
setelah mendengar dan mendapatkan arahan tentang rapat besar yang akan kami hadiri besok, aku pun diminta nenek untuk istirahat dan mempersiapkan diri.
" Marischka istirahat dulu aja..." seru nenek sambil mengelus punggungku. seperti nya beliau tau jika aku sudah sedikit letih.
" tapii..., Marischka ingin temani nenek.." jawab ku manja. dengan sok kuat aku ingin meyakinkan nenek jika aku masih belum capek dan mengantuk.
" besok aja temani neneknya ya sayang..." seru nenek sambil mengelus rambut ku.
awalnya aku menolak karena aku masih ingin menemani nenek ku, namun karena tiba-tiba aku menguap dan terlihat letih, aku pun mengalah dan tidak melanjutkan membantu kerja nenek.
sambil berjalan gontai, aku menuju ke kamar yang ada di lantai dua rumah kami. nenek pun dengan baik hati mengantarkan ku untuk kembali ke kamar.
dengan segera aku sudah berbaring di tempat tidur nyaman. dengan segera nenek menyalakan lampu tidur supaya lebih nyenyak tidur ku.
" good night sweet heart.." seru nenek ku sambil mematikan lampu utama dari dekat pintu masuk kamar ku.
" good night granny.." jawab ku sambil tersenyum dan menarik bed cover yang menyelimuti ku.
tak terasa aku pun tertidur dengan pulas nya, padahal jika di mansion keluarga Kartika aku tak pernah tidur dengan secepat ini. walaupun aku letih namun tak pernah secepat ini aku terlelap.
...* * *...
matahari menyingsing dari ufuk timur. bukannya suara burung berkicau, namun deru suara klakson lah yang terdengar di telinga ku.
kali ini aku bangun lebih awal dari biasanya, seperti biasa aku mainkan gawai ku dan melihat beberapa notifikasi dari teman-teman baik di grup WhatsApp ataupun dari Winda dan Natasya.
aku pun senyum-senyum sendiri saat melihat notifikasi dari mereka, rata-rata mereka membully teman ku namun tetap dengan kaidah yang tidak berlebihan.
" selamat pagi nona muda...!?" ketuk asisten rumah tangga dari balik pintu kamar ku.
" yaa..."
" masuk aja..., tidak saya kunci kok...!" seru ku dari balik pintu. sang asisten rumah tangga itu pun segera masuk dan memberi tahu jika nenekku sudah menunggu di meja makan.
tanpa pikir panjang aku pun segera meloncat dari atas kasur dan pergi ke wastafel untuk sekedar mencuci muka sebelum turun ke lantai satu.
asisten rumah tangga tadi juga sudah ijin untuk kembali ke tempatnya dan membiarkan ku untuk sekedar membersihkan diri dulu. dengan secepat kilat aku menyelesaikan urusan membersihkan diri, sebelum turun aku pun tak lupa membawa gawai kesayangan ku.
" neneeekk...!!" seru ku sambil turun dari tangga dan mencari nenek. ternyata nenek ku sudah ada di ruang keluarga, sambil membaca koran beliau tersenyum manis saat menyambut ku.
" eehhhh...!!"
" sleeping beauty udah bangun...?!" seru nenek sambil meletakkan koran itu disamping kirinya sambil tersenyum dan merentangkan kedua tangannya untuk menyambut ku.
__ADS_1
" sorry neekk...!"
" Marischka baru bangun..." seru ku sambil memeluk manja ke nenek. tak seperti biasanya, kali ini aku benar-benar menjadi seorang putri manja yang ngeselin.
" makan yuukk...?!" ajak nenek sambil memeluk erat tubuhku. aku pun hanya tersenyum manja dan mengiyakan ajakan beliau.
dengan segera kami berjalan ke meja makan yang telah dipersiapkan oleh asisten rumah tangga. makanan mewah khas barat pun sudah tersaji rapi di meja makan.
dengan cekatan para asisten rumah tangga sudah mulai menghidangkan makanan nya. aku dan nenek pun menikmati hidangan itu, apalagi perutku sudah mulai keroncongan dari tadi subuh.
di meja makan banyak yang kami perbincangkan, baik mengenai rumah di Bogor, berbagai pertemuan yang ku datangi, dan tentang sekolah ku yang sebentar lagi akan berakhir.
...* * *...
setelah selesai dengan sarapan pagi, nenek mempersilahkan ku untuk mempersiapkan diri. karena sebentar lagi nenek akan mengajakku di agenda kegiatannya yang super padat.
tepat pukul sembilan pagi aku pun turun dari lantai dua rumah kami. bak seorang putri dari kerajaan aku pun turun dari tangga, kali ini aku berinisiatif menggunakan dress pesta pendek diatas lutut merk kenamaan asal Prancis.
" cantik banget cucu kesayangan nenek...??" seru nenek sambil tersenyum manis penuh kekaguman.
" bagaimana neekk..??" tanyaku sedikit bangga dengan apa yang ku kenakan kali ini.
" cucu ku pakai apa pun pasti akan membuat orang tertegun..." puji nenek sambil kami berdua mulai berjalan menuju ke pintu keluar.
" tentu..." sambung ku sambil tersenyum manis ke arah nenek.
kami berdua pun sudah berdiri di depan pintu mobil sedan yang akan mengantarkan kami ke istana kepresidenan Singapura yang letaknya tepat di tengah-tengah Orchard road.
" let's go pak...!" seru ku sambil tersenyum melihat ke arah pak sopir yang sudah siap. tak terasa mobil Bentley yang kami naiki sudah berada di jalanan padat negara Singapura.
keluarga kami mendapat undangan khusus untuk bertemu dengan perdana menteri Singapura. beliau ingin membicarakan tentang banyak hal terutama tentang kepentingan negaranya.
" semua sudah siap nek..??" tanya ku antusias.
" tentuu doongg..." jawab nenek dengan bercanda. sebenarnya aku sangat gugup kali ini, mengingat ini untuk pertama kalinya diriku diajak ke rapat yang penting.
tak henti-hentinya dadaku dibuat berdegup kencang, apalagi saat mobil sudah dekat di istana kepresidenan Singapura.
" kamu gugup..??" tanya nenek sambil tersenyum manis.
" heem.." jawab ku pelan. aku pun sedikit menarik nafas dalam-dalam dan melepaskannya secara perlahan untuk meredakan rasa gugup ku.
nenek yang melihat tingkah ku hanya tersenyum saja, dengan segera beliau mengelus punggungku supaya aku tidak tegang lagi.
__ADS_1
" nenek pun tegang saat pertama kali diajak kakek mu ikut rapat besar..." seru nenek sambil tersenyum dan mengingat ingat kejadian yang lalu.
aku pun memasang ekspresi tak percaya, mengingat bahwa sekarang beliau dengan percaya diri selalu membawa nama baik keluarga Kartika dalam berbagai event berskala global.
" heem..."
" karena saat itu nenek kan seorang gadis biasa, beda sama kakek mu yang sudah jadi orang penting..." sambung nenek dengan terlihat serius.
aku pun hanya bisa mengangguk dan tersenyum bahagia saja saat mendengar cerita dari nenek. apalagi beliau bercerita dengan semangat dan penuh nostalgia.
...* * *...
tak terasa kami sudah sampai di pintu depan istana kepresidenan, perdana menteri Singapura sudah menyambut kedatangan kami. tidak banyak wartawan yang meliput acara ini, memang hal itu lumrah karena keluarga seperti kami tidak terlalu suka publikasi yang berlebihan.
" selamat datang nyonya Kartika...?!" sambut perdana menteri Lee Hsien Loong dengan ramah. dengan segera nenek menjabat tangan beliau dan menyapanya dengan senyum ramah.
" terima kasih tuan Lee..." jawab nenek ramah. sambil menunggu ku yang jalan dari sisi lain mobil, nenek memperkenalkan diri ku sebagai keturunan tunggal keluarga Kartika.
" owh...??"
" nona muda Kartika..??" seru perdana menteri Lee sambil berjabat tangan ke arah ku. aku pun dengan sedikit malu-malu memperkenalkan diri ke beliau.
" selamat pagi tuan Lee..!" sambut ku sambil tersenyum dan ramah ke tuan Lee. dengan antusias beliau berjabat tangan dengan ku,
" ternyata kabar angin tentang kecantikan pewaris tunggal keluarga Kartika bukan isapan jempol ya...?!" puji tuan Lee sambil tersenyum lebar dan penuh kekaguman.
" terima kasih tuan Lee..." sambung ku sambil hormat curtsy untuk apresiasi dari ku karena telah memuji penampilan ku.
nenek pun terlihat bangga karena sikap ku yang sopan saat di puji oleh petinggi negara.
" sudahlah jangan terlalu dipuji dia tuan Lee..."
" nanti kege-eran..." sambung nenek sambil tersenyum dan menepuk pundak ku dengan pelan dan penuh canda.
hahaha...
gelak tawa pun terdengar jelas di lobi pintu masuk istana kepresidenan Singapura, dengan sedikit tentang tuan Lee meminta kami berdua untuk masuk ke dalam ruangan yang sudah dipersiapkan oleh empunya yang punya istana.
sambil dag-dig-dug aku mulai masuk ke dunia yang akan kujalani selama masa hidup ku selanjutnya.
# Author.
_to be continued.
__ADS_1