
kali ini aku benar-benar marah dan jengkel dengan sikap Roby. dengan seenak jidatnya dia mengambil sesuatu tanpa ijin dariku terlebih dahulu.
" kembalikan...!!" seru ku dengan kesal sambil mengulurkan tanganku dan berusaha mengambil baju basket milikku yang ada di dalam tas Roby.
semua teman ku diam saja tidak ada yang membantu, mungkin karena kami berdua seseorang yang penting di kelas, makanya kali ini mereka bersikap netral.
" sudahlah pinjam sebentar aja.." seru Roby dengan santai. wajah nya benar-benar membuat siapapun yang melihatnya pasti ingin memukulnya dengan keras.
" GAK...!!" teriak ku dengan kesal. Roby yang awalnya santai-santai saja, kali ini mulai mengalah karena melihat ku jengkel.
dengan perlahan dia mengambil sesuatu dari dalam tas ransel miliknya, dengan segera Roby mengambil baju milik ku dan menyerahkan nya kepada ku.
" nihh...!" jawab Roby dengan nada sedikit bersalah. dengan sedikit ngomel-ngomel aku pun menyambar baju basket ku.
dengan ngedumel aku pun duduk kembali disampingnya Natasya, teman-teman ku hanya diam saja menyaksikan tingkah kami berdua. suasana jadi hening dan aneh, didalam hati kecil ku pun mulai ada rasa sedikit bersalah karena bersikap berlebihan tadi.
what the f*ck...
kuambil lagi baju basket yang ada di tas ku, dengan sedikit ragu aku mulai mencari posisi Roby sekarang.
" Roby..!!" teriak ku ke arah Roby yang kini duduk di belakang Natasya.
" sudahlah..., pakai saja.!!" sambung ku sambil melempar baju basket team kelas kami. Roby yang sedikit melamun tadi, kali ini dia terlihat terkejut menerima baju dari ku.
" maksudnya..??" sambung Roby dengan tatapan mata yang heran. tidak hanya Roby, teman-teman ku pun terlihat heran dengan sikap ku.
" aku masih ada baju yang satunya..." seru ku sambil tersenyum ke arah yang lainnya.
" beneran nih...??" tanya Roby dengan penasaran.
" kalau gak mau ya gak apa-apa..!!" sambung ku dengan sedikit jengkel.
" oke.. , thanks ya..!!" jawab Roby sambil memasukkan baju basket ku kembali ke dalam tasnya.
" yaa...!!" seru ku santai.
aku pun sebenarnya gak enak karena melihat reaksi teman-teman ku, apalagi hanya karena masalah sepele aku bereaksi berlebihan.
pertandingan kelas asisten Liu sudah berakhir, seperti dugaan, kelas asisten Liu berhasil memenangkan pertandingan dengan cukup alot.
team kelas kami hanya diam saja setelah melihat hasil pertandingan penyisihan kelas asisten Liu.
" seperti dugaan...!" seru kapten Winda sambil melihat ke arah kami semua.
__ADS_1
" team mereka berada di level yang berbeda..." sambung salah satu dari kami yang sedikit tomboi.
" okee...!!"
" tahun ini pasti aku yang menang..!!" seruku dengan semangat membara sambil berdiri. sikap ku yang optimis membuat mereka ikut berdiri juga.
" LIU...!!!" teriak ku keras sambil melihat ke arah lapangan basket dan asisten Liu. asisten Liu dan teman-temannya yang sedang istirahat dan mengelap keringat kompak melihat ke arahku berdiri.
" KALI INI AKU YANG AKAN MENANG..!!!" teriak ku penuh semangat dan motivasi. teman-teman sekelas ku pun terlihat lebih termotivasi untuk membalas kekalahan kami di final tahun lalu.
melihat ku yang termotivasi untuk membalas kekalahan kemarin, asisten Liu hanya tersenyum saja melihat ke arahku.
genderang perang dari kelas kami telah ditabuh, kini kami harus fokus untuk melaju ke babak selanjutnya dan akhirnya bisa berhadapan dengan kelas asisten Liu.
kami semua pun segera membubarkan diri, karena waktu sudah sore dan waktunya untuk istirahat di rumah masing-masing.
aku lebih memilih untuk santai di mansion keluarga Kartika, sambil melihat gawai kesayangan ku.
aku pun duduk di teras mansion sambil menikmati teh dan cemilan yang kusukai. kali ini bersikap layaknya seorang putri dari konglomerat yang berpengaruh.
malam menyambut dengan cepat nya, aku pun kembali larut dengan aktivitas ku mengenai data-data yang ku pelajari. tuan Alfred dengan setia menemani ku memecahkan berbagai masalah yang akan ku hadapi kelak.
tepat pukul dia belas malam aku mulai beranjak ke tempat tidur nyaman ku, sambil memikirkan peranku sebagai pewaris tunggal tahta keluarga Kartika, aku pun juga tak sabar untuk bertanding basket bersama teman-teman sekelas ku.
matahari sudah menyingsing dari ufuk sebelah timur, aku kembali ke aktivitas ku sebagai seorang siswi SMA yang bisa dikatakan cukup populer. penampilan sempurna layaknya model selalu menjadi ciri khas ku.
" selamat pagi nona muda..!" sapa tuan Alfred dengan ramah kepadaku.
" pagi tuan Alfred..." jawab ku sambil duduk di meja makan yang berada di mansion keluarga Kartika.
lagi-lagi suasana tenang tersaji di meja makan keluarga kami, tempat seluas dan semegah ini seakan menjadi membosankan untuk ku.
selesai menyantap makanan yang disajikan oleh asisten rumah tangga kami, aku pun bersiap untuk pergi ke sekolah.
berhubung hari ini tidak ada pertandingan yang melibatkan team cewek kelas kami, aku pun berangkat mengenakan seragam sekolah normal dan membawa buku yang menarik untuk ku baca nanti.
" saya berangkat dulu tuan Alfred.." seruku ramah ke kepala asisten rumah tangga keluarga Kartika.
" hati-hati nona muda..." jawab tuan Alfred sambil menutup pintu mobil Rolls-Royce yang ku naiki.
segera setelah itu mobil berjalan menuju ke sekolah tempat ku menimba ilmu. mobil menyusuri jalanan padat kota Bogor, jalanan yang selalu padat saat jam-jam anak sekolah dan pegawai masuk kerja.
sesampainya di area sekolah, aku segera menghubungi Natasya dan memintanya untuk menunggu ku di tempat biasanya. jalan depan sekolah kami memang padat dengan orang tua murid yang mengantarkan putra-putri nya berangkat sekolah.
__ADS_1
setelah sampai di tempat yang biasanya aku dan Natasya bertemu, aku pun segera turun dari dalam mobil ku. disana sudah ada Natasya yang menunggu dengan sabar.
" ayo Nat..?!" ajak ku ke Natasya dengan santai, kali ini dia sibuk melihat gawai nya.
" oke...!!" seru Natasya setelah melihat ku berada di depannya.
kami berdua pun jalan menuju gerbang sekolah yang terlihat ramai oleh siswa-siswi yang akan melakukan aktivitas di sekolah. banyak siswa yang mengenakan baju olahraga untuk mengikuti perlombaan yang digelar di sekolah kami.
" nanti kita lihat team basket cowok yuukk..??" seru Natasya dengan antusias ke arahku, aku hanya mengangguk saja mendengar ajakan Natasya.
kami sepakat sama teman-teman lainnya untuk berkumpul di kelas kami sebelum menuju ke tempat pertandingan. sesampainya di kelas kami, kulihat Roby mengenakan baju basket milik ku.
duhh..., norak banget nih anak...!!
😓
segera aku berkumpul bersama kapten Winda dan yang lainnya, teman-teman yang cowok pun mempersiapkan peralatan untuk mendukung kelas kami di pertandingan nanti.
" Marischka..!!" seru salah satu teman cowok kelas ku sambil menuju ke tempat kami para cewek berkumpul.
" iyaa..??" seruku ke teman cowok yang memanggil ku.
" airhorn yang kamu pesan kemarin sudah ku belikan.." sambung nya sambil memperlihatkan airhorn itu kepadaku.
" oke siiippp..." seruku sambil mengacungkan jempol.
" jika kalian butuh apa-apa kasih tau aku aja..." sambung ku ke arah teman cowok di depanku.
semua teman cewek melihat ke arah ku dengan ekspresi kagum diwajah mereka. sedangkan teman cowok itu kembali berkumpul bersama yang lainnya.
" ciieeeee....!!"
" boss Marischka..?!" ejek Natasya dengan sedikit mendorong tubuh ku. teman cewek yang lain pun hanya tersenyum melihat tingkah Natasya.
" apaan sih..!!" jawab ku dengan sedikit malu.
pertandingan basket cowok kelas kami akan dimulai pukul sembilan pagi. setelah selesai semua persiapan, kami dengan rombongan full team pun segera meluncur ke gedung olahraga.
let's go...!!!
# Author
_ to be continued
__ADS_1