Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Clash of the Titans


__ADS_3

mendengar kata-kata asisten Liu, aku melihat dan tersenyum kecut ke arah asisten Liu. setelah selesai mengancam kami dengan auranya, asisten Liu dan teman-temannya berjalan keluar meninggalkan gedung olahraga.


aku pun sedikit senang karena sebentar lagi akan berhadapan dengan kelas asisten Liu. dengan tekad yang kuat aku tak akan kalah dari dia lagi.


" akhirnya...!!"


" semifinal girls..!!" seru Mak Nyak dengan penuh semangat. kami pun tertawa melihat tingkah maskot kelas kami kali ini.


" nihh..!" seru Roby sambil memberikan air isotonik itu kepadaku. sambil melihat ke arah Roby aku menerima air itu.


" terima kasih...!" sambung ku sambil menerima botol air isotonik yang Roby berikan untuk ku. ekspresi wajahku yang tadinya ceria kini malah terkesan cuek oleh kebaikan Roby kepadaku.


ciieeeee...


dengan cepat mereka menggoda ku, ternyata mereka semua melihat perubahan wajah ku yang terlihat malu-malu saat menerima minuman isotonik dari Roby.


" kenapa kalian..??" seru ku dengan memasang muka aneh ke arah mereka. melihat tingkah ku yang aneh mereka hanya tertawa saja.


" jadi..., besok kita akan melawan kelas Giselle..?!" seru Natasya sambil mengalihkan topik pembicaraan.


" tentu..." sambung Winda sambil meminum air isotonik di tangan nya.


" kita hajar mereka.." sambung Natasya dengan antusias dan mengepalkan tangannya.


hahaha...


kami pun tertawa melihat tingkah Natasya yang penuh semangat. tak terasa pertandingan selanjutnya akan dimulai, kali ini team basket cowok yang akan memainkan pertandingan selanjutnya.


kelas kami besok baru memainkan laga semifinal, sehingga kami semua dengan kompak membubarkan diri untuk hari ini. lagian siswa pun banyak yang sudah pulang ke rumah masing-masing.


...* * *...


" aku duluan ya Marischka..!!" seru Natasya setelah bapaknya menjemput dia di tempat biasa. aku pun hanya duduk sendiri dan melihat gawai ku sambil menunggu jemputan ku.


akhirnya kita buat grup WhatsApp.


aku pun hanya tersenyum-tersenyum sendiri sambil melihat ke gawai ku. entah kenapa group WhatsApp yang beranggotakan teman sekelas ku membuat ku bahagia.


tak selang berapa lama kemudian, mobil Rolls-Royce datang menjemput ku. dengan segera aku menghampiri mobil ku dan segera masuk ke dalamnya.


" langsung pulang aja pak..!" seru ku ke sopir pribadi yang senantiasa mengantar ku.

__ADS_1


" baik nona muda...!" jawab sopir dengan sopan. pria paruh baya itu menginjak gas mobil dengan perlahan dan cenderung santai.


sesampainya di mansion keluarga Kartika, aku memutuskan untuk membersihkan diri dulu sebelum memulai aktivitas ku sebagai pewaris tahta keluarga Kartika.


tuan Alfred mempersiapkan segala sesuatu yang akan dikerjakan terlebih dahulu, seperti biasa laporan dari berbagai sumber terpercaya keluarga Kartika sudah ada di meja kerjaku.


sambil sesekali aku melihat laporan dari tuan Alfred tadi, aku juga membalas beberapa chatting yang masuk di gawai ku. aku menikmati candaan yang masuk di grup WhatsApp kami, kami pun juga membahas tentang kelas-kelas yang berhasil masuk ke semifinal hari ini.


selain kelas kami dan asisten Liu, slot semifinal lainnya diisi oleh kelasnya Giselle dan ada senior kami di kelas tiga. jadi kelas kami akan berhadapan dengan kelas Giselle, dan kelas asisten Liu akan menghadapi lawan dari kelas tiga juga.


clash of the Titans akan tersaji di pertandingan semifinal esok hari.


...* * *...


sinar matahari sudah menyingsing dari ufuk sebelah timur. seperti biasa, aku selalu bangun lebih awal dari terbitnya matahari. pada hari ini aku benar-benar siap untuk kembali beraksi di lapangan basket sekolah kami.


" selamat pagi nona muda..?!" sambut tuan Alfred ramah.


" selamat pagi juga tuan Alfred..." seruku sambil mulai duduk di meja makan keluarga. dengan segera tuan Alfred membuka kan piring ku dan mempersilahkan ku untuk menikmati hidangan sarapan yang telah dipersiapkan.


setelah selesai aku menikmati sarapan ku, dengan santai aku mulai menikmati teh hangat yang aku minta tadi.


" mobil sudah siap nona muda.." sambung tuan Alfred sambil berdiri disamping ku.


pada kali ini aku ingin pergi ke sekolah dengan mengendarai mobil sendiri, karena ada agenda yang akan aku lakukan setelah kegiatan selesai di sekolah.


aku memilih mobil Aston Martin Vantage S berwarna abu-abu metalik. sebenarnya mobil ini punya ayahku sih, karena aku suka mobil ayah yang terlihat sporty dan mewah maka aku pun memilih mobil ini untuk ku bawa ke sekolah.


" aku pergi dulu tuan Alfred..!" seru ku sambil masuk ke dalam mobilku.


" hati-hati nona muda.." jawab tuan Alfred sambil tersenyum ke arahku.


" terima kasih..." sambung ku sambil tersenyum kembali membalas senyum dari tuan Alfred. segera aku berjalan pelan menuju ke gerbang pintu keluar mansion keluarga Kartika.


aku pacu mobil di jalan kota Bogor dengan santai dan memilih untuk menikmati jalanan kali ini. karena jarang-jarang bagiku untuk membawa kendaraan sendiri ke sekolah.


tak terasa aku sudah berada di jalan dekat dengan sekolah ku, sebelum sampai di sekolah ku sempatkan untuk menghubungi Natasya supaya tidak menunggu ku ditempat biasanya.


sesampainya di depan gerbang sekolah, aku putuskan untuk memarkir mobil di dalam parkir lingkungan sekolah. biasanya sih memang setiap murid dilarang membawa mobil masuk ke dalam lingkungan sekolah. namun untuk kali ini diperbolehkan karena memang ada kegiatan di sekolah.


mata semua siswa tertuju ke arah mobilku saat mulai masuk ke dalam lingkungan sekolah, semua terlihat kagum karena jarang ada yang menggunakan mobil sport limited edition di kota ini.

__ADS_1


setelah selesai ku parkir mobil ku, aku pun keluar dan segera mencari teman yang ku kenal diantara kerumunan siswa yang melihat ke arah ku.


" Marischka..!!" seru Natasya dari arah gerbang sekolah. sambil celingak-celinguk aku mencari suara itu berasal. setelah memastikan bahwa benar Natasya yang memanggil ku, aku pun teriak memanggil namanya.


" Natasya..!!" seruku sambil melambai ke arah Natasya. tak selang berapa lama kemudian Winda pun melihat ke arah ku.


mereka berdua segera datang ke tempat aku berdiri di dekat mobil ku.


" tumben kamu bawa mobil..?!" tanya Natasya penasaran.


" iya nih..."


" setelah ini aku ada kesibukan..." jawab ku sambil tersenyum. sebenarnya alasanku bawa mobil sih karena memang lagi pingin aja jalan-jalan sendiri.


sambil mengambil tas ku di kursi penumpang, aku pun berbincang dengan Winda dan Natasya. banyak siswa yang terlihat kagum melihat kami bertiga berbicara di dekat mobil mewah ku.


" wah.., wah...!!"


" seperti biasa ya..., kamu datang selalu buat gempar..." seru suara perempuan dari arah belakang kami bertiga. suara perempuan itu adalah Dian dan gengnya.


" apaan sih..!?"


" gak jelas...!!" seru ku sambil membalikkan badan dan melihat ke arah Dian dengan tatapan tajam.


" iyaa nih...?!"


" gak jelas cewek ganjen ini...??" sambung Natasya tidak kalah sinisnya. Dian dengan mudah terprovokasi oleh kami berdua, tak ayal lagi geng ganjen nya mulai mengeluarkan jurus bacotan yang gak guna itu.


saat kami mulai terprovokasi, Winda pun menengahi kami supaya tidak berkelahi mulut, apalagi sampai adu fisik.


" gak usah bacot disini..."


" nanti lah kita tentukan di lapangan basket...!" seru Winda dengan tegas dan penuh aura permusuhan.


" owh jelas...!!"


" kali ini kelas kami akan membuat kelas kalian malu besar...!" seru Dian dengan penuh permusuhan. Dian mulai meninggalkan kami bertiga di parkiran mobil.


sambil saling pandang, Winda malah tertawa geli melihat tingkah Dian yang sok centil dan manja. kami berdua pun ikut tertawa melihat Natasya menirukan gaya suara Dian tadi.


# Author.

__ADS_1


_ to be continued


__ADS_2