Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Rapat dengan para Dubes


__ADS_3

setelah selesai ku membersihkan diri dan berganti baju lain, segera ku menuju resto hotel untuk sekedar memesan minuman favorit ku.


waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua siang, namun asisten Liu belum juga menampakkan batang hidungnya.


sambil menunggu asisten Liu kuputuskan untuk duduk di meja dekat tempat barista sambil memainkan gawai ku.


tak beberapa lama asisten Liu datang dan menghampiri ku yang tengah sibuk memainkan gawai.


" permisi nona muda, semua sudah siap " sambut asisten Liu dengan ramah.


" tumben lama..??" canda ku sambil tersenyum manis.


" maaf nona muda.."


" tadi saya menunggu kedatangan bodyguard kita..." sahut nya dengan nada yang sedikit panik.


aku senyum sendiri saat kulihat asisten Liu yang sedikit panik.


" aku hanya bercanda asisten Liu.." sambung ku sambil tersenyum ke arah asisten Liu.


" ohh..., " jawab nya sambil tertawa malu.


" baiklah... "


" ayo kita berangkat.." sambung ku sambil berdiri dan memasukkan gawai ku ke dalam tas jinjing merah kesayangan ku.


aku berjalan santai mengikuti asisten Liu ke arah mobil kami di lobi depan.


sebelumnya aku meminta asisten Liu untuk membawa bodyguard tambahan, dia pun menyetujui dan menyanggupi nya.


sudah terparkir dua mobil tipe sedan yang berada di lobi hotel, disamping nya ada para bodyguard dengan gagah nya pesanan asisten Liu berdiri di samping pintu mobil masing-masing.


aku menaiki mobil sedan kedua bersama asisten Liu yang memilih duduk di samping ku, di depan kami ada dua orang bodyguard dan satu mobil lagi berisi empat bodyguard lainnya.


...* * *...


nampak diriku begitu tegang kali ini, aku hanya melamun dan nampak kurang nyaman dengan tekanan yang akan kurasakan.


"hufftt..., semoga saja lancar ya Tuhan.." gumam ku dalam hati.


" bagaimana nona muda ?" seru asisten Liu memecah keheningan di dalam mobil


namun aku tidak mendengar kata-kata asisten Liu dan hanya diam sambil melamun tidak fokus.


" nona muda...??" sambung asisten Liu kali ini lebih pelan.


" iyaa asisten Liu.." jawab ku dengan sedikit kaget.


terlihat diriku begitu tegang, sehingga asisten Liu yang merasakan tekanan ku berusaha untuk menenangkan diriku dengan memegang tangan ku dengan hangat.

__ADS_1


" semua sudah dipersiapkan dengan matang nona muda " sambung nya lagi sambil tersenyum dengan ciri khas nya, membuat diriku sekarang jauh lebih tenang dari sebelumnya.


aku pun hanya mengangguk saja dan tersenyum supaya lebih rileks.


...* * * ...


jujur saja ini adalah pertemuan pertama ku dengan para diplomat-diplomat asing, aku selalu memikirkan hal-hal yang tidak penting dan takut membuat malu nama keluarga Kartika.


tak selang beberapa lama mobil kami sampai di Ritz-Carlton hotel, tempatnya tidak lah begitu jauh dari resort hotel kami.


di sana berjejer beberapa bodyguard asing dan beberapa staf hotel, setelah mobil kami berhenti segera staf hotel tersebut membukakan pintu mobil kami.


aku keluar dulu dari mobil, segera setelah itu para staf kedutaan besar itu datang menghampiri ku dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan ku.


staf Dubes Selandia Baru terlebih dahulu yang menyapa ku dengan ramah.


" selamat datang nona Kartika.." sambut nya dengan ramah.


" terima kasih tuan.." sambung ku dengan menerima uluran tangan dari sang staf Dubes Selandia Baru.


setelah itu giliran staf Dubes Australia yang berjabat tangan dengan ku.


" selamat siang nona Kartika.." sahut staf Dubes Australia dengan ramah.


" terima kasih juga tuan staf..." sambung ku dengan ramah.


" terima kasih atas kesediaan meluangkan waktu untuk bertemu dengan kami." sambung staf kedutaan Australia.


" selamat datang asisten Liu.." sambung staf itu sambil mengulurkan tangannya ke arah asisten Liu.


" terima kasih tuan.." jawab asisten Liu sambil tersenyum.


kegugupan ku tampak terlihat ketika aku berjabat tangan dengan para staf Dubes tersebut.


dengan segera staf dari Dubes Australia mempersilahkan ku untuk jalan terlebih dahulu.


" silahkan nona Kartika.." sambung nya mempersilahkan ku untuk masuk terlebih dahulu.


aku pun jalan di rombongan terdepan dan diikuti beberapa staf kedutaan kedua negara, termasuk asisten Liu berada di rombongan itu.


dalam perjalanan ke ruang rapat dadaku berdegup kencang tidak karuan.


hufftt...


sesampainya di salah satu ruang khusus yang telah dipersiapkan, staf tersebut mempersilahkan ku untuk masuk dan bertemu langsung dengan duta besar Australia, dan duta besar Selandia Baru.


"selamat siang nona Kartika." sambut duta besar Australia sambil mengulurkan tangan ke arah ku.


" selamat siang juga tuan Quinlan.." jawabku sambil tersenyum manis.

__ADS_1


tidak beberapa lama kemudian giliran duta besar Selandia Baru memperkenalkan dirinya.


" selamat siang Nona Kartika.." sambung duta besar Selandia Baru yang mengulurkan tangannya kearah ku.


" selamat siang juga tuan Jonathan.." jawab ku sambil tersenyum manis.


" ternyata putri tunggal keluarga Kartika sangatlah cantik ya..." sahut tuan Jonathan sambil tertawa melihat diriku yang mulai sedikit malu.


candaan tuan Jonathan membuat diriku yang tadinya gugup menjadi sedikit lebih rileks.


kini giliran asisten Liu yang bergantian bersalaman dengan para duta besar.


" tuan-tuan.., perkenalkan beliau asisten kepercayaan saya.." sambung ku sambil menunjuk ke arah asisten Liu yang berada di samping ku.


" owwhh..." seru mereka dengan antusias, tampak asisten Liu dan para Dubes berjabat tangan sambil memperkenalkan dirinya masing-masing.


"silahkan duduk tuan-tuan, nona-nona..." sambung tuan Quinlan mempersilahkan ku duduk terlebih dahulu.


aku dan asisten Liu duduk bersebelahan, sedang kan para duta besar dan stafnya berada di depan kami.


mister Quinlan memberikan sebuah map yang telah beliau siapkan sebelumnya kepada ku.


ku terima map tersebut dan mulai membuka lembaran kertas-kertas tersebut.


beliau menjelaskan tentang isi map tersebut kepada kami.


" nona Kartika itu adalah surat resmi dari keluarga Windsor" seru mister Quinlan dengan muka yang serius.


aku terus memperhatikan kertas-kertas itu dengan pelan dan teliti, tidak ku lewat kan selembar kertas pun tanpa aku cek berulang-ulang.


" tuan Quinlan..,saya tidak terlalu mengerti apa yang saya pegang ini " sambung ku sambil kuletakkan kembali ke meja.


" itu adalah beberapa permintaan tolong dari Keluarga Windsor atas masalah ekonomi di wilayah Britania Raya." jawabannya dengan serius.


" Ratu kami juga mengirimkan utusan khusus ke beberapa keluarga berpengaruh untuk meminta bantuan..." sambung mister Quinlan sambil mengambil lagi kertas-kertas yang ku letakkan tadi.


" namun tuan Quinlan.., urusan yang menyangkut keluarga Kartika, saya masih belum bisa terlalu ikut campur" sambung ku dengan serius.


" meskipun saya pewaris tunggal keluarga, dan kelak akan memegang kendali keluarga" sambung ku dengan sedikit lebih serius


kedua duta besar hanya diam saja, mereka tau jika misi yang diberikan kepadanya untuk merayu keluarga Kartika menemui jalan buntu.


tampak sesosok laki-laki muda berdiri diantara pintu pemisah ruangan kami dengan kamar tidur.


" seperti biasanya kamu selalu tidak tegas ya nona Marischka Kartika." sahut seseorang


" kau....!!" seru ku


aku yang mengenal sosok laki-laki itu mulai sedikit terprovokasi dan sedikit geram tidak jelas.

__ADS_1


# Author


_to be continued


__ADS_2