
dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi, kami semua menuju ke gedung olahraga. siswa kelas lain yang melihat gerombolan kelas kami pun dengan segera memberikan jalan untuk kami lewat.
sesampainya di tribun kami segera mencari tempat duduk yang kosong dan membuat home base pendukung kelas kami.
tribun sudah mulai padat dengan siswa di sekolah kami, banyak siswa yang datang untuk mendukung kelasnya masing-masing maupun sekedar untuk melihat pertandingan basket.
" ehh..., Roby cocok juga lho pakai baju mu..?!" bisik Natasya yang berada di samping kiri ku.
" sepertinya kalian cocok nih kalau jadian..." goda Winda sambil tersenyum disamping kanan ku.
" aduuhh..."
" gak banget...!!" jawab ku jengkel sambil melihat ke arah keduanya yang berada di kedua sisiku.
" gak boleh gituu...!"
" jodoh bukan kita yang ngatur..." sambung Natasya sambil tertawa kecil, Winda pun ikut menggoda ku. kami bertiga pun terlihat saling bercanda dan bercerita tentang banyak hal.
Winda yang biasanya terlihat cool dan penuh aura pemimpin, kini melihat kan sosok aslinya dihadapan ku dan Natasya. candaan-candaan lucu dan terkesan konyol membuat pandangan ku ke dia berubah drastis.
" selesai basket kita jalan yuukk..??" tanya Winda ke arah kami berdua. kami berdua sedikit bingung mau bilang apa ke Winda, karena memang aku dan Natasya tipikal cewek rumahan yang jarang keluar kalau tidak begitu penting.
" kemana...??" tanyaku basa-basi sambil melihat ke arah Winda. permintaan dari seseorang yang tidak terlalu ku kenal biasanya dengan tegas aku tolak sih.
namun beda kali ini, Winda memang tidak terlalu dekat sama kami berdua, namun mengingat kami berdua teman sekelas jadinya harus lebih akrab dan bisa membaur dengan yang lain.
" gimana kalau ke rumahmu Marischka..??" tanya Winda sambil tersenyum antusias dan bersemangat.
" nahh..."
" ide bagus itu..!!" sambar Natasya membuat kami berdua menoleh ke arah Natasya yang berada di samping kiri ku.
aku pun sempat berpikir sejenak dan mengira-ngira apa yang akan ku siapkan nanti di mansion keluarga ku. setelah berfikir sejenak aku pun punya ide untuk membuat pesta barbeque kecil-kecilan, mumpung gak ada orang dirumah ku.
nice shoot...
" boleh aja sihh..." jawab ku sambil tersenyum ke arah Winda, sebenarnya aku agak sedikit terkejut sih karena tidak ada seorang pun temanku yang pernah ke mansion keluarga Kartika.
" biar ku hubungi orang rumah dulu untuk mempersiapkan semuanya.." sambung ku sambil mencari gawai yang ada di dalam tas jinjing ku.
__ADS_1
" yess..!!" seru Winda dengan senang. aku pun menghubungi tuan Alfred dan memintanya untuk menyiapkan pesta barbeque dirumah.
setelah selesai menghubungi tuan Alfred, aku pun memberi tahu ke Winda. dengan raut wajah yang senang, Winda pun segera memberi tahu ke teman sekelas kami, jika aku mengundang teman-teman yang lain untuk mampir di mansion ku setelah pertandingan team basket cowok selesai.
dengan segera mereka terlihat senang dan banyak yang antusias, karena bagi mereka aku orangnya terkesan tertutup dan jarang berbaur.
" beneran nih...??" tanya salah satu dari temanku. aku pun hanya mengangguk saja dan mengiyakan pengumuman dari Winda.
tak terasa saat kami sibuk bercerita sambil menunggu pertandingan dimulai, peluit akhir pertandingan pun dibunyikan. hal itu menandakan jika team basket cowok kelas kami akan memainkan pertandingan penyisihan selanjutnya.
dengan segera team basket cowok kelas kami turun dari tribun penonton tempat kelas kami mendirikan home base.
setelah mereka turun ke lapangan basket, kami pun mempersiapkan peralatan untuk mendukung kami kami bertanding. drum, airhorn, ataupun balon suporter pun sudah kami persiapkan.
kali ini kelas kami mendapat lawan yang termasuk mudah, yaitu adik kelas kami di kelas satu. team basket cowok kelas kami tahun lalu berhasil melaju ke semifinal, namun di semifinal kami dikalahkan oleh kakak kelas kami di kelas tiga.
beda di cabang basket cowok dan cewek, kalau di cabang cewek, permainan lebih merata kelas satu dengan kelas lainnya. namun berbeda hal dengan yang cowok, mereka lebih kuat di satu bidang olahraga saja.
" kau yakin mereka bisa juara tahun ini Nat..??" tanya ku ke Natasya yang berada di samping kiri ku.
" yahhh..."
" masih ada kelasnya Mario yang bermain dengan superior kemarin..." sambung Natasya dengan ekspresi wajah yang terlihat pasrah.
" betul juga sih..." seru ku dengan tersenyum kecut melihat ke arah lapangan basket.
" kita lihat aja sih permainan mereka.."
" toh iya sekarang ada cowok mu Marischka.." sambung Winda yang mendengar perbincangan kami berdua tadi.
idihh..
aku pun melihat ke arah Winda dan memasang ekspresi wajah jijik, ekspresi wajah ku membuat Winda dan Natasya kompak tertawa terbahak-bahak. bagi mereka jarang-jarang aku bertingkah konyol kali ini.
...* * *...
pertandingan team basket cowok kelas kami pun dimulai, bola dengan cepat diambil oleh Roby. memang pada dasarnya Roby jadi kapten tim basket sekolah dia di Jakarta dulu, sehingga baginya menjadi pemimpin team basket kelas kami jadi mudah.
sorak pendukung kelas kami pun terdengar cukup heboh di tribun penonton yang menjadi home base kelas kami.
__ADS_1
aku yang biasanya acuh dengan antusias kelas ku, kali ini aku mengabaikan semua rasa jaim yang kumiliki dan dengan all out akan mendukung Roby dan kawan-kawan.
dengan cepat Roby mulai menyerang jantung pertahanan team lawan, teknik Roby memang diatas rata-rata pemain lawan kami. apalagi ditambah dengan beberapa teman kelas kami yang bisa bermain dan mempunyai fisik atletis.
yel-yel penyemangat kami terus serukan ke arah lapangan, apalagi saat team kami memasukkan bola di keranjang team lawan.
permainan Roby menjadi pembeda antara kami dan dan lawan kami kali ini, dan sebagai penanda jika kelas kami maju sebagai unggulan di class meeting tahun ini.
" cowok mu keren Marischka...!!" teriak salah satu teman ku yang agak tomboi dari belakang kami bertiga duduk.
" apaan sih..!!" balas ku sambil mengepalkan tangan ku ke arah temanku yang mengejek tadi.
mereka pun tertawa kecil melihat tingkah ku yang dongkol saat dijodohkan sama Roby. kami lagi-lagi bercanda dengan yang lainnya, teman-teman seakan menjadi sosok yang mengisi kekosongan ku kali ini.
" Marischka...!!"
" sudah siap main besok kan..?!" tanya teman ku yang lainnya dengan sedikit serius. aku berdiri dari tempat duduk ku dan membuat pose mengepalkan tangan ku dan melihat ke arah mereka.
" tentu...!!"
" ku pastikan tahun ini kita juaranya..!!" jawab ku dengan tegas sambil tersenyum melihat ke arah kawan-kawan ku.
ciieeeee...
" kalau Marischka optimis, kita pun tak boleh kalah...!!" seru Winda yang berdiri disamping ku.
mereka pun kompak sambil bertepuk tangan dan melihat ke arah kami berdua yang sedang berdiri di hadapan mereka.
" demi Hanamasa juga...!!" seru temanku yang sedikit tomboi dengan blak-blakan. tak lantas mereka pun tertawa mendengar kata-kata temanku tersebut.
pertandingan basket cowok kelas kami pun segera dimulai, dengan mudah mereka menguasai segala lini. lagi dan lagi, permainan indah Roby menjadi pembeda nya.
peluit panjang tanda pertandingan bola basket cowok kelas kami pun sudah usai, kemenangan telak pun di dapat oleh Roby dan kawan-kawan.
sebelum membubarkan diri, kami pun sepakat untuk menuju ke mansion keluarga Kartika dengan sama-sama. karena banyak yang tidak tahu mansion keluarga ku berada.
# Author.
_ to be continued
__ADS_1