Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Siswa baru.


__ADS_3

tak terasa satu bulan sudah ku lewati di kelas dua SMA. banyak hal seru yang ku jalani, baik tentang persahabatan ku yang makin erat dengan Natasya ataupun dengan asisten Liu.


namun akhir-akhir ini asisten Liu sibuk mengurus pekerjaan yang berhubungan dengan nenek ku yang berada di Jerman. sehingga sekolah yang sudah memasuki semester akhir jadi sedikit terbengkalai.


pagi itu kujalani dengan aktivitas normal seperti biasanya, rumah yang ku tinggali terasa sepi tatkala nenek dan asisten Liu tidak ada di rumah. entah kenapa akhir-akhir ini kesibukan nenek makin menjadi di luar negeri.


...* * *...


bunyi alarm tanda masuk menggema di lorong kelas sekolah kami. seperti biasa aku selalu duduk bersampingan dengan Natasya.


segera setelah itu guru wali kelas kami masuk ke kedalam ruang kelas.


" selamat pagi anak-anak..!" sapa Bu Jumiati dengan hangat ke arah kami


" selamat pagi Bu Jumiati..!!" jawab kami dengan kompak.


banyak siswa yang tidak tau jika Bu Jumiati akan masuk di kelas kami, sebab hari itu bukan jadwal pelajaran yang beliau isi.


" gini anak-anak.., berhubung hari ini pak Doni tidak bisa turun maka sekalian ibu isi dulu jam pelajaran beliau.." sambung Bu Jumiati dengan hangat.


" ibu sekalian perkenalkan juga ada murid baru, pindahan dari SMA di Jakarta.." seru Bu Jumiati. sontak membuat siswa kelas kami menjadi heboh dan tidak menyangka ada anak baru di kelas kami.


setelah pengumuman singkat bu Jumiati berjalan keluar dan menghampiri anak baru yang sudah berdiri di depan kelas.


Bu Jumiati masuk ke dalam kelas lagi dengan siswa baru yang sudah tidak asing lagi bagiku.


" perkenalkan anak-anak.."


" teman baru kalian, nak Roby Sugara.." seru Bu Jumiati sambil melihat ke arah Roby yang berada di samping nya.


aku sedikit terkejut dan tidak percaya dengan masuknya Roby ke kelas kami. tampak beberapa murid cewek terlihat antusias dengan masuknya Roby di kelas kami.


beda dengan cewek ganjen yang berada di samping ku ini. yang tidak henti-hentinya berusaha ngecomblangin aku dan Mario.


" Marischka..?!" seru Natasya dengan dengan berbisik sambil melihat ke arah ku yang sedang melamun.


" hooii..?!" sambung nya lagi sambil mendorong pelan tubuh ku. aku pun sedikit kaget dan dengan reflek melihat ke arah Natasya.


" kenapa..?!" tanyaku kesal ke arah Natasya yang kini melihat ku dengan tatapan anehnya.


" cowok mu tuh..??" jawab nya cepat, tetap dengan tatapan mata anehnya.


" idiih.., gak jelas..!!" seruku cepat sambil balik mendorong tubuh Natasya, kami berdua pun cekikikan sendiri.


setelah menjelaskan beberapa hal kepada Roby dan murid di kelas kami, dengan segera Bu Jumiati mempersilahkan Roby untuk duduk di ujung belakang. karena memang di sana satu-satunya tempat duduk yang tersisa.


" baik anak-anak, ibu tinggal dulu.."

__ADS_1


" untuk hari ini sepertinya pak Doni belum bisa mengisi jam matematika.."


" jadi tolong untuk dikelas saja dan jangan keluar jalan-jalan..!" seru Bu Jumiati dengan nada serius.


mendengar jika pak Doni gak bisa mengisi jam pelajaran matematika, anak-anak satu kelas terlihat bahagia.


dasar pemalas..


" baik Bu..!!" seru teman-teman dengan kompak. Bu Jumiati hanya mengangguk dan tersenyum seakan percaya dengan kata-kata teman sekelas.


" kalau begitu ibu tinggal dulu.."


" Eris kamu yang tanggung jawab ya..!!" seru Bu Jumiati sambil melihat ke arah Eris yang berada tepat didepan nya.


" baik Bu..!" jawab siswi yang bernama Eris dan merupakan ketua kelas di tempat kami.


segera setelah itu, Bu Jumiati pergi meninggalkan kelas kami. setelah tidak terlihat lagi dengan kompak teman-teman langsung saja bergembira dengan tidak adanya pelajaran, tak terkecuali dengan ku.


siswa cowok segera menghampiri Roby dan memperkenalkan dirinya. terlihat Roby menyambut mereka dengan santai dan ramah. bahkan mereka terlihat seperti orang yang saling mengenal sejak lama.


tak jauh berbeda dengan para siswa cowok, teman cewek dikelas kami pun langsung ikut nimbrung di antara cowok-cowok dan berusaha untuk mendapatkan perhatian dari Roby.


" Marischka.., liat tuh si Eka..!"


" ganjen banget gak sih..?!" seru Natasya yang sewot saat melihat Roby di kelilingi cewek yang memang agak berlebihan sih.


" biarin lah Nat..!"


entah kenapa aku menjadi haus dan ingin pergi ke kantin sekolah dan membeli minuman disana. dengan segera aku berdiri dan akan keluar sebentar


" mau kemana kau..??" tanya Natasya dengan sedikit keheranan saat melihat ku terlihat bosan.


" cari minum sebentar.." jawab ku cepat sambil berjalan keluar dari kelas.


segera aku berjalan menuju ke kantin sekolah yang berada di lantai satu sekolah kami. kebetulan kelas ku ada di lantai tiga, jadi untuk naik turun terkadang agak melelahkan.


kulihat kelas lain sedang ada pelajaran, sehingga hanya aku saja yang berjalan di lorong gedung sekolah. aku pun sebenarnya ingin mengurungkan niat untuk beli minuman di kantin, tapi entah kenapa hari ini aku haus sekali.


setelah sampai di kantin sekolah, dengan segera aku memilih beberapa minuman dingin dan biskuit coklat yang aku sukai. setelah selesai aku putuskan untuk segera kembali ke dalam kelas.


" Marischka..!!" seru Mario dari belakang ku sambil mengenakan baju olahraga dan membawa bola basket.


dengan reflek aku membalikkan badan dan melihat ke arah asal suara itu. Mario dan teman-teman cowok nya ternyata selesai dari jam mata pelajaran penjaskes.


" ada apa Mario..?!" sambung ku sambil membuka penutup botol dan segera meminum air isotonik.


" dari mana kamu..??" tanya Mario sambil mendekat ke arah ku berdiri. tampak beberapa teman Mario juga ikut berhenti menghampiri ku.

__ADS_1


" nih beli minuman.." jawab ku dengan datar.


" owh..?"


" lagi jam kosong nih..?!" sambung nya sambil tersenyum melihat ku.


" yupz..!" jawab ku dengan nada datar lagi.


entah kenapa saat bertemu dengan Mario, aku sering bicara dengan nada yang datar dan tidak ramah. padahal dia hanya sekedar 'say hay' kepada ku.


" hey cewek tengil..?!"


" kenapa kau meninggalkan kelas..?!" seru suara ngebass dan berat dari belakang, suara yang cukup familiar untuk ku.


dengan spontan aku melihat ke arah belakang ku dan sedikit terkejut saat melihat Roby ternyata sudah ada di belakang ku. Mario pun terlihat terkejut dengan kehadiran Roby yang sudah mengenakan seragam sekolahku.


" kau..?!"


" kenapa kau disini..?!" tanya ku dengan heran saat melihat Roby yang berada tepat di belakang ku.


" aku juga haus.."


" emang gak boleh keluar kelas..?!" jawab nya dengan tidak kalah dingin.


dih nih anak makin gak jelas..


kulihat ekspresi Mario yang tadinya ramah terlihat sedikit cemberut dan tidak percaya.


" broo..??" seru Roby sambil melihat ke arah Mario yang ada didepan kami berdua.


" Mario..!" dengan segera Mario memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Roby.


" Roby..!" jawab Roby dengan santai.


" kau pindah kesini bro.?!" tanya Mario ramah, namun masih terlihat jelas jika dia tidak suka.


" Yoi...!"


" aku penasaran sama cewek mu nih bro.., makanya aku kejar dia sampai ke sini..!" jawab Roby dengan sedikit memprovokasi dengan memegang pundak ku.


" apaan sih kamu..!!" seruku sambil membuang tangan Roby yang berani-beraninya memegang pundak ku.


tampak Mario yang melihat ku diperlakukan seperti cewek yang gampangan membuat nya naik pitam.


" bro..!!" dengan segera Mario menghampiri Roby dan terlihat emosi saat melihat perlakuan nya terhadap ku.


mereka berdua pun saling menatap tajam satu sama lain.

__ADS_1


# Author.


_to be continued


__ADS_2