Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Hari kosong di sekolah.


__ADS_3

mengingat jalan ke rumah Winda cukup mudah, aku pun tak sulit untuk menemukan rumah Winda berada.


" wueee...?!" seru Winda dari luar mobil yang juga terdengar oleh suaranya. aku hanya tersenyum dari dalam mobil melihat kehebohan Winda.


aku pun mulai keluar dari mobil Ferrari ku, kulihat mama Winda pun senyum-senyum sendiri melihat anaknya dijemput oleh seseorang yang datang dari kalangan berada.


" mobil siapa tuh...??" tanya Winda penasaran sambil mendekatkan dirinya ke arah ku yang berdiri di depan mobil.


" punya ayah ku.." seruku sambil sesekali melihat ke arah logo kuda jingkrak berwarna kuning di kap mesin.


" waaooww.."


" sugar daddy detected nihh..." goda Winda sambil tertawa kecil ke arah ku.


" yeee..." seru ku sambil mendorong tubuh Winda dengan pelan. mamanya Winda pun terlihat senang dengan kehadiran ku.


" nak Marischka udah sarapan...??" tanya mamanya Winda yang sedang berdiri di dekat pintu gerbang rumah nya.


" terima kasih banyak tante..." seru ku sambil tersenyum ramah ke mamanya Winda.


" tadi sudah sarapan sebelum berangkat..." sambung ku. mama Winda pun tersenyum mendengar penolakan halus dari ku.


tak selang berapa lama kakaknya Winda yang pertama keluar dari dalam rumah, dengan berpakaian kemeja putih dan celana kerja dia pun melihat aku dan Winda yang sedang berbincang sejenak.


" ma..., Kevin berangkat dulu..." seru kakaknya Winda sambil berjalan ke arah mamanya Winda dan mencium punggung tangan mamanya.


" iyaa..."


" hati-hati dijalan..." seru mamanya Winda sambil sedikit menepuk lengan atas Kevin.


" heem.." sambung kak Kevin.


" Win..., kakak berangkat dulu..." seru kak Kevin ke Winda yang sedang berdiri di dekat ku.


" owhh iyaa kak..."


" hati-hati..." seru Winda sambil melambaikan tangannya ke arah kak Kevin. sang kakak pun membuka pintu mobil dan segera memanaskan nya terlebih dahulu.


" kita berangkat juga yuuk..." ajak ku ke Winda.


" ayolah..." angguk Winda sambil berjalan kembali ke mamanya, tak lupa Winda minta restu terlebih dahulu ke mamanya.


" aku berangkat dulu ma..." seru Winda sambil mencium punggung tangan mamanya, pemandangan yang selalu membuat ku iri.


" tante..."


" ijin berangkat dulu..." sapa ku ramah sambil menundukkan kepala ku.


" iya sayang..."


" hati-hati dijalan ya.." seru mamanya Winda dengan ramah, aku hanya mengangguk tanda mengerti.


tak selang berapa lama, aku pun mulai masuk kedalam mobil berwarna merah itu. segera setelah itu aku menyalakan mesin mobil, Winda pun segera membuka pintu mobil ku dan masuk kedalamnya.

__ADS_1


" ayok..?" ajak ku sambil memegang gagang kemudi mobil Ferrari ku.


" let's go...!!" jawab Winda antusias. kami pun mulai berjalan meninggalkan kawasan perumahan tempat tinggal Winda.


kami berdua berjalan menuju ke sekolah, sebelumnya aku dan Winda menghubungi Natasya untuk bertemu di sekolah, namun karena suatu hal Natasya tidak bisa ikut kami untuk ke salon.


padahal sudah ke beri tahu jika nanti di sana aku yang akan bayar kan semuanya. namun entah kenapa Natasya gak bisa ikut kali ini, dia pun ijin tak masuk sekolah karena ada keperluan pribadi.


" menurut mu kemana Natasya Win..??" tanyaku basa-basi sambil fokus ke jalan.


" Halah paling dia jalan sama cowok nya.." sambung Winda yang terlihat cukup penasaran dengan interior mobil Ferrari ku.


" iya juga sih..."


" make sense..." jawab ku sambil tersenyum kecut.


didalam mobil kami pun bercanda satu sama lain, entah kenapa akhir-akhir ini hubungan persahabatan ku dan Winda makin erat aja. seringkali dia memberikan motivasi kepada ku dan kadang membuat ku nyaman jika ngobrol tentang keluh kesah ku selama ini.


kadang aku bandingkan dengan cara Natasya yang lebih kekanak-kanakan saat aku cerita tentang kehidupan ku yang kompleks. mungkin karena Winda datang dari status keluarga yang hampir mirip dengan ku.


...* * *...


tak terasa perjalanan sudah masuk di area sekolah yang cukup besar, mobil ku pun segera memasuki tempat parkir biasanya para guru memarkirkan mobilnya.


hari ini banyak siswa yang tak masuk ke sekolah, mungkin dikarenakan hari ini agenda nya cuma pengumuman libur semester dan beberapa ujian ulang untuk siswa yang nilainya merah.


" kok lumayan sepi yaa..??" tanya Winda sambil celingak-celinguk ke sekitar gerbang utama sekolah.


" habis mau gimana lagi..."


" iyaa juga sih.." seru Winda.


" ayolah yook..."


" kita lihat aja dulu sambil habiskan waktu.." seruku sambil mulai berjalan menuju ke arah lobi masuk sekolah kami.


Winda pun berjalan tepat di samping ku saat mulai masuk ke halaman sekolah. kami berdua berjalan menyusuri jalan menuju ke kelas kami di lantai tiga.


saat sampai di dalam kelas, ternyata hampir tak ada siswa di sana. yang ada hanya dua siswa siswi yang sedang bermesraan bersama pacar nya masing-masing.


duuhh...


gak ada tempat lain apa ya..


😑


aku dan Winda hanya saling menatap satu sama lain saat melihat kedua siswa itu bermesraan.


" cabut lah yuuk..."


" suasananya bikin eneg..." ajak Winda sambil melirik ke arah keduanya. segera setelah itu dia pun mulai berdiri dari bangku yang biasa kita duduki.


" ayolah..." sambung ku sambil ikut berdiri dan mulai berjalan meninggalkan kelas kami yang sepi melompong.

__ADS_1


aku pun berjalan disampingnya yang mulai menjauhi ruang kelas kami.


" kemana lagi...??" tanya ku sambil melihat kearah Winda di samping kanan ku.


" cari makan aja yuk.." sambung Winda dengan sedikit lemas gak semangat. aku pun juga merasakan hal yang sama dengan Winda, riuh sekolah seakan hilang saat semua siswa banyak yang tak hadir di sekolah.


" ayolah..." sambung ku sambil tersenyum. segera saja kami tentukan tujuan selanjutnya, apalagi kami berdua seakan tak tau lagi mesti ngapain lagi untuk menghabiskan waktu.


sambil berjalan ke kantin aku dan Winda pun melihat beberapa siswa yang datang ke sekolah hanya untuk berpacaran ria.


😑


" salon langganan mu jam berapa buka..?" tanya Winda sambil mengunyah potongan bakso di depannya.


" jam sebelas sepertinya..." jawab ku sambil menikmati makanan ku juga. Winda pun memasang ekspresi keheranan.


" biasanya aku kesana pas pulang sekolah sih.." sambung ku menjawab keheranan dari Winda.


" iya juga sihhh.." seru Winda sambil melihat ke arah ku.


" owhh iyaa..."


" tumben sekali kau ajak aku nyalon..??" tanya Winda penasaran. aku pun sempat berpikir untuk berbohong ke Winda karena akan menghadiri acara pernikahan kakaknya Roby di Jakarta.


" aku besok ada acara..." jawab ku ragu.


" acara apa..?" tanya Winda lagi, kali ini ekspresi nya lebih penasaran.


" pernikahan kakaknya Roby di Jakarta..." jawab ku sambil melirik ke arah Winda yang sedang menyeruput kuah bakso.


" hah..?" seru Winda kaget dan membuat nya tersedak karena pernyataan dari ku.


uhuk..uhuk...


dengan segera Winda meminum air putih botolan yang ada di sebelah kirinya.


" nah kaann...??"


" aku yakin pasti kamu akan kaget Win..." sambung ku sambil menyodorkan tisu ke arah nya.


" iyalah..."


" siapa coba yang gak terkejut..." seru Winda dengan memasang ekspresi tak percaya.


" maksudnya...??" tanyaku sambil melihat kearah Winda yang masih memasang ekspresi tak percaya.


" kau dan Roby kan kayak minyak sama air aja di kelas..." sambung Winda dengan sedikit ngegas.


" kok tumben sekali kau mau diajak Roby kencan lho..??" sambung Winda lagi.


" haahh...??"


" kencan apaan sihhh...??" tanyaku balik yang kali ini lebih ngegas dari Winda tadi.

__ADS_1


#Author.


_to be continued.


__ADS_2