Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Hati yang kosong


__ADS_3

ku nikmati keripik kentang yang dibelikan asisten Liu tadi, aku lebih memilih untuk duduk di lantai saja.


tak terasa hawa panas pantai masuk ke kamar ku, AC ruangan seakan-akan tidak bisa membendung panas nya ruangan kami.


hal itu membuat ku berkeringat dan membuat bau badan ku semakin tidak karuan.


sialan..., bau betul badan ku...


kulihat asisten Liu juga merasakan hal yang sama denganku, dia pun terlihat berkeringat seukuran jagung.


" panas ya Liu..?? " sambung ku sambil mulai tersenyum saat melihat asisten Liu sedang meniupkan udara dari mulut nya ke bagian dada.


" iya nih..."


" panas banget nih..." jawab asisten Liu, dia meminum air mineral hingga tetes terakhir, namun air mineral yang asisten Liu bawa tadi sudah habis.


aku tertawa melihat asisten Liu bertingkah aneh.


aku berinisiatif untuk mandi dulu sebelum melanjutkan aktivitas ku.


" aku mandi dulu lah Liu.." sambung ku sambil mulai berdiri menuju ke kamar mandi.


" baik nona muda.." jawab asisten Liu.


" Woyy..,Liu Bei Fei.."


" mandi sama-sama yuukk...!" goda ku dengan manja.


asisten Liu diam seakan tak percaya yang ku bicarakan, kulihat muka aneh asisten Liu dan dengan spontan aku tertawa puas.


" kau pikir aku serius kah Liu.." tambah ku yang semakin ngakak.


asisten Liu hanya tertawa dan mulai merebahkan badannya di lantai.


ahh..., dasar gak jelas..


" sudah lah aku mandi dulu.." sambung ku masih dengan tertawa kecil.


" baik.." sambung asisten Liu dengan lemas.


aku berjalan ke belakang kamar kami dan masuk ke dalam kamar mandi yang berada di loteng bawah.


" wuih... , boleh juga nih konsep kamar mandi nya.." puji ku saat melihat konsep toilet outdoor.


" tapi bisa kelihatan dong dari atas pas ada yang sedang mandi " sambung ku sambil melihat ke arah atas.


" sudah lah biar aja..," seru ku cuek.


segera aku mandi dan merasakan dinginnya air membasahi tubuh ku.


ku bersihkan badan ku dan semua bau-bau gak jelas yang sedari tadi menempel di badan ku.


" fiuh... segarnya..," sambung ku lagi saat menikmati air dingin yang membasahi ku.


...* * *...


selesai aku mandi kuputuskan untuk santai dulu di dalam kamar, asisten Liu masih tiduran dan belum beranjak dari lantai.


" kamu gak mandi Liu..??" tanyaku sambil mengeringkan rambut yang basah karena ku shampoo,


" nanti ajalah Marischka.., sekalian sore aja aku mandi.." jawab nya dengan santai.


" iyuuhhhh..." sahut ku aneh.


" eh aku mau ajak kau belanja baju ke toko sovenir itu.." sahut ku,

__ADS_1


asisten Liu hanya melihat ku dengan tatapan malas ke arah ku.


" baju ku sudah gak karuan lagi bau nya.."


" sudah bau minyak kayu putih, belum lagi keringat yang buat ku gerah tadi." sambung ku lagi.


mendengar penjelasan ku segera asisten Liu bangun dan berdiri dari tempat tidurnya di lantai.


" baiklah nona muda.." sambung asisten Liu dengan cepat.


dengan segera asisten Liu berjalan cepat, dan segera dia menuju kamar mandi.


ah..dasar gak konsisten, masih saja panggil aku nona...


aku berjalan ke arah meja tempat gawai yang ku simpan tadi, aku pun kembali duduk santai dilantai.


ku cek lagi gawai ku, lagi-lagi hanya ada chat dari Natasya.


" duh Natasya lagi.., gak ada chat dari orang lain kah.." gerutu ku.


kuletakkan lagi gawai ku di meja, aku mulai berfikir tentang teman sebaya ku di sekolah yang bisa dihitung dengan jari saja.


" kalau dipikir-pikir teman baikku di kelas hanyalah Natasya saja ya.." gerutu ku lagi.


tampak kebosanan dan keheningan sudah kurasakan lagi, tanpa sadar ku ingat lagi hari-hari yang penuh dengan kesepian merasuk lagi ke ingatanku.


pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul didalam hati dan ku simpan selama ini seakan kembali di benak ku.


" seandainya aku punya ibu.., "


" seandainya aku punya banyak teman..,"


" seandainya aku hanya dilahirkan di keluarga biasa.."


" seandainya aku bukan seorang 'Kartika'.."


" seandainya ayah bisa lebih memperhatikan ku..."


lagi-lagi perasaan seakan hanya aku sendirian yang berada di dunia ini membuat ku semakin sedih, tanpa terasa air mata ku menetes.


" aduhh..., sialan.." seruku dalam hati sambil ku usap air mata yang jatuh dengan handuk yang ku pegang.


" kenapa kau bersedih Marischka..,kenapa.., kenapa...!!" sambung ku dengan kesal dari dalam hati.


entah kenapa semakin aku mengusap air mata ku, kenapa semakin deras air mata yang ku rasa keluar dari mataku.


tanpa sadar aku menangis sesegukan dan tanpa sadar aku merubuhkan kepalaku di atas meja tadi.


" kenapa aku selemah ini sih.., kenapa..!!" kutuk ku dalam hati.


tangisan yang ku tahan selama ini seakan pecah dan kuluapkan begitu saja.


tak begitu lama asisten Liu datang dari dalam kamar mandi.


" fiuh..,segar sekali airnya nona muda.." sahut asisten Liu sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


saat akan masuk ke dalam kamar, asisten Liu kaget melihat ku menangis di atas meja.


" nona...??" sahut asisten Liu dengan keheranan.


dengan segera asisten Liu berlari menghampiri ku, dan duduk di sampingku.


" nona..,nona muda..?" sambung nya dengan penuh pertanyaan.


" anda kenapa..??" sambung asisten Liu lagi

__ADS_1


aku pun hanya bisa menangis dan tidak bisa berkata apa-apa, asisten Liu yang masih terlihat kebingungan melihat ku, mulai mendekat kan tubuh nya.


tanpa sadar aku langsung memeluk asisten Liu dan menangis lagi dengan tambah histeris.


" nona kenapa..?? " tanya asisten Liu yang semakin kebingungan.


saat aku berada di pelukan asisten Liu, aku merasakan kenyamanan yang selama ini kucari.


asisten Liu hanya bisa diam dan mengusap punggung ku supaya diriku lebih tenang dan lebih nyaman.


" inikah yang ku dapatkan jika ada ibu di samping ku sekarang..??"


" aku tidak ingin melepaskan pelukan ini..!!"


" aku ingin terus merasakan kehangatan ini.."


tanpa sadar aku mulai tenang, aku sudah tidak menitikkan air mata lagi.


" asisten Liu..??" tanyaku dengan nada yang sudah semakin tenang.


" ya nona muda..??" jawab nya dengan nada yang lebih hangat.


" bisakah aku meminta sesuatu kepada mu..??" tanyaku dengan nada yang lebih tenang dan lebih fokus.


" tentu saja nona muda.., apapun itu." jawab asisten Liu dengan mantap.


segera ku menatap muka nya yang nampak ada kecemasan di dalam wajah asisten Liu.


" asisten Liu.., mau kah kamu menjadi sahabat ku untuk selamanya..??" tanyaku lagi, kali ini dengan nada yang sedikit lebih khawatir.


dengan senyum manis khas dirinya asisten Liu memegang bahuku dan mengangguk kan kepalanya.


" tentu saja nona muda.."


" tentu saja..." jawab nya dengan senyum yang tulus.


aku merasakan kebahagiaan yang tidak bisa ku ungkapkan.


kupeluk lagi tubuhnya nya, kurasakan hangat tubuh nya.


" oh.. Tuhan.., inikah rasanya pelukan yang ku damba selama ini.."


" berhak kah orang sepertiku merasakan bahagia.."


" jangan lah kau ambil pelukan ini dari ku Tuhan.."


aku mulai menitikkan air mata lagi.


asisten Liu yang bisa merasakan kesedihan ku, hanya bisa diam saja sambil memeluk ku lebih erat.


" aku akan selalu disamping mu nona muda,.." seru nya dengan nada yang menyejukkan hati ku.


" asisten Liu.., bolehkah aku meminta satu hal." tanyaku ke asisten Liu dengan tenang.


" tentu.., apapun itu nona muda.." sambung asisten Liu.


" bisakah kau menyisir kan rambut ku mulai dari sekarang.." tanyaku lagi


kini aku lebih tenang dan melepaskan pelukan ku dari asisten Liu.


" tentu saja nona.." sambung asisten Liu dengan tersenyum lagi.


aku semakin bahagia, hatiku yang tadinya terasa kosong kini sudah berangsur terisi oleh kehadiran asisten Liu.


# Author

__ADS_1


_ to be continued


__ADS_2