
tanpa kurasa diriku tertidur dengan gawai masih menempel di kuping, aku tertidur dengan pulas nya seperti putri tidur yang ada di dongeng-dongeng.
asisten Liu yang sudah selesai dengan aktivitas makan malam nya, kini beranjak menuju ke kamar ku
dia menyadari sudah tidak ada suara lagi dari dalam kamar ku, dengan ragu asisten Liu meminta ijin untuk memasuki kamar ku.
" Nona muda..??" tanya asisteb Liu dengan pelan, takut mengganggu aktivitas ku.
namun tidak ada suara yang terdengar dari dalam kamar, dengan pelan asisten Liu memberanikan diri untuk membuka pintu kamar ku.
owh..
dia tersenyum geli saat melihat diriku yang sedang tertidur dengan posisi aneh.
dengan segera asisten Liu memperbaiki posisi tidur ku dan merapikan semua yang ada di dekat ku, termasuk gawai emas milik ku.
setelah selesai membereskan semua barang yang tampak berantakan, asisten Liu meninggalkan kamar ku dan mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur supaya diriku lebih nyenyak kalau sedang tidur.
tidak lupa sebelum dia pergi menyempatkan untuk mengucapkan selamat tidur kepada ku sambil tersenyum.
selamat malam putri tidur...
...* * *...
tak terasa matahari pagi sudah bergantian menampakkan sinarnya dari ufuk sebelah timur, seakan berkata kepada manusia untuk segera memulai hari-hari sibuk dimuka bumi ini.
namun kenyamanan bedcover tebal yang menyelimuti ku, serta dingin nya AC kamar seakan berhasil membuai ku untuk tetap berada dalam dunia mimpi.
alarm gawai yang dari kemarin selalu membuat ku terbangun, kini gagal untuk pertama kalinya membuat diriku bangun pagi.
hehehe...
tidak selang beberapa lama asisten Liu kembali mengetuk pintu kamar ku, seakan tahu jika tuan putri nya masih dalam peraduan, asisten Liu memasuki kamar ku dengan ragu.
dengan senyum manisnya itu dia melihat pakaian dan rambut ku sudah tidak karuan lagi.
" nona muda...??" sahut asisten Liu
" nona muda..!!" sambung nya lagi sambil menggoyangkan tubuhku yang masih terlelap.
" emmm...." hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut ku.
" mohon maaf nona muda.."
" segera lah bangun..!" sambung asisten Liu dengan senyum manis khas dirinya.
" hari sudah mulai siang...!" serunya sambil memberanikan diri untuk menggoyang tubuh ku yang masih tertidur.
" hmmm..." sahut ku yang kini sudah melirik ke arah asal suara itu.
mengetahui bahwa nona muda nya mulai bangun dari tidur nya asisten Liu berangsur meninggalkan ku sendirian dalam kamar.
...* * *...
dengan sedikit berat aku mulai membuka mata lentik ku.
tanpa sadar ku mulai meraba-raba mencari gawai yang seingat ku berada di pipi dan masih bertelepon ria dengan Natasya.
dengan kaget nya aku langsung terbangun dan mencari gawai ku, dengan cepat ku angkat bed cover dan tumpukan bantal dan guling ku.
__ADS_1
"aduh dimana itu hape ya...!" seru ku dengan panik sambil memegang kepala dan menyisir rambut yang terlihat berantakan.
tak selang berapa lama kulihat gawai ku sudah tersusun rapi di atas lemari kecil dekat kasurku.
" sialan...!" seru ku sambil merangkak di atas kasur dan menunju ke arah gawai ku tergeletak.
ku rebahkan diriku sejenak dan membuka gawai yang kini ku berada di tanganku, dengan pelan ku scroll layar sentuh gawai milik ku dan mencari chat ku dengan Natasya kemarin.
" kek mana si Natasya sekarang ya...??" sambung ku dalam hati, sambil kuingat-ingat percakapan telepon ku dengan nya,
jika kuingat ingat lagi pembicaraan ku dengan nya, nampaknya si Natasya benar-benar terpuruk kali ini, tidak biasanya dia menangisi hubungan nya dengan cowok-cowok yang sok kegantengan itu.
" ah sudahlah lah..,"
" bodoh amat..." sahut ku sambil meletakkan lagi gawai ku ke tumpukan bantal.
" oh ya mumpung di Bali ku coba ah jalan ke Nusa Lembongan, sepertinya spot fotonya bagus juga nih.." sambung ku dalam hati.
kuambil gawai ku lagi dan segera ku menelpon asisten Liu, selang beberapa saat telpon ku diangkat oleh asisten Liu
" selamat pagi asisten Liu..." sapa ku dengan masih tidak terlalu sadar.
" selamat pagi juga nona muda..."
" ada yang anda perlukan..??" sambung asisten Liu dengan cepat.
" ya...,"
" bisakah kita berlayar ke Nusa Lembongan ya.." tanyaku lagi dengan nada yang lebih melek
" tentu bisa nona muda..." jawab asisten Liu langsung.
tumben gercep..
" terima kasih kalau begitu..." sambung ku dengan lebih santai.
...* * *...
hufftt...
aku pun meletakkan lagi gawai dan mulai melamun dan berguling guling tidak jelas di atas kasur.
tak selang beberapa lama kulihat kapal pesiar kami mulai bergerak menuju ke destinasi selanjutnya, yaitu di pulau Nusa Lembongan.
kapal berjalan dengan pelan menuju ke selat Badung, selat yang memisahkan antara pulau Bali dan pulau Nusa penida.
tidak begitu lama asisten Liu datang ke kamarku, dengan pelan dia mengetuk kamar ku.
" permisi nona muda..."
" masuklah asisten Liu..!!" jawab ku dari dalam kamar saat mendengar suara khas asisten Liu.
" baik..."
" permisi nona muda..."sambung asisten Liu sambil segera masuk ke dalam kamar ku, asisten Liu membawa kan handuk dan perlengkapan mandi yang masih tergulung dengan rapi di atas nampan.
" gimana tidur anda nona muda..??" tanya asisten Liu sambil meletakkan nampan berisi perlengkapan mandi di atas meja dekat dengan pintu ke kantor.
aku hanya diam saja, seakan nyawaku belum terkumpul semua dalam tubuhku.
__ADS_1
" saya lihat anda terlelap begitu nyenyak nya.."
" sehingga nona muda tidak sadar jika gawai anda masih menempel di pipi..." seru nya sambil tersenyum manis khas dirinya.
" mungkin karena nona terlalu letih kemarin..."
" hingga saat saya masuk dan untuk memastikan keadaan nona, Anda seakan tidak sadar." sambung asisten Liu dengan nada yang lebih rileks.
aku hanya melirik ke arah asisten Liu dan hanya mengangkat bahuku seakan mengiyakan apa yang dia katakan.
" baik kalau begitu saya permisi dulu" sambung nya sambil melihat ke arah ku
sementara aku hanya diam, asisten Liu berangsur meninggalkan ku di kamar untuk memberikan privasi kepada ku.
segera setelah sadar sepenuhnya, aku mulai bangun dan berdiri dari tempat tidur ku.
aku ambil handuk yang masih tersusun rapi dan mulai melangkahkan diri ke dalam kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri.
kapal pesiar kami berjalan menyusuri selat Badung dengan pelan dan santai.
setelah selesai dengan semua kegiatan ku di kamar, ku langkahkan kaki menuju ruang makan dan meminta dibuatkan sarapan ke chef yang berjaga.
...* * *...
saat selesai semua kegiatan ku di atas meja, asisten Liu memberitahu jika kapal sudah berada di dekat perairan Nusa Lembongan.
" selamat pagi nona muda.." sambut asisten Liu dengan ramah.
" pagi juga.."
" maaf nona muda..."
" kita ada kendala sedikit.." seru asisten Liu dengan sedikit ragu.
" kendala apa asisten Liu...??" sambung ku penasaran.
" kita sudah sampai di sekitar perairan Nusa Lembongan nona muda.." jawab asisten Liu dengan sedikit ragu.
" teruss..??" seru ku lagi.
" namun dikarenakan ukuran yang besar, kapal pesiar kita tidak bisa sandar di pulau Nusa Lembongan.." seru asisten Liu dengan sedikit menyesal.
" owh.." sambung ku dengan mengangguk tanda mengerti arah pembicaraan asisten Liu.
" dengan terpaksa kita harus ke Nusa Lembongan dengan perahu boat yang lebih kecil.." seru asisten Liu.
" terserah saja..."
" yang penting kita sampai dengan selamat.." sambung ku sambil tersenyum kecil ke arah asisten Liu.
" baik saya mengerti nona muda..." sambung asisten Liu dengan terlihat lebih santai dan rileks
aku hanya tersenyum melihat asisten Liu yang terlihat lebih lega.
tak selang berapa lama kapal boat kecil yang akan membawa kami ke pulau Nusa Lembongan sudah siap.
kami berdua pun segera naik ke kapal boat kecil itu dan tidak begitu lama kapal nya berangkat ke Nusa Lembongan.
ku bawa tas jinjing merah kesayangan ku dan topi pantai berukuran besar yang menemani ku saat berada di kapal pesiar.
__ADS_1
# Author
_to be continued