
pertandingan persahabatan sudah memasuki quarter terakhir, namun tekanan hebat yang team kami dapat dari team basket Roby membuat kerepotan Mario dan kawan-kawan.
permainan Roby memang menjadi pembeda antara team kami dan team lawan, tampak Mario kewalahan menghadapi Roby.
kulihat Mario begitu kesusahan, aku jadi merasa kasian melihat dia berjuang begitu keras.
" Nat..,"
" hmmm..??" jawab Natasya dengan nada yang sedikit lemas.
" kasian Mario ya..."
" dia terus berjuang walaupun sudah tau kalau dia bakal kalah dengan telak..." sambung ku dengan iba.
Natasha melihat ke arah ku sambil tersenyum,
" itulah Mario..."
" seakan dia tidak tau saat nya untuk berhenti.." seru Natasya yang kembali melihat ke arah Mario dengan rasa iba.
mendengar kata-kata Natasya aku selalu berfikir mungkin kah Natasya menyukai Mario...??
priittt.....
suara peluit dengan keras telah berbunyi, menandakan pertandingan persahabatan telah selesai, dengan hasil team sekolah kami kalah dengan skor yang cukup mencolok.
ku lihat banyak siswa yang juga mulai meninggalkan tribun penonton, aku dan Natasya pun mulai berdiri dan berjalan meninggalkan aula.
" kita balik yuk Nat.." seru ku, namun Natasya terlihat sayu pandangan nya.
sebelum meninggal kan tribun penonton ku perhatikan lagi para pemain team basket sekolah kami berkumpul dan bercanda dengan cewek-cewek cheers.
dasar cowok.., kalau ada cewek bening sedikit aja manja nya minta ampun..
namun Mario saja yang terlihat duduk dengan lesu dan tak bertenaga.
saat akan kembali ke arah pintu keluar, Mario pun melihat ke arah ku dan Natasya berjalan, kami sudah dekat dengan pintu keluar aula sekolah namun Mario hanya menatap kami saja.
" Marischka nanti kalau pulang aku nebeng ya.." seru Natasya.
" gampang..,"
saat kami berdua sudah berada di depan pintu masuk ternyata ada Roby sendirian dan sudah berdiri di sana.
" lama sekali..??" seru Roby,
aku kaget saat melihat Roby berdiri di depan pintu, aku tak menyangka kalau dia menunggu ku.
" kamu...??"
" ngapain kau masih disini..??" sambung ku dengan sewot
Natasya yang sedang memegang lengan ku hanya diam melihat Roby dan aku.
" nungguin kamu.."
" haahhh...??" sambung ku dengan sedikit heran.
" aku mau mengajak mu makan..,"
" yaa..., hitung-hitung perayaan kemenangan team ku atas sekolah mu.." sambung Roby dengan muka yang sok cool.
" idih..., gak jelas nih cowok..," seru ku sambil menunjuk jari ku.
" emang kamu siapa, kenal aja enggak..!!" sambung ku dengan sedikit lebih serius.
__ADS_1
" lhaa.., kan kita ketemu di Bali kemarin.." sambung Roby masih dengan gaya sok ganteng nya.
nih anak makin gak jelas ya..,sok akrab pula dengan ku..
" haahhh..??"
" gitu aja kau sudah merasa akrab sama ku..??" sambung ku dengan keheranan.
melihat ku berdebat sama Roby, Natasya pun hanya diam keheranan.
" sudah lah ayo kita pergi Nat..!" seru ke sambil mulai berjalan lagi meninggalkan Roby.
" tunggu...!!" sambung nya sambil dia memegang tas ku dan tidak membiarkan ku pergi dari hadapan nya.
aku menjadi naik pitam saat tas ku di tarik Roby dengan sedikit memaksa.
" lepaskan_..., tas_.. ku sekarang juga..!!" seru ku dengan mengancam Roby.
" atau..," ku balikkan badan dan melihat dia dengan penuh ancaman.
mendengar ancaman ku Roby bukannya takut malah semakin menggoda ku, dia pingin tau sampai mana keberanian dan ketegasan ku.
" atau apa..??" sambung Roby tetap dengan nada yang lebih memprovokasi.
belum lama setelah Roby berhenti bicara
' plakk...!!'
bunyi keras tamparan dari tangan kananku dengan telak mendarat di pipi kirinya.
aku yang sudah berada di amarah yang paling puncak karena sikap Roby, menjadikan ku tidak bisa mengontrol lagi tindakan dan sikap ku.
setelah menerima tamparan tadi, Roby terlihat seakan tidak percaya dengan tindakan ku.
muka Roby sudah berubah merah seperti kepiting rebus.
" kenapa..??"
" tidak terima dengan tamparan ku..?" sambung ku dengan emosi.
namun Roby hanya diam saja, walaupun aku tau jika dia tidak menerima apa yang ku lakukan barusan.
" ada apa Marischka..?" seru suara laki-laki dari belakang Roby dengan aura marah.
aku tidak sadar jika Mario sudah berada di belakang Roby.
" ku lihat kamu menggoda cewek ku ya bro.." sambung Mario lagi.
kini Mario dan Roby saling bertatap muka dengan aura yang panas dan penuh kemarahan.
Roby hanya diam dan tersenyum saja saat mendengar kata-kata Mario, namun dia tau jika dia berada di tempat yang salah.
untuk menghindari konflik dengan Mario, Roby memilih untuk mengalah dan berangsur meninggalkan Mario yang masih terlihat marah.
" heehh..., cewek gorila.." sambung nya lagi, dia mulai beranjak pergi dari tatapan mata Mario dan berjalan ke arah ku berdiri.
" akan ku ingat peristiwa ini.." seru Roby dengan membisikkan kata-kata saat akan pergi meninggalkan kami bertiga.
aku memilih diam supaya tidak memperkeruh suasana yang sudah panas.
Natasya hanya diam melihat ekspresi ku dan Mario yang sama-sama sedang marah.
...* * *...
aku dan Natasya sudah berada di sekitar parkiran mobil dan motor yang berada di dekat gerbang utama.
__ADS_1
" kau masih marah Marischka..??" tanya Natasya dengan sedikit khawatir.
" aahh..., tenang aja Nat..,"
" hal kecil seperti tadi sudah tidak asing bagiku.." sambung ku sambil tersenyum ke Natasya.
Natasya pun hanya tersenyum melihat perasaan ku sudah membaik, kami berdua berjalan santai menuju keluar gerbang sekolah.
namun ternyata di depan pintu gerbang sudah ada yang menunggu kami, sekumpulan cewek cantik anggota cheers sekolah kami.
" wah-wah.."
" ada cewek penggoda Mario nih..!!" seru salah cewek cantik yang bernama Dian.
Dian ialah cewek cantik anggota cheers sekolah, namun mulutnya yang licin membuat banyak siswa yang tidak menyukainya.
aku hanya diam dan tersenyum sinis saat mendengar kata-kata Dian.
" apa urusanmu Dian..," jawab Natasya dengan nada yang tinggi.
" heehh..., kau diam saja ya..!!"
" kau gak ngerti urusan nya.., mending kau tutup mulut mu.." seru Dian sambil mendekatkan dirinya ke Natasya, sehingga membuat Natasya sedikit terdorong ke belakang.
dengan sigap aku tahan tangan kanan Dian supaya tidak terlalu mendesak Natasya lagi.
" apa mau mu..??" sambung ku sambil melihat tajam ke mata Dian.
Dian yang melihat ke arah ku merasakan jika aku tidak main-main, tangan nya ku cengkram dengan kuat sehingga dia sedikit kesakitan.
" aduh..., lepaskan tanganku Marischka..!!" sambung nya, tangan Dian kini memegang tangan ku sambil berusaha melepaskan cengkraman ku.
namun aku yang diselimuti kemarahan dari tadi membuat Dian dengan kesusahan melepaskan tangan ku.
" hentikan itu Marischka..!!" sambung suara cewek cantik dari belakang kerumunan anggota cheers sekolah.
kulihat ke arah suara itu berasal dan tersenyum kecut saat melihat siswa yang berbicara tadi.
" oh.., tumben kau bicara Giselle..??" sambung ku sambil melepaskan cengkraman tangan ku dari Dian.
Dian hanya mengelus melihat apakah ada luka di lengan yang ku cengkram dengan keras tadi.
" setahuku biasanya kapten cheers kita ini tidak terlalu banyak bicara.." sambung ku sambil melihat dengan tajam ke Giselle.
namun Giselle hanya tersenyum dan melihat ku dengan tatapan mata yang tajam dan terlihat mengintimidasi.
...* * *...
yupz..
ku ceritakan dulu yang namanya Giselle.
perkenalkan dia adalah Giselle Anastasia, cewek tercantik dan paling populer di sekolah kami.
dia juga salah satu putri dari keluarga kaya raya asal Jakarta, sejak kecil dia sudah sering mengikuti berbagai kegiatan modeling.
sehingga dengan mudah menjadi populer di kalangan siswa tidak hanya itu sifat nya yang sempurna membuat nya mudah untuk diterima di kalangan guru.
walaupun demikian dia juga mengidolakan Mario yang menjadi teman nya dari kecil, sehingga membuat Giselle terlihat terlalu terobsesi dengan Mario.
siapapun cewek yang mendekati Mario akan menjadi lawannya Giselle, sehingga tidak ada cewek yang berani mendekati Mario.
# Author.
_to be continued
__ADS_1