
adzan subuh terdengar jelas di sekitar lingkungan rumah Natasya. aku pun sudah terbangun dari tidurku.
pada jam-jam segini aku memang terbiasa untuk bangun subuh, kulihat Natasya masih tidur dengan nyenyak nya.
aku mencari gawai yang dari kemarin malam belum ku sentuh sama sekali. dengan segera aku menelpon nomor asisten Liu.
suara berdengung terdengar dari gawai ku, tak selang berapa lama asisten Liu mengangkat telpon dari ku, nampak nya dia baru bangun dari tidurnya.
📞 " asisten Liu.." seru ku dengan nada pelan supaya Natasya tidak terganggu tidurnya.
📞 " ya nona muda..??" jawab asisten Liu dengan suara yang berat tanda dia masih mengantuk.
📞 " nanti tolong jemput di rumah Natasya jam setengah enam ya.." sambung ku pelan.
📞 " baik nona muda.." jawab asisten Liu dengan lebih serius.
📞 " sama sekali bawakan baju seragam sekolah ku.." seru ku lagi.
📞 " baik nona muda.."
📞 " ada tambahan lagi nona muda..??" tanya asisten Liu dengan serius.
📞 " untuk sekarang itu saja.." jawab ku dengan nada yang lebih serius.
📞 " jangan sampai telat ya..!!" sambung ku lagi.
📞 " baik nona muda.." jawab nya dengan cepat.
📞 " oke..!" dengan segera aku menutup telpon asisten Liu.
kini aku rebahkan tubuhku lagi, dan memainkan gawai yang ada di tangan ku. terdengar suara orang memasak di dapur, sehingga membuat ku penasaran.
kebetulan aku ingin ke kamar mandi, namun kulihat Natasya masih tidur saja. akhirnya aku memberanikan diri untuk ke kamar mandi yang berada di belakang rumah.
aku mulai keluar dari kamar Natasya dan berjalan ke kamar mandi yang ada di belakang rumah. kulihat ada ibu Natasya yang sedang memasak untuk sarapan keluarganya.
" selamat pagi tante..!" sapa ku ke arah ibu Natasya yang sibuk menggoreng lauk untuk sarapan nanti.
" owh..?!"
" selamat pagi nak Marischka..!" jawab ibu Natasya dengan ramah.
" lagi goreng apa tante..?" tanyaku sambil sedikit mendekat ke ibu Natasya.
" biasa..., ayam goreng kesukaan anak-anak." jawab ibu Natasya tetap dengan senyum ramahnya.
" emm.." angguk ku tanda mengerti.
" maaf tante, saya ijin ke kamar mandi dulu ya..." sambung ku sambil tersenyum dan mulai berjalan ke kamar mandi yang berada di dekat dapur.
dengan segera aku pergi ke kamar mandi dan melakukan aktifitas yang ku tahan dari tadi di sana.
setelah selesai, aku segera kembali ke kamar Natasya dan istirahat lagi. kumainkan gawai ku kembali sambil menunggu waktu untuk mempersiapkan kembali ke sekolah.
__ADS_1
kulihat Natasya masih tidur dengan nyenyak nya, dengan reflek aku ganggu tidur nya supaya dia cepat bangun.
nih anak kuat banget tidurnya..
kuambil bantal ku dan dengan segera kupukul Natasya biar cepat bangun.
" bangun sleeping beauty..!!" seru ku sambil memukul bantal yang ku pegang ke tubuh Natasya. namun pukulan ku seakan tidak berarti apa-apa untuk membuat nya bangun.
" woii...!!, banguunnn..!!" seruku, kali ini sambil menindih tubuh Natasya dan meniupkan udara di kuping nya.
" anjiirrr..!!"
" geli Marischka..!!" jawab Natasya dengan sedikit teriak, hal itu membuat ku sedikit kaget.
kulihat ekspresi Natasya membuat ku tertawa dengan lepas. namun hal itu justru membuat Natasya jengkel dan membalas ku dengan memukul bantal yang dipakainya ke arah ku.
kami berdua pun bercanda lagi di pagi hari. akhirnya Natasya sudah kembali 'normal' dan segera bangun untuk membantu ibunya mempersiapkan sarapan.
...* * *...
setelah aku dan Natasya selesai mandi, kami pun pergi ke ruang makan keluarga Natasya untuk segera sarapan pagi. saat kami mulai sarapan, mobil Rolls-Royce jemputan kami sudah datang.
" siapa tuh yah..?!" tanya ibu Natasya ke arah Natasya.
ting...tung....
bunyi bel rumah Natasya berbunyi menandakan jika ada tamu yang berkunjung.
" iyaa..!!" teriak ibu Natasya sambil berdiri dari tempat duduknya dan segera keluar untuk mendatangi tamu yang sudah menunggu.
" asisten mu kali Marischka..?!" sambung Natasya sambil melihat ku.
" maybe..?!" jawab ku santai.
tak selang beberapa lama ibu Natasya masuk dengan asisten Liu berjalan di belakangnya.
" nak Marischka ada tamu untuk mu..!" seru ibu Natasya ke arah ku.
" iya tante..!" jawabku sambil berdiri dan berjalan ke tempat asisten Liu berdiri.
asisten Liu datang ke rumah Natasya sambil membawa kan baju seragam sekolah yang ku pesan tadi pagi. dengan segera dia memberikan baju seragam yang sudah siap kepada diriku.
" Nat.., aku ganti baju sebentar ya..!?" seru ku ke arah Natasya yang masih duduk di kursi makan.
" oke..!!" jawab Natasya dengan cepat.
aku segera masuk ke dalam kamar Natasya yang berada di depan. asisten Liu mengikuti ku dari belakang bersiap jika ada yang kuinginkan lagi.
...* * *...
setelah semua siap aku segera keluar dari kamar Natasya dan menghampiri asisten Liu yang sedang mengobrol asyik dengan Natasya.
asisten Liu memang senior kami di sekolah, namun ternyata dia cukup populer di sekolah kami. banyak siswa yang kenal reputasi asisten Liu, baik tentang kepintarannya, kecantikannya, maupun prestasi yang dia capai. tak heran Natasya selalu penasaran dengan sosok asisten pribadi ku itu.
__ADS_1
" sudah nona muda..?" tanya asisten Liu ke arah ku.
" ayo..!!" ajak ku sambil melihat Natasya yang juga sudah siap berangkat ke sekolah.
dengan segera kami bertiga pamit untuk berangkat ke sekolah. Natasya berangkat ke sekolah bersama kami. Diana yang satu jalan ke sekolah, sekalian juga ku ajak berangkat.
adik perempuan Natasya yang biasanya berangkat ke sekolah bersama-sama pun akhirnya memutuskan untuk ikut sekalian bersama rombongan kami.
" pak..!!"
" Diana biar berangkat ke sekolah bersama kami..!!" seru Natasya.
" gak ngrepotin nak Marischka..??" tanya bapak Natasya dengan sedikit gak enak.
" Ndak apa-apa kok pak..!!" jawab ku sambil tersenyum manis.
" asyiiik..!!!" seru Diana dengan antusias saat mendengar dia akan ikut ke sekolah naik mobil mewah.
setelah selesai semua kami pun pamit ke orang tua Natasya. tidak lupa Diana dan Natasya mencium punggung tangan bapak dan ibunya.
asisten Liu duduk di depan bersama sopir kami, sedangkan aku Diana dan Natasya berada di bangku belakang.
mobil segera berjalan ke arah sekolah SMP Diana yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. setelah sampai Diana pamit ke diriku dan berterima kasih atas tumpangannya.
" terima kasih kak Marischka..!!" seru Diana dengan antusias dan terlihat bahagia. aku pun hanya tersenyum manis ke arahnya.
tak selang berapa lama Diana juga pamit ke Natasya kakaknya. segera setelah itu Diana masuk ke gerbang sekolah SMP negeri yang cukup terkenal itu.
mobil kami berangsur meninggalkan SMP tempat Diana sekolah, kini kami dihadapkan jalanan macet khas kota besar. waktu yang biasanya Natasya tempuh cukup singkat, kini harus dia tempuh dengan waktu yang lebih lama.
setelah sampai di gerbang sekolah, ternyata kemacetan membuat kami hampir saja telat untuk masuk.
fiuuhh...!
" hampir saja kita telat Nat..!" seru ku ke Natasya yang kini ku gandeng tangan nya. kami bertiga sedikit berlari kecil tadi, takut jika akan telat masuk.
" iya nih..!"
" beda kalau naik motor.., bisa selap-selip cari celah.." jawab Natasya dengan sedikit masih ngos-ngosan nafasnya.
aku hanya mengangguk kan kepala tanda setuju apa yang Natasya katakan. asisten Liu juga minta ijin pamit untuk kembali ke kelasnya.
" maaf nona muda..!"
" saya ijin masuk kelas dulu..!?" sambung asisten Liu sambil menunjuk ke kelasnya yang berada di arah yang berlawanan.
" oke..!" jawabku cepat. asisten Liu dengan sedikit lari, segera bergegas menuju ke kelasnya.
" ayolah Nat.., kita telat nih..!!" sambung ku sambil melihat ke arah Natasya.
" gass keun..!!" jawab Natasya cepat.
Dengan segera kami berdua pun sedikit berlari ke arah kelas kami.
__ADS_1
# Author.
_ to be continued