Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Makan malam yang berwarna


__ADS_3

matahari berangsur meninggalkan peraduan nya, kini rembulan mulai mengganti kan peran nya dalam menghiasi hari-hari manusia di dunia.


aku pun mempersiapkan diri untuk bersantap malam di kapal pesiar kami, selesai ku berdandan ria dan tidak lupa aku berganti pakaian ke yang lebih kasual.


tepat di dek lantai satu terdapat ruang makan besar dengan gaya Eropa klasik, tempat nya sangat nyaman dan membuat mood siapapun yang berada di sana akan merasa terisi kembali.


" selamat malam nona muda " sapa asisten Liu dengan senyum manis khas dirinya.


" selamat malam juga asisten Liu..." jawab ku sambil melihat sekeliling ruang makan yang sangat besar dan tampak begitu mewah.


asisten Liu mempersilahkan diriku untuk duduk di kursi paling depan.


kuletakkan gawai emas milik ku dan mengambil gulungan kain celemek yang sudah tersedia di atas piring ku.


segera setelah aku duduk, para pelayan menyajikan makanan yang sudah dimasak oleh chef pribadi kami.


" silahkan dicicipi nona Kartika..." sambung pelayan itu sambil memberikan piring dan dengan menu pembuka penggugah selera.


segera ku cicipi makanan yang sudah berada di depan meja makan ku ini.


makanan pembuka yang ku cicipi sangat menggugah selera makan ku, ditambah lagi dari tadi siang aku belum makan makanan berat.


setelah selesai aku makan hidangan pembuka kini giliran menu utama yang terhidang di meja makan ku.


kulihat asisten Liu hanya berdiri dan memperhatikan dengan seksama hidangan yang mereka sajikan kepada ku,


" asisten Liu.."


" duduk lah bersama ku.., kita makan bersama hari ini..." sambung ku sambil mempersilahkan duduk di kursi sebelah kanan.


" ti__tidak terima kasih nona muda.." jawab asisten Liu sambil menundukkan kepalanya dengan sedikit malu.


kusadari bahwa asisten Liu terus melakukan tugas pengawasan nya dan seringkali abai pada dirinya sendiri.


" kamu tahu kan jika aku tidak pernah menerima penolakan asisten Liu..??" sambung ku lagi dengan tegas.


asisten Liu nampak ragu dengan perintah ku.


" ayolah...!!" sambung ku dengan lebih tegas lagi.


dengan terpaksa asisten Liu menuruti permintaan kecil ku ini.


segera setelah asisten Liu duduk disamping ku, para pelayan mempersiapkan perlengkapan makan untuk nya.


" asisten Liu..?" sahut ku, yang membuat asisten Liu menoleh ke arah ku


" ya nona muda..?? " sambung asisten Liu, kini dia juga sudah mendapatkan menu pembuka yang tadi sudah kucicipi.


" kenapa ruang besar ini terasa sepi ya..??" sambung ku sambil melihat ke arah asisten Liu.


" itu karena hanya kita saja yang berlayar nona muda..." sambung nya dengan tersenyum manis khas dirinya


" ahh..."


" aku punya ide..!!" seruku dengan cepat, asisten Liu hanya menyimak apa yang akan diperintahkan lagi kepada nya.


" ada yang bisa saya bantu lagi nona.." sambung asisten Liu dengan antusias.


" he_em.." angguk ku.

__ADS_1


" asisten Liu..., jika tidak merepotkan mu bisa minta tolong untuk memanggil kapten, pilot dan para staf untuk makan malam bersama-sama." pinta ku ke asisten Liu dengan antusias.


dengan seksama dia melihat ke arah ku seakan menunggu tugas selanjutnya dariku.


" baik saya mengerti nona muda..." jawab nya sambil berdiri dengan bergegas sehingga membuat suara bangku tergeser dengan keras


" asisten Liu disini saja.." pintaku


" kan bisa meminta tolong ke mereka tuh.." sambung ku sambil melihat ke arah para pelayan yang berjejer dekat dengan mini bar.


" oh ya..., baik nona muda" jawabnya sambil kembali duduk di kursinya.


asisten Liu memanggil salah satu staf untuk mendekati nya, segera setelah itu satu staf mendatangi asisten Liu


" minta tolong panggilkan kapten dan pilot helikopter tadi untuk ikut makan bersama ya." perintah asisten Liu ke staf yang mendekatinya.


" bilang saja kalau perintah dari nona Kartika." sambung ku lagi ke arah staf perempuan itu.


" baik nona Kartika.." jawab sang staf dengan serius.


tidak begitu lama setelah itu kapten kapal dan pilot helikopter datang ke ruang makan di tengah tadi.


ku persilahkan kapten dan pilot untuk mengambil tempat duduk kosong yang tersedia.


" para staf dan chef juga silahkan ikut bergabung dengan kami.." sahut ku kepada para staf kapal pesiar.


" baik nona Kartika.." sambung mereka kompak.


ruang makan yang tadinya sepi, kini sudah terasa ramai dengan para staf kapal pesiar saling bercanda dan mengobrol.


gelak tawa membuat ruangan ini menjadi lebih hidup dan lebih berwarna, hal yang jarang ku rasakan jika berada di mansion keluarga Kartika.


...* * *...


" tuan-tuan terima kasih atas makan malam nya..."


" saya minta ijin untuk kembali ke tempat istirahat ku." sambung ku ke arah para staf tersebut.


" baik nona Kartika.." jawab mereka secara kompak, mereka pun berdiri dan mempersilahkan untuk ku kembali ke kamar ku.


aku pun berangsur meninggalkan ruang makan dan segera menuju ke kamar di dek lantai dua.


gemerlap lampu yang kapal kami nyalakan tampak begitu elegan dari kejauhan, sehingga membuat kagum mata yang melihat kapal kami.


setelah sampai di dalam kamar utama, aku pun membaringkan tubuhku ke kasur empuk yang berada di kamar utama.


kapal kami terawat dengan maksimal walaupun jarang ada keluarga Kartika yang menyambangi nya.


itu semua berkat dedikasi dari para staf yang tidak pernah mengeluh dan selalu profesional dalam bekerja.


...* * *...


sebelum tidur aku sempat kan melihat gawai ku. kulihat berbagai macam chat yang masuk dari teman-teman SMA ku yang berada di Bogor.


tumben mereka nge-chat


🤔


sambil berdiri, ku balas satu persatu chat yang mereka kirimkan ke nomor ku, kebanyakan dari mereka bertanya keberadaan ku sekarang. tak terkecuali salah satunya teman baik ku bernama Natasya.

__ADS_1


📨 " kenapa Nat..??" balas chat ku ke Natasya. setelah dibaca tiba-tiba ada panggilan masuk ke gawai ku.


sialan nih anak...


😑


umpat ku kesal sambil ku geser ikon hijau di layar ku


📞 " ya halloo...?!"


📞 "kenapa kau Nat..?!" jawab ku dengan nada yang datar dan dingin, sambil berjalan ke arah kasur aku menerima panggilan dari Natasya.


📞 " kamu dimana Marischka bodoh..??" tanya Natasya dari sisi lain gawai ku.


📞 " aku liburan di Bali sekarang..!!"


📞 " ada urusan apa...??" tanyaku balik. kini aku jawab dengan lebih datar yang membuat Natasya sedikit jengkel.


📞 "emm...?!" gumam Natasya dari balik telpon. sebelum dia mulai berbicara, dengan cepat aku tebak keinginan nya menelpon ku


📞 " jangan kau bilang jika ini menyangkut cowok ya Nat..!?"


📞 " malas aku dengar nya...!!" seruku yang kini sudah sambil tiduran diatas kasur kamarku.


📞 " kau tau sendiri kan kalau aku menghubungi mu pasti ada kaitannya dengan cowok ku yang bernama Ega," sambung Natasya lagi, kali ini dia terdengar lebih serius.


astaga...


😑


📞 " aduh...!!"


📞 " aku gak ada waktu untuk mengurusi kisah percintaan kalian Nat...!!" sahut ku dengan nada yang lebih tegas dan terdengar sedikit emosional.


📞 " please....,tolong lah diriku Marischka..!!"


" hanya pada mu lah aku mengadu.." sambung Natasya kali ini terdengar lebih parau suaranya.


📞 " buset...!!"


📞 " kau pikir aku Tuhan Nat..?!" jawab ku dengan sedikit kesal. kali ini aku lebih serius dalam menanggapi keluhannya.


📞 " maaf lah Marischka...!?" sambung Natasya dengan suara penuh kesedihan.


📞 " okelah..."


📞 " tapi jangan salahkan aku bila nanti aku ketiduran ya Nat..." sambung ku lagi.


📞 " haahhh...??!" jawab Natasya dengan terdengar suara yang tak terima.


📞 " kamu pikir urusan ku hanya mendengar curhatan mu kah...??" sahutku dengan cepat.


📞 " oke..."


📞 " asal kamu mau mendengarkan curhat ku, aku sudah senang...!" seru Natasya dari balik telpon.


aku pun mau tak mau harus mendengar kan ocehannya yang tak terlalu penting. dengan sabar aku pun mendengar kata-kata dari Natasya, kebanyakan curhat tentang cowoknya yang ternyata ketahuan selingkuh.


layaknya seorang pendongeng ulung, tanpa terasa aku pun tertidur pulas.

__ADS_1


# Author


_ to be continued


__ADS_2