Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Kembali ke rumah


__ADS_3

akhirnya helikopter kami mendarat dengan mulus di helipad belakang Elliot hotel.


setelah dirasa pilot helikopter memberikan isyarat aman untuk turun, asisten Liu dan aku segera turun dan menjauhi helikopter.


tidak selang begitu lama helikopter kami kembali ke base nya di bandara Ngurah Rai.


aku pun melangkah kan kaki ku ke kamar hotel, aku berjalan disamping asisten Liu.


"nona muda ada yang bisa saya lakukan lagi??" tanya asisten Liu.


" iya.."


" siapkan mobil SUV kemarin..."


" kita carikan oleh-oleh untuk teman kita.." seru ku sambil tersenyum melihat asisten Liu.


" baik...," seru asisten Liu dengan antusias.


" oh ya asisten Liu..."


" kita berangkat setelah sarapan.." sambung ku lagi.


" tentu nona muda.."


aku segera berjalan ke arah kamar ku, asisten Liu sudah sibuk dengan pekerjaannya.


...* * *...


setelah selesai dengan urusan masing-masing, aku dan asisten Liu mulai berangkat ke sekitar kota dan mencari pusat oleh-oleh.


" nona..." seru asisten Liu


" Marischka.." sambung ku sambil melihat asisten Liu di yang duduk di kursi pengemudi.


asisten Liu melihat ku dengan tersenyum malu.


" baik Marischka...,"


kami terdiam sejenak.


entah kenapa aku tertawa melihat asisten Liu yang sedikit menunduk.


" kau kelihatan jelek Liu.."


asisten Liu hanya tersenyum malu.


" emm.., jadi rencana mu mau kemana Liu??" tanyaku, kini aku memegang gawai dan memilih beberapa tempat untuk membeli oleh-oleh.


" yang paling dekat ke 'pabrik kata-kata'.." sambung ku sambil melihat ke arah asisten Liu


" hmmm..., boleh.." seru asisten Liu.


berhubung jarak yang dituju tidak terlalu jauh, jadi perjalanan dari hotel ke tempat itu tidak terlalu makan waktu.


sesampainya di sana kami segera memarkir kan mobil dan masuk ke dalam pusat oleh-oleh itu.


tempat nya sangat ramai dan terkenal seantero negeri, tempat ini seakan menjadi ciri khas jika para pelancong yang ke Bali.


ku pilih kan beberapa pakaian yang cocok untuk Natasya, dan beberapa pernak pernik yang yang menurut ku cantik.


setelah aku selesai dengan barang belanjaan ku, aku memutuskan untuk kembali ke parkiran mobil.

__ADS_1


sambil menunggu asisten Liu yang masih berbelanja aku mengecek lagi gawai ku dan memberi tahu Natasha jika buah tangan yang dia pesan sudah ku belikan.


tidak selang beberapa lama asisten Liu datang ke tempat aku duduk.


" maaf Marischka..."


" kamu menunggu lama.." seru asisten Liu sambil tersenyum dan memperlihatkan tas belanjaan nya.


" wooo...,!"


" borong satu toko ya..??" sambung ku yang sedikit keheranan melihat asisten Liu menenteng banyak tas plastik.


" iya.."


" mumpung disini.." sambung asisten Liu.


dengan segera aku dan asisten Liu memasukkan tas belanjaan di bagasi belakang.


aku dan asisten Liu segera memasuki lagi mobil dan jalan lagi ke tempat selanjutnya.


" jadi.., kemana lagi kita??" tanya asisten Liu.


" cari makan dulu lah.." jawab ku.


" oke..., ada restoran yang cukup terkenal di sekitar sini." seru asisten Liu.


" emm..., oke aku ACC aja.."


kami berdua pun meluncur menuju restoran yang asisten Liu pilih.


...* * *...


kami berdua menikmati makan siang yang tersaji di meja.


" nona tadi pagi kelihatan bete banget.."


" emm.., aku pun gak tau kenapa Liu.."


" mungkin gara-gara Roby.." seruku.


kunikmati makan yang ada di piring ku.


" Roby..??" tanya asisten Liu.


" iya..."


" pada malam kemarin aku jalan-jalan sendiri mencari angin.." seru ku, asisten Liu melihat ku dengan serius,


" kebetulan pas aku mau balik, aku ingin melihat pantai saat malam hari.."


" disitulah Roby mendatangi ku yang sedang melamun sendirian, kami ngobrol sedikit.." sambung ku sambil melihat asisten Liu dengan ekspresi yang masih serius.


" nona kenapa gak bangunin saya..??" seru asisten Liu dengan nada kecewa.


belum sempat ku jawab langsung aja saja asisten Liu ngomel gak jelas.


" jika anda kenapa-kenapa saya sebagai asisten keluarga Kartika, terutama anda pasti akan terjadi masalah yang kita tidak ingin kan.." seru asisten Liu,


tampak asisten Liu sangat kecewa dengan keputusan ku kemarin malam, sebenarnya aku bisa memaklumi apa yang dikatakan asisten Liu.


sedikit kesalahan bisa membuat semua kerepotan.

__ADS_1


aku hanya tersenyum melihat asisten Liu dongkol dan marah, mungkin lain kali aku akan lebih berhati-hati.


" terima kasih kamu mengkhawatirkan ku Liu.." sambung ku sambil tersenyum dan dengan rasa bersalah.


kami berdua hanya diam sejenak, tampak asisten Liu bingung mau bilang apa


" masih maraahh...,??" sambungku.


" masih lah...!!" seru asisten Liu sambil membuang muka nya supaya tidak terlihat oleh ku.


aku tertawa melihat tingkah konyol asisten Liu yang seperti anak kecil, sering berubah-ubah mood nya.


asisten Liu yang melihat ku juga ikut tertawa malu saat melihat ku tertawa.


" ingat..."


" ini yang terakhir..," ancam asisten Liu.


aku yang melihat nya pun cuma bisa merapat kan kedua tangan dan meminta maaf ke asisten Liu.


banyak yang kami diskusikan di sini, aku dan asisten Liu sepakat untuk memanggil nama saja jika berada di ruang yang lebih santai, selebihnya asisten Liu hanya bisa memanggil dengan nona muda.


aku hanya bisa menyetujui apa yang asisten Liu utarakan.


tidak selang beberapa lama kami memutuskan untuk kembali ke hotel.


sesampainya di hotel aku meminta asisten Liu untuk mempersiapkan pesawat pribadi milik keluarga Kartika.


setelah semua permintaan dari ku siap, asisten Liu menjemput ku di kamar dan membawakan semua barang yang ku persiapkan di kamar.


para manajemen Elliot hotel Nusa Dua sudah bersiap untuk mengantarkan ku kembali ke Bogor.


" selamat jalan nona Kartika.." sahut pak Dedy sambil berjabat tangan dengan ku.


" baik pak Dedy..."


" saya percaya kan hotel kami kepada kalian.." jawab ku sambil tersenyum ke pak Dedy.


" baik nona Kartika.."


" kepercayaan anda tanggung jawab kami nona.." seru pak Dedy


perkataan pak Dedy membuat ku tenang, setelah itu asisten Liu mempersilahkan ku untuk memasuki mobil terlebih dahulu.


sebelum berangkat ke bandara aku menitipkan pesan untuk pak Dedy supaya ikut mengawasi juga cabang Ubud.


" sekalian saya nitip yang di Ubud pak.."


" nanti jika ada apa-apa segera hubungi saya atau juga lewat asisten Liu." sambung ku.


mobil kami meninggalkan kawasan Elliot hotel dan langsung menuju ke bandara Ngurah Rai.


perjalanan menuju bandara Ngurah Rai berjalan lancar, di dalam perjalanan aku juga mengecek beberapa laporan dari cabang hotel di Ubud yang telah diperbaiki oleh pak Freddy.


" nona muda ada yang bisa di bantu lagi??" tanya asisten Liu yang duduk di samping ku.


" tidak.., terima kasih asisten Liu.." jawab ku.


tidak terasa kami sudah berada di kawasan khusus bandara Ngurah Rai, disana sudah terparkir pesawat pribadi milik keluarga Kartika.


aku dan asisten Liu dengan segera memasuki pesawat. segera setelah itu pesawat pribadi kami berangkat meninggalkan pulau Bali menuju ke rumah.

__ADS_1


# Author


_ to be continued


__ADS_2