Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Pergi bersama Roby


__ADS_3

" dia sudah datang tuan Alfred..??" tanyaku sambil berjalan ke pintu utama mansion.


" dari satu jam yang lalu nona muda..." jawab tuan Alfred dengan ramah.


" haahh...??" sambung ku sambil berhenti melangkah kan kaki ku dan melihat ke arah tuan Alfred. beliau yang mengetahui maksud ku pun hanya mengangguk pelan.


" aduhh...!!" dengus ku kesal. aku pun berjalan lagi ke dalam mansion dan menemui Roby yang sedang berada di ruang perjamuan untuk keluarga Kartika.


sesampainya di ruang perjamuan, aku pun melihat Roby sedang melihat-lihat ke arah lukisan yang besar yang dibuat oleh pelukis dari Eropa saat dulu keluarga kami menguasai Eropa.


" kubilang kan nanti..." sambung ku kesal ke arah Roby yang sedang berdiri melihat lukisan di ruang itu.


dengan sedikit terkejut dia melihat ke arah suara ku berasal, Roby pun malah tersenyum ke arah ku.


" kenapa malah senyum-senyum gak jelas...?!" sambung ku sambil sedikit jengkel.


" ya aku gak mau kamu menunggu aja..." sambung Roby dengan ramah dan terdengar berwibawa saat suara ngebass dari mulut nya mengucapkan kata-kata itu.


" halah alasan aja.." jawab ku kesal. Roby hanya tersenyum saja tanpa berkata apa-apa.


" udahlah tunggu saja disini...!!" sambung ku sambil bermuka masam ke arahnya.


" bikin capek aja...!!" sambung ku lagi sambil sedikit emosi dan aku pun menghentakkan kakiku sambil berjalan meninggalkan ruang itu.


dengan cepat aku berjalan menuju ke arah lantai dua tempat kamar ku berada. segera setelah sampai di kamar ku, aku pun merebahkan tubuh ku di atas kasur dan meletakkan tas yang ku bawa di atas ku.


hiihhh...


bikin jengkel aja...!!


😣


...* * *...


setelah puas rebahan, aku pun segera menghubungi tuan Alfred untuk mempertanyakan beberapa catatan yang diberikan oleh beliau tadi. kali ini aku sudah berada di meja kerjaku dan melihat beberapa lembar kertas yang ada di dalam tas tadi.


aku ingin sebelum berangkat ke Jakarta pekerjaan yang dibebankan kepada ku sudah selesai semuanya.


" nona..."


" teman anda sudah menunggu cukup lama..." seru tuan Alfred ramah seraya mengingat kan ku.


" biarkan saja tuan..."


" aku mau selesai kan pekerjaan ku..." jawab ku sambil terus fokus ke arah lembaran kertas itu. tuan Alfred pun hanya tersenyum melihat ku yang total dalam membantu keluarga Kartika.


" mohon maaf menyela nona muda..." sambung tuan Alfred ramah sambil mendekatkan diri ke arah meja ku


" saya sarankan untuk menemuinya jika memang nona muda sudah berjanji dengan teman nona.." sambung tuan Alfred dengan ramah dan terdengar berwibawa.

__ADS_1


" tidak baik jika membuat seseorang menunggu nona muda..." sambung beliau lagi. aku pun mulai berhenti menulis sejenak dan memikirkan ulang perkataan tuan Alfred.


" baiklah..."


" kalau begitu tolong beritahu Roby untuk menunggu nya setelah jam lagi..." seruku sambil melihat ke arah tuan Alfred yang berada di belakang ku.


" baik nona muda..." jawab tuan Alfred ramah. dengan segera beliau meminta ijin untuk menyampaikan pesan ku ke Roby yang sudah menunggu dari tadi.


segera setelah itu aku pun mulai berjalan untuk membersihkan badan ku dan tidak lupa untuk mempersiapkan pakaian yang akan ku kenakan nanti.


dengan pakaian casual aku pun keluar dari dalam kamar, tak lupa gaun pesta yang akan ku kenakan ku titipkan di asisten rumah tangga yang berada di belakang ku.


" aku siap...!" seru ku sambil melihat Roby yang sedang duduk di sofa ruang perjamuan keluarga ku.


" begitu aja..??" tanya Roby dengan ekspresi keheranan melihat pakaian ku.


" ya enggak lah..." seru ku sambil melihat ke arah pakaian yang sedang dibawa asisten rumah tangga ku. Roby pun mengerti maksud ku.


" nanti ke Ritz-Carlton dulu untuk ganti pakaian.." seru ku sambil berjalan ke arah Roby yang sudah mulai berdiri.


" baiklah..." sambung Roby dengan tenang.


" ayok...?!" ajak ku dingin sambil berjalan ke arah pintu utama mansion keluarga Kartika. Roby pun segera berjalan mengikuti ku di belakang.


" tuan Alfred aku pergi dulu..." seru ku sambil melihat kearah tuan Alfred yang sedang berdiri di dekat pintu masuk utama mansion.


" baik nona muda..." seru beliau ramah.


mobil Porsche Roby sudah siap dan dia pun melihat ke arah ku yang masih berbincang dengan tuan Alfred. dengan segera setelah kurasa cukup aku pun ijin ke tuan Alfred lagi.


" kalau begitu aku ijin sebentar lah tuan Alfred..." seru ku ke arah tuan Alfred yang berada di depan ku.


" baik nona muda..." sambung beliau ramah. aku pun mulai berjalan ke arah mobil Roby.


" hati-hati di jalan nona muda..." aku hanya mengangguk tanda mengerti ke arah tuan Alfred.


dengan segera aku pun berada di dalam mobil Porsche milik Roby, dia hanya tersenyum melihat ku duduk disampingnya lagi.


" kenapa senyum-senyum gak jelas...?" protes ku ke arah Roby.


" gak apa-apa..." sambung Roby dengan suara ngebass yang terdengar berwibawa.


" kalau begitu ayo berangkat..."


" biar gak telat nanti..." sambung ku dengan ketus. Roby hanya tersenyum mendengar kata-kataku tadi, tampaknya dia mau protes namun tidak berani mengutarakan nya.


segera setelah itu dia mulai menginjak pedal gas dengan pelan meninggalkan halaman mansion keluarga Kartika.


...* * *...

__ADS_1


perjalanan kali ini ditempuh dengan waktu satu jam setengah. tepat pukul lima sore kami sampai di hotel Ritz-Carlton tempat ku menginap nanti.


sedangkan acara nya di jadwal pukul tujuh di hotel Westin yang tak terlalu jauh dari tempat ku menginap.


" nanti aku jemput ya..??" tanya Roby dengan suara ngebass nya.


" gak usah lah..."


" sudah ada yang mengantarkan kok..." jawab ku sambil memberikan beberapa perlengkapan rias dan gaunku ke arah ballboy yang sudah menyambut kedatangan ku.


" ya sudah kalau begitu..." sambung Roby pasrah.


" ya udah..." jawab ku sambil mulai berjalan meninggalkan Roby yang masih terpaku melihat ke arahku.


aku pun tidak memperdulikan Roby dan mulai berjalan ke arah resepsionis. dengan segera aku segera memberitahu jika kamar suite class yang sudah dipesankan oleh tuan Alfred tadi.


setelah resepsionis mengkonfirmasi pesanan ku sudah siap, aku pun mulai berjalan ke arah kamar yang dipesan tuan Alfred dan diantarkan oleh ballboy tadi.


sesampainya di kamar, aku pun segera mempersiapkan segala sesuatunya, baik itu alat kosmetik, gaun pesta nanti, dan beberapa peralatan mandi yang sengaja kubawa dari rumah.


kulihat waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore, segera setelah membalas beberapa chat dari Natasya dan Winda, aku pun putuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


setelah semua kegiatan mandi ku selesai aku pun segera mempersiapkan peralatan rias yang kubawa tadi. untuk kali ini aku ingin terlihat menarik layaknya seorang dari keluarga Kartika, semua itu demi menjaga nama baik keluarga.


📞 " selamat sore nona Kartika..."


📞 " maaf mengganggu sebentar..." seru resepsionis dari balik telpon kamar ku.


📞 " iya kak...??" jawab ku sambil berdiri di dekat meja telpon.


📞 " mohon maaf.., saya menginfokan jika jemputan nona sudah siap..." sambung sang resepsionis dengan ramah.


📞 " baik.., terima kasih banyak ya..." jawab ku dengan tak kalah ramah.


aku pun segera berganti pakaian yang telah ku siapkan tadi, gaun pesta elegan keluaran rumah mode dari Italia segera ku kenakan.


dengan sedikit penyesuaian dengan tata rambut yang cocok dengan pakaian yang ku kenakan, aku pun siap untuk menghadiri acara tersebut.


weeww...


seperti biasa...


kau istimewa Marischka...


😘


segera setelah siap, aku pun turun ke lobby tempat mobil jemputan ku menunggu. saat aku berjalan menuju mobil jemputan, semua orang menatap ku dengan penuh kekaguman.


_to be continued.

__ADS_1


#Author


__ADS_2