
pagi datang dengan cepat nya di Bali, sinar matahari mulai memasuki sela-sela kamar ku.
dinginnya AC di dalam kamarku membuat diriku makin malas untuk membukakan mata.
' tit..., tit..., tit...'
bunyi alarm gawai ku berteriak-teriak seakan meminta untuk membukakan mata ku.
aku yang sedikit risih segera mencari gawai sialan itu dan segera mematikan bunyi alarm yang menggangu tidur cantik ku.
tak terasa jam menunjukkan pukul setengah enam pagi, namun badan ku seakan tak mau diajak untuk bergerak.
...* * * ...
sinar matahari mulai menyilaukan mataku melalui sela-sela gorden di kamar ku, dengan sedikit berat aku membuka mata.
mulai ku regangkan tubuh ini yang terasa kaku dimana-mana.
" aku harus mampir ke spa hari ini.." gumam ku dari dalam hati.
kini kucari lagi gawai yang tadi sempat ku abaikan saat alarmnya mengganggu istirahat ku.
ku cek lagi gawai tadi yang kini sudah berada di genggaman tangan ku.
tidak lama asisten Liu mengetok pintu kamar ku, asisten Liu selalu memastikan jika diriku sudah bangun dan tidak kesiangan dalam menjalani aktivitas seperti biasanya.
" permisi...," ketok asisten Liu di depan pintu.
" permisi..,nona...nona muda sudah bangun kah..??" sambung nya lagi kali ini dengan intonasi yang lebih tinggi.
"iya..!"
" aku sudah bangun asisten Liu..!" teriak ku dari dalam kamar.
Dengan tubuh yang kurasa kaku semua, aku mulai berdiri dan segera ku menuju pintu masuk kamar dan membukakan untuk asisten Liu.
" selamat pagi nona muda.." sambut asisten Liu dengan ramah.
" emmm...," jawab ku yang masih ngantuk sambil mengucek mata ku.
" masuk lah.." pinta ku sambil masuk kembali ke ruang tidur ku.
asisten Liu memasuki pintu kamar yang telah ku buka kan tadi, dan menutup nya kembali.
" maafkan diriku yang telah mengganggu istirahat anda nona muda.." seru nya sambil berdiri di dekat ruang keluarga sambil membawa kertas agenda.
" ya..., tidak apa-apa asisten Liu" sambung ku yang kini sedang mencari gawai di atas kasur ku.
setelah ketemu aku mendatangi asisten Liu dan duduk di sofa ruang tamu kamar ku dan sedang memainkan gawai ku sambil mendengarkan kata-kata asisten Liu.
__ADS_1
" mohon ijin saya menyampaikan agenda untuk hari ini nona muda.." seru asisten Liu masih dengan berdiri dan melihat agenda nya.
" untuk hari ini pukul sepuluh akan ada rapat dengan manajemen hotel kita di cabang Ubud nona muda" lanjut asisten Liu sambil memberikan lembaran kertas yang telah dipersiapkan sebelumnya kepada ku.
segera ku letakkan gawai yang tadi ku pegang di atas meja dan menerima selembar kertas dari asisten Liu.
" lanjut pukul empat belas siang, ada pertemuan dengan perwakilan duta besar Australia dan Selandia baru di hotel Ritz Carlton" sambung beliau, kali ini sambil melihat ku dengan serius.
" hmmm?? " sambung ku sambil melihat ke arah kertas agenda yang ku pegang.
"pertemuan tersebut merupakan permintaan dari tuan besar" sambung asisten Liu dengan nada yang lebih serius.
" ohh..., okeey.." sambung ku dengan agak keheranan.
di dalam hati ku bertanya- tanya, tumben ayah meminta ku untuk menggantikan nya bertemu dengan para diplomat asing.
" baik aku mengerti.." sambung ku sambil berdiri dan meletakkan lagi kertas agenda yang dari tadi ku pegang.
" kalau begitu asisten Liu tunggu di depan saja, aku akan bersiap diri " pinta ku sambil tersenyum ke dia.
" baik nona muda " sambung asisten Liu sambil beranjak dari tempatnya berdiri.
" oh iyaa asisten Liu..!!" panggil ku dengan cepat
" ya nona..?" jawab nya sambil menghentikan langkahnya
"kita berangkat ke Ubud setelah aku mengisi perut ku dulu.." pinta ku sambil memegang perut yang kini sudah terasa keroncongan.
...* * *...
segera setelah itu asisten Liu pergi meninggalkan ku sendirian di dalam kamar.
ku lihat lagi lembaran kertas itu dan berharap agar hari ini berjalan dengan lancar.
aku segera berjalan ke arah kamar mandi dan menyalakan air hangat didalam bathtub untuk ku berendam.
sambil bernyanyi ria aku mulai memasukkan tubuh ku kedalam bathtub yang tampak menyegarkan dan menenangkan.
selama lima belas menit aku berendam di bathtub tersebut, rasa letih yang tadi pagi kurasakan sedikit demi sedikit mulai hilang.
selesai aku berendam, aku juga berjalan ke arah lemari ku dan mengambil kotak makeup yang kubawa dari rumah.
apa jadinya jika peralatan tersebut ketinggalan, pasti akan terjadi bencana yang besar bagiku.
hehehe...
selesai ku berdandan ria, ku segera memilih pakaian yang cocok dengan karakter ku dan tetap stylish, pakaian branded telah berjejer rapi di lemari ku.
ku putuskan untuk memilih atasan hitam dan ku padu padankan bawahan celana kain berwarna krem.
__ADS_1
tak lupa ku memakai high heels keluaran rumah mode terkenal dari Perancis.
" hmmm..., boleh juga penampilan ku.." seru ku dalam hati saat aku berkaca di cermin besar di kamar ku
aku membawa lagi tas jinjing merah kesayangan ku, ku masukkan semua bahan meeting dan keperluan ku untuk rapat nanti di dalam tas jinjing merah ku.
*P*erfect...
setelah semuanya siap dan sesuai selera ku, segera aku berjalan menuju tempat resto hotel untuk memesan beberapa menu untuk ku cicipi.
dengan menenteng tas jinjing merah kesayangan, aku sudah sampai di sekitaran resto hotel.
di sana sudah siap asisten Liu yang sedang asyik mengobrol dengan salah satu orang dari staf dan manajemen hotel.
mengetahui kehadiran ku, asisten Liu dan tuan manajemen hotel menghampiri ku.
" selamat pagi nona muda.." sapa asisten Liu dengan senyum manis khas dirinya.
" selamat pagi juga asisten Liu.." jawab ku sambil tersenyum balik.
segera asisten Liu mempersilahkan ku duduk di kursi khusus yang telah dipersiapkan sebelumnya.
" silahkan duduk nona muda.."
" terima kasih asisten Liu.." sambung ku lagi.
tidak lupa aku sodorkan kertas laporan yang sedari kemarin ku periksa dan memberikan nya ke asisten Liu.
" tolong laporan ini kamu jadikan satu di dalam tas yang asisten Liu bawa.." perintah ku sambil memberikan kertas-kertas tersebut
" baik nona muda" sambung asisten Liu.
segera aku duduk di kursi yang telah siap dan memesan beberapa pilihan makanan khas yang restoran kami sajikan.
setelah selesai memesan beberapa menu makanan aku bertanya ke asisten Liu tentang beberapa pertanyaan ringan.
" asisten Liu sudah makan..??" sambung ku sambil melihat asisten Liu.
" sudah nona muda.." jawab asisten dengan cepat.
" ohh.." sambung ku lagi, entah kenapa aku terlihat kaku saat berbicara kali ini
aku memang tipikal orang yang kurang bisa berbicara walaupun untuk sekedar basa-basi dengan orang yang dekat dengan ku, entah kenapa aku kurang bisa terlalu terus terang.
" saya ijin untuk mempersiapkan yang lain nona muda.." sambung asisten Liu dengan senyum manis khas dirinya.
" silahkan asisten Liu.." jawab ku sambil mempersilahkan asisten Liu untuk melanjutkan aktivitas nya kembali.
# Author
__ADS_1
_ to be continued