Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Hotel Dream Beach Huts


__ADS_3

dalam perjalanan menuju ke hotel, aku hanya duduk sambil terdiam.


sesekali aku pun menghisap bau minyak kayu putih yang diberikan oleh sopir hotel.


" nona muda sudah baikan..??" tanya asisten Liu dengan nada yang khawatir.


" sini saya oleskan minyak kayu putih nya diperut.." sambung nya sambil berusaha mengambil minyak kayu putih nya di tangan ku.


" gak usah Liu..," sambung ku dengan nada agak jengkel.


kulihat asisten Liu dan seakan memberikan kode jika ada banyak laki-laki yang sedang memperhatikan ku.


" baik saya mengerti.." sambung nya dengan sedikit salah tingkah.


" oleskan lah minyak itu..,"


" kenapa juga malu.."


" toh ya gak ada yang tertarik sama kamu.." sahut Dani dari bangku depan.


" apa katamu..? benar-benar nih anak ya.." sahut dengan nada kesal yang keluar dari mulut ku.


asisten Liu yang juga ikut jengkel memukul head rest bangku depan yang dinaiki oleh Dani.


aku yang melihat nya juga mulai mendidih darah ku.


" sudah lah Dani, biarkan saja dia istirahat..." sambung Roby dengan nada yang lebih sopan.


" dengar tuhh majikan mu..!!" sambung asisten Liu dengan nada menyindir. aku pun tersenyum kecut mendengar kata-kata yang asisten Liu ucapkan.


...* * *...


tidak selang beberapa lama mobil sudah sampai di hotel Dream Beach Huts.


tempat nya asik banget, menurut ku konsep nya unik dan beda dari yang lain.


Kami berlima berangsur-angsur turun dari mobil, sedangkan aku masih merasa mual dan hanya duduk di kursi masuk hotel.


" sialan..,bau minyak kayu putih baju ku" sambil kucium baju yang ku kenakan.


" kenapa nona..??" tanya asisten Liu dengan sedikit khawatir.


" Liu.., ayo kita ke resepsionis.."


" aku ingin segera istirahat di kamar.." sambung ku dengan cepat.


" baik nona.." sambung asisten Liu, dengan segera ku angkat tubuh ku yang kini sudah terasa enakan.


kami berdua jalan beriringan ke arah resepsionis yang terletak di sekitar agak jauh dari parkiran mobil tadi


ku pegang lengan asisten Liu, dan ku sandarkan kepala ku di bahunya, tinggi ku dan asisten Liu tidak terlalu jauh selisih nya, jadi memudahkan ku untuk bersandar di bahunya.


" Liu..??"


" iya nona muda," tanya asisten Liu sambil melihat ke arah ku.


" kenapa kamu tadi terlihat marah saat aku diolok mereka??" sambung ku lagi.

__ADS_1


" karena bagi ku nona muda adalah seorang yang berharga.."


" jadi tak akan ku biarkan siapapun menyakiti anda.." jawab asisten Liu dengan mantap


ku lihat wajah asisten liu, aku senang saat melihat ekspresi serius asisten Liu.


Ku sandarkan kembali kepala ku di bahu asisten Liu.


" Liu.." tanyaku lagi.


" iya nona muda..??" Jawab asisten Liu lagi.


" kenapa kamu masih memanggil ku dengan nona muda..?" jawab ku dengan bercanda dan sedikit jengkel.


asisten Liu terlihat gagap saat mendengar pertanyaan ku.


" emm..itu...itu..., maaf nona saya belum terbiasa." jawabannya dengan sedikit malu-malu.


aku yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut asisten Liu, sedikit ngambek dan berhenti sambil melihat ke asisten Liu dengan mata yang tajam.


" maafkan saya nona, perlahan akan saya perbaiki." sambung asisten Liu,


kulihat asisten Liu sedang merapat kan tangan nya tanda meminta maaf.


aku pun melihat asisten Liu dan dengan spontan aku tertawa melihatnya berkelakuan aneh.


" ingat ini yang terakhir..!!" sambung ku sambil menunjuk wajah asisten Liu.


" baik aku janji Marischka.." jawabnya dengan nada yang terasa masih kaku.


aku yang mendengar asisten Liu bicara sedikit kaku, mulai aku tertawa lagi.


kami pun berjalan dengan cepat dan saling tertawa riang.


rasa mual yang ku rasakan tadi lambat laun hilang dengan sendirinya, kini yang kurasa hanya perasaan bahagia karena asisten Liu disamping ku.


...* * *...


kami sudah memasuki guest house di dekat pantai, asisten Liu mengurus beberapa akomodasi yang dia pesan tadi.


aku hanya duduk di kursi yang menghadap pantai, kurasakan hembusan angin yang menyejukkan.


deburan ombak yang besar serasa membuat ku jadi maki rileks, ku perhatikan juga banyak bule-bule yang berjemur di dekat pantai.


ada pula beberapa pasangan yang bermain air laut dibibir pantai, di kejauhan nampak beberapa peselancar sedang menaklukkan ombak yang tergolong tinggi.


" ayo Marischka.." seru asisten Liu yang kini disamping ku.


aku tersenyum ke arah asisten Liu, dia pun terlihat malu dan menjadi salah tingkah.


" ayok Liu.." sambung ku sambil berdiri di depannya.


dengan diantar oleh karyawan hotel, kami berdua berjalan ke kamar atau lebih tepatnya pondok yang paling besar di dekat pantai,


setelah sampai di pondok yang unik dan paling besar, segera karyawan tersebut membukakan pintu kamar dan mempersilahkan kami untuk masuk.


kami berdua pun masuk kedalam kamar dan dengan segera aku meloncat ke arah spring bed dan merebahkan tubuh disana.

__ADS_1


" ahh.., akhirnya..." seru ku sambil memejamkan mata dan merasakan kenikmatan saat tiduran di kasur.


asisten Liu sedang meletakkan tas jinjing merah ku di meja yang terbuat dari anyaman rotan.


" nona istirahat lah dulu, saya akan membelikan beberapa camilan dan air mineral." sambung asisten Liu.


" oke.." sahut ku yang masih tergeletak dengan nyaman.


asisten Liu beranjak meninggalkan ku yang sedang tiduran di kasur.


" aahh.., leganya" seru ku yang kini membalikkan tubuh.


kini kamar ku terasa hening, kurasakan deburan ombak yang membuat ku rileks.


aku mulai berdiri dan berjalan ke arah tas jinjing merah ku yang berada di atas meja.


ku ambil gawai yang berada di dalam tas dan mulai memeriksa kembali chat yang masuk ke gawai ku.


" astaga.."


" Natasha menghubungi ku dari tadi ternyata." sahut ku sedikit panik.


ku kirim beberapa chat dan meminta maaf jika tidak memeriksa chat darinya.


📨 " kenapa baru balas Marischka bodoh !!" balasnya dengan emoticon marah.


📨 " maaf..., maaf..., tadi aku masih sibuk." kilah ku.


📨 " kamu dimana sekarang Marischka..??" tanya Natasya


📨 " jalan jalan lah..,enak kan mumpung liburan di Bali." ejek ku


📨 " sialan kau.., liburan ke Bali gak ajak-ajak" sambung nya dengan emoticon menangis.


📨 " maaf..,maaf.., " sambung ku balik dengan emoticon ketawa.


📨 " ya udah.., yang penting oleh-olehnya nanti pas kau pulang.." balas Natasya dengan emoticon memohon.


📨 " gak.., gak ada uang.." jawab ku dengan sedikit becanda.


📨 " masak anak keluarga Kartika gak punya uang..?" sambung nya.


📨 " eh itu uang bapak ku ya..,bukan uang ku.." jawabku, aku kirimkan chat itu sambil tertawa puas.


📨 " dasar pelit..." sambung nya marah dengan emoticon emosi.


📨 " pokoknya gak mau tau.., besok Senin harus bawa oleh-oleh untuk ku,!!"


📨 " kalau perlu kau bawakan patung GWK untuk ku" kirimnya lagi sambil mengirimkan emoticon tertawa ngakak.


📨 " ah sialan.., dasar tukang palak" jawab ku sambil ku kirim emoticon ketawa juga.


tidak selang beberapa lama asisten Liu datang kembali ke kamar dam membawa kan dua kantong plastik berisi air mineral dan snack keripik


" silahkan anda pilih Marischka.." sambung nya sambil meletakkan tas plastik itu ke meja dekat ku.


" terima kasih Liu.." jawab ku sambil meletakkan kembali gawai ku dan memilih beberapa snack kesukaan ku.

__ADS_1


# Author


_ to be continued


__ADS_2