Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Kerja sama.


__ADS_3

Roby yang berhasil membuat poin untuk team, sudah kembali ke area pertahanan kami. dia mulai memimpin lagi strategi yang dipikiran olehnya.


lagi-lagi Mario mencoba membongkar pertahanan kelas kami, dia mulai men-drive bola melewati satu dua pemain kami dengan mudah. lalu Mario berusaha alley-oop di bawah ring kami.


melihat Mario yang sudah berhasil mendekat kan bola basket itu dekat dengan ring kami, Roby dengan cepat melompat lebih tinggi daripada Mario dan berhasil menepis bola itu menjauh dari ring kami.


" waaaoooowwwww...!!!" komentator berdecak kagum dengan upaya Roby yang berhasil menghalau bola Mario.


terlihat Mario pun seakan tak percaya jika usahanya berhasil digagalkan oleh Roby. dengan santai Roby mengatur kembali posisi teman-teman untuk bertahan.


" good game Roby..!!" seru Fitra sambil menepuk tangan Roby.


" oke kita mainkan tempo ini dulu..."


" quarter kedua kita tunjukkan kekuatan asli kita..." seru Roby dengan serius dan terlihat fokus ke arah Mario.


permainan kembali dilanjutkan dengan posisi team kami yang masih bertahan, terlihat ketahanan fisik teman sekelas ku benar-benar diatas normal. mereka masih sanggup untuk bertanding di level permainan yang ketat.


berkali kali serangan Mario berhasil mereka bendung, padahal terlihat jelas perbedaan permainan kelas Mario.


priiittt..!!!


quarter pertama telah berakhir, dengan keunggulan poin kami 15-6 dari kelas Mario. kulihat Roby cukup puas dengan pertahanan kami, di tempat duduk cadangan team kami, Roby terlihat mengatur team supaya tetap dalam performa yang diinginkan nya.


sementara itu, Natasya yang sedang asyik menyaksikan permainan Mario dan Roby di lapangan basket tadi terlihat tersenyum-senyum sendiri. baginya pertarungan mereka berdua seperti pertarungan yang dua orang pangeran yang sedang memperebutkan seorang putri cantik.


" duh enaknya bisa diperebutkan dua cowok idaman seperti Mario dan Roby..??" seru Natasya sambil melirik ku dan tersenyum. ternyata Natasya memperhatikan Roby yang tengah berjuang di lapangan, Natasya tau jika aku sempat kagum dengan Roby apalagi dia tau kalau Mario suka kepada ku.


idiiihh...!!


aku hanya memasang ekspresi marah saja sambil melirik kearah Natasya yang berada di samping ku. namun dia hanya diam saja dan seakan merasa tak bersalah, Winda yang ikut mendengar kata-kata Natasya pun terlihat bingung dan melihat ke arah Natasya. ternyata Winda pun ikut penasaran.


" ada apa nih sayy...??" seru Winda seakan mengikuti ibu-ibu komplek yang suka bergosip.


" idiiihh...??"


" makin gila nih anak..??" seru ku sambil memasang ekspresi wajah yang aneh sambil melihat ke arah Winda.


" apaan sih...??"


" orang aku mau bergosip sama cewek disamping mu yee..??" balas Winda sambil melihat ke tempat Natasya duduk. setali tiga uang, Natasya pun tertawa kecil melihat tingkah Winda yang aneh.


aku hanya mendengus kesal saja melihat sikap Winda dan Natasya. aku pun berdiri dan mempersilahkan Winda untuk bergeser ke samping tempat duduk Natasya.


" geser sana tukang gosip..!!" seru ku sambil berdiri dan memukul pelan lutut Winda, dia pun hanya tertawa melihat ku yang dongkol.


tak terasa quarter kedua sudah akan dimulai, wasit segera meniup peluit tanda quarter kedua akan dipertandingkan. Roby dan kawan-kawan pun segera menuju ke sisi lapangan sebelumnya.


" mau taruhan Marischka..??" tanya Winda dengan tiba-tiba, dia tau aku sedang melamun dan tak fokus.

__ADS_1


" iyaa...??"


" gimana..., gimana...??" tanyaku dengan cepat, namun aku ketahuan oleh mereka berdua saat sedang melamun gak jelas.


" isshhh....!!"


" kau ini..??" tanya Winda sambil menepuk pundak ku.


" sedang ngelamunin apa sih..??" sambung Winda lagi sambil melihat ke arah wajahku. aku pun hanya tersenyum melihat Winda, seakan bingung harus berkata apa.


" gak ada apa-apa kok..." jawab ku sambil tersenyum saja dan melihat Winda. aku pun kembali fokus dari lamunan ku, terdengar gemuruh penonton yang mulai riuh.


ternyata perolehan poin kelas Mario sudah mendekati perolehan poin kelas kami, Roby kembali mengatur strategi yang efektif untuk membendung permainan team Mario yang terlihat sudah lebih baik.


" Fitraa...!!"


" kau halangi si nomor empat yaa..!!" seru Roby sambil menunjuk ke arah si nomor empat yang sedang mencari celah pertahanan kami.


" beress..!!" seru Fitra sambil terus memantau pergerakan tanpa bola si nomor empat. Roby sendiri langsung berhadapan dengan Mario one by one supaya Mario tidak leluasa mengobrak abrik pertahanan kelas kami.


walaupun rata-rata pemain kami tidak terlalu jago dalam bermain basket, namun fisik dan ketahanan mental mereka diatas rata-rata. dan semenjak kedatangan Roby kami berhasil memanfaatkan keunggulan kelas dengan maksimal.


yaahh.., Roby itu tipikal seorang pemimpin..


instruksi yang Roby berikan sangat mudah dipahami oleh teman-teman yang sedang bertanding. karena itulah Roby bisa dengan cepat mendapatkan kepercayaan dari teman lainnya.


priiittt..!!!


peluit panjang tanda pertandingan quarter kedua telah berakhir, semua team kembali ke tempat nya masing-masing.


" okee..."


" permainan yang bagus..!!" seru Roby sambil menepuk bahu dan tangan teman-teman.


tampaknya permainan kelas kami cukup bagus, namun masih belum bisa melepaskan diri dari tekanan kelas Mario. Roby pun duduk dan sedang berpikir untuk mencari solusi yang tepat.


" gimana..??" tanya ku cepat. kali ini aku sudah berada di dekat bangku cadangan team basket cowok bersama Winda, Natasya, dan Mak Nyak. semua pemain melihat ke arahku dengan sedikit terkejut.


" akhirnya kamu turun yaa..?!" seru Roby dengan suara ngebass yang terdengar dingin.


" iyalah..!!"


" kalau kau kalah, aku nanti yang kerepotan.." seru ku yang kali ini berdiri tepat di depannya dan memberikan air isotonik favorit ku dari dalam tas jinjing merah.


" makasih...!" seru Roby sambil menerima minuman isotonik dari ku.


" jadii...??"


" apa rencana mu untuk menghadang Mario..?" tanyaku serius sambil melihat kearah Roby yang kali ini mulai berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


" gak adaa..."


" cukup fokus aja sama tunggu kesempatan.." seru Roby dengan serius dan menatap ke mata ku dengan dalam.


" apaan sih..??" seru ku sambil membuang muka ke arah lainnya. kebetulan saat membuang muka aku lihat Winda dan Natasya sedang asyik mengobrol dengan Fitra.


" jadi...!!"


" kamu pasrah setelah kekalahan mu kemarin..??" tanya Roby dengan nada ngebass nya yang terdengar berwibawa.


" mau gimana lagi..."


" fakta gak bisa dirubah.." sambung ku sambil berjalan dan duduk di tempat Roby duduk tadi.


kali ini aku hanya bisa pasrah saat Roby berhasil membawa team kelasnya menuju ke final.


" okee..."


" akan ku menangkan pertandingan ini.." seru Roby dengan penuh keyakinan. aku hanya bisa tersenyum dengan perasaan penuh kekalahan.


melihat raut wajah ku yang terlihat kecewa dengan hasil kemarin, Roby pun terlihat lebih menahan diri untuk bicara tentang kekalahan ku kemarin.


" kau kenapa...??" tanya ku dengan memasang ekspresi muka heran karena melihat reaksi ku tadi.


" kalau kau iba dengan pertandingan ku kemarin.."


" mending kau cari hal lainnya..!" seru ku yang malah terkesan jengkel dengan ekspresi Roby.


" aku gak butuh iba mu.." sambung ku sambil menghentakkan kedua kakiku dan berdiri. aku pun sekilas melihat mata Roby dan berlalu menuju ke tempat Natasya dan Winda berdiri bersama Fitra.


" gimana Winn..??" tanya ku yang sedikit mendengar kata-kata Winda dan berusaha untuk membaur bersama mereka.


" apanya..??" tanya Winda balik.


" emang apaan sih..??" jawab ku cepat.


" yeeeee, gak jelas..!!" sambung Natasya sambil berusaha meraih wajah ku, namun berhasil ku hindari tangan Natasya.


priiittt...!!!


peluit panjang pertandingan quarter ketiga pun telah dibunyikan, tampak mereka kali ini lebih rileks menuju ke tengah lapangan pertandingan.


" aku akan memenangkan pertandingan kali ini untuk kamu...!!" seru Roby yang tengah berkumpul di gerombolan aku Winda dan Natasya.


ciieeeee...!!!


#Author.


_to be continued.

__ADS_1


__ADS_2