
aku sebenarnya sudah biasa ditatap dengan penuh kekaguman, namun entah kali ini terasa beda saja saat mereka menatapku.
" selamat malam nona..." sambut resepsionis dengan penuh kekaguman, terlihat sedikit melongo saat aku mendekati meja resepsionis tersebut.
" selamat malam kak..." jawab ku ramah.
" sudah ditunggu jemputan nona.." sambung sang resepsionis ramah sambil menunjuk kearah mobil Rolls-Royce Ghost berwarna putih mutiara di depan lobi hotel.
" owhh..."
" terima kasih kak..." jawab ku ramah ke resepsionis.
aku pun berjalan menuju ke mobil yang ku pesan tadi saat aku berada di mobil Roby. lagi-lagi aku seakan menjadi pusat perhatian saat berjalan ke arah mobil Rolls-Royce Ghost itu.
" nona Kartika..??" sapa sopir Rolls-Royce dengan ramah. bapak-bapak paruh baya itu membukakan pintu untuk ku masuk ke dalam mobil itu.
" yupss..."
" betul sekali pak..." jawab ku sambil tersenyum ramah, sang sopir pun ikut tersenyum ramah kepadaku.
" silahkan nona Kartika..." sambung sang sopir dengan ramah.
" terima kasih banyak pak.." jawab ku sambil mulai masuk ke dalam kabin penumpang mobil yang ku sewa.
dengan segera sang sopir kembali ke tempat duduk pengemudi, dengan pelan mobil pun beranjak dari tempat parkir lobi hotel Ritz-Carlton yang ku tinggali.
jalanan padat ibukota segera tersaji di depan kami, dengan perlahan kami pun berhasil masuk ke dalam antrian panjang mobil yang sedang mengantri di dekat lampu merah.
kulihat waktu menunjukkan pukul setengah tujuh saat kami mulai meninggalkan pelataran hotel ku. sambil memainkan gawai, aku pun mulai menikmati kabin penumpang mobil yang kusewa.
cukup berbeda dengan mobil keluarga ku yang memang kastanya sedikit diatas mobil keluarga ku. namun entah kenapa enjoy aja sih aku merasakan kenyamanan nya.
...* * *...
tak terasa mobil sudah memasuki hotel Westin tempat diadakannya pesta pernikahan keluarga Sugara. terlihat beberapa antrian mobil mewah yang ingin masuk untuk menghadiri pesta pernikahan keluarga Sugara.
waduh bakal ikut sibuk nihh...
😑
sekilas kulihat beberapa tamu undangan yang berasal dari keluarga terpandang di negeri ini, dan ada pula orang dari lingkungan istana, alias pejabat negara.
mobil pun berhenti tepat di titik turun lobi hotel Westin, segera setelah itu ada petugas yang ingin membukakan pintu untuk ku. namun sebelum itu aku minta ke bapak sopir untuk standby saja saat sewaktu-waktu kuhubungi untuk menjemput ku.
" bapak tunggu saja ya..." seru ku ramah ke bapak sopir.
" baik nona Kartika..." jawab nya ramah.
aku pun segera keluar dari dalam mobil Rolls-Royce yang kesewa, sebelum turun aku pun melihat ke arah kaca yang kubawa di dompet kecil ku untuk memastikan jika aku gak bikin malu diri sendiri.
oke let's go...!!
__ADS_1
setelah siap aku pun turun dari dalam mobil dan segera menuju ke tempat yang sudah ditentukan. setelah memastikan undangan ku di meja resepsionis, aku pun segera masuk ke dalam aula tempat pesta pernikahan.
saat aku masuk, semua mata seakan tertuju ke arah ku berdiri. aku sempat terkejut dengan reaksi yang tak biasa ini. dengan memberanikan diri aku berjalan masuk ke arah meja yang sudah dipersiapkan.
" kamu baru datang...?" sambut Roby dengan terlihat gugup.
" iyaa.."
" cukup macet hari ini..." jawab ku ramah. kali ini aku jadi mode profesional dan ingin menghargai Roby yang mengundang ku.
kulihat ternyata di meja tempat ku duduk sudah ada Anthony, Felia Hartanto, Samuel, Dani dan beberapa teman dari Roby yang tak kukenal.
" waaooww..."
" ada princess nihh..." sambut suara perempuan dengan nada tidak ramah. aku hanya diam saja dan tak ingin memperkeruh suasana.
" apaan sih..." sahut Samuel sambil mengerutkan keningnya ke arah Felia. melihat kode dari Samuel, Felia hanya bisa diam saja memahami situasinya.
tak selang berapa lama ayah Roby tuan Michael Sugara datang ke meja kami, dengan ramah beliau menyapa kami satu persatu yang ada di meja. dan seperti biasa, beliau sangat antusias dengan kehadiran ku yang berada di meja itu.
" nak Kartika..??" sambut tuan Michael Sugara dengan ramah. aku pun segera berdiri untuk menyapa beliau.
" selamat malam tuan Sugara.." sambung ku sambil menerima jabatan tangan dari beliau.
" gimana kabar tuan Sugara..??" tanyaku basa-basi sambil tersenyum dan sesekali mengangguk lebih karena respek ke orang yang lebih tua.
" baikk..."
" hari ini merupakan hari baik..." jawab beliau sambil menepuk-nepuk tangan ku yang masih beliau pegang.
" owh ya nenek berpesan untuk menyampaikan ucapan selamat ke keluarga Sugara.." sambung ku sambil kembali tersenyum manis.
" owhh ya..??" sahut nya antusias sambil manggut-manggut tanda mengerti.
" kalau begitu saya pun nitip salam ke nyonya Marinka..." sambung beliau sambil tertawa kecil dan terlihat sedikit basa-basi.
" baik tuan..."
" akan saya sampaikan pesan tuan Sugara..." sambung ku ramah. kini beliau hanya manggut-manggut saja sambil tersenyum ke arah ku.
" kalau begitu om lanjut ke meja yang lain ya.." seru tuan Sugara dengan ramah.
" baik tuan Sugara..." sambung ku ramah. tak selang berapa saat tuan Sugara pergi dari meja kami. namun sebelum pergi, beliau sempat berbisik ke arah Roby.
" baik pah..." sambung Roby dengan suara pelan dan mengangguk tanda mengerti permintaan papanya.
tak selang kemudian tuan Sugara pun meninggalkan Roby dan berkeliling ke meja-meja lainnya untuk menyambut tamu undangan.
" ehh perkenalkan lagi dong siapa kamu..??" celetuk salah satu teman cewek Roby yang duduk di samping ku.
" owhh..."
__ADS_1
" maaf.., perkenalkan saya Marischka Kartika.." sambung ku sambil berjabat tangan dengan cewek disampingku.
" salam kenal ya..
" saya Mutia..."
" teman Roby di sekolah sebelumnya.." sambung Mutia ramah dan hangat, tak selang berapa saat kemudian Roby pun duduk kembali di samping ku.
" kamu sudah makan..??" tanya Roby sambil berbisik pelan dan menatap ku.
" belum..." jawab ku singkat sambil tersenyum.
" owhh..."
" nanti pulang ku antar ya..?!" sambung Roby, yang kali ini sudah mulai terang-terangan berbicara lebih formal.
" kita lihat aja nanti ya.." jawab ku sambil tetap tenang. hal itu karena aku ingin menghargai Roby sebagai tuan rumah saja.
" Roby...!!"
" kenalin ke kita dong gebetan baru mu..." sambut salah satu teman cowok Roby di depan ku.
" owh iya.."
" perkenalkan nama saya Marischka Kartika..." seru ku sambil tersenyum manis ke arah teman-temanya Roby yang duduk di depan ku.
" haii Marischka..!!" seru mereka kompak. kekompakan mereka membuat ku tersenyum lebar.
" kebetulan saya teman sekelas dari Roby..." sambung ku sambil tetap tersenyum supaya kesan terhadap ku tidak terlalu jelek.
" oowwhh..."
" jadi tinggal di Bogor...??" tanya salah satu teman cewek lainnya.
" iyaa..." jawab ku basa-basi.
saat akan mengobrol, pembawa acara yang dipesan khusus oleh keluarga Roby sudah memberi tahu jika acara utama akan segera dimulai.
dengan seksama kami memperhatikan ke arah panggung utama yang tidak terlalu jauh dari tempat kami duduk.
keseruan pesta pernikahan keluarga Sugara sudah mulai, rangkaian acara pernikahan yang panjang pun dimulai dengan mempelai wanita memasuki ruangan dari pintu utama.
aku begitu terpana dengan melihat pengantin perempuan begitu cantik saat memasuki ruang utama. saking terpana nya, aku pun sedikit berkhayal tentang pernikahan ku kelak.
" cantiknya..." seruku pelan, ternyata gumaman ku di dengar oleh Roby.
" suatu saat nanti kita akan melaksanakan pesta yang lebih baik lagi ini..." sambung Roby.
sontak pernyataan Roby membuat ku menoleh ke arahnya, dengan reflek aku menyipitkan mataku untuk menolak ajakan nya yang gak masuk akal itu.
" mimpi siang bolong sana...!" sambung ku sambil tertawa kecil.
__ADS_1
#Author
_to be continued.