
sesaat kemudian pesanan ku datang di antar oleh tuan Alfred. dengan segera aku mempersilakan beliau untuk masuk kedalam kamar ku.
tuan Alfred segera meletakkan pesanan ku ke meja yang ada di ruang sebelah tempat tidur ku. dengan segera aku nikmati sajian itu bersama dengan aku mempelajari dokumen rapat selanjutnya.
setelah selesai aku mempelajari dokumen rapat dan camilan ku habis, dengan santai aku membuka gawai dan memeriksa beberapa chat yang masuk di dalamnya. sesekali aku juga browsing internet supaya tidak jenuh dalam kamarku.
kulihat waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, dengan segera aku mempersiapkan segala sesuatunya dengan teliti. setelah selesai aku pun memanjakan diriku dengan mandi di bak mandi yang terbuat dari marmer berkualitas.
setelah selesai semua, aku pun berdandan dan mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. hal itu yang membuatku menjadi jiwa yang mandiri dari pada anak konglomerat kebanyakan.
tepat pukul enam tuan Alfred mengetuk pintu kamar ku dan memberi tahu jika semua sudah siap.
" nona muda semua sudah siap..!" sambung beliau dari balik pintu kamar ku.
" baik tuan Alfred..." teriak ku dari dalam kamar.
segera setelah itu aku mulai meninggalkan kamar ku dengan tas jinjing keluaran rumah mode terkenal dari Italia.
suara langkah kaki ku terdengar di lorong mansion keluarga Kartika yang akhir-akhir ini sepi penghuni karena ada agenda besar di balik bayang.
" silahkan nona muda..." sambung tuan Alfred sambil membuka kan pintu mobil yang sudah terparkir di halaman rumah.
seperti biasa mobil Rolls-Royce Phantom berwarna silver biru selalu menemaniku menjelajahi padatnya jalanan kota Bogor.
" terima kasih tuan Alfred.." seruku sambil mulai memasuki mobil yang sudah terparkir.
setelah aku masuk ke dalam mobil, tidak lupa aku pamit dulu ke tuan Alfred yang telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk ku.
" saya pamit dulu tuan Alfred..!" sambung ku sambil tersenyum manis.
" hati-hati nona muda..!" jawab tuan Alfred ramah dan penuh kehangatan.
dengan segera mobil kami meninggalkan halaman mansion keluarga Kartika dan dengan segera memasuki jalanan di kota Bogor.
perjalanan akan kami tempuh dengan waktu yang tidak terlalu lama. dalam perjalanan aku lagi-lagi memastikan jika rapat ini akan berjalan lancar dan tidak akan mengecewakan keluarga Kartika.
...* * *...
mobil Rolls-Royce kami sampai di Pullman Ciawi Bogor, tempat rapat selanjutnya akan dilaksanakan.
terlihat beberapa orang berpakaian rapi menyambut kedatangan kami, sepertinya sih pegawai dari instansi pemerintah dan beberapa orang dari korporasi swasta.
" selamat datang nona Kartika.." sambut beberapa orang dari pemerintah pusat yang menemui ku.
" terima kasih pak.." sambut ku sambil berjabat tangan dengan orang tersebut. dengan segera aku berjabat tangan dengan beberapa staf pemerintahan yang aku kenal dan ingat.
__ADS_1
" jadi gimana kabar nyonya besar..?!" tanya staf yang separuh baya dengan basa-basi sambil kami berjalan masuk ke dalam ruangan yang telah dipersiapkan.
" baik.., kabar beliau baik..." jawab ku ramah. rombongan kami akhirnya sampai di salah satu ruangan yang telah dipersiapkan.
para staf itu berbicara satu sama lain dan membahas tentang proyek yang akan mereka kerjakan ini. namun aku hanya diam saja dan sesekali tersenyum mendengar candaan mereka yang tidak terlalu lucu.
sebenarnya aku ingin lebih fokus ke rapat yang akan kami hadiri nanti.
tak terasa akhirnya sampai juga di ruangan khusus yang disiapkan pihak hotel dan beberapa pejabat.
" silahkan masuk nona Kartika.." seru salah satu staf kementrian yang sudah setengah baya.
" terima kasih pak.." sambung ku ramah.
disana terdapat beberapa orang paruh baya dan ada pula beberapa orang yang masih muda dan gagah layaknya enterpreneur muda.
" silahkan nona Kartika.." ajak bapak paruh baya tersebut dengan ramah.
terlihat beberapa orang mendekat ke arahku dan bersalaman dengan ramah dengan ku. terlihat pula beberapa pebisnis muda itu berusaha mencari muka dan sok cool dihadapan ku.
ah basi...
aku pun hanya tersenyum saja melihat pemuda itu berusaha menarik perhatian dari ku. tak selang beberapa lama kemudian staf dari pihak pemerintah memberikan lembaran kertas yang akan kami diskusikan bersama.
" mohon maaf nona Kartika.."
aku hanya mengangguk saja tanda mengerti maksud bapak itu. sambil menunggu, aku sempatkan melihat lagi lembaran kertas yang mereka ajukan kepada ku.
tak begitu lama, terdengar suara ketukan pintu dari luar. tampak bapak paruh baya tersebut segera membuka pintu ruangan kami dan mempersilahkan tamu itu masuk ke dalam ruangan.
" silahkan pak Sugara.." sambut bapak itu dengan ramah kepada lawan bicaranya.
haahhh.. Sugara..??
dengan spontan aku menoleh ke arah tamu yang masuk bergabung bersama kami.aku tak menyangka jika yang akan rapat bersama kami adalah para petinggi dari Sugara Building Group beserta Roby ada disitu.
mengetahui jika Roby dan keluarga nya datang, aku lumayan kaget dan tak menyangka jika Roby ikut di dalam rapat yang penting ini.
duh sialan..
dengan cepat pria paruh baya itu memperkenalkan tamu itu kepada kami dan terutama kepada ku.
" tuan Sugara.., perkenalkan nona muda dari keluarga Kartika..."
" Marischka Kartika.." sambung pria paruh baya itu sambil tersenyum ke arah tuan Michael Sugara yang merupakan CEO dan ayah dari Roby Sugara.
__ADS_1
" selamat malam nona Kartika.." sambut tuan Michael Sugara dengan ramah, terlihat Roby begitu kaget melihat kehadiran ku disini.
" selamat malam juga tuan Sugara.." jawab ku ramah sambil menjulurkan tangan ku ke arah tuan Sagara.
" oh ya..!!"
" perkenalkan nih nak Kartika, putra ku Roby..!" sambung tuan Sugara sambil melihat ke arah Roby yang berada di belakang ayah nya.
dengan spontan aku melihat ke arah Roby dan tersenyum sedikit kaku ke arah nya, namun terlihat dia lebih tenang dan fokus saat kami saling berjabat tangan.
" Roby.." sambung nya dengan tenang dan terlihat cool.
terdengar suara ngebass nya sangat berwibawa dan membuat cewek manapun menjadi luluh lantak. apalagi paras nya yang mirip dengan artis idol dari Korea.
beeuuhhhh....
" Marischka..." jawab ku dengan sedikit kaku sambil menarik dengan cepat tangan ku yang tadi Roby pegang.
entah kenapa aku jadi salah tingkah sendiri saat melihat Roby berpakaian rapi dan sangat perfect.
" tak terasa ya nak Kartika sudah besar.." sambung tuan Sugara ramah.
senyum tulus beliau yang sudah tidak muda lagi nampak jelas di wajahnya. memang banyak desas-desus yang beredar jika Sugara Group sedang diterpa badai perihal pewaris kerajaan bisnis dari Michael Sugara. banyak putra dan putri beliau yang ingin menduduki dan mendapatkan tongkat estafet kepemimpinan Sugara Building Group.
" padahal waktu dulu bertemu di Stockholm sama nenek mu, nak Kartika masih segini.." sambung beliau sambil menunjuk tangan nya di pinggang beliau seakan mengukur tubuh ku dulu.
" tapi sekarang sekarang sudah mampu memimpin perusahaan Elliot Kartika.." puji om Michael sambil tertawa kagum kepada ku
hehehe...
" terima kasih om Michael.." jawab ku dengan sedikit malu-malu dan tersenyum.
" saya hanya menjalankan tugas keluarga Kartika saja.." sambung ku merendah. para tamu yang hadir pun ikut menyimak pembicaraan basa-basi kami berdua.
" maaf pak Michael..?!"
" bisa kita mulai rapatnya..?!" sambung pria paruh baya yang berada di samping tuan Sugara.
" oh ya..., maaf.., maaf...?!" jawab tuan Michael sedikit bercanda.
" silahkan nak Kartika..?!" sambung tuan Sugara sambil mempersilahkan ku kembali ke tempat duduk ku tadi.
" terma kasih..." jawab ku singkat sambil kembali duduk di tempat ku tadi.
akhirnya rapat yang direncanakan tadi dimulai dengan sedikit pembicaraan dan penyampaian visi misi dari Sugara Building Group dan beberapa staf kementrian luar negeri.
__ADS_1
# Author.
_to be continued.