Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Final basket cowok.


__ADS_3

padi sudah mulai menyingsing di ufuk timur. seperti biasa, aktivitas ku sebagai seorang siswi SMA kembali dimulai. aku pun memulai hari dengan tidak terlalu bergairah.


awalnya aku mau untuk tidak masuk ke sekolah dulu hari ini, namun gara-gara bujuk rayu teman-teman kelas ku untuk melihat pertandingan basket cowok akhirnya aku pun menyerah.


kali ini aku pun meminta tuan Alfred untuk mempersiapkan lagi mobil yang ku pakai kemarin. seperti biasa tuan Alfred selaku kepala asisten keluarga Kartika menuruti semua kemauan ku.


" tuan Alfred..."


" nanti saya akan sedikit telat pulang nya.." seru ku sambil melihat ke arah tuan Alfred.


" tentu nona muda..." jawab tuan Alfred sambil tersenyum kepadaku. seperti biasa, aku pun menikmati sarapan pagi yang telah dipersiapkan oleh tuan Alfred.


" terima kasih..." sambung ku. setelah selesai dengan sarapan ku aku pun petuskan untuk kembali ke kamarku sebentar dan mempersiapkan diri sebelum berangkat.


kali ini aku petuskan untuk membawa tas jinjing merah yang ku bawa ke Bali beberapa bulan lalu. dengan menggunakan ikat rambut berbentuk pita besar berwarna merah, membuat ku tampak lebih elegan dan semakin cantik.


hmm...


not bad...


😊


seperti biasa aku sedikit narsis sebentar di depan kaca besar dikamar ku. baju putih abu-abu khas seragam SMA serta kaos kaki putih panjang berbalut sepatu sekolah berwarna hitam, semakin membuat ku elegan.


" sudahlah.." seruku sambil tersenyum sendiri di depan kaca.


aku pun berjalan menuju ke pintu keluar mansion, disana sudah siap mobil Aston Martin Vantage S milik ayahku. tuan Alfred pun sudah terlihat menunggu kedatangan ku.


" saya berangkat dulu tuan Alfred..." seru ku sambil masuk ke dalam mobil.


" hati-hati nona muda..." jawab tuan Alfred dengan ramah. beliau berinsiatif untuk menutup kembali pintu mobil ku.


" terima kasih.." sambung ku sambil tersenyum manis. ku letakkan tas jinjing merah ku di kursi penumpang, aku pun berjalan pelan menuju ke pintu gerbang utama mansion keluarga Kartika.


aku kembali menyusuri jalan menuju ke sekolah, lagi-lagi banyak orang memandang dengan tatapan kagum ke arah mobil yang ku naiki.


kali ini jalanan cukup lengang karena aku memilih berangkat ke sekolah agak siangan. kebetulan memang pertandingan final basket cowok dipertandingkan agak siang.


mobil kupacu dengan sedikit cepat mengingat jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi. aku takut nanti mereka akan memarahi ku karena datang terlambat, apalagi gawai ku berdering dari tadi.


tak terasa aku sudah memasuki area sekolah, tampak beberapa siswa santai di gerbang sekolah, entah mereka malas masuk atau mungkin mereka akan pulang ke rumahnya masing-masing.


segera ku parkir kan mobil di tempat kemarin, ternyata banyak juga siswa yang membawa mobil kali ini, mungkin mereka tak ingin kalah gengsi dari ku. setelah memarkirkan mobilku di tempat yang kosong, dengan cepat aku mengambil gawai yang ada di dalam tas jinjing merah ku.

__ADS_1


📞 " iyaa otewe...!!" seru ku sedikit jengkel ke arah Natasya yang berada dibalik suara yang menelpon ku.


dengan segera aku berjalan cepat menuju ke arah kelas ku yang menjadi titik kumpul pendukung team basket cowok.


siswa lain lagi-lagi melihat ku dengan tatapan mata penuh kekaguman, mungkin bagi mereka aku cewek yang pantas dilabeli sebagai cewek populer dan penuh daya tarik.


setelah lewat di depan siswa lain dengan cepat aku sampai di lorong dekat dengan kelas. aku pun memperbaiki dahulu baju ku dan sedikit berharap jika mereka kaget akan penampilan ku kali ini.


hehehe...


" sorry guys..., telat datang...!!" seru ku dengan agak keras supaya mereka melihat kecantikan ku.


" hmm..."


" santai aja..." seru Natasya dan yang lainnya dengan santai dan tidak ada yang terlihat kagum dengan penampilan cantik ku.


krik.., krik..., krik....


😑


****...


aku pun hanya tersenyum kecut melihat ke arah mereka yang mengabaikan kecantikan ku. apalagi aku cukup pede setelah melihat siswa lain yang kagum akan penampilan ku kali ini.


hadeehh...


" heeh..??"


" sudah ku dandan cantik tapi gak ada yang kagum..??" rengek ku sambil berjalan ke arah teman-teman cewek yang sedang duduk dan berkumpul di meja Winda.


" duhh aneh deehhh..."


" gak perlu kau berdandan pun kami sudah tau kalau kamu itu istimewa.." seru Winda sambil tersenyum manis ke arahku.


aku pun memasang muka aneh dan terlihat kaget dengan pernyataan Winda, sebenarnya aku agak malu sih karena bersikap seperti anak-anak. padahal biasanya aku cuek aja dan tidak ingin terlihat berlebihan terutama dengan teman-teman sekelas ku.


ternyata aku masih anak-anak yaa...


aku pun diam saja dan ikut nimbrung dan bergosip sana-sini dan tidak ingin terlihat kekanak-kanakan lagi. tak terasa waktu sudah mendekati pertandingan final basket cowok, final idaman karena memang mempertemukan Mario dan Roby.


kami semua berjalan ke gedung olahraga tempat pertandingan final basket cowok. sebelum pertandingan cowok dimainkan, pertandingan final basket cewek dipertandingkan dulu.


kali ini pendukung kelas kami tidak sebanyak sebelum nya, mungkin pertandingan basket cewek lebih menarik di tonton daripada pertandingan basket cowok.

__ADS_1


" kali ini aku pasti menang...!" seru suara ngebass dari dari Roby yang berada belakang ku. aku yang sedang berjalan bersama Winda dengan cepat menoleh ke arah Roby.


" aku akan memenangkan taruhan kita.." seru Roby dengan optimis.


" terserah..."


" toh aku sudah kalah di semifinal kemarin.." sambung ku santai sambil tersenyum kecut. aku pun kembali menoleh ke depan, sedangkan Winda melihat ku dengan tatapan penuh tanda tanya.


" kepoo...???" tanya ku ke arah Winda yang ada disamping kanan ku. dia hanya tersenyum dan mengangkat kedua alis matanya.


" jadi kamu mengaku kalah..??" tanya Roby lagi. alis mata ku berkedut setelah Roby berkata 'kalah', darah keluarga Kartika yang mengalir di nadiku seakan tak memperbolehkan ku untuk mengakui kekalahan.


what the f*ck...


" iyaa..." jawab ku dingin.


" kau yang menang..." sambung ku lagi, namun aku hanya berjalan saja sama Winda tanpa menoleh ke arah Roby.


" tentu...."


" Roby Sugara gak akan kalah dari siapapun..." sambung Roby dengan nada serius. aku pun hanya diam saja mendengar perkataan Roby, Winda pun hanya melihat ke arahku dengan tatapan terlihat sedih.


rombongan kelas kami akhirnya sampai juga di gedung olahraga. tak ku sangka banyak siswa sekolah yang melihat pertandingan final basket cewek.


" rame yaa..??" seru ku sambil melihat ke tribun penonton yang cukup padat oleh siswa.


" namanya juga final..." sambung Winda sambil melihat ke arah lapangan basket.


" hehe.." sambung ku sambil tersenyum dan melihat ke Winda. kami pun segera mencari tempat untuk duduk di tribun atas dan mendirikan home base pendukung Roby dan kawan-kawan.


di sana sudah ada Natasya, Mak Nyak, dan teman-teman cewek lainnya. dengan segera aku duduk di bangku samping Natasya, sedangkan Winda duduk di samping ku.


pertandingan final basket cewek masih berlangsung, poin kelas asisten Liu dan kelas Giselle terpaut jauh. memang perbedaan permainan mereka sangat timpang, dan sesuai dengan janjinya, asisten Liu menghajar dan mempermalukan kelas Giselle dengan telak.


" seperti nya asisten mu bermain tidak seperti biasanya..." tanya Natasya sambil terus melihat pergerakan asisten Liu.


" dia mau hancurin harga diri Giselle tuh.." sambung Mak Nyak yang juga melihat ke tengah lapangan.


" baru kali ini kulihat asisten mu main se-gila ini.." sambung Winda yang duduk di samping kananku.


memang benar yang dikatakan oleh teman-teman ku, asisten Liu terlihat lebih serius dan tenang.


dia berada di level yang lebih tinggi..

__ADS_1


# Author.


_ to be continued


__ADS_2