
hawa panas yang kami rasakan sudah berangsur angsur hilang, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore
kudengar kan deburan ombak dari arah depan kamar kami.
hati ku yang kosong seakan terisi kehangatan dari asisten Liu atau lebih tepatnya orang paling dekat yang sudah ku anggap sebagai saudara sendiri.
setelah meluapkan segala emosi ku tentang kehidupan ku yang kompleks dan seakan membebaniku.
kini dengan sendirinya aku mulai untuk menerima takdir ku yang besar dan tidak mudah ini.
...* * *...
kini aku duduk dengan santai di bawah lantai.
asisten Liu sedang menyisir rambut ku dengan pelan dan penuh perasaan.
" asisten Liu..??" sahut ku pelan.
" ya Marischka..," sambung asisten Liu dengan senyum manis ciri khas nya.
aku tersenyum dan terdiam sejenak, sedangkan asisten Liu masih sibuk menyisir rambut ku yang sudah mulai kering.
" kamu bahagia kah dekat dengan ku..?" tanyaku pelan.
" tentu.." sambung asisten Liu.
kini dia mengambil ikat rambut nya dan merapikan rambut ku dan mengikat nya dengan gaya ponytail.
" Marischka..??" sambung asisten Liu sambil melihat ku dari kaca kecil yang sedang ku pegang.
" iya Liu..?? " tanyaku balik.
" kau sendiri bahagia kan saat bersama ku..?" sahut asisten Liu lagi.
kini aku yang sudah merasakan jika ketulusan asisten Liu selama ini lah yang selalu membuat ku tegar.
" tentu saja..,"
" tanpa keraguan sedikitpun.." sambung ku sambil tersenyum manis khas diriku.
" nona muda..," sambung nya dengan nada yang sangat serius, aku yang melihat asisten Liu bermuka sangat serius sedikit penasaran.
" gak lapar kah..??" seru asisten Liu sambil menepuk pundak ku dan mulai berdiri lagi
" ohh.., kupikir apa..??" sambung ku sambil ketawa, kami berdua pun kembali tertawa lepas.
kebahagiaan hari ini semakin sulit kurasakan akhir-akhir ini, kesibukan dalam memimpin bisnis ayah membuat diriku jarang bergaul dan berkumpul dengan teman sebaya.
" ya sudah.., ayo kita makan dulu.."
" tapi setelah kita cari baju dulu.." seruku sambil mencium baju yang ku pakai tadi.
" ashhsiaaappp...!" seru asisten Liu, kami pun kembali tertawa lagi.
akhirnya kami putuskan untuk membeli baju terlebih dahulu, tempat kios nya tidak terlalu jauh dengan resto hotel.
sebelum berangkat ke sana aku putuskan untuk menaruh tas jinjing merah ku ke dalam lemari pendek dekat dengan kasur kami.
" sudah semua kah Marischka..??" tanya asisten Liu yang sekarang berdiri disamping ku.
" okeyy... let's go.." seruku dengan antusias.
segera aku pun mulai berjalan dengan membawa gawai dan dompet ku di sebelah tangan kanan,
" ayok..??" ajak ku sambil mengganguk.
aku dan asisten Liu berangsur meninggalkan kamar kami, ku gandeng tangan asisten Liu dengan erat nya, jika asisten Liu seorang pria mungkin banyak yang iri melihat kemesraan kamu berdua.
__ADS_1
tidak jauh dari kamar terdapat fasilitas resto dan kolam renang yang cantik.
toko sovenir dan swalayan menjadi satu, kami pun berhenti di toko sovenir dan memilih beberapa baju yang sesuai dengan selera kami.
ku pilih baju kaos berwarna putih bertuliskan Nusa Lembongan di dada nya, serta celana pendek kain berwarna krem.
segera setelah itu aku masuk ke dalam kamar pas untuk berganti baju yang ku pilih tadi.
" Liu gimana menurutmu..?" tanyaku sambil meletakkan tangan di pinggangku dan bergaya seperti model.
" hmmm..., cantik..."
" seperti biasa nya nona muda gak pernah mati gaya.." puji asisten Liu sambil tersenyum.
asisten Liu juga sibuk memilah beberapa baju yang mau dipakai nya.
" aahh.., " rengek ku manja sambil berjalan ke arah asisten Liu.
kini ku peluk dia dan memintanya untuk menggendong ku, asisten Liu terlihat kelimpungan saat tubuh ku nimprung di tubuhnya.
" kenapa kau masih memanggil ku nona muda sih.." tanya ku dengan sedikit merengek.
" iya..,iya..."
" maaf Marischka.." jawab asisten Liu dengan terlihat saat menahan tubuh ku sambil tersenyum manis.
aku pun melepaskan pelukan ku ke asisten Liu, kini dengan masih tersenyum dia memilihkan beberapa topi.
" ini.., pakai lah.." sambung nya sambil memberikan topi pantai berukuran besar.
aku membetulkan posisi topi pantai ku dan berjalan ke arah cermin besar di samping pilar besar.
" ho ho ho..., akulah yang akan menjadi raja bajak laut.., " seru ku dengan sedikit bercanda, yang mana membuat asisten Liu tertawa saat melihat tingkah ku.
" kau pikir komik 'satu biji'..?" sahut asisten Liu sambil tertawa, aku pun tertawa geli mendengar kata-kata asisten Liu.
aku juga memilih-milih pakaian yang bermodel lain, siapa tau ada yang nyangkut di hati.
saat aku sibuk memilih baju, asisten Liu keluar dari dalam kamar pas.
" gimana menurut mu Marischka..??" sambung asisten Liu sambil menirukan gaya seorang model.
" waooooww..., besar juga ei..," sambung ku antusias sambil bertepuk tangan.
" ish...., bukan yang 'ini' Marischka..." jawab asisten Liu, sambil menunjuk bagian dadanya yang terlihat menonjol.
" bajuku yang ku pilih gimana..??" sambung nya kesal kali ini.
" oohh.., bagus kok...!!"
" sangat bagus..," seruku sambil mengangguk, kini aku mendekati asisten Liu dan berbisik ke arah nya.
" tapi memang besar kok..." sambung ku di kuping asisten Liu.
" sialan kau ini.." sahut asisten Liu sambil menggelitik tubuh ku.
kami berdua tertawa lepas seperti sahabat untuk selamanya.
...* * *...
selesai berbelanja baju segera kami berjalan ke arah resto yang berada dekat dengan toko baju itu.
kami memutuskan duduk di lantai dua.
segera aku memilih bangku yang didekat pagar supaya kami bisa menikmati hembusan angin dan merasakan suara deburan ombak.
segera setelah duduk kami didatangi oleh waiters.
__ADS_1
" selamat sore kak.., ada yang bisa saya bantu..?" sambut waiters perempuan itu dengan ramah, dengan segera waiters itu memberikan menu makanan dan minuman ke arah ku.
" kami lihat-lihat dulu ya.." seruku sambil tersenyum melihat waiters itu.
" baik kak.." sambung waiters itu dengan ramah.
" kau makan apa..?? " tanya ku ke arah asisten Liu.
" Sembarang saja.., yang penting buat perut kenyang." jawab asisten Liu dengan cepat.
" okelah.."
segera aku putuskan untuk memesan makanan berat dan menu yang paling spesial di restoran itu.
setelan memesan makanan tadi kami berdua bercerita tentang banyak hal, sekalian sambil menunggu makanan datang.
asisten Liu ternyata orang yang supel, sangat mudah beradaptasi, periang, dan humoris, hal itu yang membuat ku semakin nyaman untuk bersahabat dengan nya.
tidak jarang celetuk-celetukan yang keluar dari mulutnya membuat ku tertawa dengan terbahak-bahak.
selang beberapa saat makanan yang saya pesan tadi sudah datang semuanya.
kami pun bersantap ria sambil tertawa lepas, seakan tidak ada batasan antara aku dan asisten Liu.
" jadi sekarang kita lanjut ke mana nih..??" tanya ku ke asisten Liu,
" emm..,"
"sebentar aku check hape dulu.." jawab asisten Liu yang masih sibuk makan udang lobster nya.
aku pun tak kalah lahap makan nya, sambil meminum jus buah dia merekomendasikan ke tujuan selanjutnya.
" kalau kesini gimana..??" tanya asisten Liu sambil menyodorkan gawai nya ke arah ku, aku mengiyakan pilihan nya.
" boleh..," sambil ku lihat gambar objek wisata selanjutnya.
" jauh gak ya kira-kira dari sini...?" sambung ku dengan sedikit penasaran.
" coba kita tanya waiters itu.." jawab asisten Liu cepat.
dengan segera dia memanggil waiters yang berjejer di dekat meja barista, dengan segera salah satu waiters itu menghampiri kami berdua.
" maaf mbak...,"
" tempat ini jauh kah dari hotel..?? " tanya asisten Liu sambil menyodorkan gawai nya.
" ohh.., dekat kak dari sini.."
" naik sepeda juga bisa kak.." sambung waiters sambil tersenyum.
" boleh juga... " sambung ku antusias.
" ada persewaan sepeda disini kah??" tanya asisten Liu.
" ada kak, kami juga menyewakan sepeda gowes dan juga sepeda motor " jawab waiters itu dengan ramah.
" kita sewa sepeda aja Liu..," sambung ku antusias.
" baiklah, terima kasih infonya mbak.." sambung asisten Liu.
" cepat habiskan, kita ke destinasi selanjutnya..!! " sambung ku dengan antusias seperti anak-anak.
setelah kami selesaikan makan siang, aku dan asisten Liu bertanya tempat penyewaan sepeda ke waiters tadi.
# Author.
_ to be continued
__ADS_1