
" yang mana..??" tanyaku sambil melihat soal ujian nya.
" yang ini.." jawab nya sambil menunjuk ke arah soal yang rumit. aku pun melihat wajah ganteng nya, sama halnya dengan dia yang melihat wajah cantik ku.
pandangan kami pun sekilas saling beradu, dengan segera aku menjadi salah tingkah dibuat nya.
đ
asem nih anak...
bikin aku dag-dig-dug aja...
perasaan saat melihat mengingat kan ku saat pertama kali bertemu dengan Roby di Nusa Lembongan. apalagi tone suara nya mirip dengan Roby yang ngebass dan penuh wibawa.
" kenapa kak...??" tanya dia ramah. aku pun sedikit salah tingkah saat dia tanya.
" gak ada apa-apa kok...?" balas ku sambil berusaha menyembunyikan rasa maluku saat dia tanya tadi.
" jadi butuh bantuan gak nih...??" tanya ku balik.
" maaf.., maaf..." jawab nya sedikit tergesa-gesa. dia sadar jika waktu untuk menyelesaikan ujian sudah tak banyak lagi.
saat aku membantu dia mengerjakan dia pun mulai memperkenalkan diri kepada ku.
" kak Marischka sudah selesai kerjakan soal-soal nya...??" tanya dia dengan melihat ke arah ku yang sedang mengerjakan tugas matematika nya.
" hmmm...??" jawab ku sambil berhenti menulis di atas kertas. aku pun mengernyitkan dahi dan mulai melihat ke arah cowok yang duduk di samping ku.
" emang kamu tau siapa aku...?" tanya ku penasaran. kini aku sudah fokus lagi ke arah cowok di sampingku.
" siapa sih yang gak kenal kak Marischka di sekolah ini..." tanya dia balik sambil berbisik ke arah ku supaya tak mengganggu jalannya ujian.
" maksud nya...??" jawab ku balik bertanya ke dia.
" iya kan siapa yang gak kenal bidadari di sekolah kita ini...." seru nya sambil tersenyum. tampak nya kali ini ada cowok ganteng yang waras sedang berada di samping ku.
" okeyy..."
" you got my attention..." sambung ku sambil mendengarkan dia akan mengatakan sesuatu.
" ehmmmm...!!" seru sang pengawas mahasiswa yang ternyata memperhatikan gerak-gerik kami dari tadi.
tak ayal kami berdua pun tersenyum ke arah sang mahasiswa yang berada di depan. peringatan itu membuat kami berdua jadi pusat perhatian sementara di kelas yang tenang karena sedang ada ujian.
" tolong tenang sedikit..." seru sang mahasiswa. kami berdua mengangguk tanda mengerti himbauan nya.
aku pun mulai membuka lagi lembar ujian ku, karena aku sudah berjanji untuk membantunya, kini soal ujiannya berada di hadapan ku. tampak nya dia pun antusias karena aku mau membantu nya.
dengan segera aku mengerjakan beberapa soal yang menyulitkan nya. tak terasa lima soal sudah ku pecahkan, sebenarnya soalnya tak terlalu sulit, namun entah kenapa matematika membuat kesulitan beberapa orang.
termasuk author yaa...
hehehe...
__ADS_1
đ
skiippp...!!!
...* * *...
waktu ujian matematika sudah berakhir, semua siswa tampak senang karena bisa melalui hari yang membuat otak berputar dengan kuat.
aku pun hanya duduk di bangku yang kutempati kali ini, banyak sih siswa perempuan mengajakku untuk pergi ke kantin untuk sekedar melepas penat karena selesai mengerjakan matematika.
" makasih ya kak...!?" seru siswa cowok yang duduk di samping ku, ternyata dia habis dari kantin.
" sama-sama..." jawab ku sambil tersenyum ke arah nya, kali ini aku membuka buku pelajaran yang akan diujikan selanjutnya.
" mau minum kak..??" tanya dia sambil menyodorkan minuman isotonik yang biasa ku minum.
" makasih..." jawab ku sambil tersenyum. dengan sedikit memaksa dia memberikan minuman yang dipegang nya kepada ku.
" setidaknya biar semangat saat mengerjakan ujian selanjutnya..." seru nya sambil tersenyum manis.
tampang dan suara yang mirip dengan Roby kadang membuat ku berfikir jika dia adalah Roby versi baik hati, beda dengan malaikat kegelapan yang bernama Roby itu.
aku pun segera membuka tutup botol plastik minuman isotonik yang ku pegang. dengan hati-hati aku mulai menempatkan bibir botol itu ke bibir ku.
" oh yaa..."
" perkenalkan namaku Anthony Sugara..." serunya sambil melihat kearah ku.
dengan muka memerah karena sedikit tersedak air minum tadi, aku pun mulai bertanya-tanya ke arah sosok yang kali ini sudah duduk kembali di meja nya.
" Anthony Sugara...??" tanyaku penasaran sambil mengerutkan dahi.
" iyyaaa..." sambung Anthony.
" maksud nya...??" seru ku sambil tak percaya dengan pernyataan dari nya.
" kamu saudaraan sama dia..??" tanya ku dengan memasang ekspresi wajah jijik.
" iyaa..., Roby adalah sepupu ku..." jawab nya sambil tersenyum. namun entah kenapa di dalam benakku, aku mengasihi diriku sendiri yang harus berurusan dengan keluarga Sugara lagi.
đŠ
" pantas kalian begitu mirip..." seruku sambil tersenyum supaya tidak terkesan memalukan karena tadi sempat tersedak air isotonik.
" owhh..."
" begitu kah..??" jawab nya sambil tersenyum manis. kali ini dia melihat plafon atas ruang kelas IPA tiga, seakan-akan dia mengingat sesuatu.
" memang sih Roby jadi kakak kelasku sekarang.."
" tapi sebenarnya kami berdua seumuran lhoo..." sambung nya lagi sambil melihat ke arah ku.
" emmm..." aku hanya menggumam saja, sebenarnya aku tak mau ikut campur lebih jauh lagi, terutama dengan keluarga besar Sugara.
__ADS_1
duh urusan dengan papa nya Roby aja bikin pusing kepala..
đ
" terus kenapa kamu masih di kelas satu..??" tanyaku yang terdengar lebih penasaran karenanya.
" yaah..."
" pasti kamu tau sendiri lah seorang pewaris seperti kita diluar sana..." sambung nya sambil tersenyum sinis.
" ah..."
" gak semuanya seperti itu.." seru ku sambil melihat nya. aku sebenarnya tau arah tujuan percakapan ini, namun sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan nya.
" owhh iyaa...??"
sebelum Anthony melanjutkan pembicaraan nya, bel tanda masuk pun berbunyi. dengan segera semua siswa masuk ke dalam ruang kelas nya masing-masing, tak terkecuali kelas di kelas ku.
" nanti lanjut lagi..." seru ku sambil menutup buku pelajaran yang ku baca dari tadi.
" okeyy..." sambung nya sambil berdiri dan dan melangkahkan kakinya ke arah depan kelas kami.
saat ujian, semua buku, tas dan yang lainnya diharuskan untuk dikumpul di depan, hal itu untuk mencegah terjadinya kecurangan saat ujian.
aku pun juga meletakkan semua buku yang ku bawa dan tas sekolah ku di tumpukan tas dari semua siswa kelas. saat kembali ke bangku ujian ku, aku membawa beberapa peralatan yang ku butuhkan untuk mengerjakan ujian.
" waahh..."
" ternyata kamu juga salah satu siswa manja ya...?" tanya Anthony sambil melihat ke arah ku.
" maksud nya...??" tanyaku penasaran, Anthony pun melihat ke depan di atas tumpukan tas sekolah, memang tas dan buku ku berada di tumpukan teratas.
" owhh..."
" aku no debat soal itu.." senyum ku sambil melihat ke arah tumpukan tas sekolah.
" keluarga Kartika memang beda ya..." sambung nya sambil tersenyum ke arahku.
" off course..." jawab ku sambil mengangkat kedua alisku dengan bersamaan. Anthony pun tersenyum melihat tingkah ku.
tak selang berapa lama ada pengawas ujian yang masuk ke kelas kami, kali ini pak guru bahasa Inggris dan mahasiswa putri yang akan mengawasi jalannya ujian di tempat kami.
semua tampak tegang karena memang pak guru bahasa Inggris terkenal ketat dalam mengawasi muridnya.
semoga aja amaann...
âšī¸
pak guru bahasa Inggris pun mulai membagikan kertas ujian kepada setiap murid, baik kelas satu maupun kelas dua sama-sama tegang dibuat nya.
# Author.
_to be continued.
__ADS_1