Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Kembali lagi.


__ADS_3

didalam kelas guratan kekecewaan masih nampak jelas di wajah semuanya. aku pun hanya diam saja, asisten Liu pun pamit dulu ke lapangan basket.


dia ingin menghajar lawan mereka sebelum pertandingan melawan kelas Giselle dan membalas kan kekalahan kami yang menyakitkan.


lutut ku sudah membaik dari pertama kali terkena cedera tadi, aku pun mulai berdiri dan mencoba kekuatan lutut ku. jika memang masih terasa sakit, biasanya aku akan diarahkan untuk pergi ke Singapura dan berobat sebentar di sana.


" Marischka..?!" seru Natasya yang sedikit kaget karena melihat ku mencoba untuk berdiri.


" tenang saja...." jawab ku sambil tersenyum dan meyakinkan Natasya supaya tidak khawatir.


namun tetap saja Natasya membantu untuk berdiri dengan memegang lengan ku, Winda pun ikut membantu Natasya.


" oke coba lepasin..!" sambung ku dengan terus melihat ke arah lututku. sambil berjalan pelan diantara meja kelas, aku merasa sudah tidak terlalu sakit di bagian lutut ku.


" gimana..??" tanya Winda khawatir. aku melihat ke arah Winda dan memberi isyarat jempol ke Winda.


" nice..." sambung Winda. setelah kurasakan tidak sakit lagi aku pun kembali ke tempat duduk ku tadi.


hufftt...


" tadi itu lumayan.." seru ku sambil tersenyum dan duduk kembali disamping Natasya.


namun antusias dan semangat yang kurasa setelah bisa berjalan lagi, kontras dengan suasana kelas sekarang. kekalahan kami benar-benar membuat kami shock dan sedikit tak percaya.


" makan yuukk..?!" seru ku memecah keheningan yang ada di kelas. sontak semua melihat ke arahku yang sudah berdiri lagi.


" aku yang traktir.." sambung ku sambil tersenyum manis ke arah teman-teman yang terlihat suram.


" gak ah...?!"


" kami gak enak sama kamu Marischka.." jawab Natasya sambil berdiri dari tempat duduknya. temanku yang lain pun hanya tersenyum dan mengerti maksud dari Natasya.


" sudahlah..."


" gak akan habis uangku walaupun kalian semua ku traktir..." seru ku dengan nada sedikit kesal. mereka semua hanya diam dan saling menatap satu sama lain.


" okelah ayo kalau begitu..." sambung Winda sambil berdiri dan tersenyum manis.


" lagian kita gak bisa terus kecewa.." tambah Mak Nyak yang berjalan ke tempat ku berdiri. aku pun hanya tersenyum semuanya kembali kompak dan saling menguatkan hati.


" great..!!" seru ku sambil memeluk Winda, Natasya, dan Mak Nyak. namun mereka malah terlihat risih dengan pelukan ku.


" ihhhh.., bauuu...!!" seru Natasya sambil melihat ke arah ketiak ku.


" paan sih...!!" jawab ku sambil memukul pelan lengan Natasya.

__ADS_1


" parfum ku mahal tau.." sambung ku sambil tertawa kecil melihat Natasya menutup hidungnya dengan kedua jarinya.


" iyaa nona muda..!!" ledek Natasya sambil mengikuti gaya asisten Liu.


suasana yang tadinya hening, kini sudah mulai ramai dengan tingkah kami. semua tertawa riang, kami pun mulai meninggalkan kelas dan menuju ke tempat kantin sekolah berada.


walaupun bengkak di lutut ku sudah tak terlihat lagi, namun rasa perih kadang datang dengan tiba-tiba saat aku berjalan. namun semua itu ku sembunyikan karena tak mau membuat mereka khawatir.


" jadi setelah ini mau kemana kamu..??" tanya Natasya sambil menggandeng tangan kiri ku.


" emm.."


" gak tau lah mau kemana..."


" seperti nya ku cancel aja acara ku.." sambung ku santai sambil tersenyum dan menoleh ke arah Natasya.


" enak yaa tinggal main cancel aja.." seru Natasya sambil tersenyum kecut ke arah ku. aku pun hanya tersenyum melihat Natasya.


" gak terlalu penting juga kok..." sambung ku santai.


" dasar anak konglomerat.." gumam Natasya. mendengar gumaman Natasya, aku pun menggelitik pinggang nya.


dalam perjalanan menuju kantin pun kami bercanda lagi. tak terasa kami sampai juga ke kantin sekolah, beruntungnya kami karena kantin dalam keadaan sepi siswa.


" pesan aja yang kalian mau ya girls..!!" seru ku sambil duduk di bangku yang biasa ku duduki dan melihat mereka yang sedang berpencar untuk memesan sesuai yang mereka inginkan.


yaahh...


kekecewaan akan segera terobati..


...* * *...


tepat pukul tiga sore aku putuskan untuk kembali menuju ke mansion keluarga ku. saat berjalan ke parkiran mobil, banyak siswa yang melihat ku dengan tatapan kagum.


dengan elegan aku berjalan menuju ke mobil Aston Martin Vantage S yang terparkir di halaman depan sekolah kami. semua mata tertuju pada ku yang akan masuk ke dalam mobil, seperti biasa aku selalu cuek dengan tatapan para siswa.


setelah masuk dan menyalakan mobil, aku pun mengecek lagi gawai yang sudah ada di tangan ku. sesekali aku tertawa kecil saat membuka grup WhatsApp kami dan melihat mereka saling bercanda dan terkesan membully salah satu temanku.


setelah kurasakan cukup panas mesin mobil ku dan ac mobil yang sudah dingin, aku pun meletakkan gawai di tas dan mulai berjalan pelan meninggalkan sekolah ku.


mobil kupacu dengan pelan di jalanan padat kota Bogor. seperti biasa mobil yang kubawa selalu menjadi pusat perhatian di jalan.


tak terasa aku sudah sampai di gerbang masuk mansion keluarga ku, dengan cepat security yang berjaga membukakan pintu gerbang itu untuk ku masuk ke dalam mansion.


dengan segera aku masuk ke halaman mansion keluarga Kartika, sesampainya di depan pintu masuk ternyata tuan Alfred sudah menungguku.

__ADS_1


" selamat datang nona muda.." sambut tuan Alfred sambil membukakan pintu mobil untuk ku.


" terima kasih tuan Alfred.." jawab ku sambil keluar dari dalam mobil dan membawa tas yang berisi baju ku tadi.


dengan segera aku dan tuan Alfred segera masuk ke dalam mansion. kali ini rasa sakit ku tadi sudah hilang sepenuhnya, jadi jalan ku sudah normal layaknya seorang yang tidak mengalami cidera lutut.


" saya mendapat kabar jika nona muda cedera tadi..??" tanya tuan Alfred yang berjalan di belakang ku.


" iyaa..." jawab ku sambil berhenti berjalan dan melihat ke arah lututku yang cedera tadi. tuan Alfred pun terlihat khawatir dengan kondisi lututku yang cedera itu


" tapi sudah tidak sakit lagi..." jawab ku sambil tersenyum manis ke arah tuan Alfred.


" tapi harus dicek nona muda..?!" tanya tuan Alfred dengan serius.


" sudahlah.., tidak apa-apa tuan Alfred.." jawab ku sambil tersenyum dan kembali berjalan ke arah kamar ku. tuan Alfred hanya bisa diam saja sambil melihat ku menjauh dari nya.


suasana mansion keluarga yang sunyi seakan benar-benar membuat ku berada di dunia yang berbeda. setelah masuk ke dalam kamar, aku segera merebahkan diri di atas kasur empuk dan nyaman.


enaknyaaa...


😌


setelah puas merebahkan diri, aku duduk lagi dan mencari gawai ku di dalam tas yang ku geletakkan di lantai bawah kamar.


banyak teman sekelas ku yang menanyakan keadaan ku sekarang baik itu di grup WhatsApp maupun langsung ke gawai ku seperti Natasya dan Winda.


aku pun senang mendapat perhatian dari teman sekelas ku Winda dan Natasya. kali ini aku berjalan menuju meja belajar dan kerja ku, disana sudah ada beberapa laporan yang tuan Alfred siapkan.


hufftt...


kerja lagi...


😑


aku pun hanya tersenyum melihat laporan dari tuan Alfred. kini aku mulai duduk dan memeriksa dengan sekilas tentang laporan tuan Alfred.


yoshh...


ku letakkan gawai ku dan mulai memeriksa lembar demi lembar kertas laporan tuan Alfred


yaahh...


aku kembali lagi ke rutinitas sehari-hari ku sebagai pewaris tunggal keluarga Kartika. suasana hening di kamar membuat ku fokus dalam mengerjakan tugas berat yang di bebankan kepada ku.


# Author.

__ADS_1


_to be continued


__ADS_2