
tak terasa waktu sudah berjalan dengan cepat nya, ujian akhir semester ganjil yang banyak ditakuti siswa pun tak terasa sudah memasuki pelaksanaan hari terakhir.
seperti biasa kecemasan siswa yang berharap nilai bagus pun tampak jelas di wajah mereka. sebagian siswa berharap untuk tidak masuk dalam jajaran siswa yang mengulang ujian alias ikut remidial.
siswa di kelas kami pun juga berharap agar lolos dengan nilai yang memuaskan, semua jadi was-was saat papan pengumuman dipenuhi berbagai nilai pararel semua siswa.
" Marischka ikut liat papan pengumuman yuk..?!" ajak Winda yang duduk di depan ku sambil menikmati es krim yang dibelinya di kantin tadi.
" nanti lah.." jawab ku sambil merebahkan tubuh ku diatas meja.
" duhh..."
" pemalas..." sambar Natasya yang duduk di sampingku sambil bercermin. dia tampak sedang menekan beberapa komedo di hidung nya.
" maksud mu...??" tanya ku dengan sedikit cemberut. mengetahui jika aku sedikit marah, Natasya pun nyengir kuda ke arahku.
" nggak apa-apa...!!" jawab Natasya dengan sedikit salah tingkah. aku pun hanya menghela nafas panjang melihat tingkah Natasya.
" kalau kalian mau kesana, duluan aja.."
" aku skip dulu..." sambung ku sambil melihat Winda dengan tatapan kosong, seakan kepala ku mau pecah.
Winda dan Natasya pun hanya saling tatap seakan mengerti kode dari ku, kali ini aku tak mau diganggu dan ingin menyendiri dan istirahat di bangku ku.
" okelah kalau begitu..." sambung Winda sambil berdiri dari tempat duduknya, Natasya yang memang orang kurang peka pun hanya memandang cermin milik nya.
" ayo Nat...!!" ajak Winda sambil melihat ke arah Natasya yang sedang asyik sendiri. namun Natasya tetap saja tak bergeming, seakan tak tau kode, Natasya pun cuek aja dan bersikap seakan tak ada apa-apa.
" wooiii ayookk..!" ajak Winda jengkel, Natasya yang santai pun di buat terkejut dengan dengan reaksi Winda.
" iya.. iyaa..." jawab Natasya sambil berdiri dari tempat duduknya. tak lupa dia memasukan cermin milik nya di tas jinjing nya.
aku pun hanya diam dengan tatapan mata yang kosong. sebenarnya kemarin banyak sekali pekerjaan yang ku kerjakan, entah itu laporan keuangan, rapat daring dengan kementrian, belum lagi ujian akhir semester yang sedang berlangsung.
memang sih asisten Liu membantu ku dalam merapikan beberapa agenda kegiatan, namun tetap saja untuk ukuran anak SMA yang sedang berkembang, tekanan ini semua cukup membuat emosi ku kadang tak stabil.
" tumben..??" seru suara ngebass dari arah belakang tempat ku duduk.
" gak usah ganggu..." jawab ku dengan sedikit mengintimidasi.
" aku lagi gak mood..." sambung ku lagi, aku masih dalam posisi duduk yang sama.
" owhh..."
kata-katanya sedikit tak wajar, biasanya Roby akan jadi orang yang cuek dan tetap berusaha untuk menganggu aktivitas ku.
" kenapa..??" tanya ku balik sambil melihatnya yang sedang mengambil tempat duduk di depan ku.
" aku ada permintaan..." jawab nya dengan nada sedikit ada keraguan.
" katakan saja..."
" toh aku sudah berjanji dengan mu..." seru ku. aku sudah memperbaiki posisi duduk ku yang tadinya berbaring, kali ini sudah duduk dengan tegak.
" beneran...??" jawab nya dengan antusias.
" lah kan aku sudah berjanji..." sambung ku sambil melihat ke arah Roby yang kali ini terlihat berseri seri.
__ADS_1
" oke..."
" sebenarnya aku sedikit ragu meminta tolong kepada mu.." sambung nya lagi.
" owhh..."
" memang mau minta tolong apaan...??" tanyaku ku sambil mencari gawai di dalam tas jinjing ku.
" sebenarnya ini juga permintaan papa..." sambung Roby lagi, aku mengerutkan kening dan menatap nya dengan tajam.
" papa mu..??" tanya ku balik.
" iyaa..."
" beliau minta ku untuk mengundang mu di pernikahan kakak ku di Jakarta nanti..." jawab nya, kali ini dia bicara dengan sopan dan tak seperti biasanya.
" owhh..."
" gak masalah..." sambung ku sambil mengangguk tanda mengerti permintaan nya.
" beneran...?" jawab nya antusias.
" iyaa..." sambung ku sambil mengangguk tanda setuju dengan permintaan Roby.
" kalau gitu tiga hari lagi aku jemput.." sambung Roby sambil mulai berdiri dan tampak senang karena undangan nya kuterima tanpa ada perdebatan dengan ku terlebih dahulu.
" gampang lah..." jawab ku santai sambil kembali melihat gawai yang ada di tangan ku.
" oke..."
" makasih kalau gitu.." sambung nya sambil tersenyum dan mulai berjalan meninggalkan ku sendiri di bangku sekolah.
setelah Roby pergi, kini tinggal beberapa siswa-siswi yang masih nongkrong di kelas. namun sepertinya mereka agak segan jika mau juga mendekati ku.
huffttt...
😖
" udahlah ke tempat nya mereka aja..." seru ku ngomel sendiri dan sedikit berwajah bete. sambil berjalan meninggalkan kelas aku menghubungi Winda.
tuuttt...tuuttt....
📞 " woii dimana...?" tanyaku dengan sedikit ngegas
📞 " ada di kantin..." jawab Winda yang terdengar sedang mengunyah sesuatu di mulut nya.
📞 " oke aku kesana..." sambung ku sambil berjalan ke arah Winda dan Natasya berada.
📞 " yupz.., kesini lah..." seru Winda. namun sebelum Winda menyelesaikan kalimatnya aku segera menutup telpon ku.
kebetulan mood ku sudah baikan...
😌
...* * *...
tak terasa aku sudah dekat dengan kantin sekolah, namun saat berjalan ke kantin sekolah seperti biasa, banyak siswa menyapaku dan ada pula yang menatapku dengan tatapan iri.
__ADS_1
sesampainya di kantin kulihat Winda dan Natasya sedang makan di sana, nampak pula ada Mak nyak dan beberapa siswa dari kelas ku.
" dari mana aja kamu..??" tanya Mak nyak yang berdiri di belakang Winda dan memegang pundak Winda.
" di kelas aja..." jawab ku sambil melihat Natasya yang sedang asyik menikmati bakso di depan ku.
" ku lihat tadi dia lagi kencan sama Roby..." seru Eris yang sedang duduk di samping Natasya, sontak kata-kata dari Eris membuat Natasya yang sedang menyeruput kuah bakso seketika membuat nya tersedak.
" cieee..." seru Winda dan Mak nyak kompak, Natasya sibuk dengan minuman supaya tidak tersedak lagi.
" nggak lah..."
" gak level aku sama dia..." sambung ku dengan kesal. kali ini aku mengambil tempat duduk di samping Natasya.
mendengar aku yang dongkol semuanya kompak tertawa, Winda malah menggoda ku dengan mengangkat kedua alisnya dan tersenyum senang.
" Udahlah gak usah di bahas lagi..."
" mendingan kita makan yuuk..." seru ku sambil melihat ke arah Eris dan Mak nyak yang berdiri dan tampak tidak mengkonsumsi apa-apa.
" gak ah..."
" gak ada uang aku..." celetuk Mak nyak, Winda dengan cepat menyikut pinggang Mak nyak dengan pelan sambil melirik ke arahku.
" udah lah..."
" gampang aja itu..." seruku sambil melihat ke arah ibu kantin. dengan cepat ibu kantin yang mengetahui kode dari ku pun menghampiri meja kami.
" iya neng..." jawab nya sambil membawa notes kecil dan pulpen untuk menuliskan sesuatu.
" saya bakso seperti biasanya buk..." sambung ku sambil tersenyum ke ibu paruh baya itu. Eris dan Mak nyak pun melihat ku dan berharap untuk dipesan kan olehku.
" kalian mau makan apa..??" tanyaku sambil melihat ke arah Eris dan Mak nyak.
" pesan aja..." sambung ku sambil memperbaiki posisi duduk dan rok sekolahku.
" okee..."
" makasih kalau gitu..." sambut Eris dan Mak nyak sambil tersenyum, aku pun hanya mengangguk tanda setuju.
" gimana tadi pengumuman nya..??" sambung ku sambil mencari gawai ku di dalam tas jinjing.
" seperti biasa..."
" kamu masuk tiga besar siswa terbaik.." jawab Winda sambil melihat kearah ku. seperti nya ada sedikit kekecewaan dalam kata-katanya.
" kalau kamu Win...??" tanyaku balik.
" dia masuk sepuluh besar.." sambar Natasya sambil nyengir ke arah Winda.
" padahal aku dan dia saling contekan..." sambung Natasya yang terdengar sedikit sedih.
" itulah akibatnya jika curang..." sambung ku sambil mendorong pelan tubuh Natasya yang ada di sampingku.
hahaha...
suasana seketika kembali menyenangkan saat Natasya dan Winda saling adu argumen dan sesekali celetuk kan kami pun membuat riuh suasana meja kami.
__ADS_1
# Author.
_to be continued