Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
Happy monday.


__ADS_3

" sudah siap semuanya..??" tanya Winda sambil melihat ke arah ku yang sudah rapi.


" i am ready..." seru ku sambil mengangguk. Winda pun mengangguk dan tersenyum melihat penampilan ku yang sudah rapi.


kami berdua berjalan menuju ke tempat mobil ku terparkir, setelah melewati tangga, aku pun sempat berpamitan ke arah ibu-ibu asisten rumah tangga Winda yang tengah mempersiapkan sarapan.


" buk saya pamit..." seru ku ramah ke ibu tadi, ternyata beliau tak sendiri, masih ada bapak-bapak paruh baya yang merupakan sopir dari keluarga Winda.


" owhh iyaa neng...!!" jawab nya sambil tersenyum dan sedikit melihat ke arahku dan Winda.


lampu di rumah Winda banyak yang dimatikan, namun ruangan ada beberapa cahaya lampu yang tidak dimatikan untuk orang lewat supaya terkesan tidak terlalu gelap.


kami berdua sudah sampai di tempat mobil ku terparkir, kulihat mobil ku terparkir di dalam garasi mobil rumah Winda. ku ambil smartkey ku dan menyalakan mesin nya terlebih dahulu.


raungan mesin dua belas silinder cukup keras di kompleks perumahan tempat Winda tinggal. cukup mengganggu sih, namun mau gimana lagi.


Winda pun segera masuk dan memberitahu ke pria paruh baya tadi untuk membuka pintu gerbang rumahnya. sambil menunggu, aku pun mengambil gawai ku dan segera menghubungi tuan Alfred.


" sudah mau pulang non..??" tanya pria paruh baya itu sambil lewat depan ku dan membungkukkan separuh badannya saat lewat di depan ku.


" iyaa pak..." jawab ku sambil tersenyum melihat ke arah beliau. dengan segera pintu gerbang yang terbuat dari kayu jati pun terbuka cukup lebar untuk mobil ku keluar dari dalamnya.


" sudah non..." seru beliau setelah semua permintaan Winda terpenuhi, aku tersenyum ke arah pria paruh baya itu.


" Win..."


" kalau gitu aku pamit dulu lah.." seru ku sambil melihat ke arah Winda yang berada di tangga teratas rumah nya.


" heem..."


" hati-hati ya Marischka...!" jawab nya sambil melambaikan tangan nya ke arah ku yang sudah berada di kursi pengemudi.


dengan segera aku memundurkan mobil ku, setelah berada di jalanan aspal, dengan perlahan aku mulai memacu mobil Aston Martin Vantage ku.


ku perhatikan jam sudah menunjukkan pukul lima pagi. karena ku rasa waktu sudah cukup mepet, aku pun memacu mobil sport ku dengan cukup kencang. raungan mesin dua belas silinder memecah keheningan pagi itu.


tak terasa aku sudah memasuki jalanan dekat dengan mansion keluarga Kartika, jalanan cukup sepi sehingga aku memacu mobil sesuai keinginan. sesampainya di gerbang utama, aku segera saja masuk ke dalam mansion keluarga.


segera setelah itu aku parkir mobil di halaman dekat dengan pintu utama mansion keluarga, tuan Alfred segera menyambut ku.


" maaf tuan Alfred..."

__ADS_1


" saya telat pulang..." seru ku yang terdengar gak enak dengan tuan Alfred yang selalu menutupi segala kesalahanku.


" tidak apa-apa nona muda..." jawab beliau dengan ramah. aku tersenyum manis dan ingin menebus kesalahanku dengan membantu beliau dengan optimal.


" semuanya sudah siap tuan Alfred...??" tanyaku basa-basi sambil berjalan masuk ke ruangan utama mansion keluarga Kartika.


" semua yang anda minta sudah siap nona muda..." jawab tuan Alfred sambil berjalan di belakang ku. aku berjalan cukup cepat kali ini, karena semua sudah lewat dari waktu yang ku habiskan biasanya.


" baik tuan Alfred..." sambung ku sambil membuka pintu kamar ku.


" kalau gitu tunggu saja di meja makan..." seru ku sambil menutup pintu kamar ku. dengan segera tuan Alfred pergi mempersiapkan sarapan pagi untuk ku.


aku pun gercep untuk mandi air hangat di bathtub yang terbuat dari marmer kualitas terbaik. segera setelah itu, aku pun mengenakan seragam dan semua keperluan di sekolah nanti.


tepat pukul enam, aku turun dari lantai dua tempat kamar ku berada. kulihat sarapan sudah tersedia di meja makan, aku pun segera menyantap hidangan itu dengan sedikit tergesa-gesa.


" saya duluan tuan Alfred..." seru ku sambil sedikit berlari keluar menuju ke halaman depan tempat mobil Rolls-Royce ku terparkir.


segera setelah saya masuk di dalam mobil, ku minta tolong sopir untuk sedikit lebih cepat dalam memacu mobilnya.


" agak cepat dikit pak...!!" seru ku sambil melihat ke arah sopir keluarga ku.


mobil dengan sedikit cepat membelah padatnya jalanan kota Bogor, kali ini beliau memacu mobil nya cukup cepat namun tetap tidak ugal-ugalan.


tak terasa mobil sudah sampai di halaman sekolah kami, setelah sampai di tempat biasanya aku turun. kulihat Natasya sudah tak ada di sana, aku sedikit panik saat mengetahui waktu masuk sekolah sudah sangat mepet.


setelah berhenti, aku pun sedikit berlari kearah pintu gerbang utama sekolah kami, ternyata bel sekolah sudah dibunyikan. tepat saat aku sampai di pintu gerbang utama, pak satpam pun menutup pintu tersebut.


" pak...,pak...,pak....!!"


" tunggu pak...!!" seru ku sambil sedikit menggedor pintu gerbang utama.


" what the...f**k...!!" umpat ku pelan ke gerbang sekolah yang sudah tertutup, aku pun mengumpat pada diri ku sendiri karena untuk pertama kalinya aku terlambat masuk sekolah.


huffttt...!!


😓


aku seakan tak tahu harus berbuat apa, ku lihat sekeliling dan melihat beberapa siswa juga ada yang terlambat masuk sekolah, tiga anak cowok dan tiga anak cewek termasuk diriku.


" pak masih lama buka gerbangnya...??" seru ku dengan tak sabaran, ku lihat mereka pun sedikit protes sama dengan ku.

__ADS_1


" iyaa..., tunggu upacara nya dimulai..." sambung sang security sambil menghampiri kami semua, aku pun baru sadar jika hari ini adalah hari Senin.


lhoo hari ini Senin...??


tanpa dikomando aku pun membuka tas punggung yang ku kenakan, sebab aku merasakan jika ada sesuatu penting yang ketinggalan. dan benar saja, topi upacara ku ketinggalan di kamar.


haddeehhh...


😑


mengetahui sesuatu akan terjadi, aku pun sedikit pasrah dengan keadaan. tak selang berapa lama kemudian security sekolah membukakan pintu gerbang untuk kami berenam masuk. seperti biasa siswa yang telat masuk akan di tempatkan di barisan tersendiri di depan dan dekat dengan inspektur upacara.


dengan sedikit menunduk karena malu kami berenam berjalan di barisan terdepan dekat dengan mimbar inspektur upacara bendera.


bagi cowok mungkin sudah hal biasa telat dalam menghadiri upacara bendera, namun untuk ku hal ini pertama kalinya aku menjadi pesakitan dan sungguh memalukan untuk ku. sangat diluar kebiasaan ku yang terkenal karena kedisiplinannya.


upacara pun berjalan dengan khidmat, sang inspektur upacara pun mulai pidato yang panjang dan lebar, salah satunya ialah memberi contoh tentang kedisiplinan sekolah.


" inilah anak-anak contoh ketidak disiplinan..." seru inspektur upacara bendera sambil menunjuk dan melihat ke arah kami berenam yang sedang berbaris rapi.


" huuuuu....!!!"


dengan kompak semua siswa melihat ke arah kami dan menyoraki kami, apalagi gengnya Giselle dan Dian yang tak jauh dari tempat ku berdiri.


kulirik wajah yang familiar yang bersorak kegirangan melihat ku dihukum di dekat mimbar.


awas aja ya nanti....


cukup lama inspektur upacara berpidato di mimbar, beberapa siswa pun terlihat mengeluh tentang panjang nya pidato yang disampaikan. apalagi panas matahari mulai bersinar cukup terik kali ini.


sebenarnya aku pun sudah mulai lelah dan ingin segera duduk, namun mau gimana lagi keadaan tak memungkinkan untuk duduk walaupun hanya sebentar.


😑


huffttt...


capeknya...


# Author.


_to be continued

__ADS_1


__ADS_2