
Waktu terus berjalan dengan cepatnya, hari-hari penuh kesibukan ku jalani dengan cepat. tak terasa kami semua akan menghadapi ujian tengah semester pertama.
semua siswa mulai menerapkan sistem belajar kebut semalam, semua pun deg-degan menghadapi ujian kali ini.
ujian akhir semester ganjil pun dimulai di pekan pertama bulan Desember. semua mata pelajaran akan diujikan pada hari itu terkecuali di mata pelajaran yang tidak kami pelajari di kelas.
...* * *...
hari pertama ujian akhir semester dimulai dengan mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia.
" tumben lemas...?" tanya Winda ke arah ku yang sedang melamun dengan kedua tangan di dagu.
" pingin cepat liburan..." balas ku sambil menghela nafas panjang.
" eh kamu dikelas mana...??" tanya ku ke Winda yang sedang membaca beberapa buku paket materi pelajaran.
" kan aku di kelasnya Giselle.." seru Winda sambil melihat kecut ke arah ku. aku pun tersenyum mendengar keluhan dari Winda.
memang ujian semester di sekolah ku cukup unik, karena setiap ujian selalu diajak tiap bangkunya, hal itu untuk menghindari sikap curang diantara siswa.
kebetulan aku berada di ruang kelas IPA tiga, tempat yang lebih tenang dari luar angkasa. kebanyakan siswa di kelas IPA tiga tak terlalu mencolok dari jurusan yang sama.
" ya udah lah aku masuk kelas dulu..." seru ku sambil mulai berdiri dari tempat duduk ku.
" okee..."
" good luck jeng..." seru Winda dan Natasya kompak.
" kalian juga..." sambung ku sambil cipika-cipiki ke mereka berdua.
segera setelah itu aku mulai berjalan ke arah kelas IPA tiga yang berada di ujung bangunan sekolah.
sambil membawa tas jinjing dan beberapa buku tebal baik itu kamus maupun buku paket, aku pun mulai menyusuri lorong menuju kelas tempat ujian ku berlangsung.
saat berjalan ke sana beberapa siswa menyapaku, walaupun aku tak terlalu mengenal mereka satu persatu.
" Marischka..." sapa sekumpulan siswa perempuan dari kelas lain.
" iyaa..." jawab ku sambil tersenyum dan mengangguk ke arah mereka. banyak siswa yang memperhatikan ku lewat di lorong rata-rata mereka siswa kelas satu dan cukup penasaran dengan ku.
aku pun akhirnya sampai di kelas IPA tiga tempat duduk ku berada, ku lihat ruang kelas pun sudah banyak yang datang. saat aku masuk, dengan reflek mereka melihat ke arah ku.
what's...??
😅
dengan heran aku melihat reaksi mereka yang cukup berlebihan. aku pun masuk ke dalam kelas, segera setelah itu suasana menjadi normal kembali. aku pun berjalan mencari bangku tempat ku mengerjakan ujian.
duhh mana yaa..??
" Marischka ada di papan tulis..." seru salah satu siswa perempuan sambil menunjuk ke arah papan tulis yang terdapat susunan nomor bangku ujian.
__ADS_1
" owhh iyaa makasih..." jawab ku sambil melihat ke arah papan tulis di depan. sambil membawa buku ku aku pun mendekati papan tulis tersebut.
" owhh itu..." seru ku setelah melihat ke barisan bangku yang terdapat nomor dan nama masing-masing siswa. aku pun menemukan jika tempat duduk ku di barisan ketiga dari depan dan tepat di baris kedua dari pintu masuk.
aseekkkk gak terlalu bontot...
😇
selain kelas dua, ternyata anak kelas satu pun berada di kelas yang sama dengan kami. tahun lalu kelas dipisahkan semuanya, namun karena ada beberapa ruangan yang sedang di renovasi, sebagian kelas satu pun ujian bersama kami di kelas dua.
setelah duduk di bangku ku, aku pun membaca lagi beberapa referensi mata pelajaran supaya lebih tajam indra ku dalam mengerjakan tugas.
" permisi..." seru suara laki-laki yang terdengar ngebass seperti suara Roby.
" iyaa..?" sambung ku sambil melihat ke arah asal suara itu. sosok laki-laki gagah, ganteng dan perfect pun kini ada di sampingku sedang menatap ku.
" itu tempat duduk ku..." seru dia dingin.
" haahh...??" sambung ku, dia menunjuk ke arah nomor ujian yang ada di atas bangku sekolah. aku pun melihat ke arah tempelan di atas meja sekolah itu, ternyata yang diucapkan nya benar dan sedikit membuat ku malu.
" maaf..." seru ku sambil menggeser posisi duduk ku di kursi yang sebenarnya. sambil berpindah tempat aku pun membawa tas dan buku paket ku di tempat ku sebenarnya.
" Marischka...?!"
" kamu disini...??" seru seorang siswi yang duduk tepat di depanku.
" heem nih..." sambung ku sambil tersenyum ke arah nya. tak selang berapa saat cowok tadi pun duduk tepat di sampingku.
kenapa bisa ada cowok seganteng diaa...!!
😖
semuanya mata tertuju ke arah ku, mungkin mereka beranggapan jika kami cocok saat bersanding bersama. satu nya ratu kelas dua, yang satunya pangeran kelas satu.
beeuuhhh....
tak selang berapa lama guru pengawas pun hadir di kelas kami, tidak hanya itu ternyata sekolah juga bekerjasama dengan universitas terkemuka di kota Bogor untuk menempatkan mahasiswa nya sebagai pengawas ujian.
" selamat pagi anak-anak..." seru ibu guru pengawas.
" ujian akhir akan segera dimulai sebentar lagi..." sambung beliau sambil membagikan lembar kertas jawaban terlebih dahulu.
" kalian isi terlebih dahulu lembar jawaban dengan nama, nomor ujian, kelas dan untuk yang kelas dua kelas jurusan nya..." perintah ibu guru pengawas sambil memperlihatkan kertas jawaban di depan kami.
" isi terlebih dahulu lembar jawaban nya, dan akan ibu bagikan soalnya masing-masing..." sambung beliau.
semua siswa pun dengan khidmat mengerjakan instruksi dari beliau, sang mahasiswa pun berkeliling untuk melihat yang kami kerjakan benar apa tidak.
" baik ibu akan bagikan soalnya..." seru beliau sambil berjalan menuju ke meja guru. dengan dibantu oleh pengawas lain, beliau mulai membuka amplop berisi soal-soal dan membagikan ke kami.
karena hari ini mata pelajaran yang di ujikan ialah matematika, maka semua siswa pun mendapat soal yang mirip. baik itu jurusan IPA, IPS maupun Bahasa.
__ADS_1
bisa contekan nih...
hehe..
...* * *...
tak selang berapa lama bunyi bel sekolah berbunyi sekali, hal itu menandakan jika ujian akhir semester dimulai. banyak siswa yang segera membalikkan lembaran kertas di meja nya masing-masing.
" waktu ujian dua setengah jam.."
" manfaat kan waktu dengan baik..." seru ibu pengawasan dengan tegas.
semua pun mulai larut dalam keheningan ujian, hanya bunyi burung dan suara kendaraan saja yang terdengar.
waktu sudah berjalan selama satu jam lebih, banyak siswa yang terlihat mulai melancarkan aksinya. tradisi contek mencontek pun segera dimulai namu masih dalam tahap yang wajar dan masih senyap.
sebenarnya aku sudah selesai mengerjakan semuanya, namun sekali lagi ku cek dan kupastikan jika jawaban ku sudah benar. ku lihat sekeliling, ternyata mereka sudah melancarkan aksinya.
hmmm...
😅
udah lah..
aku gak mau ikutan...
tak sengaja aku melihat ke arah sosok di sampingku, ternyata dia sedang kesusahan mengerjakan soal matematika. tampak beberapa soal dia lewati dan lembar coretan nya terlihat tak digunakan semestinya.
haahh...??
apakah dia kesusahan...??
🤔
sebenarnya aku ingin membantu, tapi takut nya dia salah paham dan merasa tersinggung. aku pun pura-pura tidak memperhatikan nya, kecuali jika dia sendiri yang meminta bantuan kepada ku. nah itu beda cerita.
" kaak..??"
" bisa minta tolong..??" tanya nya sambil menggeser posisi soalnya ke arah ku.
" heehh...??" sambung ku dengan sedikit terkejut , namun ya memahami situasi nya.
" kamu kesusahan..??" tanyaku sambil tersenyum dan menatap wajah yang mirip dengan idola dari Korea.
" ada yang masih kurang ku pahami kak.." sambung nya sambil menunjuk beberapa soal yang belum berhasil dipecahkan nya.
" owhh..." angguk ku mengerti.
" sebentar ya..." seru ku sambil mengambil lembaran kertas milikku dan bersiap membantu kohei ku.
# Author.
__ADS_1
_to be continued.