Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Exploring the school


__ADS_3

" mau lanjut lagi..??" tantang ku dengan kesal dan melihat matanya dengan tajam.


mendengar tantangan dari ku, Dian hanya diam saja dan hanya mendengus kesal sambil bermuka kesal ala anak manja.


iiihhh..!!


sepertinya Dian tidak ada niat untuk melanjutkan perdebatan yang sengit antara kami berdua.


" awas kau ya Marischka...!!!" seru Dian kesal sambil menunjuk jarinya ke arah muka ku.


" apa..?!!"


" nantang..?!!" sambung ku dengan nada yang lebih serius dan mengancam Dian.


tampak beberapa siswa makin mendekat ke kami berdua dan seakan menunggu dan melihat kelanjutan dari perdebatan kami yang semakin panas.


" nonn..., sudah non..!!" seru ibu kantin.


teman-teman Dian yang bersamanya juga berusaha menjauhkan kami berdua supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


" sudahlah..!"


" ayo pergi Dian..!!" sambung salah satu teman cewek Dian dengan memegang tangan nya Dian. dengan perasaan jengkel akhirnya Dian dan geng nya berangsur pergi meninggalkan kantin.


sialan...


kenapa dengan hari ini ya..?


setelah Dian dan geng nya pergi, aku kembali duduk di tempat ku tadi. bakso yang ku pesan tadi sudah tidak hangat lagi, membuat nafsu makan ku jadi hilang.


tampak beberapa siswa melihat ke arah ku dan sedikit berbicara sambil berbisik. aku pun hanya cuek saja dan tidak lagi menghiraukan sikap siswa yang berbisik itu.


" buk..."


" berapa semuanya..??" seru ku ke arah ibu kantin dan berusaha mengambil beberapa uang lima puluh ribuan di saku ku.


" lima belas nona muda..!" balas ibu kantin sambil mendekat ke arah ku. dengan segera aku mengambil uang di kantong saku ku dan memberikan ke ibu kantin tersebut.


" kembalian nya non..!?"


" buat ibuk aja kembaliannya..!" sambung ku sambil tersenyum manis dan memasukkan sisa uang yang ku ambil tadi kembali kedalam saku


setelah selesai, aku segera pergi dari kantin sekolah dan akan kembali ke arah kelas ku yang berada di lantai tiga.


aku sedikit ragu saat berjalan menuju kembali ke kelas, ku perhatikan lagi jam tangan dan ternyata masih belum waktunya untuk pergantian jam mata pelajaran.

__ADS_1


duh kemana lagi nih..


aku berjalan tak tentu arah, biasanya aku berdua sama Natasya saat berada di luar kelas. namun kini hanya aku saja yang keluar dari kelas, sehingga membuat ku binggung mau kemana.


akhirnya aku melangkah kan kaki ke arah aula gedung olahraga di samping bangunan utama sekolah kami. tak terasa aku sudah sampai di depan pintu masuk gedung sekolah.


ku mendengar beberapa murid sedang bermain basket disana. suara bola basket terdengar keras saat memantul di lapangan. akhirnya aku memberanikan diri untuk melihat kedalam lapangan basket.


kulihat beberapa siswa cowok kelas satu yang sedang berolahraga disana, namun ada beberapa siswa cewek yang masih terlihat menemani si cowok di pinggir lapangan.


duh enaknya bisa temani pacarnya..


kulihat sekeliling di lapangan basket itu, aku sedikit terkejut saat melihat ada Roby duduk di tribun penonton.


setelah melihat penampakan gak jelas yang bernama Roby, akhirnya aku mengurungkan niatku untuk masuk ke tribun.


iiihhh..,ada orang gila...


tanpa dikomando aku membalikkan badan dan pergi menjauhi aula olahraga. akhirnya aku putuskan untuk melanjutkan petualangan ku ke perpustakaan sekolah.


...* * *...


akhirnya aku sampai di perpustakaan sekolah yang berada di sisi lain gedung olahraga. kulihat perpustakaan sedikit sepi dari para siswa, hanya beberapa siswa saja yang sedang membaca buku dan hal-hal yang berbau pengetahuan.


awalnya aku kurang tertarik membaca buku, namun entah kenapa aku melihat beberapa koleksi buku bacaan yang menarik. terutama beberapa buku yang tergolong sudah jadul, seperti karya dari Buya Hamka yang berjudul 'tenggelamnya kapal Van der Wijck' yang melegenda.


dengan samar aku mendengar suara dari balik lorong sebelahku, ternyata mereka berbisik tentang buku sejarah dunia dibalik layar.


awalnya aku tidak terlalu memperdulikan, namun aku menjadi tertarik setelah mendengar mereka membicarakan tentang keluarga Kartika dan peran nya di balik layar.


waoowww...!


itu kan artikel tentang keluarga kami...?!


sebenarnya aku penasaran juga dengan isi yang ada di dalam buku tersebut. sebab jarang ada yang mengetahui peran besar keluarga Kartika, apalagi tentang sepak terjang kami jika di balik layar.


tak selang berapa lama kemudian siswa itu mengembalikan buku bacaan itu ke dalam rak nya lagi. dengan segera aku kembalikan buku yang akan ku baca dan segera berjalan ke lorong disamping.


aku segera mencari buku yang mereka kembalikan tadi. setelah ketemu aku baca sampul dan membaca beberapa catatan dibalik sampul buku itu.


sambil membaca aku sempatkan untuk mencari tempat duduk yang nyaman dan sepi.


dengan rasa penasaran yang tinggi aku mulai membaca lembar demi lembar catatan yang mereka buat tentang kehidupan keluarga Kartika. banyak fakta sejarah yang memang memberatkan dan sering kali menyudutkan keluarga Kartika.


namun kebanyakan isi nya hanya isu kosong dan tidak diperkuat dengan bukti yang kuat. aku pun sering tersenyum kecut saat membaca beberapa catatan yang sangat mengada-ada tentang keluarga Kartika.

__ADS_1


" kenapa senyum-senyum sendiri..??" tanya suara pria yang ngebass di belakang ku.


dengan spontan aku melihat ke arah suara yang sudah tidak asing lagi ditelinga ku. aku hanya mengumpat pelan dalam hati.


duh ada orang gila lagi..


aku hanya diam saja dan melanjutkan lagi membaca buku yang ada dihadapan ku. namun Roby dengan cueknya duduk disebelah kiri ku. sebenarnya aku risih saat dia melihat ku dengan tatapan sok coolnya.


" baca apa kau Marischka...?" tanya Roby dengan tatapan yang penasaran dan sok cool.


namun aku hanya diam tak menghiraukan pertanyaan dari Roby.


" wooiii..??!" seru Roby dengan sedikit kesal karena ku abaikan.


" apaan sih..!!" jawab ku dengan nada yang tak kalah kesal.


aku pun melihat Roby dengan tatapan tajam seakan tidak mau untuk diganggu. namun Roby tampak hanya tersenyum dengan puas saat melihat ku kesal.


" dasar gak jelas..!!" sambung ku lagi. aku yang mulai terganggu dengan kehadiran Roby, kuputuskan untuk berdiri dan kembali ke kelas saja.


aku mulai berdiri dan merapikan buku bacaan tersebut dan merapikan lagi bangku yang ku duduki tadi.


"kau mau kemana..??" tanya Roby dengan muka penasaran saat menatapku.


" balik ke kelas lah..!!" jawabku dengan tegas sambil membawa buku itu di pelukan ku.


dengan ketus aku kembali melangkahkan kakiku ke arah penjaga perpustakaan sekolah untuk ku pinjam buku itu selama beberapa hari.


" ikut..!!" seru Roby dengan cepat.


aku hanya diam dan cuek saat mendengar kata-kata Roby, terlihat dia mulai berdiri dan berjalan di belakang ku.


"apaan sih ikut-ikut..?!" sambung ku dengan nada yang masih kesal. aku pun berjalan semakin cepat saat Roby mulai mendekat ke arahku.


perpustakaan sekolah yang sudah sepi membuat suara hentakan sepatu ku semakin terdengar. Roby pun melangkahkan kakinya lebih cepat menuju ke arah ku.


" tunggu..!!" seru Roby dengan nada yang lebih tinggi.


aku yang mendengar perkataan Roby yang sedikit tinggi, dengan spontan aku berhenti dan menoleh ke arah Roby dan terlihat kesal.


" kau ya...!!"


" mulai sekarang, berhenti menganggu ku..!!" sambung ku dengan nada kesal. namun Roby hanya tersenyum saja saat mendengar ancaman ku.


setelah selesai mengancam Roby, kini aku lanjutkan berjalan ke arah petugas perpustakaan dan mengutarakan maksud ku jika aku ingin pinjam buku yang ku pegang di dadaku.

__ADS_1


# Author


_ti be continued


__ADS_2