Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Pulang dengan Winda.


__ADS_3

" jadiiii...??"


" gak ada yang jemput kamu nih...??" tanya ku ke Winda sambil berjalan ke arah mobil ku, Winda pun ikut berjalan di samping ku.


" nyokap gue lagi keluar Marischka..." jawab Winda sambil tersenyum kecut karena meratapi nasibnya.


" owhh..." sambung ku sambil tersenyum melihat ekspresi wajah Winda.


" biasanya nyalon tuh Marischka kalau minggu gini..." seru Winda yang sudah ada di sisi penumpang. aku pun mulai masuk ke mobilku, Winda pun segera ikut bersama masuk.


" weew..."


" suka nyalon ya nyokap mu Win..." tanya ku sambil menyalakan mesin mobil Aston Martin.


" kok beda banget sama kamu ya Win.." sambung ku sambil tersenyum dan melihat Winda.


" aku mah gak suka yang gitu-gituan..." jawab Winda sambil menyibakkan rambutnya yang dia biarkan terurai.


" keliatan..." sambung ku sambil tersenyum yang ku tahan, kali ini Winda yang melihat ku pun memukul lengan ku pelan.


" kau kalau dipermak, pasti istimiwirr Win..." seru ku sambil memundurkan mobil ku. aku pun melirik ke arah Winda yang manyun karena saranku.


" ishhh..."


" enggak lah aku ikutan bunda ku..." seru Winda sambil melipat kedua tangannya.


" kapan-kapan lah, kita nyalon di tempat ku.." jawab ku sambil tersenyum. belum sempat Winda menjawab, segera ku potong dan tak membiarkan dia untuk protes.


" sekalian sama Natasya..." sambung ku lagi sambil mengangkat kedua alis mata ku.


" aku ikut aja kalau gitu..." seru Winda pasrah.


" nahh gituu..." seru ku senang mendengar ucapan Winda yang setuju dengan ajakan ku.


hehehe...


kami berdua pun bercerita cukup intens, rata-rata sih Winda bercerita tentang kehidupan keluarga nya, serta kehidupan sekolah waktu masih SMP dulu.


bahkan Winda bercerita jika memang dari sejak masuk SMA dia penasaran dengan ku dan ingin menjadi teman terdekat ku. aku pun tersenyum mendengar pernyataan Winda, apalagi dia makin terbuka dengan pribadi nya kepada ku.


...* * *...


" sini Win..??" tanyaku ke Winda sambil melihat ke kaca depan mobil ku.


" iyaa..." jawab Winda sambil mengangguk melihat ke arah ku.


kami berhenti di depan sebuah rumah mewah yang besar. ternyata keluarga Winda termasuk golongan elite di kota Bogor.


" tak ku sangka yaa..."


" padahal kau terlihat sederhana selama ini..." seruku sambil tersenyum dan cukup kaget dengan rahasia kecil Winda.


" yaa..."


" karena aku gak suka jadi yang mencolok sih..." jawab Winda sambil meletakkan tubuh di sandaran kursi mobil ku.

__ADS_1


" ayo masuk dulu lah Marischka..!" ajak Winda sambil memegang lengan ku. dengan segera aku mengangguk tanda setuju, Winda pun dengan senang menyambut ku.


" beneran...??" tanya Winda yang masih tak percaya dengan antusias.


" owhh tentu...!" jawab ku sambil mengangguk tanda menyetujui usul nya.


" ayolah kalau begitu..." sambung Winda antusias. dengan segera dia membuka pintu mobil ku, aku pun ikut keluar dari dalam mobil ku.


" mobil ku biar di sini aja Win..?" tanya ku sambil berjalan ke arah Winda yang sudah menunggu nya di depan garasi rumah nya.


" tentu..."


" aman kok disini..." seru Winda sambil mengangkat jempol nya. aku hanya mengangguk tanda setuju.


" ayookk..." angguk Winda sambil menggandeng tangan ku dan mengajakku untuk masuk ke dalam rumah nya.


Winda dan aku pun segera masuk ke rumah mewah nan modern itu, sebelum masuk Winda menceritakan sedikit tentang susunan keluarga nya.


ting...,tung...!!


bunyi bel rumah Winda berbunyi, namun dua tiga kali tidak ada respon dari dalam rumah. tepat setelah bunyi ke empat ada seseorang ibu-ibu yang membukakan pintu dari dalam, beliau adalah asisten rumah tangga dari keluarga Winda.


" owhh nona baru pulang..??" tanya ibu tersebut dengan ramah.


" iya bik.."


" ada mama di rumah..??" tanya Winda ke ibu tadi dengan ramah, aku pun mengikuti Winda yang mulai berjalan masuk ke dalam rumahnya.


" ada nona muda.."


" beliau sedang makan bersama tuan besar dan tuan Kevin..." sambung ibu itu dengan ramah sambil menutup pintu rumah.


" ayookk..."


" ku kenalkan sama mama, papa dan kak Kevin.." ajak Winda sambil menggandeng tanganku, aku sebenarnya agak gugup juga saat diajak bertemu orang tua nya Winda.


" mama...!!"


" papa.." seru Winda sambil mencium tangan mereka berdua dengan ramah. melihat keakraban keluarga Winda membuat ku sedikit iri, aku pun masih berdiri di dekat ruang makan keluarga Winda sambil memperhatikan Winda.


" kenapa baru pulang...??" tanya mama Winda sambil mengunyah makanan yang sudah disajikan.


" iyaa kan ada acara kelasnya baru selesai tadi..." jawab Winda sambil tersenyum dan melihat ku. dengan segera Winda berjalan menuju ku dan menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam ruang makan.


" owhh iyaa ma.., pa..."


" perkenalkan sahabatku di sekolah..." sambung Winda sambil bolak-balik melihat ke arah ku dan keluarga mereka di meja makan.


" malam Tante.., Om..."


" perkenalkan saya Marischka..." seru ku ramah sambil mengangguk ke arah orang tua Winda. dengan serentak orang tua Winda melihat ku dan ikut mengangguk dengan kompak.


orang tua Winda terlihat bengong melihat style ku, apalagi mamanya Winda tampak terkagum dengan barang branded yang kukenakan.


" waahh..."

__ADS_1


aku sedikit terkejut dengan reaksi mama Winda, sambil tersenyum dan berdiri dari kursi yang beliau duduki mama Winda menghampiri ku.


" hmmm...??"


" jadi nak Marischka yang mengantar Winda..??" tanya beliau sambil tersenyum ramah ke arahku.


" iyaa ma..."


" cantik kan temanku..??" sambung Winda sambil melihat ke arah mamanya. Winda yang biasanya sedikit jaim dan terlihat mandiri dan cool pun berubah 180 derajat di depan mamanya.


" cantik lah.." seru beliau sambil tersenyum dan menunjukkan gesture senang.


aku senyum tipis dan terkesan malu, sambil mengangguk pelan ke arah beliau. Winda pun terlihat bangga karena berhasil membawa sahabat nya yang cukup istimewa kali ini.


" nak Marischka sudah makan..??" seru beliau sambil memegang pundak ku dari belakang.


" sudah Tante..." jawab ku sambil tersenyum dan mengangguk pelan.


" iyaa ma...!"


" tadi kami makan bersama..." sambung Winda sambil yang masih berdiri di sampingku. mama Winda pun hanya mengangguk tanda mengerti.


" semuanya tadi Marischka yang traktir..!" seru Winda sambil memegang tangan ku.


" waahh..??"


" beneran...??" seru mama Winda sambil menepuk lagi pundak ku. papa dan kakaknya Winda hanya tersenyum dan antusias melihat keseruan mamanya dan Winda.


" kalau gitu duduk aja lah sama kami nak Marischka..." ajak mamanya Winda.


" minum teh hangat saja biar perutnya enakkan.." sambung beliau ramah dan mulai berjalan kembali ke tempat duduk nya tadi.


" baik Tante..." jawab ku sambil melihat ke arah Winda. dia pun mengangguk untuk mengiyakan permintaan mamanya itu.


kami pun berjalan ke meja makan, Winda dan aku memilih tempat duduk di sebelah kanan papanya Winda, sedangkan mamanya Winda melanjutkan lagi makannya.


" bik...?!"


" tolong buat kan teh hangat untuk temannya Winda..!" seru mamanya Winda sambil melihat ke arah asisten rumah tangga yang selalu siap di dapur.


" baik nyonya..." seru ibu paruh baya itu sambil berjalan ke arah pantry.


mamanya Winda pun mulai obrolan ringan, arah pembicaraan beliau lebih ke sekolah kami sih serta beberapa obrolan tentang fashion yang sedang trend.


ditengah obrolan kami, terdengar suara deru motor yang cukup keras. sehingga semua pun mengira-ngira jika kakak nya Winda yang kedua sudah datang dari sunmori-nya.


" malam mah..!!" seru suara laki-laki dari belakang kami, ternyata kakak Winda yang menyapa kami yang ada di meja makan.


" lhoo...??"


" kok baru pulang..??" tanya mamanya Winda sambil melihat ke arah sesosok laki-laki di samping papanya Winda.


" iyaa nih maa.."


" tadi kumpul sebentar..." seru kakaknya Winda sambil mencuri pandang ke arah ku yang duduk di samping kanan Winda dan tepat di depan kakaknya yang pertama.

__ADS_1


# Author.


_to be continued.


__ADS_2