Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Keseharianku.


__ADS_3

tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, memang hari-hari setelah ujian semester biasanya banyak siswa menyapaku yang pulang lebih awal, entah mereka ikut ujian remidial atau sekedar untuk main bersama teman kelas untuk sekedar mencari uang saku.


" Win...?"


" besok kamu ada acara kah...?" tanya ku ke Winda yang sedang main gawai nya dan berada di samping ku.


" gak ada..."


" memang kenapa...??" tanya Winda penasaran ke arah ku. aku agak ragu sebenarnya saat ingin mengutarakan permintaan ku ke Winda.


" emmm..."


" bisakah besok kamu temani aku ke salon langganan ku..??" tanya ku penuh keraguan. mendengar permintaan ku, Winda pun terdiam sejenak.


" duh gimana ya..??" jawab Winda dengan ragu.


" sudah lah aku yang traktir nanti..." sambung ku sebelum Winda berfikir untuk menolak ajakan ku.


" duhh..." jawab Winda.


" pleasee..." sambung ku sambil merapatkan telapak tangan ku sebagai tanda minta tolong.


" nanti aku jemput lah.." sambar ku lagi. Winda terlihat makin tak punya pilihan lain, mau tak mau dia menerima ajakan ku untuk pergi ke tempat yang tak terlalu membuat nya nyaman.


" iyaa..., iyaa..." jawab Winda sambil melirik ke arah ku


" aseekkkk..." seru ku sambil memeluk tubuh Winda yang hampir sama dengan tinggi ku.


" tapi kan besok kita masih sekolah...??" tanya Winda sambil melihat ke arah ku yang sedang bersandar di dada nya yang berstandar nasional.


hehehe..


😅


" ah gampang itu..." jawab ku sambil kembali melepaskan pelukan ku di Winda.


" palingan besok gak ada kegiatan kek hari ini.." sambung ku sambil tersenyum ke arah Winda.


" iya juga sih..." jawab Winda mengamini pernyataan ku.


" kalau gitu besok berangkat sekolah nya samaan aja..." seru ku sambil memegang kedua tangan nya.


" okelah..." jawab Winda tersenyum manis dan mengangguk tanda setuju.


" aseekkkk..." seru ku senang mendengar ucapan Winda.


" makasih cantik.." sambung ku sambil mengedipkan mata ku kearah Winda.


kami berdua pun mulai berjalan meninggalkan pintu gerbang utama sekolah kami, sambil berjalan ke arah tempat penjemputan biasanya aku dan Winda pun banyak bercerita.

__ADS_1


" mama mu datang Win..." seru ku setelah melihat mobil berjenis SUV mendekati tempat kami duduk.


" jemputan mu juga datang Marischka..." sambung Winda yang melihat mobil jemputan ku tepat di belakang mobilnya Winda.


" wuih kebetulan.." seruku sambil melihat ke arah datangnya mobil ku.


tepat di belakang mobil mama Winda pun, mobil Rolls-Royce jemputan ku juga datang. setelah parkir tepat di depan kami, Winda pun segera mendekati mobil mamanya.


" siang tante..." sapa ku ke arah mama Winda yang sedang duduk di kursi pengemudi.


" siang juga nak..." jawab beliau dengan ramah. Winda pun segera masuk kedalam mobil nya, setelah menutup pintu mobil nya, aku pun berjalan ke arah belakang mobil Winda.


" silahkan nona muda..." sapa pak sopir keluarga ku sambil membuka pintu mobil belakang.


" terima kasih banyak pak.." jawab ku ramah dan mulai masuk ke dalam mobil sedan mewah itu.


setelah menutup pintu mobil, beliau segera masuk ke kursi pengemudi nya, aku pun mencari gawai di tas ku dan meletakkan tas ku di kursi samping ku.


mobil Winda belum jalan-jalan, sehingga kami agak terhambat jalannya.


" kita duluin aja pak..." seru ku ke pak sopir keluarga ku.


" baik non..." jawab nya sambil mulai bermanuver untuk mendahului mobil Winda. saat mobil ku dan Winda bersampingan, aku membuka jendela dan melambaikan tangan ku ke arah Winda yang ada di dalam mobil.


Winda dan mama nya pun tersenyum melihat aku melambaikan tangan kearah mereka. segera setelah itu aku tutup kaca jendela dan merebahkan diri di empuknya bangku penumpang.


mobil Rolls-Royce phantom ku pun mulai menyusuri jalan kota dan menuju ke mansion keluarga Kartika.


...* * *...


" sudah waktunya untuk makan malam nona muda..." sambung beliau ramah.


" baik tuan Alfred..." seru ku dari dalam kamar, saat ini aku sedang mengerjakan laporan keuangan dari perusahaan kami di Denmark.


kulihat jam di gawai ku dan meletakkan kembali pulpen yang ku pakai untuk mengerjakan tugas dari nenek ku. segera setelah itu aku berdiri dan mulai berjalan keluar dari kamar ku menuju ke ruang makan keluarga Kartika.


" silahkan nona muda.." sambut tuan Alfred sambil mempersiapkan piring di depan ku, seperti biasa sajian yang dihidangkan koki kami selalu berbeda-beda dan tidak membuat ku bosan untuk menikmati nya.


" tuan Alfred..!?"


" laporan yang tuan berikan sebentar lagi selesai..." seruku sambil tersenyum manis ke arah beliau.


" baik nona muda..." jawab beliau dengan senyum ramah.


" owhh iyaa..."


" tolong besok siapkan mobil Ferrari ayah ya.." sambung ku sambil melihat ke arah tuan Alfred.


" baik nona muda..." jawab beliau ramah. meski pun tuan Alfred bertanggung jawab atas segala aktivitas ku, namun beliau tak mempermasalahkan jika aku meminta sesuatu diluar kebiasaan keluarga kami.

__ADS_1


" sepulang sekolah saya mau ke salon bersama sahabat ku tuan Alfred..." sambung ku sebelum beliau bertanya tentang kegiatan ku besok.


" dimengerti nona muda..." jawab beliau ramah.


" terima kasih banyak tuan Alfred..." sambung ku sambil tersenyum manis.


tak terasa waktu sudah berlalu dengan cepat, saat ini aku pun sudah kembali ke meja kerja ku. sesekali aku pun membalas chatting dari Winda dan Natasya, Roby pun mengirim kan chat dan mengingatkan jika ada janji yang harus ku tepati hari Minggu nya.


...* * *...


matahari sudah mulai tampak dari ufuk timur, aku sudah bersiap untuk pergi ke sekolah lagi, baju seragam Pramuka membalut tubuh ku kali ini.


hmmm...??


not bad lah...


😎


sambil melenggak-lenggok dan bergaya bak model di depan cermin aku pun senyum-senyum sendiri memuji keindahan tubuh dan paras ku.


tok..,tok...!


" nona muda..."


" semua sudah siap...!" seru suara tuan Alfred dari balik pintu kamar ku.


" iyaa..."


mendengar ketokan pintu dari tuan Alfred, aku segera mengambil tas jinjing berbahan kain yang dibuat khusus untuk ku dari rumah mode terkenal dari Italia.


okeee...


let's go...


aku mulai berjalan ke meja makan untuk sekedar sarapan pagi. saat sarapan aku pun diberi kunci mobil Ferrari 812 Superfast yang kupesan sama tuan Alfred kemarin.


" terima kasih tuan Alfred.." seru ku sambil tersenyum melihat tuan Alfred, beliau pun hanya mengangguk tanda mengerti.


setelah selesai makan aku pun pergi ke halaman depan mansion dan melihat mobil berjenis grand tourer itu terparkir. segera setelah itu tuan Alfred membukakan pintu untuk ku.


" terima kasih tuan Alfred..." sapa ku ramah ke beliau. tuan Alfred hanya tersenyum dan menutup kembali pintu mobil ku. tak lupa sebelum berangkat aku mengenakan sabuk pengaman.


" hati-hati nona muda..." seru tuan Alfred dengan senyum ramah nya. aku pun hanya tersenyum dan mengangguk ke arah beliau.


mobil segera kupacu dengan pelan menyusuri jalan mansion keluarga Kartika. segera setelah masuk ke jalan raya, aku pun memacu mobil Ferrari berwarna merah ini.


segera saja semua orang memandang mobil sport keluaran Italia itu. sesuai janji ku dengan Winda, aku pun menjemput dia di rumah nya. sebelum nya Winda pun memberi tahu ke mamanya jika hari ini aku akan mengajak Winda sepulang sekolah.


tak terasa mobil Ferrari ku sudah sampai di jalanan kompleks perumahan mewah tempat Winda tinggal. disini banyak tinggal keluarga orang mampu, jadi tak heran jika banyak berseliweran mobil sport.

__ADS_1


#Author.


_to be continued


__ADS_2