Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Asisten ku bernama Liu bei Fei


__ADS_3

hari Jumat ini seperti biasa aku meski mengunjungi cabang hotel kami di berbagai tempat.


kebetulan hari itu adalah tanggal merah dan menjadi kesempatan ku untuk terbang ke Bali dan mengunjungi cabang hotel kami yang di sana.


di Bali terdapat setidaknya tiga cabang hotel kami di sana.


maklum destinasi wisata di pulau Bali sangat lah beragam dan mampu menarik ribuan wisatawan baik dalam maupun wisatawan luar negeri.


pada hari sebelumnya, aku konfirmasi ke kepala asisten rumah tangga kami yang berada di mansion untuk segera mempersiapkan pesawat pribadi milik keluarga kami.


selepas pulang dari sekolah, ku putuskan untuk langsung pergi ke bandara.


mobil Rolls-Royce Phantom biru silver sudah terparkir rapi di seberang jalan depan gerbang sekolahku.


segera saja aku berjalan menuju mobil yang telah terparkir, sesekali terlihat anak-anak di sekolah menyapaku, walaupun aku tidak terlalu mengenal mereka.


paling mereka lah yang mengenal ku dari kemewahan dan fasilitas yang sering ku perlihatkan.


setelah melewati gerbang utama sekolah ku,


nampak dua orang bodyguard berpakaian lengkap menyambut ku, segera saja mereka membuka kan pintu mobil untuk ku.


" selamat siang nona muda.." sapa salah satu dari mereka.


aku hanya tersenyum melihat para bodyguard ku, dengan segera aku masuk kedalam mobil yang sudah terbuka pintu nya.


dan tanpa dikomando para bodyguard tersebut menutupkan pintu mobil untuk ku.


para bodyguard tersebut juga segera memasuki di pintu depan mobil dan menyalakan mobil untuk sekedar memanaskan mesin mobil kami.


satu bodyguard bertugas menyopir mobil kami dan satunya memberikan laporan mingguan tentang hotel yang sedang ku kelola.


"Ini laporan yang anda minta sebelumnya nona muda.." serunya salah satu bodyguard sambil membalikkan badannya dan mengulurkan beberapa halaman kertas laporan kepadaku.


"terima kasih pak.." seruku sambil menerima kertas-kertas itu.


ku lihat dengan sekilas kertas-kertas tersebut dan ku letakkan di pangkuan ku


"oke.., Good job.." sambung ku dengan nada serius.


" baik pak.."


" segera kita berangkat saja ke bandara.." sambung ku ke bodyguard yang bertugas menyopir.


" baik nona muda.." jawab bodyguard yang bertugas menyopir tadi, mobil kami berjalan dengan sedikit pelan saat keluar dari lingkungan sekolah.

__ADS_1


ku sempatkan melihat beberapa siswa yang masih berada di jalan lingkungan sekolah ku, ternyata banyak anak yang membawa mobil ke sekolah.


baik mobil sport maupun mobil keluarga mereka hanya sekedar untuk mejeng dan gengsi diantara para siswa.


...* * *...


mobil kami berjalan dengan sedikit cepat kali ini, namun lagi-lagi terjebak macet di sekitaran ibu kota.


perjalanan dari Bogor ke bandara Halim Perdanakusuma membutuhkan waktu sekitar dua jam-an.


dalam perjalanan menuju ke bandara jalanan terlihat macet parah, efek long weekend dan jam pulang kantor.


sedari tadi aku diam saja sambil memainkan gawai ku, tidak lupa pula aku mengecek ulang beberapa laporan hotel yang ku kelola.


ku perhatikan dengan serius laporan yang di buat oleh manager hotel kami di seluruh negeri.


dengan teliti ku lihat angka-angka yang rumit sambil mencari apakah ada kesalahan yang para manajer ku buat.


tak terasa mobil sudah memasuki gerbang khusus di terminal keberangkatan bandara Halim Perdanakusuma.


segera saja ku berjalan menuju gate khusus bandara, dan menaiki mobil khusus menuju apron sebelah selatan tempat parkir pesawat pribadi milik keluarga Kartika.


dengan berkacamata warna ungu dan berbingkai emas produksi rumah mode Luis Vuitton, ku lihat kiri kanan jalanan yang terbuat dari beton.


akhirnya kami pun tiba di barisan parkir pesawat pribadi, disitu terdapat beberapa pesawat pribadi yang ukurannya tidak lebih besar dari pesawat komersial.


sesampainya didepan tangga naik pesawat, ku melihat asisten pribadi ku yang bernama Liu bei Fei.


dengan sangat antusias dan senang saat melihat kehadiran asisten Liu yang berada disana.


memang beberapa Minggu ini asisten Liu pergi karena ada urusan yang penting di Belanda.


ternyata dia pergi ke Den Haag untuk menemani ayahku rapat di dewan arbitrase internasional disana.


dengan senyum khasnya dia membuka kan pintu mobil, menyambut ku dengan hangat.


" Astaga asisten Liu..., "


"kenapa tidak memberi tahu ku jika kamu sudah kembali dari Den Haag..?" sahut ku antusias sambil menempelkan kedua pipi kami.


" maafkan saya Nona muda.."


" jika kedatangan ku mengagetkan anda.." jawab asisten Liu sambil memegang kedua tangan ku dengan hangat.


" awalnya tuan besar tidak mengijinkan ku untuk kembali ke Indonesia,"

__ADS_1


" namun setelah berdiskusi dengan beliau, dan ku utarakan keinginan hamba untuk selalu bisa mendampingi anda, tuan besar memberikan ijin.." sambung nya sambil tersenyum manis khas dirinya.


aku sangat senang dengan perkataan asisten Liu.


" aku mengerti perasaan mu.." jawab ku sambil memegang kedua tangan nya balik.


tidak selang beberapa lama bodyguard lainnya membisikkan ke asisten Liu untuk memberi tahu jika pesawat sudah siap untuk take off.


aku yang mengetahui kode yang biasa nya para bodyguard kami isyarat kan, coba untuk menerawang dan menebak apa yang mereka kode kan.


" sudah siap semua nya..??" tanyaku ke arah asisten Liu dan bodyguard itu sambil tersenyum.


" sudah nona muda.." sambung asisten Liu dengan tersenyum manis khas dirinya.


...* * * ...


asisten Liu sangat lah spesial untuk ku, dari umur tujuh tahun kami sudah tumbuh bersama-sama.


maklum untuk keluarga besar seperti kami keamanan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi, walaupun umurku masih kecil tidak ada pengecualian.


namun hubungan ku dan asisten Liu lebih dari sekedar hubungan majikan dan bawahnya.


umur kami berdua hanya lah berselisih setahun saja, menjadi kan aku dan asisten Liu dekat bagaikan saudara.


semenjak aku ditinggal pergi ibuku saat masih kecil aku menjadi lebih pemurung dan anti sosial.


hal itu juga didukung dengan seringnya aku ditinggal pergi ayah untuk mengurus pekerjaan nya yang tidak ada henti-hentinya.


hal itu membuat ku kadang merasa kesepian, terlebih dengan tidak nya sosok ibu yang mendampingi ku waktu aku masih kecil.


namun keberadaan asisten Liu sangat membantu ku, dia selalu mengisi hari-hari ku yang terasa sepi, tidak segan dia menemani ku dalam bermain dan belajar hal-hal baru.


di usianya yang masih tergolong muda, asisten Liu sudah mampu menguasai berbagai ilmu bela diri.


sabuk hitam Dan satu Jujiitsu, serta sabuk hitam Taekwondo dan Karate, belum lagi ilmu dan teknik tentang penggunaan senjata baik senjata api maupun senjata tajam.


semua hal tersebut yang selalu membuat ku selalu kagum akan dirinya.


sebagai bagian dari tugas nya, asisten Liu di tempatkan di sekolah yang sama dengan diriku.


namun selisih umur kami yang beda setahun membuat asisten Liu dan aku berada di kelas yang berbeda, jadi dia menjadi senior di sekolah ku.


# Author


_to be continued

__ADS_1


__ADS_2