Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Marischka Kartika


__ADS_3

" mari nona muda.." ajak asisten Liu dengan keramahan dan senyum manisnya.


" baik.." sambung ku cepat.


aku menaiki tangga pesawat berkarpet merah itu, asisten Liu mengikuti ku dari belakang sembari membawa tas jinjing berwarna hitam.


sebelum masuk kedalam kabin pesawat aku sempatkan untuk menyapa para pilot yang disewa khusus oleh keluarga Kartika.


" selamat sore kapten.." sapa ku sambil berjabat tangan ke arah kapten dan co-pilot


" ahh..., selamat sore juga nona Kartika," jawab sang pilot dan co-pilot dengan tersenyum saat membalas jabat tangan ku.


" jadi gimana cuaca hari ini capt..??" sambung ku basa-basi.


" baguss.., bagus...," sambung sang pilot dengan mengganguk tanda kalau semua baik-baik saja.


" semoga tidak ada hambatan ya capt.." seru ku dengan nada bercanda.


" oh tentu.., insyaallah semuanya akan baik-baik saja" sambung pilot meyakinkan sambil tertawa kecil.


pilot pilihan keluarga kami memang gak asal pilih dan main-main, para pilot pilihan keluarga Kartika sudah punya jam terbang yang di atas rata-rata.


" saya ijin masuk dulu ya capt.." sambung ku dengan menunjuk ke arah kabin penumpang di belakang ku.


" oh ya silahkan nona Kartika..., 'enjoy the flight, " sambung sang pilot sambil tertawa.


" tentu capt.." sambung ku lagi.


...* * *...


memasuki kabin, dengan segera saja aku rebahkan tubuhku di kursi besar dekat dengan jendela.


ku simpan tas jinjing merah yang sedari tadi ku pegang di atas meja kecil samping kursi besar yang ku duduki.


tidak begitu lama pesawat pribadi milik keluarga ku perlahan take off meninggalkan bandara Halim Perdanakusuma.


aku hanya duduk dengan santai di kursi empuk itu saat pesawat mulai lepas landas meninggalkan kota Jakarta.


" selamat datang nona muda Marischka Kartika.."


" disini captain melaporkan jika ketinggian sudah dalam keadaaan aman.."


" cuaca dari Jakarta ke Denpasar dalam keadaaan cerah, dan akan di tempuh dengan waktu kurang lebih 2 sampai 3 jam..."


" enjoy the flight nona Marischka.."


mendengar penjelasan pilot aku merasa lebih rileks. kulihat langit begitu cerah dan tidak terlalu berawan.


sesampainya di ketinggian yang aman baru aku pergi ke belakang untuk sekedar mengganti baju seragam sekolahku dan perlengkapan nya dengan baju yang sudah disediakan oleh kepala asisten rumah tangga kami.

__ADS_1


semua yang ku butuhkan selama perjalanan keluar kota selalu sudah siap sedia sebelum aku meminta nya.


oh ya..,kalian pasti penasaran kan siapa sih aku sebenarnya, atau bagaimana sih paras ku..


...* * *...


okeh...


ku ceritakan sedikit tentang siapa aku.


namaku adalah Marischka Kartika, usia ku kini baru menginjak 16 tahun, dengan tinggi badan kurang lebih 170 cm,


paras ku cantik ciri khas orang blasteran Perancis - Indonesia. (bukan murni Indonesia juga sih, karena almarhum ibuku masih ada blasteran nya juga..)


ayahku adalah orang berasal dari Perancis, beliau adalah pengusaha muda yang cukup terkenal waktu itu di Perancis.


sedangkan ibuku berasal dari Indonesia, ibuku merupakan keturunan murni dan pemegang hak pimpinan keluarga Kartika.


di dunia bisnis inilah membuat ibu dan ayahku dipertemukan.


back to topic...


dengan rambut blonde sepanjang punggung kesukaan ku, pasti membuat siapapun yang melihat ku pasti akan mengira bahwa aku adalah model internasional.


aku bersekolah di salah satu SMA negeri favorit di kota Bogor, sekolah ku terletak tidak lah jauh dengan mansion keluarga kami di kota Bogor


kenapa aku memilih untuk bersekolah di Indonesia?? toh dengan kekuasaan dan kekayaan keluarga Kartika aku bisa saja dengan mudah nya aku sekolah di luar negeri.


lagi-lagi di karenakan peraturan dari kakek buyut kami lah, maka sekolah di luar negeri tidak diperkenankan di keluarga Kartika.


Walaupun aku bersekolah layaknya anak normal lainnya, namun aku juga mengikuti berbagai sekolah dan kelas private untuk mengembangkan potensi ku secara maksimal.


...* * *...


di keluarga kami, seseorang akan debut di perusahaan besar kami dan berhak mengendalikan usaha keluarga pada saat berusia dua puluh lima hingga tiga puluh tahunan.


setelah itu kami akan memegang secara penuh tahta keluarga Kartika di empat puluh tahun.


lalu menginjak usia lima puluh lima tahun akan digantikan dengan putera atau putri penerusnya yang sah.


pola itu akan berputar secara terus menerus, sebab hal itu akan menjamin ide-ide baru dan membuat semakin maju usaha dan pengaruh keluarga Kartika di kalangan bangsawan dunia.


para pemimpin keluarga kami yang sudah tidak menjabat lagi sebagai ketua, akan tetap menjadi bagian dari manajemen dan bertugas mengawasi para penerusnya tersebut.


selain itu mereka juga diberi tanggung jawab untuk mendidik cucu atau cicitnya hingga dia layak untuk memimpin keluarga Kartika.


...* * *...


ya...

__ADS_1


begitulah aturan keluarga Kartika sedikit ribet dan berbelit-belit.


kembali ke diri ku lagi.


paras cantik yang melekat padaku juga sering membuat teman laki-laki di sekolah ku menjadi tertarik dan ingin mendekati ku dengan berbagai cara.


banyak yang menyatakan perasaannya kepada ku, namun bagiku cinta-cintaan adalah permainan anak kecil yang hanya akan menghambat perkembangan ku.


back to the story..


selepas aku selesai membersihkan diri dan berganti baju, aku kembali ke tempat duduk yang berada di tengah kabin.


ku buka lagi tas jinjing merah ku dan kuambil lembaran kertas laporan yang ku bawa tadi.


asisten Liu yang mengetahui nona muda nya sudah kembali lagi duduk di kursi tadi, maka dia dengan segera menduduki sofa panjang di samping ku.


dengan memberanikan diri asisten Liu turut serta melihat laporan keuangan hotel kami.


"ada yang bisa ku bantu nona muda..?" tanya asisten Liu dengan nada penasaran,


sambil ikut memperhatikan dengan sedikit penasaran kertas laporan yang ku pegang.


aku yang terus memperhatikan kertas laporan, tidak sadar jika ada asisten Liu sudah duduk di samping ku.


" nona muda..?" sahut nya lagi, asisten Liu sadar jika diriku tidak memperhatikan nya dan lebih fokus ke lembaran kertas tersebut..


aku yang melihat ada kejanggalan di kertas laporan keuangan, dengan perlahan ku berikan kertas yang janggal itu ke asisten Liu.


" coba kau lihat asisten Liu.." sahutku sambil ku tunjuk nominal yang janggal di dalam laporan keuangan hotel yang ku pegang dan segera ku perlihatkan kertas itu ke asisten Liu.


dengan sedikit mendongak dia berusaha melihat lembaran kertas itu dan memperhatikan angka-angka yang ku tunjuk tadi.


" kenapa ada angka yang aneh disitu nona muda..??" tanya asisten Liu penuh keheranan.


"itulah..." jawab ku sambil melihat dengan serius ke arah asisten Liu.


"nanti sesampainya di Bali kita mampir ke cabang Ubud dulu." jawabku dengan tegas sambil ku berikan kertas-kertas laporan itu ke asisten Liu


Dengan penuh fokus asisten Liu memperhatikan laporan yang bermasalah tersebut


" tampak nya ada yang tidak beres nona muda..." sambung asisten Liu dengan antusias dan penuh dengan rasa penasaran.


setelah selesai dengan rasa penasaran nya, asisten Liu memberikan kertas tersebut kembali kepadaku.


" kita lihat saja permainan apa yang akan mereka mainkan.." sambung ku dengan antusias.


segera ku saja rapikan kertas-kertas laporan tersebut dan ku masukkan kembali kedalam tas jinjing merah ku.


melihat antusias ku, asisten Liu juga makin tak sabar untuk segera sampai di Bali

__ADS_1


# Author


_to be continued...


__ADS_2