jika kalian beraninya sama cewek saja..!!" ancam nya lagi sambil menunjuk ke arah salah satu siswa cowok.
__ADS_1
" kau ya..!!" seru salah satu cowok itu sambil mulai mengayunkan tangannya ke arah muka Roby.
namun dengan cepat Roby menghindari pukulan itu dan dengan cepat pula dia membalas lagi pukulan siswa cowok yang menyerangnya.
dengan spontan cowok dalam satu geng itu mengeroyok Roby, bertubi-tubi ribu dihujani pukulan dari mereka. tampak Roby sudah kewalahan dalam menghadapi perkelahian yang tak seimbang itu.
aku dengan spontan berusaha melerai mereka dan berusaha mendekati Roby yang dikeroyok oleh siswa itu.
" BERHENTI...!!!" seru ku sambil berusaha mendorong tubuh Roby dan memisahkan dia dari sekumpulan siswa cowok yang mengeroyoknya.
" apaan sih..!!" teriak Roby kesal kepada ku karena sudah ikut campur dalam perkelahian nya. Roby terlihat masih berusaha membalas pukulan mereka, namun apa daya dia kalah jumlah dan membuat nya semakin terdesak.
Roby berusaha melindungi tubuhnya dari bogem mentah mereka.
"SUDAAAHH...!!!" teriak ku dengan keras dan tanpa sadar memeluk Roby supaya siswa lain tidak melanjutkan memukul Roby.
dengan kompak mereka berhenti memukuli Roby dan melihat ke arah ku yang berusaha melindungi Roby.
" apaan sih..!!" sambung Roby dengan kesal dengan sedikit mendorong tubuh ku yang memeluk nya. aku pun sedikit malu saat tanpa sadar memeluk nya.
" kau kenapa..?!" tanya Roby dengan sedikit kesal saat melihat ke arah ku.
" oppss.., maaf..!" jawab ku dengan sedikit tersenyum malu. Roby bukannya senang, malahan terlihat bete saat aku mengganggu nya.
tiba-tiba ada seorang siswa cowok yang melihat ada guru 'killer' yang datang ke arah kerumunan kami.
" wooiii lari ada pak guru lewat..!!" sambung salah satu dari mereka.
" haahhh..?!" seru mereka, dengan cekatan mereka lari tunggang langgang berpencar ke berbagai arah.
aku dan Roby tertegun melihat mereka berlari tunggang langgang ke berbagai arah. setelah mereka pergi, kini tinggal aku dan Roby yang berada di sana.
" kau tak apa-apa..?!" tanya ku sambil melihat luka di bibir nya karena kena pukul tadi.
" sakit ah..!?"
" pelan sedikit kenapa...?!" seru Roby kesal sambil memegang tangan ku yang ternyata menyentuh luka di bibir nya dengan kasar.
" iyaa maaf.., maaf...!" sambung ku dengan nada yang sedikit kesal karena tangan ku di pegang nya dengan kasar, namun rasa iba ku padanya, membuat untuk sementara ku singkirkan emosi ku.
aku ambil tisu yang selalu ku bawa di saku bajuku dan dengan segera ku usapkan ke ujung bibirnya yang bengkak tadi.
dengan pelan aku mengusap bekas darah nya dan Roby pun ikut membantu dengan memegang tangan kanan ku supaya aku merawat nya dengan pelan.
entah kenapa mata kami berdua saling beradu pandang, hal itu membuat ku salah tingkah dan malu.
# Author.
_ to be continued
__ADS_1