Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Pertandingan Basket


__ADS_3

tak terasa waktu berjalan begitu cepat, bel sekolah tanda pulang sudah berdering dengan kerasnya.


aku dan Natasya masih berada di dalam kelas untuk membereskan sesuatu.


setelah selesai dengan tugas yang di berikan Bu guru, kami putuskan untuk ke cafetaria sekolah dulu dan mengisi perut yang sudah keroncongan.


" Nat.., jadi ke aula..??" tanyaku sambil melihat Natasya yang asik memakan bakso favorit nya.


" jadi lah.."


" jarang-jarang kan kita lihat team basket sekolah.." jawab Natasya sambil mengunyah daging bakso.


" terserah kau lah.." aku hanya pasrah mendengar permintaan teman baikku itu, menurut ku gak salah juga sih apa yang dikatakan Natasya.


saat sedang asyik ngobrol Mario datang dari belakang ku.


" wuih.., ada putri sekolah nih disini.." seru Mario dari belakang ku.


aku hanya diam dan melirik ke arah Mario yang ada di belakang ku.


" siang Mario.." sahut Natasya dengan antusias.


ah nih cewek gatal amat kalau ada cowok yang cakep sedikit.


" siang juga Natasya.." seru Mario sambil tersenyum ke arah Natasya.


aku hanya diam melihat kelakuan Natasya, dengan cuek ku minum lagi es teh manis yang berada di depan ku.


" kalian nanti datang ke pertandingan kami kan..??"


" seru lho sekolah kita mendapat lawan dari SMA di Jakarta.." sambung Mario dengan antusias.


" ohh.." jawab ku dingin.


" paling juga kalah seperti biasanya.." sambung ku dengan ketus.


Mario hanya tersenyum melihat ku berkata dingin, sedangkan Natasya memelototi ku seakan mata nya mau keluar.


" ya udah deh..., aku pamit dulu.., nampak nya putri kita sedang bad mood"


" jangan lupa ya..., ku tunggu di aula nanti.." seru Mario dan dengan segera pergi meninggalkan kami berdua.


" oke Mario..., semoga menang nanti.." sambung Natasya sambil tersenyum sok manis ke arah Mario.


tidak begitu lama setelah Mario pergi, Natasya menendang kaki ku dari balik meja makan kami


" iiihhh..., anak ini kenapa sih..??"


" ditaksir cowok idaman..., gak juga mau.." seru Natasya dengan muka yang gemas saat melihat ku.


aku hanya tertawa melihat kedongkolan Natasya,


kami berdua memutuskan lanjut ke aula untuk melihat pertandingan basket, sebenarnya malas juga sih aku melihat cowok-cowok sok keren itu tebar pesona ke gadis-gadis.


tapi gara-gara ajakan Natasya mau gak mau aku harus ikutin kemauannya.


sebelum naik ke atas tribun penonton aku dan Natasya masih duduk di luar gedung aula.


Natasya mulai merengek kepada ku untuk segera masuk ke dalam, namun entah kenapa kok aku masih malas melangkah kedalam.


" ayolah Marischka.."

__ADS_1


" kita masuk ke dalam.., sudah mau mulai nih pertandingan nya..," seru Natasya yang kini sudah berdiri dan merengek seperti anak manja yang gak dituruti ibu nya.


" aduhh anak ini.."


akhirnya aku pun ikut berdiri dan mulai berjalan mengikuti Natasya yang menarik tangan ku untuk masuk ke dalam aula.


sebelum naik ke arah tribun kami harus melewati tempat duduk team basket.


" aduh sialan..,"


" kenapa harus lewat bangku pemain juga sih.." seru ku kesal.


aku makin tidak berminat untuk melihat pertandingan persahabatan ini.


tak selang beberapa saat kemudian, Natasya melihat Mario yang sedang pemanasan di lapangan.


" Mario...!!" teriak Natasya dari pinggir lapangan.


teriakan Natasya membuat para murid yang sedang menonton dengan kompak melihat ke arah kami berdua.


" aduh..., mati aku.." seru ku dalam hati.


Natasya hanya cuek seakan tak peduli sama tatapan mata para murid yang menonton, tak selang berapa lama Mario mendekat ke arah kami berdua.


" baru datang..??" seru Mario.


" iya Mario, kami berdua baru datang." sapa Natasya dengan antusias.


aduh nih anak.., sumpah deh.. antusias banget kayak ketemu artis Korea aja.


" kapan mulai nya Mario..??" tanyaku.


" lima menit lagi quarter pertama dimulai.." jawab Mario,


" owh..."


sebenarnya melihat Mario yang berusaha ngejar-ngejar aku sih agak sedikit kasihan juga sih. padahal dia merupakan primadona sekolah jadi mudah saja untuk mendapatkan cewek idaman.


" terus mana lawan kalian..??" seruku sambil lihat kiri-kanan mencari lawan sekolah kami.


" itu..,


" lawan sparing kita dari Jakarta.." seru Mario sambil menunjuk ke arah ujung lain lapangan basket.


kulihat arah yang ditunjuk oleh Mario dan melihat muka-muka cowok dari Jakarta, ada salah satu yang samar-samar kukenal diantara rombongan dari Jakarta itu.


" owh.." seruku datar.


" Mario.., tolong antar kami ke tribun dong.." seru Natasya dengan nada sedikit manja,


aku hanya diam saja melihat kelakuan sahabat ku ini, namun kali ini aku gak bisa komplain juga sih ke Natasya.


kami bertiga berjalan ke tribun, kulihat beberapa mata yang melihat kami dengan heran, apa lagi saat melihat Mario jalan disamping ku.


mungkin mereka berpikiran jika aku dan Mario ada hubungan yang spesial.entahlah untuk sekarang aku hanya cuek aja.


akhirnya aku dan Natasya mendapat tempat duduk di tribun yang tidak terlalu ramai, Natasya hanya bisa diam aja saat melihat ku yang tidak terlalu antusias.


" kau kenapa Marischka..?" tanya Natasya dengan penasaran.


" gak..."

__ADS_1


" gak papa Nat.." jawab ku datar, Natasya yang tadinya antusias kini seakan ikut merasakan mood ku yang turun.


pertandingan sudah dimulai dengan meriah, banyak siswa terutama yang cewek teriak-teriak gak jelas, bukan dukungan ke team basket sekolah malah sibuk meneriaki nama Mario dan teman-teman nya dari klub basket.


aku hanya menatap lapangan basket itu dengan tatapan mata gak semangat.


kulihat Natasya tidak seantusias tadi, hanya diam saja dan memperhatikan beberapa pemain.


" kau kenapa Nat??"


" gak seantusias tadi.." seru ku sambil melihat keheranan ke arah Natasya.


" kau juga sih..."


" kenapa dari tadi kelihatan bete gak jelas.." sambung Natasha yang kini bermuka masam.


" lho.., kok gara-gara aku..??" tanya ku dengan sedikit aneh.


" iyyaaa..."


" kau dari tadi diam melulu, gak heboh.." sambung Natasya lagi, kini dengan sedikit kesal.


aku yang mendengar kata-kata Natasya tak bisa berkata apa-apa lagi,


" iya udah.., maaf Nat..


" nanti kalau sudah seru pasti aku teriak deh.." seruku lagi,


Natasya yang mendengar perkataan mulai semangat lagi dan antusias nya kembali menuju puncak.


mulai deh teriak-teriak nya, dasar cewek gak jelas..


aku hanya diam dan sesekali tertawa geli melihat tingkah Natasya.


selang beberapa menit setelah quarter pertama mulai ada sosok pria yang baru datang bergabung dengan teman-temannya di bangku cadangan lawan.


ku lihat banyak siswa yang antusias dengan kedatangan pria itu, padahal dia dari sekolah lawan, tidak lupa Natasya melihat cowok ganteng itu dengan mulut melongo.


aku yang sibuk main game di gawai ku ditepuk punggung ku dengan keras oleh Natasya.


" Marischka..." seru Natasya dengan antusias yang lebih meledak..


" ada malaikat.."


beberapa anak cewek pun seakan kehilangan akal sehat saat melihat pria itu.


" Marischka....!!" sambung Natasya dengan nada kesal.


" duh kenapa sihh...??"


" ganggu orang main game aja.." sambung ku dengan sewot.


" coba kau lihat kesana cewek bar-bar..!!" tunjuk Natasya ke arah cowok di bangku cadangan lawan.


aku hanya melongo melihat ternyata cowok itu adalah cowok yang ku kenal saat aku di Nusa Lembongan.


cowok itu bernama Roby Sugara..


# Author..


_ to be continued

__ADS_1


__ADS_2