
" silahkan diisi dulu kertas jawaban kalian..."
perintah yang sama kami dapatkan dari pembimbing kami, hal itu supaya waktu tiga jam bisa dimaksimalkan tanpa ada potongan waktu untuk mengisi lembar jawaban.
" kamu ada di kelas mana..??" tanya ku basa-basi sambil mengisi lembar jawaban komputer.
" kelas X 5 kak.." seru nya sambil tersenyum ke arah ku.
" emmm..." jika ku perhatikan, Anthony ini jauh lebih sopan daripada kakak sepupu nya alias si Roby.
" yaa...."
" sebenarnya aku baru pindah sekolah dua hari yang lalu sih...." sambung nya sambil melihat ke arah ku.
" owhh..." angguk ku mengerti.
" makanya aku gak terlalu banyak teman di sini..." sambung nya lagi.
" aku yakin jika kamu akan cepat dapat teman di sekolah..." jawab ku sambil tersenyum ke arah Anthony. dia pun ikut tersenyum manis.
" kalau begitu kamu mau jadi teman ku...??" sambung Anthony sambil tersenyum. aku hanya bengong sambil tersenyum aneh melihat ke arahnya.
" aku gak janji.." sambung ku sambil memperlihatkan ekspresi wajah gak nyaman.
" i know..." jawab nya sambil tersenyum.
segera setelah itu ujian bahasa Indonesia dimulai, mata pelajaran yang cukup ku kuasai dengan baik. waktu pun berlalu dengan cepat, semua pertanyaan yang diujikan ku jawab dengan cepat.
tepat setengah jam sebelum selesai waktu ujian, aku pun sudah menyelesaikan semua pertanyaan tadi.
sambil menunggu waktu selesai aku pun perhatikan lagi sekeliling kelas, semua siswa fokus menundukkan kepalanya dan terlihat tenggelam di soal ujian nya.
tampak beberapa siswa pun mencuri kesempatan untuk mencontek dengan siswa lainnya.
waahh...
pelanggaran nih...
😏
ada beberapa siswa yang melihat ke arahku, namun tampaknya mereka takut untuk bertanya tentang jawaban soal yang sudah ku kerjakan.
aku pun pura-pura tidak melihat mereka, namun sebenarnya ingin juga ditanyai oleh mereka layaknya siswa biasa.
" ssttt...!!"
" Marischka..?!" seru siswa cewek dari samping kanan ku.
" kenapa..??" tanyaku sambil berbisik ke arah sumber suara itu.
" gimana...??"
" kamu sudah selesai...??" tanya dia lagi dengan berbisik, siswa anak kelas satu yang duduk disampingnya pun tertarik dan ikut melihat ke arah ku.
" amaann.." seruku sambil memberi tanda Ok' ke arahnya. dia pun hanya mengangguk tanda mengerti. setelah itu dia juga mulai memusatkan perhatian nya ke arah soal dimeja.
aku pun kembali fokus dan kembali mengecek soal. tak selang berapa saat kemudian siswa kelas satu di samping kanan ku memberikan lembaran kertas kepadaku.
" kenapa...??" tanya ku sambil bisik-bisik ke arah siswa itu. dia pun memberi kode bahwa dia cuma dimintai tolong oleh kakak kelas yang duduk disampingnya.
" please..." seru nya sambil merapatkan kedua tangannya seakan ingin minta tolong dariku.
__ADS_1
😌
" okelah.." sambung ku sambil membuka sobekan kertas darinya.
kulihat dia menuliskan beberapa nomor yang menurutnya sedikit kesulitan saat menjawabnya. aku pun memeriksa kembali nomor yang dituliskan dalam notes nya.
sebenarnya gak susah sih..
🤔
aku pun mulai menuliskan huruf di jawaban yang kuyakini, setelah selesai aku lemparkan kembali ke adik kelas yang duduk disampingnya.
" makasih...!!" serunya sambil berbisik dan membuka notes kecil dari ku, aku hanya mengangguk pelan kearahnya.
saat aku memberikan notes itu, Anthony diam-diam memperhatikan gerak-gerik ku.
" ternyata kamu gak suci-suci amat ya..?!" tanya Anthony sambil berbisik dan melihat ke arah ku. aku pun hanya diam saja dan tersenyum mendengar kata-katanya.
yaa mau gimana lagi lhoo..
semua pasti pernah mengalami nya..
😌
yaa kaaannn....
" aku yakin semua pernah..." jawab ku setelah mendengar pernyataan dari Anthony.
" mau itu orang kaya, atau apapun itu, aku yakin semua pasti berbuat curang dalam hidupnya.." sambung ku sambil tersenyum ke arahnya. Anthony pun cukup mengerti maksud dari perkataan ku.
...* * *...
bunyi tanda akhir ujian semester di hari pertama pun dibunyikan. semua siswa pun mulai beranjak dari tempat duduknya masing-masing sambil meninggalkan lembar jawaban dan soal di mejanya.
akhirnya selesai...
😌
aku pun mulai berjalan meninggalkan ruang kelas tempat ku ujian dan menuju ke tempat Winda dan Natasya berada. kami bertiga janjian berkumpul di kantin terlebih dahulu sebelum meninggalkan sekolah.
seperti biasa, siswa melihat ke arah ku saat aku berjalan di depan mereka. entah pikiran apa dan fantasi apa yang mereka pikirkan saat melihat ku berjalan di depan mereka.
untung gak ada Natasya...
" winn...!!" seruku saat melihat Winda dan Natasya yang berdiri di dekat tangga dan sedang memainkan gawai nya.
dengan kompak Winda dan Natasya pun melihat ke arah ku.
" kok lama...??" tanya Winda sambil memegang gawai nya di tangan kanannya.
" iya nih..."
" gurunya killer..." jawab ku sambil tersenyum dan membetulkan tas yang ku kenakan.
" siapa...??" tanya Natasya sambil melihat ke arahku setelah membaca sesuatu dari gawai nya.
" itu lhoo..."
" tanyyaaa...!!" seru Winda dan Natasya bersamaan.
" anjim...!!" sambung ku kesal ke arah mereka berdua. Winda dan Natasya pun tertawa ngekek melihat ku dongkol.
__ADS_1
" awas yaa kalian berdua..!!" seruku sambil mengacungkan jari tengah ke arah kedua sahabat ku.
Winda dan Natasya pun masih tertawa karena sikap ku. bukannya kesal aku malah ikut tertawa dan mulai menggelitik pinggang Natasya.
kami bertiga pun tertawa saling bercanda satu sama lain. tak selang berapa lama Roby sudah berada di dekat kami bertiga.
" minggir..!" seru nya sambil memasang ekspresi wajah sok cool yang menjadi ciri khas nya. suasana yang ceria tadi langsung berubah dingin saat Roby datang.
" apaan sihhh..."
" gak jelas.." celetuk ku sambil memasang ekspresi jijik ke arah nya. seakan tau jika aku kurang nyaman dengan kehadiran nya, Roby pun hanya tersenyum sinis.
Roby kembali melihat ku dengan tatapan sok cool nya. sambil mendekatkan wajahnya, Roby mulai berbicara tentang taruhan yang kita sepakati sebelumnya saat di lapangan basket dulu.
" it's oke...!!"
" never mind...!!" seru ku sambil melotot ke arah nya, sebenarnya aku pun tak menyangka jika dia akan menagih janji dulu. tapi mau gimana lagi, janji tetaplah janji.
" nanti kuhubungi kamu..." sambung nya dengan suara ngebass khas dirinya. dengan senyum penuh kemenangan dia mulai meninggalkan kami bertiga. aku pun cuma bisa menyipitkan mataku sambil melihat nya berlalu pergi.
" kamu masih belum lunasi utang mu ke dia Marischka..?!" tanya Natasya penasaran.
" belum..." sambung ku sambil tersenyum sinis ke arah Natasya.
" jangan-jangan dia minta yang aneh sama kamu..." celetuk Winda.
" yee...!!"
" berani dia minta aneh-aneh ke aku..."
" ku potong dia punya..."
tepat sesaat sebelum aku menyelesaikan kalimatku, Winda pun menutup mulut ku dengan jari telunjuknya supaya aku tak melanjutkan kalimatku.
" ssttt..."
" gak boleh di teruskan.." serunya sambil tersenyum manja.
" nanti kena lembaga sensor.." sambung nya lagi, Natasya pun tertawa melihat tingkah kami berdua.
" dasar kalian yaa..." melihat ku yang masih setengah kesal Winda pun segera menghibur ku dengan mengajakku makan di kantin.
hehehe...
" udah lah, makan yuk..."
" lapar nihh..." ajak Winda sambil mengalihkan pembicaraan sambil merangkul pinggangku dan sedikit mendorong ku untuk segera berjalan.
" iya ayookk.." sambung ku dengan sedikit cemberut sambil mulai berjalan ditengah Winda dan Natasya.
" nah gituu..." jawab Winda cepat.
" aseekkkk..."
" makan lagii..." sambung Natasya penuh semangat.
kami bertiga pun mulai berjalan meninggalkan tempat kami berdiri dan segera menuju ke arah kantin yang letaknya tak terlalu jauh dari tempat kamu berdiri tadi.
#Author.
_to be continued
__ADS_1