
aku berjalan menuju helipad di belakang hotel, sesampainya di sana ku lihat asisten Liu sudah bersiap di dekat helikopter kami.
" helikopter yang anda pesan sudah siap nona." seru asisten Liu sambil menyambut ku yang sudah tiba di tempat helipad.
segera setelah itu asisten Liu memberikan isyarat ke pilot helikopter untuk menyalakan mesin terlebih dahulu.
asisten bergegas menuju arah ku dan memintaku untuk menunggu sebentar di sekitar helikopter tersebut.
sambil menunggu siap, aku merogoh tas jinjing merah ku dan mencari gawai emas di dalam tas.
...* * *...
Deru mesin helikopter semakin keras sehingga membuat baling-baling nya berputar makin cepat.
angin yang diakibatkan oleh putaran baling-baling helikopter membuat debu dan dedaunan berterbangan ke udara.
selang beberapa saat pilot itu memberikan tanda jempol ke arah asisten Liu, sebagai tanda helikopter sudah siap untuk diterbangkan.
" mari nona, helikopter nya sudah siap" seru asisten Liu dengan khas senyum nya.
aku hanya mengangguk saja mendengar informasi dari asisten Liu.
asisten Liu berlari sambil menundukkan kepala nya menuju ke pintu helikopter tersebut, aku pun mengikuti asisten Liu dari belakang sambil menundukkan kepala ku.
ku pegang topi pantai yang kukenakan supaya tidak lepas dari kepala ku dan terbang menghilang.
setelah membukakan pintu helikopter asisten Liu mempersilahkan diriku untuk masuk terlebih dahulu kedalam helikopter.
dengan segera asisten Liu masuk kedalam helikopter dan mempersilahkan pilot helikopter untuk terbang ke tujuan berikutnya.
" ini nona muda." asisten Liu memberikan headphone supaya suara mesin tidak menggangu pendengaran ku.
" kita take off..." sahut suara pilot yang terdengar dari headphone ku.
asisten Liu memberi tanda jempol sebagai isyarat jika dia memberikan ijin ke pilot helikopter.
helikopter kami akhirnya terbang dari hotel Elliot dan sekarang menuju kapal pesiar keluarga ku yang sudah berada di sekitar selatan pulau Bali.
kulihat kebawah dan menikmati pemandangan di bawah ku, tampak resort dan hotel-hotel berbintang berjajar rapi di sekitaran Nusa Dua.
jarak kapal pesiar kami tidak terlalu jauh dari pulau Bali, sehingga kapal pesiar kami masih bisa diperhatikan dari pantai Kuta.
...* * *...
tepat pukul lima kami sampai di anjungan kapal pesiar, setelah mendarat dengan aman di kapal pesiar.
dengan segera pilot mematikan mesin helikopternya, deru mesin helikopter pun lambat laun mulai berhenti.
aku pun bergegas turun dari helikopter, asisten Liu mempersilahkan diriku untuk terlebih dahulu masuk ke dalam kapal pesiar kami.
tak selang berapa lama kapten kapal pesiar kami datang menghampiri ku dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan ku
__ADS_1
" selamat datang nona Kartika," sambut nya sambil tersenyum ke arahku.
" bagaimana hari anda sekarang." tanya sang kapten basa-basi.
" buruk capt.." jawab ku dengan sedikit ketawa kearah kapten.
" kalau begitu silahkan menikmati hari ini di atas Amara "
" semua yang berada di sini pasti akan membuat mood anda menjadi lebih baik.." sambung nya sambil tertawa.
" terima kasih capt.." sambung ku tersenyum ke arah sang kapten.
segera kapten mempersilahkan ku untuk masuk ke dalam kamar utama di dek kedua.
sementara itu asisten Liu dan pilot helikopter berjalan belakangan.
" selamat datang asisten Liu.." sambut kapten kapal dengan ramah.
asisten Liu bertanya ke kapten tentang posisi kapal dan menginstruksikan untuk menghadap kan buritan kapal ke arah sunset.
"capt saya minta tolong untuk buritan nya menghadap ke arah sunset ya.." pinta asisten Liu.
" baik asisten Liu.." sahut kapten kapal mengiyakan.
setelah sampai di kamar aku memasukkan tas jinjing merah ku kedalam lemari, tidak lupa aku mengambil gawai yang sudah berada di tas jinjing merah ku tadi.
aku berjalan ke arah ruang kantor yang berada di samping kamar ku dan memutuskan untuk mengambil beberapa buku.
tidak beberapa lama asisten Liu datang ke kamarku,
" nona muda ada yang bisa saya persiapkan lagi...?" tanya asisten Liu sambil berdiri di depan pintu.
" tidak perlu,"
" kamu tunggu saja di buritan kapal." sambung ku dengan masih memilih buku bacaan.
" baik..." sambung nya lagi, segera setelah itu asisten Liu berjalan menuju ke arah belakang kapal pesiar.
tidak beberapa lama kemudian aku keluar dan berjalan menuju buritan belakang kapal.
di sana sudah ada beberapa staf perempuan kapal pesiar dan menyiapkan beberapa camilan dan beberapa minuman.
ku rebahkan tubuhku di kursi santai sambil menikmati pemandangan sunset yang kini tersaji di depan ku.
asisten Liu membantu para staf perempuan itu untuk mempersiapkan segala yang aku mau, baik itu makanan ataupun minuman segar.
" asisten Liu..??" panggil ku yang kini duduk sambil membaca buku dan menikmati pemandangan.
" iya nona muda..!" jawab asisten Liu yang bergegas menuju arah ku.
" sini lah.., duduk lah disamping ku.."
__ADS_1
" kita nikmati pemandangan yang indah ini " sambung ku sambil tersenyum, kini ku taruh kembali buku yang ku baca tadi dan mempersilahkan asisten Liu untuk duduk di samping ku.
kulihat asisten Liu tampak bingung dan ragu saat mendengar ajakan ku.
" sejak tadi pagi kau lihat sibuk melayani majikan mu yang bodoh ini " ajak ku sambil sambil tersenyum dan menggeser kacamata Luis Vuitton-ku ke atas kepala.
kini asisten Liu memberanikan diri untuk duduk di samping ku.
" tidak nona muda.."
" anda lah yang benar-benar sibuk mengurus semua kekacauan hari ini," sambungnya sambil tersenyum dan asisten Liu memegang tangan ku dengan hangat.
aku hanya bisa tersenyum mendengar perkataan asisten Liu, ku berfikir jika hari ini memang benar-benar kacau dan membuat ku stres
aku berfikir bagaimana jika tidak ada asisten Liu disamping ku, pasti akan tambah lebih kacau.
" asisten Liu.."
" aku selalu berfikir bagaimana jadinya jika asisten Liu tidak ada untuk mendampingi ku selama ini..."
" pasti akan kacau hari-hari ku.." sambung ku sambil tertawa lepas.
hehehehe...
" tidak...,nona muda"
"aku yakin nona muda akan baik-baik saja" sambung asisten Liu dengan yakin.
" sebab nona muda adalah perempuan yang tangguh.."
" tidak pernah mengeluh walaupun beban berat sedang anda pikul sekarang..." sambung asisten Liu kembali.
" aku yakin nona muda pasti berhasil dan bisa membanggakan nama besar keluarga Kartika.."
pernyataan asisten Liu membuat diriku menjadi senang dan entah kenapa menjadi lebih hangat.
memang benar bahwa menjadi bagian dari keluarga Kartika sangatlah berat bebannya.
namun...
beban besar yang aku pikul selama ini terasa makin mudah saat ada asisten Liu berada disisi ku, kadang kami berdua sering sharing tentang berbagai cerita yang menyangkut pekerjaan kami.
tak terasa waktu berlalu dengan cepat
sunset indah didepan kami benar-benar membuat diriku terbuai sehingga membuat mood ku kembali membaik.
kini asisten Liu dan aku bersantai menikmati keindahan alam yang tersaji di depan kami.
# Author
_to be continued
__ADS_1