
" ayookk...!!" seru ku sambil mengecek lagi barang bawaan ku. kulihat Natasya pun sudah siap sepenuhnya, penampilan yang elegan namun tetap kasual seperti yang kuharap kan.
" nahhh...kan..!!"
" kamu itu istimiwirr jika di permak.." sambung ku sambil tersenyum menatap Natasya yang sepertinya belum terbiasa dengan makeup dan penampilan barunya itu.
" masak sihhh..?" jawab nya sambil memutar tubuhnya di kaca yang ada di lemarinya. rambut panjang nya sengaja memang tak ku ikat dan kubiarkan saja terurai.
" nanti kalau ada kesempatan kita ke salon lah Nat.." ajak ku sambil berdiri di samping Natasya dan ikut bercermin di sana untuk memastikan lagi fashion ku tak kalah sama Natasya.
" ayookk..??" ajak ku lagi. Natasya mengangguk tanda setuju ajakan ku
kami berdua berjalan menuju ke garasi mobil rumah Natasya. saat melewati kak Nadia dan Rian kami berdua dihentikan oleh kak Nadia, aku pun merasa gak enak saat kak Nadia memberhentikan kami berdua.
" tunggu..!!"
" kalian mau kemana rapi amat..??" tanya kak Nadia dengan penasaran.
" keluar sebentar lahh..." jawab Natasya sedikit nyolot. mendengar adik perempuan nya sedikit ngegas, kak Nadia sedikit terprovokasi.
" nih anak ditanya bagus-bagus malah ngegas..!!" sambung kak Nadia dengan nada sedikit tinggi. melihat akan ada perang dunia ketiga di depan ku, dengan cepat aku pun menengahi mereka berdua.
" maaf kak Nadia..."
" kebetulan kami ada acara kelas di luar.." jawab ku ramah supaya kak Nadia gak banyak tanya lagi, lagian jam kami lumayan mepet untuk sampai ke sana.
" ya udah, hati-hati di jalan..." sambung kak Nadia dengan ekspresi datar, aku pun tersenyum mendengar perhatian kak Nadia. sedangkan Natasya cuek aja dengan keadaan perhatian kakaknya itu.
" kalau gitu kami pamit dulu kak..." sambung ku sambil berjalan ke arah mobil, Natasya ternyata jalan didepan ku dengan cepat dan terlihat kesal.
dengan segera ku nyalakan mobil Aston Martin Vantage silver metalik itu, raungan mesin V12 begitu mempesona siapapun yang melihat nya.
sebelum berangkat ku letakkan lagi barang bawaan ku di bagasi terlebih dahulu.
ternyata kak Nadia dan Rian melihat kami dari balik jendela ruang tamu, entah apa yang mereka bicarakan kali ini. setelah siap semua, aku pun mulai berjalan pelan dan meninggalkan rumah Natasya.
saat menyusuri jalan di perumahan Natasya, ku lihat Natasya masih cemberut dan terlihat tidak semangat.
" kau kenapa Nat..??" tanya ku sambil sesekali melihat ke arah Natasya yang duduk di samping ku.
" tau ah..."
" bete aku sama kak Nadia.." jawab Natasya sambil menyilangkan lengan nya di dada.
" kenapa lagii...??" sambung ku sambil terus berkonsentrasi membelah jalanan padat kota Bogor.
" biasa lah.."
" bertengkar kami berdua tadi malam..." seru Natasya yang masih bermuka jengkel.
" iiisshhhhh....!!!"
" bikin sebal aja..!!" sambung Natasya sambil mengepalkan tangannya dengan kuat. aku malah tertawa kecil melihat tingkah Natasya, hal itu yang mana membuat Natasya makin gemas melihat ku.
__ADS_1
" sudahlah lah biarin aja Nat.." seru ku sambil fokus melihat ke jalanan.
" kau masih enak bisa bertengkar dan bisa marahan sama keluarga mu..."
" lhaa aku...??"
" anak tunggal.., dengan siapa juga aku bertengkar Nat.." sambung ku sambil tersenyum dan sedikit merasa iri sih dengan kebahagiaan yang Natasya miliki.
Natasya hanya diam saja sambil melihat ke arah ku. dia tau semua rahasiaku, sehingga sedikit merasa tidak enak kepada ku. dengan pelan akhirnya dia mulai bercerita tentang pertengkaran dia dan kak Nadia.
...* * *...
tak terasa perjalanan kami berdua sudah sampai di tempat kami akan mengadakan perjamuan kemenangan. tampak sudah banyak teman sekelas ku yang sudah ada di sana, mereka duduk di sekitar parkiran mobil dan motor.
" tampaknya sudah kumpul semua Nat.." seruku sambil memarkirkan mobil ku di pelataran parkir.
" iya nih..." sambung Natasya yang kali ini sudah kembali seperti biasa mood nya. seketika setelah melihat kehadiran mobil ku, mereka semua mendekat ke arahku.
" ayo turun dulu..." ajak ku sambil membuka pintu mobil ku, sebelum keluar kuambil tas jinjing merah ku yang ada di pangkuan Natasya.
" oke boss..." seru Natasya sambil memberikan tas jinjing merah ku.
" lhaa kok belum ada yang masuk..??" tanyaku ke arah Mak nyak yang berada di dekat parkiran mobil ku.
" tunggu bosss laahh..." jawab Mak nyak sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisnya.
" apa sih ahhh..." seruku sambil memukul pelan lengan bagian atas Mak nyak. kulihat Winda yang sibuk memainkan gawai nya di ujung parkiran mobil.
" Winda..!!" teriak ku sambil melambaikan tangan ke arahnya.
setelah Winda dan semuanya sudah siap, dengan segera aku mengajak mereka untuk masuk saja dan tak perlu sungkan.
" ayo gasskeun broo...!!" seru ku sambil memimpin mereka berjalan ke dalam gerai itu.
segera saja mereka mencari tempat duduk yang nyaman, mereka pun melihat kiri-kanan seakan ragu saat masuk kedalam, ada pula yang langsung melihat menu yang tersedia.
suasana pun penuh dengan hiruk-pikuk teman-teman yang sudah bersedia hadir di pesta kecil ku.
" maaf..."
" benar dengan nona Marischka..??" tanya staf yang bertanggung jawab di restoran ini. perawakan belia yang setengah baya dengan sopan menyapaku, terdapat pin nama yang tertulis supervisor di bawah namanya.
" owh iyaa..."
" ada apa yaa..??" jawab ku santai. Winda dan Natasya yang duduk bersama ku pun hanya melongo melihat ku saja.
" ini nona..."
" ada titipan dari manajemen.." seru staf itu sambil memberikan sebuah amplop dari dalam sakunya.
" owh iyaa...??" jawab ku sedikit ragu saat menerima amplop darinya.
" mohon diterima nona Marischka.." sambung beliau ramah. aku pun menerima amplop tersebut, ku balik lagi amplop yang isinya tidak terlalu tebal dari biasanya.
__ADS_1
" baik pak..."
" terima kasih banyak..." seruku sambil meletakkan amplop tadi di dalam tas jinjing merah ku.
" apaan tuh Marischka...??" tanya Winda sambil mengaduk potongan daging di pemanggang meja kami.
" tau ah..."
" nanti lah ku buka.." seru ku sambil mengambil makanan yang sudah siap untuk ku nikmati. Natasya kali ini pun masih sibuk mengambil beberapa daging yang terlihat menarik perhatiannya.
aku pun mulai berdiri dan berjalan melihat keseruan mereka mengambil makanan, banyak dari mereka yang tidak sungkan untuk mengambil daging dengan porsi yang sedikit berlebihan.
khilaf nih ceritanya...
😅
mereka pun berterima kasih kepada ku, ibu Jumiati yang notabene wali kelas kami pun menikmati makanan beliau bersama keluarga nya. aku pun mempersilahkan beliau untuk mengajak keluarga beliau, yah sekedar rasa hormat ku untuk pengorbanan beliau dalam mengajar kami di kelas.
saat memutar di meja teman-teman aku tidak melihat batang hidung Roby di sana. memang sih dia berkata tidak bisa ikut hadir dikarenakan ada keperluan keluarga di Jakarta.
Halah paling ya ngedate sama mangsanya..
😑
aku pun memutuskan untuk ke meja resepsionis dan bertanya tentang pembayaran dari tempat yang ku booking ini. namun saat aku menanyakan kepada kasir tadi, ternyata semua sudah diatur oleh owner dari Hanamasa sendiri.
hmmm...
interesting...
🤔
setelah itu aku pun kembali ke mejaku berada, dengan terkejut aku melihat Natasya datang-datang bersama piring yang penuh dengan potongan daging.
" ya Allah Natasya...!!"
" kamu kesurupan apaa...??" seruku sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah Natasya.
😑
nih anak memang luar biasa...
" astaga Nat..!!" sambung Winda sambil berdiri dan mencarikan tempat untuk meletakkan piring yang dibawa Natasya.
" ahhh..."
" mumpung free..!!" seru Natasya santai sambil meletakkan piringnya
" astagaaa..." seru tak percaya.
" nagaaa..." sambung Natasya sambil nyengir dan mulai duduk di samping Winda.
# Author.
__ADS_1
_to be continued