
" nyonya besar sudah menunggu anda nona Marischka..!" sambut beliau dengan ramah.
" baik..."
" aku sudah tak sabar ingin bertemu beliau.." seru ku antusias ke asisten rumah tangga yang berdiri di depan ku.
" tentu nona muda..."
" nyonya besar pun juga tidak sabar ingin bertemu anda..." sambung beliau dengan semangat. aku pun ikut terbawa suasana ini.
kami berdua berjalan menuju ke pintu mobil dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan lagi ke rumah keluarga Kartika. sementara itu keperluan ku semua sudah diletakkan di bagasi mobil sedan itu.
setelah meletakkan tas jinjing di sebelah kiri ku, asisten rumah tangga itu pun masuk dari pintu sebelah kanan. sambil tersenyum dia memerintahkan sopir untuk segera jalan ke rumah.
dalam perjalanan menuju ke tempat nenek berada aku pun mengobrol dengan beliau. dengan antusias dan bercanda beliau juga menceritakan tentang sedikit pengalaman yang menurut dia lucu.
jalanan negara Merlion kali ini terlihat padat dan macet, salah satu ciri khas suatu kota megapolitan. mobil menyusuri jalan protokol dan gedung-gedung pencakar langit yang ada di kota.
akhirnya mobil kami sampai di kawasan River Valley, yaitu kawasan perumahan ekspatriat dan kaum elite di Singapura. mobil kami langsung saja masuk kedalam rumah mewah bergaya minimalis modern itu.
memang sih dibandingkan dengan mansion keluarga Kartika, rumah di Singapura ini lebih kecil namun terasa lebih hangat dan hidup sangat berbanding terbalik dengan suasana di mansion keluarga Kartika.
setelah mobil masuk ke parkiran mobil, terlihat nenek ku yang sudah menunggu di depan lobi pintu masuk rumah. aku pun segera turun dan menghampiri beliau disana.
" nenekk..!!?" seru ku sambil merentangkan kedua tanganku dan berusaha memeluk nenekku.
" Marischka cucu ku...!!" seru beliau sambil memeluk ku dengan sedikit lebih erat.
" nenek kangeennn banget sama Marischka..!!" sambung beliau sambil terus memeluk tubuh ku. saking senangnya aku pun menitikkan air mata manja ke nenekku.
nenek yang tau jika aku begitu merindukan nya pun hanya tersenyum dan berusaha menghibur ku. memang sih aku sudah lama aku tak bertemu beliau, kesibukan yang padat membuat dia belum sempat untuk kembali ke mansion keluarga Kartika.
" cup..cup..cup...!!"
" cucu nenek kok cengeng sihhh...?!" goda nenek sambil tersenyum manis ke arahku. aku hanya manyun manja saja seperti bebek.
hehehe...
" masuk dulu yuk..?!" ajak nenek sambil terus memegang tangan kanan ku. tepat di belakang ku asisten rumah tangga tadi membawa kan perlengkapan ku dan koper tadi.
" jadii..., gimana kabar kalian di Bogor..??" tanya nenek sambil berjalan masuk ke dalam ruang keluarga. aku hanya senyum-senyum sendiri seakan meluapkan kegembiraan ku ini.
" Marischka...??" sambung nenek yang melihat ku senyum-senyum sendiri. aku pun sedikit terkejut dan spontan melihat ke arah nenek ku.
__ADS_1
" iyaa nek..?!" sambung ku dengan ekspresi terkejut ku.
" ishh...?!"
" kamu ini yaa...?!"
" kebanyakan melamun gak baik lhoo..!" sambung nenek sambil menepuk lengan ku pelan. aku hanya tersenyum malu mendengar kata-kata nenek.
kami berdua pun duduk di tempat duduk keluarga yang sangat luas, memang lebih kecil dari ruang keluarga kami sih. namun entah mengapa disini lebih menyenangkan dan lebih enak untuk beristirahat santai.
" gimana nek tadi..??" tanyaku ke nenek yang duduk juga di samping ku. namun nenek hanya tersenyum saja mendengar pertanyaan ku.
" sudahlah..."
" nampaknya kamu capek.." jawab nenek dengan bijak. aku menggelengkan kepala tanda ketidak setujuan pertanyaan nenek.
aku pun tidur di pangkuan nenek yang ada tepat disamping ku, sambil penuh kasih sayang beliau mengelus rambut ku. aku pun makin bahagia dengan situasi ini dan berharap untuk tidak akan segera berakhir.
...* * *...
okelah akan aku ceritakan sedikit tentang nenek ku, nenek yang selama ini aku anggap sebagai pengganti almarhum Ibundaku.
nama lengkap beliau adalah Her Royal Highness Rose Marinka Kartika. beliau adalah salah satu saudara kandung raja Willem-Alexander dari Belanda.
namun setelah bertemu almarhum kakek, akhirnya beliau pun luluh dan menerima perjodohan itu.
kehidupan pernikahan yang mereka jalani begitu bahagia, selain berlimpah dengan kekayaan yang tak terhitung. mereka berdua pun dikaruniai seorang putri cantik yang notabene adalah almarhum Ibundaku
kesedihan nenek terobati dengan kehadiran ku di dalam keluarga Kartika, tak heran beliau begitu memanjakan ku dan dengan senang hati menggantikan peran almarhum Ibunda dalam membimbing dan merawat ku.
sebagai seorang pemimpin keluarga yang berpengaruh, nenek tetap berusaha menjadi mengimbangi antara mendidik ku dan menjadi pemimpin keluarga Kartika.
namun setelah aku sudah beranjak remaja, nenek sudah mulai membantu peran ayah dalam mengatur kembali posisi keluarga kami di jajaran keluarga elite dunia.
kesibukan luar biasa nenek dan ayah ku sangat menyita waktu, aku pun harus mengalah untuk sekedar mendapat perhatian dari kedua orang yang luar biasa itu.
back to story...
kali ini nenek datang ke Singapura karena ada pertemuan dengan beberapa kepala negara disana. mungkin karena sudah lama tak bertemu dengan cucu kesayangan ini, makanya beliau meminta ku untuk bertemu disini.
" nenek lama banget gak pulang sihhh...??" keluhku sambil terus tidur di pangkuan beliau.
" gak kangen sama kami kah..??" tanyaku dengan sedikit cemberut. kali ini aku duduk normal dan melihat ke arah beliau.
__ADS_1
" tentu nenek kangeennn sama Marischka..." seru beliau sambil tersenyum manis melihat ke arah ku dan mengelus pipi ku.
tangan keriput nya membuat ku merasa sedih karena di umur beliau sekarang, beliau masih saja aktif di dalam kegiatan keluarga Kartika.
" tapi kenapa kok lama banget gak pulang-pulang sih neekk..??" tanyaku lagi dengan nada yang sedih.
" nenek masih sibuk sayang..." sambung beliau dengan ramah.
" nenek janji ke Marischka deh.."
" kalau semua ini sudah selesai.., nenek akan istirahat dan akan menemani Marischka..." seru beliau sambil menepuk tangan ku yang ada di pangkuan beliau.
" betuull..??" tanyaku penuh antusias.
" nenek janji..." seru beliau dengan ramah, aku pun bahagia bukan kepalang mendengar pernyataan nenek ku.
" terima kasih banyak Tuhan..!!" seru ku sambil memeluk erat tubuh nenek.
nenek pun tersenyum senang karena berhasil meyakinkan cucu manjanya ini, namun terlihat beliau masih belum sepenuhnya berfikir jika akan pensiun dalam waktu dekat ini.
kami berdua lanjut pembicaraan ke arah pengalaman ku di sekolah dan beberapa pertemuan yang melibatkan keluarga Kartika didalamnya.
nenek pun dengan sabar mendengarkan cerita ku dan mengarahkan serta memotivasi diri ku untuk selalu lebih maju dan berkembang lagi. tak lupa beliau juga menerima dokumen yang tuan Alfred titipkan kepada ku.
nenek pun mengajak ku untuk masuk ke dalam ruang kerja beliau yang ada di dekat tangga menuju lantai dua. dengan penuh semangat aku pun ikut dalam persiapan untuk mengikuti rapat yang akan dilangsungkan besok.
" jadi ini rencana besar nya neekk..??" tanyaku penuh penasaran saat melihat beberapa rencana yang akan terjadi di masa yang akan datang.
" yupz..!!"
" ini adalah kesepakatan bersama keluarga berpengaruh lainnya tentang masa depan dunia..." seru beliau dengan ekspresi wajah yang berubah dari biasanya.
" kenapa nenek menceritakan tentang hal besar ini kepada ku.??" tanyaku dengan penuh keheranan dan sedikit merinding.
" karena suatu saat kamu akan ada diposisi nenek.."
" dan nenek harap kamu sudah siap untuk menghadapi nya..." sambung beliau dengan tenang dan terdengar berwibawa.
dengan sedikit menelan ludah, aku pun mulai menyadari peran besar keluarga Kartika di percaturan politik global.
peran yang tidak kecil, peran luar biasa yang bisa dengan mudahnya membuat sebuah negara hancur ataupun makmur.
# Author.
__ADS_1
_to be continued