
" terima kasih...!" seruku sambil menyerahkan tas belanja ku ke arah body guard itu.
" sebentar pak.." sambung ku sambil kembali memasukkan kartu kredit hitam ku ke dalam dompet di dalam tas punggung ku.
" jadi...?!"
" langsung pulang..?" tanya Samuel yang mendekati ku. aku yang sibuk memasukkan dompet ku ke dalam tas sedikit tak fokus ke Samuel.
" maaf.., gimana..?" tanyaku lagi sambil tersenyum ke arah Samuel. dia sepertinya mengerti keadaan ku dan membalas senyuman dari ku.
" setelah ini langsung pulang..??" tanya Samuel sedikit basa-basi.
" iyaa.."
" urusan ku di Singapura sudah selesai.." jawab ku santai. kali ini aku pun memberikan kantong belanjaan yang satu nya ke arah body guard ku
" emm.." angguk Samuel.
" by the way..., ku dengar Roby sekarang sekelas dengan mu ya..?!" tanya Samuel dengan sedikit penasaran.
aku pun hanya tersenyum dan memahami jika Roby dan dia dulu satu geng, jadinya Samuel mesti tau jika Roby sekarang satu kelas dengan ku.
" heem..." angguk ku mengamini pernyataan Samuel.
" seperti dugaan ku.."
" Roby seperti nya menargetkan dirimu untuk ditaklukkan nya...!" sambung Samuel dengan penuh keyakinan. pernyataan Samuel kali ini membuat ku sedikit tak percaya.
" maksudnya..??" tanyaku lagi, kali ini aku memasang ekspresi wajah seakan terkejut dengan pernyataan Samuel.
" iyaa..., setelah kami tau jika kamu pemilik mega Yacht yang parkir di perairan Nusa Lembongan kemarin.."
" dia seakan menatapmu sebagai masa depannya...!" seru Samuel seakan dia mengingat keadaan nya di Nusa Lembongan.
" hmmm..., interesting...!!" jawab ku dengan sedikit terkejut dan aku pun berusaha menutupi nya.
" so..??"
" kenapa dia mengincar ku..??" tanyaku dengan sedikit penasaran sambil berusaha menutupi rasa penasaran ku.
" karena kau Kartika..!" seru suara perempuan dari samping kami berdua, ternyata Felia sudah mengamati percakapan kami berdua.
" maaf..??"
" maksudnya..??" tanyaku dengan lebih penasaran. Felia pun mendekati kami berdua untuk mempertajam pernyataannya barusan.
" kau tau kan jika Roby adalah pewaris terakhir keluarga Sugara.."
" dia adalah anak ke empat dari tuan Sugara, masih ada kakak nya yang akan mewarisi kekayaan keluarga tuan Sugara.." sambung Felia sambil memasukkan sesuatu ke dalam tas jinjing nya.
aku dan Samuel terdiam mendengar kata-kata Felia, aku merasa jika dia menyimpan dendam dihatinya kepada Roby.
" tentu untuk mendapatkan 'kue' yang lebih besar dia harus mengincar perempuan yang lebih kaya darinya ataupun anak pertama dari keluarga konglomerat itu.."
pernyataan Felia cukup logis untuk menggambarkan keluarga kaya di negeri ini, apalagi itu menyangkut keluarga kaya yang sudah punya nama di daerah ataupun di nasional.
__ADS_1
" kau tau sendiri kan keluarga Sugara sudah layaknya peribahasa 'hidup segan mati pun tak mau'..!"
" semua anaknya akan berusaha untuk mencari 'tiang' yang lebih kokoh dalam hal finansial.." seru Felia dengan nada yang terdengar merendahkan keluarga Sugara.
" sepertinya kamu pernah disakiti ya.." sambar ku dengan cepat. Felia pun terlihat sedikit terkejut dengan pertanyaan ku.
mungkin benar apa yang dikatakan Felia, namun menjelek-jelekkan keluarga seseorang bukanlah style dan passion ku.
" sebelum dia pindah ke Bogor..."
" Roby Sugara adalah milikku...!!" sambar Felia dengan nada yang terdengar dalam.
" owhh..."
" i see...!" seru ku sambil tersenyum dengan sedikit salah tingkah. suasana canggung mulai terasa di tempat kami bertiga berdiri.
" maaf nona muda...?!"
" masih ada kah yang perlu dicari..?!" tanya body guard dengan segera. suasana canggung tadi seketika menghilang dengan sendirinya.
" tentu..." jawab ku ke body guard yang mendampingi ku.
" maaf..., sepertinya aku harus melanjutkan perjalanan ku..." seru ku ke Felia dan Samuel yang berdiri mematung sambil menatap ku.
"owh ya...,kalian tenang saja..."
" jika Roby berbuat macam-macam dengan ku..."
" dengan mudah akan kuhancurkan keluarga mereka...!" sambungku sambil membalikkan badan dan menjentikkan jari ku.
...* * *...
" kita langsung saja pulang tuan..." seruku ke sopir yang sudah ada di dalam mobil.
sesampainya di parkiran tadi, aku segera memasukkan semua belanjaan ku di dalam bagasi mobil. semua catatan sudah terpenuhi oleh ku, tak kusangka belanja kali ini sungguh menyenangkan.
terlepas tadi bertemu rombongan Samuel dan Felia, kegiatan ku hari ini sungguh menyenangkan. sambil berjalan ke rumah keluarga kami, aku pun kembali melihat gawai yang ku letakkan di dalam tas punggung ku.
sebelum berangkat ke rumah, kusempatkan memfoto belanjaan ku dan mengirim ke grup WhatsApp kelas kami.
dengan antusias mereka menyambut oleh-oleh yang ku belikan untuk mereka, tak henti-hentinya mereka berterima kasih kepada ku. aku pun dengan cukup senang bisa membawakan cinderamata untuk mereka.
📨 " jadi.., kapan kau pulang Marischka..??" tanya Natasya dan Winda secara bersamaan. aku pun tersenyum melihat chat mereka berdua.
📨 " besok sudah masuk sekolah kok.." jawab ku sambil senyum-senyum sendiri.
📨 " weeehhhh...., sudah kangen kami semua sama kamu Marischka..!!" seru Winda antusias.
📨 " idiihh gak jelas...!?"
📨 " ehh..., ada gosip baru nihh..." sambung ku sambil memasang emoticon tersenyum. tak ayal mereka berdua pun dengan cepat membalas chat ku.
📨 " apa..,apa...,apa...???!!!" tanya Natasya dengan antusias.
📨 " besok laaahh..." jawab ku dengan emoticon tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
📨 " ah kau nih suka betul membuat ku mati penasaran...!!" balas Natasya sambil mengirimkan emoticon menangis.
📨 " yang sabar ini semua ujian..." sambung ku sambil mengirim emoticon tertawa.
📨 " dasaarrr...!!" jawab Natasya lagi. kali ini dengan emoticon tertawa.
📨 " hahahaha....!!"
kami bertiga sepakat membuat grup WhatsApp sendiri, itu untuk menghindari percakapan kami dibaca oleh teman sekelas lainnya.
walaupun aku sudah mulai terbiasa bercanda sama teman-teman sekelas lainnya, namun beda saat aku Winda dan Natasya bercanda layaknya sahabat.
yaa... kalian semua pasti tau kan maksud ku...
🤗
tak terasa kami sudah sampai di rumah keluarga Kartika, mobil segera masuk ke dalam halaman rumah. kulihat waktu sudah menunjukkan pukul empat sore waktu Singapura.
" silahkan nona muda..." seru kepala asisten rumah tangga keluarga kami dengan ramah saat membukakan pintu mobil.
" terima kasih tuan..!" jawab ku sambil tersenyum manis ke arah beliau.
aku pun sempat melihat kearah bagasi mobil dan melihat para body guard itu membantu membawakan hasil belanja oleh-oleh ku.
" langsung saja letakkan di kamar tuan..." perintah ku ke mereka.
" baik nona muda..." jawab mereka dengan kompak.
setelah memastikan semuanya sudah ada, aku pun berjalan menuju kedalam rumah. sebelum nya aku pun mendapat kabar jika nenek kembali ada rapat dengan orang penting lagi, kali ini aku tidak diajak karena memang level pertemuan nya diatas semua yang bisa ku handle.
jadi memang aku pun hanya bisa mengangguk tanda mengerti instruksi dari nenek, beliau juga memberikan restu aku pulang terlebih dahulu ke Indonesia jika pertemuan nya sampai larut malam.
aku pun hanya mengiyakan saran beliau, karena aku tau jika keluarga kami bukan keluarga seperti biasanya. aku pun minta tolong jika nenek sudah tidak terlalu sibuk untuk sekedar menghubungi ku, beliau pun mengiyakannya.
" saya akan istirahat sebentar tuan..."
" tolong persiapkan pesawat saya untuk take off pukul setengah enam nanti..!!" seruku ke kepala asisten rumah tangga kami.
" baik nona muda.." jawab beliau dengan ramah.
setelah memberikan perintah kepada kepala asisten rumah tangga, aku pun berjalan ke kamar ku yang ada di lantai dua.
ternyata semua oleh-oleh yang ku beli tadi sudah siap, dengan segera aku memilah barang tersebut. aku tak mau jika nanti buah tangan itu tertukar dengan milik lainnya, dengan nota yang sudah ku pegang aku pun kembali memilah nya sendiri.
tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, setelah selesai dengan oleh-oleh itu, aku pun membersihkan diri di dalam kamar mandi.
setelah selesai aku dikabari oleh asisten rumah tangga jika mobil sudah siap untuk mengantarkan ku ke bandara.
" nona muda..."
" semua sudah siap...!!" seru kepala asisten rumah tangga itu dengan ramah.
" baik tuan...!"
# Author.
__ADS_1
_to be continued.