
dengan cepat aku sudah berada di depan pintu keluar gedung olahraga, seperti biasa semua mata siswa seakan melihat ke arah ku.
namun kali ini aku benar-benar ingin segera kembali ke mansion keluarga, kebetulan disaat yang sama tuan Alfred menghubungi ku dan meminta ku untuk segera kembali ke mansion keluarga.
dengan segera aku pun menuju parkiran mobil yang ada di dekat pintu keluar sekolah kami. sambil berjalan aku mencari gawai ku dan mencari smartkey mobil Aston Martin yang ku gunakan ke sekolah.
📞 " tuan Alfred...?!"
📞 " segera siapkan pasport ku..!" seru ku dari balik telpon sambil berjalan ke arah mobil yang terparkir di halaman depan sekolah.
📞 " baik nona muda..." balas tuan Alfred cepat.
setelah selesai menghubungi tuan Alfred, kini giliran panggilan dari Natasya yang masuk ke gawai ku.
seperti biasa, dia selalu peka terhadap perubahan sikap ku, terutama tadi waktu di bangku cadangan. namun setelah ku yakinkan dia jika aku tak apa-apa Natasya pun kembali tenang.
hufftt...
ada-ada saja..
tak jauh dari tempat mobil ku parkir, ada Dian dan gengnya berdiri. ternyata mereka pun terpancing olehku dan ikut juga membawa mobil ke sekolah. namun hanya mobil keluarga yang mereka bawa ke sekolah.
heehhh..!?
😏
entah kenapa aku merasa senang dan menang dengan keadaan ini, lumayan lah hiburan dikit setelah mood ku sempat turun.
dengan santai aku mulai berjalan menuju ke tempat mobil ku terparkir, Dian hanya diam saja dan sedikit ditekuk mukanya saat melihat ku melintas dan mulai masuk ke dalam mobil Aston Martin ku.
kunyalakan mobil ku, suara merdu 12 silinder mesin Aston Martin benar-benar membuat yang mendengar pun pasti ingin mencoba raungan mesin nya. sebelum jalan pun aku menginjak gas dengan niatan ingin pamer ke Dian dan gengnya.
😂
" memang gak ada akhlak nih anak...!!" seru Dian yang juga terdengar dari dalam mobil ku. namun aku hanya tersenyum puas mendengar umpatan dari Dian.
hehehe...
tak selang berapa saat, aku pun mulai berjalan meninggalkan tempat parkir mobil dan segera menuju keluar dan masuk ke aspal jalanan kota Bogor.
...* * *...
tepat pukul dua belas siang aku sampai di mansion keluarga Kartika, setelah aku parkir di tempat biasanya, tuan Alfred pun menyambut ku dan menjelaskan tentang laporan yang masuk dari nenek ku.
" jadi nenek di Singapore..?!!" seru ku dengan senang dan penuh antusias.
__ADS_1
" benar nona muda.." jawab tuan Alfred dengan senyum ramah.
" beliau ingin anda menemui nya disana.." sambung tuan Alfred.
" benarkah...??!!" sambung ku lagi.
" yuuhhhuuuuiiii....!!"
dengan perasaan gembira, aku pun berjalan cepat menuju ke kamar ku sendiri, aku ingin ganti baju dan mempersiapkan diri. sebenarnya aku tidak tahu jika nenek akan memanggil ku ke Singapura, karena yang ada dipikiran ku hanya bertemu dengan diplomat asing atau pengusaha dari luar negeri.
dengan dibantu oleh asisten rumah tangga perempuan yang biasa standby di mansion, aku pun mempersiapkan segala sesuatunya dengan segera.
sembari menunggu asisten rumah tangga mempersiapkan kebutuhan ku. aku pun kembali mengecek lagi gawai ku dan membalas beberapa chat yang masuk.
rata-rata mereka memberi tahukan jika kelas kami berhasil menjadi juara setelah menumbangkan kelas Mario dengan selisih poin yang sangat ketat.
duuhhh..., kalah taruhan lagi nihh...
😔
namun entah kenapa aku tidak mempermasalahkan hal itu, toh ya kesepakatan kami jelas dan clear.
" nona muda..."
" semua sudah siap.." sambung asisten rumah tangga itu dengan ramah.
" baik..."
" ada yang bisa saya bantu lagi nona muda..??" tanya asisten rumah tangga itu sambil menunggu dekat dengan pintu kamar ku.
" untuk sementara ini saya..."
" terima kasih.." jawab ku sambil tersenyum melihat ke arah asisten rumah tangga itu.
" baik nona muda.." seru asisten rumah tangga itu sambil pamit keluar dari kamar ku. tak selang berapa saat tuan Alfred minta ijin untuk masuk ke dalam kamar ku.
aku pun mengijinkan tuan Alfred untuk masuk, tak selang berapa lama beliau menyerahkan berkas. beliau juga menjelaskan bahwa berkas itu adalah permintaan dari nenek ku.
beliau pun menjelaskan tentang berkas itu secara terperinci dan detail, aku pun mendengar penjelasan tuan Alfred. setelah dirasa aku cukup paham dengan penjelasannya, tuan Alfred pun memberi tahu jika mobil jemputan sudah siap.
aku pun segera bersiap untuk berangkat ke Singapura. tuan Alfred pun membantu membawakan peralatan yang ku siapkan tadi, beliau dengan ramah juga menyampaikan informasi tentang nenek ku yang datang bersama sahabat lama.
aku pun tak terlalu paham dengan penjelasannya tuan Alfred, namun dengan tersenyum dia hanya bilang untuk menunggu kejutan kecil yang disiapkan nenek ku.
" kalau begitu saya pamit dulu tuan Alfred.." seruku sambil tersenyum dari dalam mobil yang akan mengantarkan ku ke Halim.
__ADS_1
" hati-hati nona muda..." seru tuan Alfred sambil tersenyum ramah.
" baik..." sambung ku sambil tersenyum manis. tak selang berapa saat mobil pun berjalan pelan meninggalkan pelataran mansion keluarga Kartika.
selama perjalanan aku pun membaca beberapa berkas dari tuan Alfred, tak lupa disela-sela mempelajari berkas tuan Alfred, aku juga membaca beberapa notifikasi dari Winda dan Natasya,
yaa..., temanku dalam menemani perjalanan ku kali ini
...* * *...
tak terasa mobil Rolls-Royce kami pun sudah sampai di pintu khusus bandara Halim Perdanakusuma dimana pesawat pribadi milik keluarga Kartika terparkir.
" terima kasih banyak pak.." seru ku ke sopir kepercayaan keluarga kami yang selalu mengantar ku beraktivitas.
saat aku keluar dari mobil, aku pun disambut dengan kru yang mengantarku ke Bali tempo hari.
" selamat sore capt..?!" sapa ku ramah.
" selamat sore juga nona muda.." jawab sang pilot sambil mengulurkan tangannya untuk sekedar berjabat tangan.
setelah berbasa-basi sebentar, aku pun mulai masuk ke dalam kabin pesawat pribadi keluarga Kartika. di dalam kabin pun pramugari yang bertugas menyiapkan keperluan ku selama penerbangan.
mesin pesawat sudah dinyalakan, kini aku makin tak sabar untuk menunggu kejutan kecil yang akan nenek ku berikan.
tepat pukul empat sore kami take off dari bandara Halim Perdanakusuma. dalam dua jam kedepan aku akan menghabiskan waktu untuk beristirahat sebentar sambil membaca buku yang selalu ada di dalam tas ku.
pramugari pun melayaniku dengan baik, memang sih aku tidak rewel dalam meminta sesuatu hal, sudah jadi kebiasaan ku untuk tetap mandiri selama dalam koridor yang cukup.
" selamat datang nona Kartika..."
" saya menginformasikan jika pesawat kita akan landing di bandara internasional Changi Singapura.."
" dimohon untuk memasang sabuk keselamatan nona Kartika..."
announcement dari kapten pilot membuat ku semakin semangat, tak terasa memang jika bepergian menggunakan pesawat pribadi akan memangkas waktu sedemikian rupa.
tepat setelah pesawat kami mendarat dengan selamat, kapten pilot pun mencari tempat appron khusus pesawat pribadi kami. setelah kapten menyatakan kita telah safe landing, aku pun segera berjalan ke pintu keluar.
" terima kasih capt..!" seru ku sambil tersenyum manis ke pilot yang membawa ku sampai di Singapura dengan selamat.
" sama-sama nona muda.." sambung pilot setengah baya itu dengan ramah. aku pun ternyata sudah ditunggu oleh mobil sedan mewah milik keluarga Kartika.
setelah turun dari dalam pesawat pribadi milik keluarga Kartika, aku pun disambut oleh kepala pelayan yang ada di Singapura. memang sih kediaman kami di Singapura tidak terlalu besar seperti mansion kami di Bogor, namun keberadaan justru lebih vital.
" selamat datang di Singapura nona muda..." sambut kepala rumah tangga keluarga Kartika yang sedikit lebih muda dari tuan Alfred.
__ADS_1
# Author.
_to be continued