
namun sebelum kembali ke Jakarta, tuan Sugara meminta anaknya untuk menemani ku makan malam sebentar.
" maaf nak Marischka...!"
" om harus kembali dulu ke Jakarta.." sambung nya sambil tersenyum ke arahku.
" owh.., baik om.."
" saya pun sekalian mau kembali ke kediaman keluarga..." sambung ku sambil mulai berdiri dari tempat duduk ku.
mendengar kata-kata ku, tuan Sugara terlihat memahami situasi nya. seperti beliau, aku pun bukan orang yang suka menghabiskan waktu di meja makan.
" kalau begitu biar nak Marischka diantar oleh Roby saja..?!"
" kebetulan Roby untuk sekarang tinggal di Bogor..." sambung tuan Sugara sambil tersenyum ke arahku.
namun dengan cepat aku menolak tawaran dari tuan Sugara, terlihat Roby hanya tersenyum aneh kearah ku.
mendengar kata-kata penolakan yang terucap dari mulut ku, terlihat tuan Sugara sedikit berubah raut wajahnya. mungkin beliau tidak menyangka jika aku akan menolak idenya yang menurut ku tidak masuk akal dan terkesan ada "undang dibalik rempeyek".
duh jadi gak enak nih...
disaat aku akan berbicara, tiba-tiba petir menyambar dengan kerasnya. sontak aku terduduk lagi sambil menutup telinga ku dengan cepat.
hujan disertai angin kencang langsung turun dari langit, meja makan yang di bagian luar cafe tampak berantakan disapu angin kencang. beberapa karyawan mengambil barang yang ada di meja depan.
" pah...?!"
" diluar masih hujan..."
" pulang nya nanti saja...!?" seru Roby dengan nada serius. terlihat tuan Sugara sedikit bimbang.
tiba-tiba gawai kesayangan ku berdering dari dalam tas jinjing yang kubawa. aku yang masih menutup telinga, sedikit kaget saat gawai berdering.
dengan segera aku mencari gawai di dalam tas dan segera mengangkat panggilan masuk itu. panggilan masuk itu ternyata dari sopir keluarga yang akan menjemput ku kembali ke mansion keluarga Kartika.
📞 " iya hallo..?!" jawab ku cepat.
📞 " halloo..., nona muda...?!" sambung pria dibalik gawai ku dengan nada sedikit ragu.
📞 " iyaa pak...??"
📞 " ada apa yaa..??" jawab ku penasaran.
📞 " itu non.., mungkin saya tidak bisa menjemput nona muda.."
📞 " mobil nya tiba-tiba tertimpa pohon tumbang saat saya menuju ke tempat nona muda...!" sambung pria itu dengan nada yang kali ini lebih panik.
📞 " lhoo kok bisa pak..?!"
__ADS_1
📞 " itu nonn...!?" sebelum selesai sopir yang akan menjemput ku menyelesaikan kata-katanya dengan segera aku memintanya untuk tidak khawatir.
namun dengan terbata-bata, terdengar suara sopir kami yang ketakutan karena memang mobil yang dibawanya harganya tidak murah.
📞 " sudah pak.., bapak tidak usah terlalu khawatir dengan mobilnya..!"
📞 " yang penting keselamatan bapak dulu.."
📞 " toh ada asuransi nya mobil yang bapak gunakan..!" sambung ku menenangkan sopir yang menjemput ku.
tak selang beberapa saat, tuan Sugara yang sedari tadi mendengar percakapan ku dengan sopir pribadi keluarga kami, mulai mendekat dan bertanya kepada ku.
" ada apa nak Marischka..?" tanya tuan Sugara sedikit penasaran.
" tidak apa-apa om..." jawab ku dengan ramah. aku mulai perhatikan pintu jendela di luar, hujan masih belum reda sesekali terlihat kilat menyambar layaknya ada sesi fotografi diluar sana.
melihat tingkah ku, tuan Sugara mulai menawarkan lagi anaknya Roby untuk mengantarkan ku kembali ke Bogor. entah kenapa rasanya berat aja mulutku untuk berkata 'iya' dengan tawaran tuan Sugara.
aku pun sempat berpikir untuk menginap saja malam ini di hotel tempat rapat kami. namun rasanya tidak enak untuk menolak lagi tawaran tuan Sugara.
" baiklah tuan Sugara..."
" dengan senang hati saya menerima tawaran tuan..." seru ku sambil tersenyum, walaupun senyum ku terlihat tidak ikhlas aja.
terlihat tuan Sugara juga ikut tersenyum saat mendengar tawaran nya diterima oleh ku. Roby yang mendengar kata-kata ku terlihat senyum penuh kemenangan.
" mari nak Kartika..!" ajak tuan Sugara dengan ramah dan mempersilahkan ku untuk jalan duluan.
Roby dengan segera pergi ke arah mobilnya terparkir, dan dengan segera menyalakannya. sedangkan aku dan tuan Sugara melihat ke arah Roby.
" nak Kartika sekolah dimana..??" tanya tuan Sugara basa-basi. dengan segera aku menyebutkan nama sekolah tempat ku menimba ilmu.
mendengar itu tuan Sugara terlihat sedikit terkejut, karena anaknya dan aku menimba ilmu di tempat yang sama. namun lagi-lagi tuan Sugara seakan mempunyai banyak trik dan intrik supaya anaknya bisa dekat dengan ku.
nih orang tua coba nyomblangin aku atau gimana ya...
...* * *...
singkat cerita, sekarang aku dan Roby sudah berada di dalam mobil yang sama, yaitu mobil Porsche 911 Carrera S berwarna kuning.
boleh juga seleranya...
dalam perjalanan pulang aku hanya diam saja sambil sesekali melihat gawai yang ku pegang. hujan gerimis masih menemani perjalanan kami berdua, suara wiper mobil seakan jadi teman dikala kami berdua membisu.
" tak ku sangka kamu putri tunggal keluarga Kartika..?" seru Roby dengan suara ngebass yang terdengar empuk ditelinga.
mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Roby, aku pun hanya tersenyum sinis saja.
" seharusnya aku tau, saat kita duduk dipinggir pantai dulu.." sambung Roby serius. entah kenapa aku mulai tertarik dan melihat kearah Roby yang fokus melihat jalan.
__ADS_1
terlepas dari sikapnya yang aneh, sebenarnya Roby....
lumayan lah...
entah pemikiran apa yang ada di otakku sekarang, aku hanya tersenyum tipis aja seraya menyembunyikan perasaan anehku. kini ku alihkan pandanganku ke arah kaca mobil.
ku lihat bayangan ku dibalik kaca jendela mobil dia yang penuh dengan tetesan air hujan. ku jauh kan lagi pikiran tentang Roby yang mulai berusaha menguasai perasaan dihati ku.
duh..., apaan sih...
😖
mobil kembali berjalan setelah berhenti karena lampu merah di perempatan jalan raya. lalu lintas kini mulai sepi dari aktivitas pengguna jalan raya.
hujan yang mengguyur kota Bogor dari tadi sore, seakan tidak membiarkan penduduk nya untuk beraktivitas di malam hari. sehingga banyak lapak-lapak dagangan pinggir jalan yang sepi pengunjung.
kami berdua pun tidak banyak mengobrol satu sama lain, suasana canggung kembali menggelayut di dalam mobil miliknya. aku pun sibuk ber-chat ria dengan Natasya yang kini mulai kepo tentang ku.
...* * *...
mobil kami akhirnya sampai di jalanan dekat dengan mansion keluarga Kartika, ku arahkan jalan rumah ku ke Roby. memang dia belum terlalu hafal dengan jalan di kota Bogor ini, mengingat memang dia pendatang yang baru datang.
" kita masuk di depan gerbang besar itu ya..." sambung ku sambil menunjuk ke arah gerbang besar yang terlihat kokoh.
" situ..??" jawab Roby sambil melihat ke arahku.
" iyaa...!"
tak selang berapa saat mobil terparkir di depan pintu gerbang besi mansion keluarga Kartika. nampak penjaga mansion segera menghampiri ke arah mobil Roby.
" selamat malam tuan..." sapa penjaga mansion dengan ramah dan tetap sesuai prosedur keamanan keluarga Kartika.
dengan segera jendela mobil Roby terbuka, dan penjaga pintu gerbang itu melihat kedalam mobil Roby.
" dia bersama ku pak...!" seru ku ke arah pria paruh baya yang menghampiri mobil kami berdua.
" owhh...!!"
" nona muda...?!" seru penjaga itu dengan sedikit terkejut. penjaga itu pun dengan cepat membukakan pintu gerbang besar keluarga Kartika.
setelah terbuka penuh, dengan segera mobil Roby masuk ke dalam halaman mansion keluarga Kartika. karena halaman mansion kami yang luas, mobil pun menyusuri jalan ke arah halaman utama mansion dan berhenti tepat di depan pintu gerbang utama mansion.
" terima kasih...!!" seruku sambil melihat ke arah Roby yang tetap bergaya sok cool nya.
" sama-sama..." jawab Roby tegas.
dengan segera aku keluar mobil dan berdiri di depan pintu masuk mansion keluarga sembari melihat ke arah mobil Roby.
tak selang berapa lama kemudian tuan Alfred membukakan pintu dan menyapa ku dengan ramah. mobil Roby pun mulai bergerak ke arah keluar mansion keluarga Kartika.
__ADS_1
# Author
_to be continued