Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Elliot hotel and resort


__ADS_3

Butuh waktu 2 jam penerbangan dari bandara Halim Perdanakusuma untuk sampai di pulau Dewata.


setelah kami landing dengan aman di bandara, pilot segera memarkirkan pesawat pribadi kami di apron khusus bandara Ngurah Rai.


segera setelah berhenti pilot menyatakan kita telah safe landing, yang artinya kami telah tiba di pulau Dewata dengan aman.


segera ku bereskan tas jinjing merah ku dan kumasukkan kembali kertas-kertas laporan itu setelah ku cek lagi dan lagi.


asisten Liu juga mempersiapkan dirinya, dia berjalan dulu ke depan dan mengecek keadaan supaya benar-benar aman untuk ku turun


hal itu merupakan protokol yang standar digunakan dalam pengamanan keluarga Kartika.


tidak begitu lama mobil jemputan kami datang menuju ke parkiran pesawat pribadi yang telah siap tadi.


dari dalam mobil berjenis SUV itu keluar lah dua bodyguard pria bertubuh tegap, asisten Liu mempersilahkan ku untuk turun dan memasuki mobil yang sudah siap


" silahkan nona muda..,"


"semua sudah ready..." sapa asisten Liu sambil menghampiri ku.


"terima kasih.." jawab ku


dengan segera aku berdiri sambil menenteng tas jinjing merah di tangan kiri ku, sesekali ku perhatikan jam di gawai yang berada disisi kanan tangan ku.


sebelum turun dari pesawat aku sempat kan untuk menyapa pilot co-pilot yang telah bekerja dengan baik sehingga kami sampai dengan aman.


" terima kasih banyak kapten..." sahut ku sambil berjabat tangan dengan pilot tersebut.


" tentu nona muda.." seru sang pilot sambil berjabat tangan dengan ku


" enjoy your trip, nona muda..." sambung co-pilot dengan tersenyum lebar.


aku hanya melempar senyum manis ke arah mereka berdua, segera segera setelah itu aku beranjak dan mempersilahkan asisten Liu melanjutkan tugas nya.


asisten Liu yang berada didepan ku turun terlebih dahulu, aku mengikuti tepat di belakangnya.


sesampainya di depan pintu mobil, asisten Liu berhenti terlebih dahulu dan mempersilahkan diriku untuk masuk ke mobil SUV yang sudah terparkir.


" silahkan nona muda.." sambut asisten Liu dekat pintu masuk mobil kami.


"terima kasih banyak.." sahut ku membalas dengan senyuman manis.


setelah masuk ke mobil ku letakkan tas jinjing merah ku di bangku sebelah kiri tangan ku, asisten Liu juga segera memasuki mobil dari sisi sebelah kiri mobil.


setelah kami masuk dengan cepat asisten Liu mempersilakan kedua bodyguard tersebut untuk masuk mobil,

__ADS_1


tak selang beberapa lam mobil kami mulai berjalan menuju hotel dan resort keluarga Kartika yang berada di sekitar Nusa Dua.


jarak bandara Ngurah Rai dan hotel kami tidak lah terlalu jauh, hanya dengan lima belas menit kami sampai di area resort yang cukup terkenal.


' The grand Elliot hotel and resort'


...* * * ...


yupz..


itulah nama perusahaan perhotelan yang ku kelola dan dimiliki ayahku, nama itu diambil dari nama depan ayah ku sendiri, sang owner Elliot group.


namun kesibukan ayah yang sedang mengurus panggung yang lebih besar membuat perusahaan nya tidak terlalu terurus.


sehingga aku berperan mengganti kan ayah dalam mengurus perusahaan dibawah naungan Elliot group.


aku pun sesekali melihat laporan keuangan yang disajikan kepada ku setiap minggunya dari berbagai cabang hotel Elliot group.


ya hitung-hitung latihan bagiku sambil mengasah kepekaan ku dalam dunia bisnis dan manajemen saat nanti berada di panggung besar keluarga Kartika.


sesampainya kami di lobby hotel, diriku disambut oleh manajer hotel yang telah siap terlebih dahulu.


sambil menundukkan kepala tanda hormat, beliau mengucapkan salam dan selamat datang pada ku dan asisten Liu.


" selamat datang Bu Marischka." sahut nya sopan sambil berjabat tangan dengan ku.


" bagaimana keadaan resort pak Dedy??" sambung ku lagi dengan sedikit basa-basi.


" Alhamdulillah.., ramai nona Marischka.." sambung nya sambil tertawa kecil tanda puas.


aku senang melihat pak Dedy dengan cara dan etos kerja yang dia lakukan.


" ya sudah.."


"saya selalu percaya sama profesionalitas pak Dedy..," sahut ku dengan tersenyum kecil.


terlihat pak Dedy sangat bangga akan pencapaian yang dia lakukan terhadap hotel kami selama ini ku apresiasi.


" terima kasih banyak atas kepercayaan yang besar kepada saya." sambung nya dengan masih tersenyum basa-basi.


" itu juga kan juga berkat usaha maksimal yang pak Dedy dan team kerjakan."


" jika bukan karena jiwa profesional pak Dedy mana mungkin ayah akan menyerahkan kepercayaan ini ke pak Dedy." sambung ku kini lebih serius.


pak Dedy hanya tersenyum dan berfikir apa yang ku katakan ada benarnya.

__ADS_1


" ya sudah.., saya ijin pamit ke kamar dulu pak Dedy.." sambung ku.


" oh ya..,maaf..,maaf Bu Marischka.." sambung pak Dedy dengan cekatan.


...* * *...


segera aku berjalan menuju kamar deluxe yang telah dipersiapkan para staf sebelumnya.


sesampainya di dalam kamar kuletakkan tas jinjing merah ku di atas meja rias.


selang beberapa saat asisten Liu datang membawa kan perlengkapan yang sebelumnya dipersiapkan untuk ku.


" nona muda perlengkapan anda sudah saya persiapkan di dalam lemari." sambung asisten Liu


" terima kasih banyak asisten Liu." jawab ku sambil tersenyum ke asisten Liu.


asisten Liu meletakkan semua kebutuhan ku di dalam lemari pakaian, setelah itu asisten Liu memohon diri untuk kembali ke kamarnya sendiri.


" kalau begitu saya pamit dulu nona muda." sambung nya kembali..


" baik asisten Liu.." jawab ku.


aku dan asisten Liu berbeda kamar, memang aku memilih untuk berada di kamar sendiri, agar aku mendapat privasi yang ku butuhkan.


sedangkan asisten Liu lebih memilih kamar yang lebih kecil namun letaknya tidak terlalu jauh dari kamar ku.


setelah asisten Liu kembali ke kamarnya sendiri, segera ku rebahkan tubuhku yang sudah terasa kaku semua.


namun sebelum diriku tidur kuputuskan untuk berendam dulu di bathtub dan merilekskan tubuh ku yang sudah kaku semua.


setelah lama ku berendam, kuambil handuk kimono dan segera mengganti baju branded ku dengan piyama tidur yang juga punya nama brand dan tetap fashionable.


sebelum tidur, ku kembali meraih tas jinjing ku dan mencari smartphone edisi terbatas dan berlapis emas murni ku.


ku check apakah ada email masuk dari ayahku atau dari teman-teman.


sambil memegang gawai, aku berjalan ke arah kulkas dan mengambil air mineral kemasan yang berada di dalam nya


sesekali kulihat gawai yang ku pegang.


banyak diantara chat yang masuk dari teman-teman ku, tapi biasanya chat mereka ku abaikan saja sih.


sebab kebanyakan chat dari mereka hanyalah chat-chat curhat tentang kehidupan nya yang sok kompleks atau tentang hal- hal yang berbau cowok.


memang sih aku seorang pendengar yang baik dan sering memberikan solusi atas berbagai masalah yang mereka utarakan, namun justru itu yang membuat ku sedikit iri dengan kehidupan mereka.

__ADS_1


# Author


_to be continued


__ADS_2