
sambil bercanda dan tertawa kecil kami bertiga pun berjalan menuju ke kelas kami berada. satu persatu teman sekelas kami bergabung bersama aku Natasya dan Winda.
" hari ini pasti menang..!!" seru Natasya sambil melihat ke arah ku. aku pun hanya tersenyum dan mengangguk ke arah Natasya.
" aku gak sabar menunggu pertandingan melawan mereka..." seru Natasya sambil mengepalkan tangannya ke atas.
" sepertinya kau dendam banget Nat..??" tanyaku sambil melihat kearah Natasya. mendengar kata-kata ku Winda pun ikut penasaran dengan yang ku tanyakan.
" enggak...??!!!"
" ngapain dendam sama kelompok cewek gak jelas itu..!!" seru Natasya sambil memasang muka aneh saat melihat ku.
" muka gak bisa dibohongi Nat...!" seruku sambil berusaha meraih muka Natasya. Winda pun ikut berusaha meraih muka Natasya, dengan cepat tangannya menangkis tangan kami berdua.
" apaan sih kalian berdua...?!" seru Natasya sedikit jengkel. aku dan Winda pun tertawa melihat Natasya yang jengkel.
rombongan kami mulai banyak, jika dilihat rombongan kami terlihat seperti geng anak nakal yang sok jadi penguasa di sekolah.
tak terasa kami sudah berada di kelas, disana sudah berkumpul banyak siswa yang mendukung kelas kami. baik yang dari kelas kami maupun dari siswa di kelas lain yang ada pacarnya yang berada di kelas kami.
" sudah siap semua nihh..??" tanyaku ke yang lain. mereka pun melihat ke arah ku dan mengacungkan jempolnya tanda semua beres.
" jadi gak sabar nihh..!!" seru Winda sambil dia membawa tas jinjing olahraga besar dipundaknya.
kami mulai berdiri dan saling memandang dengan tatapan mata optimis, Mak Nyak dengan segera berdiri dan menepuk pundak ku, sambil tersenyum dia berterima kasih kepada ku.
sebenarnya aku pun sedikit aneh dengan kata-kata Mak Nyak, namun entah kenapa aku hanya tersenyum saja seakan mengerti maksud nya.
" ayo kita kemon..!" seru Natasya sambil mengajak semuanya berjalan menuju ke gedung olahraga.
" kau pikir bolang..?!" seru Winda sambil tertawa kecil.
semua siswa mulai berjalan menuju ke gedung olahraga, rombongan kali ini lebih banyak dari biasanya. mungkin karena kelas kami akan berhadapan dengan kelas Giselle yang memang terkenal dengan kelas yang agak songong.
banyak siswa lain yang mendukung kelas kami untuk bisa mengalahkan kelas Giselle. aku pun senang dengan kekompakan dari kelas kami dan studi IPS yang memang terkenal dengan loyalitas yang tinggi.
kami pun akhirnya sampai juga di gedung olahraga tempat pertandingan berlangsung. semifinal kali ini kami akan main terlebih dahulu melawan kelas Giselle, selanjutnya akan ada pertandingan kelas asisten Liu yang juga masuk ke semifinal.
setelah mendapat tempat untuk home base pendukung kelas kami, aku dan yang lainnya pun bergegas berganti baju ke tempat biasannya siswa cewek ganti baju.
__ADS_1
" ganti warna yang lainnya saja lah.." seru ku sambil mengambil baju warna kuning yang bertuliskan nama kelas kita.
" nahh..?!!"
" aku suka.., aku suka....!!" seru Natasya sambil mengambil baju dari dalam tas ransel nya. yang lain pun hanya mengangguk mengikuti saran ku.
segera setelah selesai kami bergantian keluar dari dalam kamar ganti. sembari kami jalan menuju ke home base pendukung kelas kami, terlihat rombongan kelas Giselle pun datang dari sisi pintu lainnya.
" tuh anak mau basket apa modeling ya...?!" seru Mak Nyak dengan heran saat melihat gaya penampilan lawan kami yang lebih seperti mau jadi foto model dari pada berolahraga.
" biarin lah.." seru Winda santai sambil mengambil sesuatu dari dalam tas nya. aku pun hanya tersenyum kecut melihat gerombolan kelas Giselle.
" gimanapun tetap boss kita yang juara kalau soal cantik nya.." seru Natasya sambil melihat ke arah ku. tampaknya mereka pun mengamini kata-kata dari Natasya.
" apaan sih..!!"
" bas..,boss...,bas...,boss....!!"
" sama aja lah kita ini...!?" seru ku sambil berjalan ke arah Natasya dan memukul pelan kepalanya dengan gulungan handuk putih yang ku bawa.
" aduuhh..?!" sambung Natasya sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya. aku pun duduk disamping Natasya yang sudah siap untuk bertanding.
tak selang beberapa lama kemudian, panitia pelaksana dari pengurus OSIS memanggil kelas kami dan kelas Giselle.
ku perhatikan ke arah Giselle yang kali ini menatap ku dengan tatapan penuh kebencian, apalagi Dian dan gengnya pun melihat ke arah pemain kami.
" sebenarnya kamu salah apa sih, kok mereka terlihat dendam banget sama kamu..?" tanya Natasya yang berjalan di belakang ku. aku hanya menaikkan pundak ku sebagai isyarat tak tau apa-apa.
" mereka iri sama kamu lah..!!"
" sudah cantik, kaya raya, populer pula..!" sambung Mak Nyak dari arah depan kami berdua. tak ku sangka Mak Nyak mendengar percakapan kami berdua.
" iya juga siihh..?!" sambung Natasya sambil memegang pundak ku dengan kedua tangannya.
iya apanya...
mereka pikir jadi seperti aku tuh mudah apa ..!!
😑
__ADS_1
aku hanya diam dan tersenyum sinis mendengar kata-kata kedua teman ku itu. kami pun sudah berada di bench pemain cadangan, dengan segera kami letakkan semua keperluan yang kami butuhkan di bangku cadangan team kami.
" ayo..!!" ajak Winda sambil berjalan ke tengah lapangan basket dan memperbaiki baju yang dia kenakan.
kami pun mulai pemanasan sebelum pertandingan dimulai, Roby lagi-lagi sibuk mengatur beberapa pemain yang menurutnya penting dan punya posisi yang vital.
di sisi lawan kami Mario lah yang mengatur posisi mereka, ini akan menjadi pertaruhan gengsi antara Mario dan Roby dalam memenangkan pertandingan kali ini.
priiittt...!!
peluit panjang tanda pertandingan akan dimulai telah ditiup. aku yang berposisi sebagai center mengambil tempat di tengah lapangan bersama lawanku.
" sudah siap kalah..?!" seru lawanku yang mulai melancarkan provokasi nya.
aku pun hanya tersenyum kecut sambil menatap tajam ke arah lawanku kali ini. aku tak ingin terprovokasi saat bertanding terutama oleh para cecunguk lawan ku.
" keep focus Marischka..!!" seru Winda.
bola pun dilemparkan ke atas oleh wasit, dengan segera aku melompat untuk mengambil bola itu. lompatan dan postur tubuh ku yang lebih tinggi membuat ku dengan mudah mendapatkan bola itu.
yess..!!
" Marischka..!!" seru Winda sambil meminta passing ke dirinya. dengan segera ku passing bola ke Winda.
" oke girls..!!"
" keep focus and..." belum selesai Winda menyelesaikan perkataannya dengan cepat dia men-drive bola dan langsung menuju ke jantung pertahanan mereka dan memasukkan bola dengan gaya aley-oops.
kami pun tertegun melihat Winda yang begitu "galak" kali ini. dua poin berhasil kami dapat kan dengan mudah, dengan segera kami mundur ke garis pertahanan.
" galak banget jeng..??" tanya Natasya sambil menepuk tangan Winda.
" biar mereka tahu siapa kita...!!" jawab Winda dengan muka yang serius. Natasya yang biasanya bercanda pun kali ini dibuat bergidik saat melihat ekspresi Winda.
aku pun hanya diam saja dan fokus untuk membendung serangan Giselle dan kawan-kawannya. permainan Giselle memang tak sebagus asisten Liu, namun untuk ukuran cewek manja seperti dia tidak jelek-jelek amat.
teman Giselle mulai mendribel bola basket itu dengan cepatnya, wakil kapten tim basket sekolah memang beda. penetrasi nya sangat tak terduga dan merepotkan pertahanan kami.
dengan mudah team Giselle membalas serangan Winda tadi. kami pun hanya saling melihat satu sama lain, dengan isyarat mata kami paham jika lawan kali ini cukup merepotkan.
__ADS_1
# Author.
_ to be continued